Membiarkan [Bahkan Mengajak] Anak Menonton Film Horor? Ini 10 Bahayanya

Parenting

[Photo credit: Dmitry Ratushny]

10.1K
Semua yang benar, semua yang mulia, semua yang adil, semua yang suci, semua yang manis, semua yang sedap didengar, semua yang disebut kebajikan dan patut dipuji, pikirkanlah semuanya itu.

Jujur, dulu saya suka nonton film horor, khususnya drakula. Setelah mengetahui pengaruh buruknya, saya tidak lagi menonton film horor. Saya pun melarang anak saya untuk melihat film-film yang mengerikan.

Mengapa? Inilah alasan saya. Ada paling sedikit 10 bahaya nonton film horor:



1. Mengurangi kepekaan

Di satu sisi tampaknya baik karena orang jadi ‘terbiasa’ menyaksikan hal-hal yang berdarah-darah dan mengerikan. Namun, sebaliknya, justru sangat berbahaya. Mereka jadi tidak merasa apa-apa saat melihat peristiwa itu. Daya peka dan daya sosialnya jadi berkurang. Jika ada tetangga yang berteriak atau menangis histeris, bisa jadi mereka berkata, “Ah, mereka sedang menonton film horor.”

Baca Juga: Biarkan Anak Anda Menangis: 5 Rahasia Kehidupan yang Terungkap Lewat Air Mata



2. Membuat otak terpolusi

Saya percaya bahwa apa pun yang kita lihat dan dengar serta rasakan terekam di alam bawah sadar. Menonton film horor, tanpa kita sadari membuat otak kita terpolusi. Jika saya saja orang dewasa masih teringat dengan adegan-adegan yang mendebarkan, apakah anak-anak saya tidak? Apakah kita membiarkan diri kita teracuni?



3. Memori rasa ngeri terasa sampai hari ini

Peneliti Kristen Harrison dan Joanne Cantor dari Universitas Wisconsin, pada tahun 1999, mengadakan penelitian dengan judul Tales from the Screen: Enduring Fright Reactions to Scary Media. Mereka meneliti lebih dari 150 mahasiswa di Michigan dan Wisconsin.

Sekitar 90% responden mengatakan bahwa film mengerikan yang mereka tonton pada masa kanak-kanak dan remaja masih membuat mereka ketakutan. Lebih lagi, sekitar 26% mengatakan bahwa pengalaman itu ‘masih melekat’ sampai hari ini.
[Photo credit: butzzfeed]

Nah, apakah kita mau diri kita maupun anak-anak kita memiliki memori yang mengerikan seperti ini?

Baca Juga: Membicarakan tentang Terorisme kepada Anak Tanpa Membuat Mereka Takut atau Trauma, Ini 3 Kiatnya



4. Membuat anak-anak jadi penakut

Dari pengalaman saya dan teman-teman yang mempunyai anak,
anak-anak yang habis menonton film horor baik di bioskop maupun televisi menjadi lebih penakut dari sebelumnya.

[Photo credit: pillowfights.gr]

“Jika biasanya anakku berani ke toilet sendiri, sejak nonton film horor, kini harus saya temani atau minta antar pembantu,” ujar seorang ibu.

“Anak saya sekarang tidak berani tidur di kamarnya sendiri, padahal dulu berani,” ujar seorang sahabat. “Sejak saat itu, saya larang anak saya nonton film horor.”




5. Membuat omongan anak-anak jadi ngawur

The Association for Youth Children and Natural Psychology mencatat, meskipun film bisa meningkatkan kemampuan kita berbicara—saya dulu memperlancar bahasa Inggris saya dengan sering menonton film Barat—namun, yang sebaliknya juga terjadi. Film horor dan kekerasan membuat anak-anak bicara kasar, kotor dan ngawur.



6. Tindakannya jadi abnormal

[Photo credit: Caleb Woods]

Di satu sisi, film horor membuat anak-anak ketakutan sehingga mengurung diri atau sebaliknya justru mendatangi tempat-tempat mengerikan untuk ‘uji nyali’. Mereka belajar dari Ghostbusters yang berani mengusir setan dengan cara kocak. Tindakan mereka ini sangat berbahaya karena tidak dibekali dengan ilmu pengusiran setan dengan benar.

Baca Juga: Makan Mayit, Makan Mayat dan Kuliner Gila: Apa yang Salah dengan Kita?



7. Bisa menginspirasi anak-anak untuk memanggil arwah

Telah ada banyak kasus, selepas menyaksikan film horor, banyak anak-anak yang bermain memanggil arwah. Setelah menyaksikan film Ouija: The Origin of Evil dan sekuelnya, Ouija 2, banyak anak yang terinspirasi untuk bermain menggunakan papan pemanggil arwah. Mereka tidak tahu bahayanya. Dua remaja dari Peru kerasukan setan setelah mencoba memainkan papan ouija.

[Photo credit: Oddity World News]
Apakah kita suka anak-anak kita bermain-main dengan dunia kegelapan?



8. Bisa kerasukan beneran

Akun Instagram lambe_lamis memasang video yang segera saja menjadi viral. Saat menonton film Annabelle: Creation di Bioskop XXI Duta Mall Banjarmasin, seorang wanita berperilaku seperti orang kerasukan setan. Ia sering menangis diiringi teriakan tidak jelas yang membuat penonton heboh.

Saya yang mencoba membuka videonya ikut ngeri mendengar teriakannya yang histeris. Beberapa penonton berusaha untuk menenangkannya, tetapi dia terus-menerus berteriak sehingga mengacaukan suasana.

Tahun lalu, ada peristiwa yang hampir sama, seseorang kerasukan saat menononton film The Conjuring 2.



9. Mengganggu kesehatan

Para pakar Belanda di dalam terbitan mereka terbaru, BMJ, membuktikan bahwa menonton film menakutkan bisa meningkatkan clotting agent yang dikenal sebagai Factor VIII yang bisa menyebabkan thrombosis dalam tubuh. Peningkatannya bisa mencapai 57%, sementara kalau menonton film lain hanya 3%.

Jumlah trombosit normal dalam tubuh manusia berkisar antara 150.000 – 450.000 sel per mikroliter darah. Trombosit yang rendah memang bisa menyebabkan Demam Berdarah Dengue, namun trombosit yang terlalu tinggi - di atas 450.000 sel per mikroliter darah - menurut Mediskus, juga berbahaya, karena bisa menyebabkan pendarahan.



10. Menyebabkan kematian

Serius! Ada banyak kasus orang yang mati saat menonton film horor karena terkena serangan jantung.

Situs berita The Independent melaporkan, seorang pria di Sri Balasubramaniar, Tiruvannamalai, Negara Bagian Tamil Nadu, India meninggal dunia karena serangan jantung saat menonton The Conjuring 2.


Jadi, bagaimana baiknya? Ah, kura-kura dalam perahu!

Cara terbaik menghadapi bahaya adalah MENGHINDARINYA!

Ketimbang otak kita dan anak-anak kita diracuni hal-hal negatif yang mengerikan, apakah tidak lebih baik kita mengisinya dengan hal-hal yang positif dan membangun?

Saya setuju dengan apa yang dikatakan oleh St. Paul,

“Jadi akhirnya, saudara-saudara, semua yang benar, semua yang mulia, semua yang adil, semua yang suci, semua yang manis, semua yang sedap didengar, semua yang disebut kebajikan dan patut dipuji, pikirkanlah semuanya itu.”




Write for Us!

Kamu baru saja membaca artikel "Membiarkan [Bahkan Mengajak] Anak Menonton Film Horor? Ini 10 Bahayanya". Kamu punya cerita yang ingin dibagikan juga?

Tulis ceritamu di sini !


XavierQuentin Pranata | @xavierquentinpranata

BAGAIMANA MENURUTMU ?

Silahkan login untuk memberi komentar