Membedah Akun Lambe Turah: Ini Pelajaran Berharganya

Reflections & Inspirations

[Image: instagram]

11.4K
What's in a name?

“Bagi pengguna media sosial terutama Instagram, akun Lambe Turah [@lambe_turah] sudah sangat dikenal. Akhir-akhir ini pengguna medsos dihebohkan dengan isu kudeta pengelola akun yang biasa mengunggah gosip selebriti tersebut. Gonjang-ganjing soal akun Lambe Turah [@lambe_turah] yang memiliki 2,6 juta followers ini muncul setelah akun Cak Budi [@cakbudi_] ramai dibahas tentang pembelian iPhone 7 dan mobil Toyota Fortuner dari uang bantuan yang belum disalurkan. Cak Budi lewat akun Instagramnya mengunggah foto warga, biasanya lansia, yang membutuhkan donasi.”

Begitu berita yang saya baca di detiknews. Warganet heboh karena menganggap Cak Budi memanfaatkan akun Lambe Turah untuk mencari donasi yang sebagian dananya dialihkan untuk membeli Fortuner dan iPhone 7. Cak Budi sudah mengklarifikasi berita miring itu, mobil dan handphone canggih itu dipakai untuk operasional dan bukan untuk urusan pribadi.

Saya tidak tertarik untuk membahas hal ini karena toh sudah ada klarifikasi. Saya justru lebih tertarik untuk mengupas akun Lambe Turah yang mempunyai jutaan followers ini.



1. Bukan Akun Haters/Fanbase

Menjelang, pada hari H, dan setelah pilpres atau pilkada, banyak akun haters/fanbase yang bermunculan. Akun-akun tersebut jelas dipakai untuk mendongkrak suara calon - presiden atau pemimpin daerah - yang diusungnya. Untuk para artis dan selebriti, akun-akun fanbase dipakai untuk acara-acara semacam 'meet and greet’ dengan artis/selebriti idaman.

Nah, di sinilah akun Lambe Turah mencoba memberikan disclaimer di muka. Tujuannya bukan untuk haters maupun fanbase, apalagi buzzers.

[Image: rancahpost.co.id]

Cerdas!

Ternyata positioning yang diambil Lambe Turah kena di hati netizen. Buktinya, warganet banyak yang menjadi follower-nya.

Baca Juga: Habis Tepis Tangan Fans Terbitlah Hujatan Netizen. Yakin Kamu Mau Jadi Orang Terkenal?



2. Gosip adalah Fakta yang Tertunda

Ada ungkapan, “Kebohongan yang disampaikan berulang-ulang akan menjadi kebenaran.” Oke. Gosip yang disampaikan terus-menerus bisa menjadi kenyataan juga.
[Image: plusmath.org]

Contohnya sederhana. Waktu saya masih kuliah dulu, ada kawan yang digosipkan pacaran dengan cewek tertentu. Eh, lama-lama mereka pacaran beneran. Bukan hanya itu. Mari berpikir lebih mendalam. Gosip bisa jadi fakta yang belum diungkapkan. Nah, Lambe Turah tidak salah, kan? Seperti frasa ‘Lambe Turah’ itu sendiri, kata ‘gosip’ selama ini berkonotasi negatif. Desas desus pun begitu. Namun, bagaimana dengan ungkapan ‘jika ada asap, pasti ada api!’? Di dalam pengertian inilah Lambe Turah benar.

Karena ada asapnya, maka mereka memberitakan apinya. Apakah apinya itu hanya sepercik atau sebesar kebakaran hutan, itu yang perlu diklarifikasi.

Saat kuliah saya mengenal Lions Club dan Rotary. Bagi rotarian - anggota rotary - ada 4 macam tes yang bagus sekali untuk menilai berita:

• Apakah benar?

• Apakah adil bagi semua yang berkepentingan?

• Apakah membangun kehendak baik dan persahabatan?

• Apakah bermanfaat bagi semua yang berkepentingan?

Baca Juga: Waspada! Media yang Jahat Merusak 3 Nilai Kehidupan Penting Ini. Selamatkan Indonesia dengan Berbagi Kebaikan dan Kebenaran!



3. Fans/Haters Ojok Baper dan Caper

Kata ‘baper’ dan ‘caper’ ikut marak dengan ramainya media online. Baik fans maupun haters sama-sama bisa baper dan caper.

Lambe Turah mengajak kita untuk tidak sekadar melihat, mendengar, dan merasakan apa yang ada di permukaan. Galilah lebih dalam lagi!
[Image: bbc.co.uk]
Bukankah pucuk gunung es yang kecil
ternyata bisa menenggelamkan
kapal seukuran Titanic?

Saya jadi ingat dengan para pemancing yang melihat adanya pergerakan di permukaan air untuk menentukan banyak-sedikit dan besar-kecilnya ikan yang ada di bawahnya. Menurut pandangan saya, ini sangat pribadi, Lambe Turah menyodorkan percikan atau lingkaran air, sedangkan kita diminta untuk mencari tahu kedalamannya sendiri. Salah tafsir? Bisa saja! Namun, paling tidak, tanda-tanda itu sudah diberikan. Apakah kita aware atau tidak, urusan kita masing-masing.

Baca Juga: Mendapatkan Komentar Tak Menyenangkan di Media Sosial? Inilah 5 Cara Menangani Haters Tanpa Baper



4. Last But Not Least, Nama Lambe Turah itu Sendiri

Pertama kali membaca nama akun ini, saya langsung geli. Namanya aneh plus nyeleneh. Namun, justru nama inilah yang menyedot banyak perhatian. Meskipun namanya berkonotasi negatif karena ‘lambe turah’ [Jawa] bisa diartikan nyinyir, justru di sinilah kelihaian orang-orang di balik Lambe Turah. Mereka ingin membalik anggapan itu. Nama boleh Lambe Turah tapi isi kan terserah pengelolanya? Saya percaya ada orang-orang cerdas di baliknya.

[Image: cumicumi.com]
“What’s in a name?” tanya William Shakespeare.
Jawaban saya, “Banyak!”



Nah, apa yang bisa kita pelajari dari Lambe Turah?

Pertama dan terutama, ada belantara berita di tengah-tengah kita. Tugas kita adalah memilih dan memilah mana yang sesuai selera dan mana yang bermanfaat bagi kita. Pilihan menentukan diri kita.

Kedua, bekali diri kita dengan filter yang kuat. Filter itu tidak bisa dibangun dalam semalam, tetapi membutuhkan proses seumur hidup. Saat berada di bandara Narita, Tokyo, saya melihat bahwa orang Jepang ke mana-mana dan di mana-mana suka belajar. Bagi mereka, belajar adalah seumur hidup. Demikian juga seharusnya kita. Justru lewat membaca dan berinteraksi dengan banyak orang - apalagi jika punya privilege kenal dengan orang-orang yang mengelolanya - kita mendapatkan informasi lebih.

Ketiga, dua orang bisa mendapatkan berita yang sama, namun reaksi keduanya bisa berbeda, bahkan bertentangan. Di sini dibutuhkan wisdom.

Saya ingin menutup tulisan ini dengan Serenity Prayer karya Reinhold Niebuhr yang sangat terkenal itu:

God, grant me the serenity to accept the things I cannot change,

Courage to change the things I can,

And wisdom to know the difference.

Bukankah permulaan hikmat adalah takut akan Tuhan?



Baca Juga:

Awas! Media Sosial Merampas dan Membunuh 3 Hal Penting Ini dari Hidupmu. Segera Lakukan Sesuatu!

9 Tipe Mama-Mama Muda di Media Sosial

Awas! Inilah 7 Tanda Anda Bermedsos Ria dengan Tidak Sehat



Write for Us!

Kamu baru saja membaca artikel "Membedah Akun Lambe Turah: Ini Pelajaran Berharganya". Kamu punya cerita yang ingin dibagikan juga?

Tulis ceritamu di sini !


BACA JUGA

XavierQuentin Pranata | @xavierquentinpranata

BAGAIMANA MENURUTMU ?

Silahkan login untuk memberi komentar