Melahirkan untuk Pertama Kali? Calon Ibu, Persiapkan 7 Hal Ini!

Parenting

net.doctor.co

1.9K
Para 'first-time Moms' mungkin akan merasa agak kesulitan dalam menentukan apa-apa saja yang harus dipersiapkan menjelang hari kelahiran bayi mereka; bahkan Ibu-ibu yang telah berpengalaman sekali pun belum tentu merasakan hal ini sebagai hal yang mudah.

Menyambut kelahiran bayi merupakan pengalaman yang sangat menyenangkan sekaligus menegangkan bagi kedua orangtua terutama bagi Si Ibu. Ada perasaan senang karena akan segera memiliki putra atau putri yang selama ini sudah dinanti-nantikan, namun sekaligus tegang membayangkan proses melahirkan yang menyakitkan dan hal-hal lainnya.

Para 'first-time Moms' mungkin akan merasa agak kesulitan dalam menentukan apa-apa saja yang harus dipersiapkan; bahkan Ibu-ibu yang telah berpengalaman sekali pun belum tentu merasakan hal ini sebagai hal yang mudah. Oleh karena itu mari saya bantu meringkaskan apa-apa saja yang harus dipersiapkan sebelum menyambut kelahiran si kecil.


1. Siapkan tempat untuk merawat Si Kecil

Sebelum Ibu bingung menentukan barang-barang apa yang harus dibeli, tentukan dulu tempat di mana Ibu akan merawat si kecil. Putuskan apakah bayi akan tidur sekamar dengan Ibu ataukah di kamar lain. Persiapkan dulu ruang yang akan ditempati oleh bayi, bersihkan dari debu-debu yang menumpuk, keluarkan barang-barang yang tidak perlu, dan pastikan ruangan tersebut sudah aman dan nyaman bagi bayi.

i.pinimg

2. Tentukan di mana Ibu akan bersalin

Saya yakin sejak pertama kali Ibu mengetahui kehamilan, Ibu pasti sudah menentukan dokter kandungan kesayangan untuk memantau keadaa Si Bayi bahkan ketika ia masih terlihat sangat kecil di dalam rahim. Konsultasikan pada dokter di mana Ibu ingin melakukan persalinan.

Di rumah sakit mana Ibu akan melahirkan dan pastikan rumah sakit tersebut berada dalam jarak yang masih terjangkau dengan tempat tinggal Ibu dan pastikan dokter Ibu bisa membantu persalainan Ibu di rumah sakit tersebut. Cari tahu bagaimana pelayanan di rumah sakit itu dan bagaimana kemampuan tenaga medis di sana. Banyaklah bertanya pada rekan-rekan yang telah berpengalaman sebelumnya.

images.parents.mdpcdn

Jika Ibu ingin melahirkan di rumah, konsultasikan kepada dokter Anda apakah beliau bisa melakukan prosedur home-birthing dan tanyakan keuntungan dan resikonya. Tanyakan juga pada rekan-rekan Ibu yang pernah melakukan home-birthing sebelumnya, sehingga Ibu bisa tahu sedikit banyak gambaran mengenainya.

Baca juga: Untuk Pearl, Si Mungil yang Berjuang Melewati Pre-Eklampsia dan Kelahiran Prematur Bersama Mama: Besar Kekuatanmu, Nak!


3. Belilah barang seperlunya saja

Belilah barang yang benar-benar dibutuhkan oleh bayi; Seperti tempat tidur bayi, pakaian, popok (popok kain atau popok sekali pakai), kapas, dan peralatan mandi. Untuk pakaian tidak perlu membeli terlalu banyak, karena sebentar saja pakaian mungil itu kemungkinan sudah tidak akan muat lagi di tubuh si kecil.

Belilah secukupnya dan beli dalam beberapa ukuran agar lebih mudah.

Saya akui dengan perkembangan tekonologi saat ini, Ibu bisa membeli apa saja hanya dengan mengandalkan jari. Tapi jangan sampai khilaf seperti saya, yang menyebabkan banyak benda tak terpakai menumpuk cantik di pojok ruangan, hanya karena saya merasa barang-barang itu cantik dan layak dibeli. Percayalah, barang-barang itu belum tentu berguna bagi si kecil.

Apa saja yang tidak perlu dibeli? Oh, banyak! Salah satunya sepatu bayi. Bayi tidak membutuhkan sepatu sebelum ia mulai benar-benar berjalan. Bahkan saat ia baru belajar berjalan pun, dokter akan menyarankan agar Si Kecil berjalan dengan telapak kaki kosong. Artinya, sepatu Si Kecil hanya akan berguna sekali-dua kali ketika Ibu membawa Si Kecil untuk melakukan photo shoot. What a waste of money! Right?

i.pinimg

Stroller? Apakah Ibu benar-benar memerlukan stroller? Saya pribadi lebih menyukai babywrap/babycarry atau gendongan dibandingkan stroller. Tapi kembali lagi pada pilihan Ibu, apakah Ibu lebih nyaman menggendong Si Kecil ketika bepergian atau meletakkan Si Kecil di stroller (kereta dorong).

Boneka/soft toys, juga termasuk benda yang tidak perlu dibeli ketika bayi masih sangat terlalu kecil. Alasan pertama adalah bayi tidak akan bisa menikmatinya, yang kedua meletakkan boneka di tempat tidur bayi justru dapat menimbulkan bahaya kematian (SID/Sudden Infant Death).

Jadi, sekali lagi, pilihlah barang-barang yang akan dibeli dengan bijak. Beli secukupnya, jangan berlebihan, dan perhatikan fungsinya bukan karena pengaruh orang lain.


4. Persiapkan kesehatan Ibu baik secara jasmani dan rohani

Maksud saya di sini: Ibu harus siap secara mental dalam menghadapi kelahiran bayi dan juga sehat secara fisik.

Agar tetap sehat selama hamil hingga melahirkan, makan-makanan yang bergizi sangat dianjurkan. Juga Ibu perlu minum vitamin-vitamin yang diresepkan oleh dokter, tetap berolahraga walau tidak berat (cobalah melakukan senam hamil), dan rajin-rajinlah mengontrolkan kandungan sesuai dengan jadwal.

Untuk kesiapan mental, banyak-banyaklah berdoa dan belajar. Salah satunya adalah dengan berkonsultasi dengan dokter, bertanya-tanya pada rekan-rekan yang berpengalaman, dan banyak membaca artikel agar dapat melengkapi pengetahuan Ibu mengenai proses persalinan dan merawat bayi.

Dengan banyaknya pengetahuan Ibu, maka Ibu bisa terhindarkan dari rasa cemas yang tidak perlu. Ibu bisa memilah-milah informasi mana yang benar dan mana yang tidak benar.

Percayalah saat Ibu sedang hamil sampai melahirkan, pasti orang-orang di sekitar Anda mendadak menjadi rajin memberikan komentar maupun nasihat-nasihat.

netdoctor

Contohnya: hamil tidak boleh makan nanas. Bukankah perkara makan nanas ini sering didengar oleh Ibu hamil? Padahal nanas mengandung vitamin C yang tinggi dan yang baik untuk menjaga kesehatan Ibu hamil.

Tidak perlu khawatir karena tidak semua nasihat mereka baik, tetapi tidak semua salah. Untuk pastinya konsultasikan pada dokter.


5. Persiapkan diri menghadapi persalinan (baik normal maupun c-section/melalui operasi)

Banyak wanita yang merasa kelahiran bayi secara normal adalah yang sesuai dengan kodrat sebagai wanita, karena melahirkan harus terasa sakit dan melahirkan melalui c-section tidak sesakit melahirkan secara normal. Eits, tunggu dulu!

Buang jauh-jauh pikiran semacam ini karena akan menjadi racun yang menghalangi kelancaran persalinan Ibu kelak.

Persalinan dengan cara apa pun (normal, epidural, c-section, water birth, hypno birth, dan macam-macam lainnya) memiliki resiko masing-masing. Siapa bilang melahirkan dengan c-section tidak sakit? Coba tanyakan pada rekan-rekan yang telah menjalaninya, bagaimana rasanya ketika pertama kali mencoba berdiri dan berjalan? "Aduhai" sekali, bukan, rasanya? Belum lagi rasa nyeri ketika efek obat bius dan anti nyeri mulai berkurang. Sama saja sakitnya, yang membedakan hanyalah prosesnya.

Apa pun itu, persiapkan mental, dan pastikan bahwa keselamatan bayi dan Ibu adalah yang utama.


6. Persiapkan diri untuk menyusui bayi

Menyusui tidaklah semudah yang dibayangkan. There, I said it. Selama ini memang saya selalu mendorong ibu-ibu untuk memberikan ASI ekslusif pada bayi, tetapi pada kenyataannya menyusui memang tidak semudah teorinya. Apalagi bagi Ibu yang baru pertama kali menyusui. Pasti pengalaman pertama menyusui ini akan dibanjiri oleh banyak air mata, dari Sang Ibu dan juga bayinya.

ministry-woman

Oleh karena itu ada baiknya jauh-jauh hari sebelum melahirkan persiapkan dulu baik-baik. Silakan berkonsultasi pada ahli laktasi, agar paling tidak Ibu sudah dibekali dengan seluk beluk menyusui dan fakta-fakta mengenai ASI.

Baca juga: Suka Duka MengASIhi: dari Pengalaman Saya, Seorang Ibu Pejuang ASI


7. Jangan ragu meminta tolong jika perlu

Bayi yang baru lahir akan menyita banyak perhatian dan menguras tenaga Ibu. Ada baiknya jauh-jauh hari sebelum kelahiran, mintalah tolong pada kerabat yang kelak akan Ibu percayai untuk membantu merawat Si Kecil. Atau jika tidak ada kerabat yang bisa membantu, bisa juga Ibu menggunakan jasa baby sitter.

Tidak perlu merasa takut untuk meminta bantuan, karena takut nanti dicap tidak mandiri. Biarlah orang-orang menilai Anda seperti itu, ampunilah mereka karena "mereka tidak tahu apa yang mereka perbuat".

Demikian hal-hal yang perlu disiapkan sebelum menyambut bayi. Saya doakan kehamilan Ibu lancar hingga persalinan. Jangan lupa banyak berdoa agar Tuhan memberikan yang terbaik bagi Anda dan keluarga. Selamat menikmati kehamilan Anda!


Ingin membaca artikel lain tentang mengasuh anak? Klik di sini:

Anak Tantrum? Orangtua Tak Perlu Terbawa Emosi, Lakukan 3 Hal Ini

Pergaulan Buruk Merusak Anak-Anak dan Remaja. Orangtua, Persiapkan Mereka dengan 3 Hal Ini

Jangan Bebani Anak dengan Pelbagai Tuntutan, Renungkan 5 Hal Penting tentang Anak Ini


Write for Us!

Kamu baru saja membaca artikel "Melahirkan untuk Pertama Kali? Calon Ibu, Persiapkan 7 Hal Ini!". Kamu punya cerita yang ingin dibagikan juga?

Tulis ceritamu di sini !


Beatrice Fella | @Beatricefella

A wife and a mother of two beautiful daughters. -I'll feed you love and I hope that's enough to inspire you through suffering, holding you up-

BAGAIMANA MENURUTMU ?

Silahkan login untuk memberi komentar