Masalah Mematikan dengan 3 Solusi yang Ternyata Tak Rumit. Inilah Fenomena Kesepian!

Love & Friendship

Dokumentasi pribadi Talk Talk Talk

5.2K
Keterbukaan adalah awal dari pemulihan!

Pada tulisan sebelumnya saya pernah bercerita tentang seorang pria menikah berusia 40-an yang menghabiskan sepanjang usia pernikahannya dengan pertengkaran sehari-hari. Selama bertahun-tahun pernikahan itu pula, sesekali ia berusaha mencari perhatian kepada wanita-wanita lain yang bukan istrinya. Hingga suatu hari sang istri bertanya, "apa kekuranganku sampai kamu mata keranjang seperti itu?".

"Aku hanya kesepian," jawab pria tersebut. Jawaban yang merobek hati anak-anak dan istrinya.

Pengakuan yang selalu dinanti-nantikan oleh sang istri selama 25 tahun pernikahan mereka, terjawab dengan satu kalimat sederhana yang mempunyai efek fatal di sana-sini. Namun hal berikutnya yang dilakukan istri tersebut benar-benar di luar perkiraan. Ia mengambil tangan kedua anaknya dan berkata, "Kalian sudah dengar kalau papa merasa kesepian seperti itu? Kalian harus baik-baik sama papa, temani papa, perhatikan papa."

Tidak ada lagi yang dibutuhkan seorang kesepian selain perhatian dan kasih sayang.


Dokumentasi Pribadi Talk Talk Talk


Fenomena Wajar tapi Berbahaya!

Kalau kondisi kesepian adalah hal yang wajar, lalu dimana letak bahayanya?
Bahaya dari kesepian bukan terletak pada kondisi kesepian tersebut, tetapi pada cara orang mengatasinya.

Kecanduan adalah efek dari kesepian, seperti shopping terus menerus, menjadi workaholic, merokok, wisata kuliner berlebihan, pornografi, pacaran tidak sehat, dan penyalahgunaan zat adiktif. Banyak orang yang berusaha mengisi rasa bosan dan hampa tersebut dengan cara negatif.

Seorang gadis dibesarkan oleh ayahnya yang sibuk bekerja dan ibu tiri yang merupakan seorang sosialita. Dengan keadaan keluarga yang minim perhatian, ia berusaha mengisi rasa kesepiannya. Awalnya dimulai dari clubbing dan shopping, lama kelamaan berakhir dengan drop-out. Bagaimana bisa? Ketika kita memilih cara-cara yang negatif, hal tersebut justru makin menggerogoti bukannya mengisi kekosongan.

"Sudah berkali-kali aku shopping minggu ini, tapi mengapa masih terasa kosong? Mungkin shopping-nya masih kurang lama."

"Sudah banyak hal yang aku kerjakan, tapi mengapa masih terasa kosong? Kalau aku masih sempat galau, mungkin aku kurang sibuk."

Pelarian lain yang lebih umum dilakukan di zaman ini adalah media sosial. Allison Graham dalam presentasinya di TedX, "How Social Media Makes Us Unsocial", menyampaikan bahwa manusia akan hidup lebih baik bila mengutamakan relasi yang nyata daripada mencari penghiburan di dalam dunia maya.


Gary Turk "Look Up"
Karena ketika masalah hidup datang, bukan orang-orang dalam dunia maya tersebut yang akan menolong, melainkan yang hadir secara nyata dalam hidup kita.

Kondisi kesepian sering dianggap remeh, because no one’s bleeding. Jadi, apa saja solusi untuk epidemi yang tak terlihat ini?


1. Perasaan kesepian harus disadari (awareness)

Dokumentasi Pribadi Talk Talk Talk

Pada bulan Januari 2017, saya melakukan sebuah pre-survey untuk mendukung penelitian kampanye sosial ini. Pre-survey ini berisi 10 pertanyaan sederhana mengenai gejala kondisi kesepian, kamu bisa mengeceknya juga di sini bit.ly/talkquiz. Saya meminta beberapa teman untuk mengisi pre-survey tersebut di depan saya. Ternyata, mayoritas dari mereka sangat terkejut dengan hasilnya.

"Ha? Extreme loneliness?!"

"Wah, poinku sampai 33."

"Kok bisa segini ya, aku aja nggak nyangka."

"Moderate loneliness?! Kok bisa? Temanku lho banyak."

Jika kamu masih berpikir bahwa banyaknya teman di sekelilingmu adalah penangkal kesepian, silakan merenungkannya sejenak. Coba rasakan dan amati, perhatikan reaksi dari tubuhmu sendiri. Fenomena kesepian ini adalah fenomena yang berakibat fatal namun memiliki penyelesaian yang simpel. Penyelesaian yang simpel! Jika memang begitu simpel, mengapa masih banyak orang yang terseret efek dari kesepian?

Karena banyak orang yang tidak sadar bahwa mereka kesepian.


2. Perasaan kesepian harus diakui (acceptance)

Dokumentasi Pribadi Talk Talk Talk

Kesepian = AIB

Banyak orang tidak mau mengakui bahwa dirinya kesepian, karena masih memandang kesepian sebagai hal yang negatif. Mengaku kesepian sama saja dengan membuat aib. Banyak orang yang bahkan tidak mau membicarakannya. Karena merasa bahwa mereka akan dijauhi jika mengaku mengalami kesepian.

Ketika seseorang bertanya, “kamu kesepian ya?” biasanya kalimat itu diikuti dengan ejekan-ejekan seperti: 'lemah', 'manja', 'ansos', 'cupu”, 'kurang gaul", 'freak' dan lain-lain. Mengalami dan mengakui pengalaman kesepian bukanlah bukti kekalahan dan kelemahan, melainkan kemenangan dan kekuatan. Kemenangan dari tekanan stigma masyarakat yang kemudian memberi kekuatan dalam proses menjadi manusia yang lebih dewasa.

Berhenti menyalahkan diri sendiri. Berhenti merasa diri tidak cukup layak untuk berteman. Kedua hal itu tidak akan menyelamatkanmu dari rasa kesepian.

“The devil loves unspoken secrets, especially those that fester in a man’s soul.”
– Herman Melville.

Perasaan kesepian awalnya muncul ketika seseorang masih memiliki teman di sekelilingnya. Namun jika disimpan terus menerus akan menggerogoti secara perlahan. Kemudian makin merusak relasi di sana-sini, sampai menyisakan dirimu sendiri yang kesepian tanpa siapapun. Seperti kata Herman Melville dalam film In the Heart of the Sea, “iblis menyukai rahasia yang ditutupi, apalagi yang menggerogoti jiwa.”

Itulah kenapa, "Keterbukaan adalah awal dari pemulihan."


3. Perasaan kesepian harus diatasi dengan kasih sayang (compassion)

Dokumentasi Pribadi Talk Talk Talk

Pesan bagi mereka yang merasa kesepian:

"Kalau aku mati juga gak ada yang peduli."
Seorang teman pernah hampir mengakhiri hidupnya sambil berkata seperti itu. Salah satu hal yang mengagalkan niatnya adalah karena ia sempat menelpon kakak rohaninya.

Curahkanlah perasaan dan masalahmu kepada orang-orang yang bisa dipercaya, entah itu sahabat atau anggota keluarga. Ingat, kepada siapa kita bercerita harus diperhatikan baik-baik. Ketika memiliki sesama yang hadir utuh, kamu tidak perlu lagi memberi tahu semua orang mengenai permasalahan yang sedang dihadapi lewat media sosial.

Sekali lagi, ketika masalah hidup datang, bukan orang-orang dalam dunia maya tersebut yang akan menolong, melainkan yang hadir secara nyata dalam hidup kita. Ciptakan relasi yang dalam dengan orang-orang yang sangat berharga bagi dirimu, ingatkan orang tersebut bahwa kamu akan selalu ada untuknya, dan ia pun ada untuk dirimu. A sense of belonging.

Baya Voce, dalam video TedX "The Simple Cure for Loneliness", berpendapat, "connection isn't created by the things we go get, it is created by the things we go back to." Banyak orang terjebak dalam kesepian, rindu untuk menjadi bagian dari kehidupan seseorang dan sebaliknya.


Dokumentasi Pribadi Talk Talk Talk

Pesan bagi mereka yang sedang tidak merasa kesepian:

Kesepian harus diatas dari pihak dalam dan luar. Setelah seseorang menyadari dan mengakuinya sebagai langkah awal pemulihan, ia membutuhkan bantuan pihak luar untuk menemani. “Keywords are awareness and caring. Loneliness requires an awareness not a solution. There is no magical cure for loneliness; sometimes just being there is all that is necessary for the lonely individual”.

Kadang kala, hanya dengan berada secara utuh menemani sesama yang kesepian adalah satu-satunya yang mereka butuhkan.

Cara yang paling umum sekaligus ampuh untuk meringankan perasaan kesepian adalah dengan mendorong masyarakat untuk lebih peduli satu sama lain. Sebab tidak ada solusi dalam mengatasi kesepian, hanya bisa diringankan.

Luangkan waktu dan hati Anda untuk meringankan beban sesama yang kesepian.

Dengarkan tanpa membenarkan dan tahanlah penghakiman.

Betapa sikap ini akan membentuk relasi yang dalam dan mampu menyelamatkan sesama Anda.


Talk Talk Talk - Talking Solve Things



merupakan kampanye sosial yang berfokus dalam menangani fenomena kesepian, terutama bagi masyarakat usia dewasa dini. Konsep kampanye ini berasal dari dua hal, yaitu keterbukaan (talk, yang berarti "bicara" dalam bahasa Indonesia) dan pertemuan relasi nyata yang mengikat kebersamaan (talk talk talk terdengar seperti suara "tok tok tok" yang merupakan suara ketukan pintu di telinga orang Indonesia).

Jika Anda ingin mengetahui seberapa besar tingkat kesepian yang sedang Anda alami, silakan menuju link berikut bit.ly/talkquiz


Talk Talk Talk

"Talking Solve Things"


Tulisan-tulisan ini akan memberikan inpirasi untuk menata kehidupan :

Masalah Mematikan dengan 5 Gejala Sederhana, Inilah Fenomena Kesepian! Periksa Dirimu lewat 5 Pertanyaan Ini

Berulangkali Ingin Mati. Inilah Kisah Hidup Saya bersama Depresi Klinis

Fenomena Suami Kesepian: Bukan Sekadar Seks, Inilah 6 Hal yang Dapat Dilakukan Istri untuk Mendampingi Suami


Write for Us!

Kamu baru saja membaca artikel "Masalah Mematikan dengan 3 Solusi yang Ternyata Tak Rumit. Inilah Fenomena Kesepian!". Kamu punya cerita yang ingin dibagikan juga?

Tulis ceritamu di sini !


Talk Talk Talk Talking Solve Things | @evelinemustika

BAGAIMANA MENURUTMU ?

Silahkan login untuk memberi komentar