Lupakan Passion! 7 Alasan Ini Membuktikan Konsistensi Menghasilkan Kesuksesan

Work & Study

Ivy Exec

5K
Passion memang penting. Namun tanpa konsistensi, passion tidak bisa memberikan jaminan kesuksesan.

Bekal sukses itu ada banyak. Passion hanya salah satunya. Hal lain yang tidak kalah penting untuk dijadikan bekal meraih cita-cita hingga sukses yaitu konsistensi. Konsisten dalam berkarya, berusaha, juga berdoa.

Penasaran kenapa? Ini 7 alasannya.


1. Ibarat pisau yang semakin diasah semakin tajam, konsistensi akan mengasah kemampuan dari pemula menjadi mahir


[photo credit : downleypc]

Manusia modern dituntut untuk mampu berkomunikasi secara global. Artinya, kamu harus bisa berbicara dalam bahasa asing, minimal bahasa Inggris. Lidahmu mungkin Jawa, Sunda, Bugis, atau Minang tulen. Tetapi kamu rajin mengucapkan 10 kata dalam bahasa Inggris setiap hari. Bukan tidak mungkin dalam satu bulan kamu sudah fasih berkata-kata dalam bahasa Inggris.


2. Ibarat menabung, sedikit-sedikit lama-lama menjadi bukit, konsistensi akan menambah produktivitas hidup


Tidak ada tempat di bumi ini bagi orang-orang yang malas.

Kini banyak anak muda—yang masih duduk di bangku sekolah maupun kuliah—menjajal dunia bisnis. Mungkin kamu termasuk di antaranya. Waktumu untuk memproduksi barang memang tak banyak. Tetapi kamu rutin membuat satu produk dalam sehari. Dengan demikian, ketika tiba masanya digelar festival karya kamu punya stok barang yang akan dijual.


3. Ibarat tetesan air hujan yang melubangi sebongkah batu, konsistensi akan meluruhkan hati manusia yang keras


[photo credit : yopiepangkey.files.wordpress]

Manusia tempatnya salah dan lupa. Suatu ketika kamu mungkin melakukan kesalahan besar kepada ayah, ibu, atau sahabat. Saking besarnya kesalahan yang kamu perbuat, mereka tidak dengan gampang memberikan kata maaf. Tetapi kamu setiap hari rajin mengetuk pintu hatinya dengan cara memberikan sebatang cokelat atau menuliskan kata maaf dalam selembar kertas, misalnya. Bukan tidak mungkin, suatu hari mereka tersentuh hatinya, bahwa kamu benar-benar tulus mengakui kesalahanmu di masa lalu dan ingin memperbaiki hubungan.


4. Ibarat deburan ombak yang mengikis batu karang, konsistensi akan mengenyahkan halangan dan rintangan yang menghadang


Bukan hidup namanya jika tidak ada cobaan.

Ketika kamu ingin menjadi seorang penulis atau ilustrator, misalnya. Pikiran buntu, penolakan dari penerbit maupun calon klien, dan sempitnya waktu adalah sedikit dari contoh halangan dan rintangannya. Tetapi kamu yang ingin jadi penulis tidak pernah absen menulis setiap hari, dan kamu yang ingin jadi ilustrator selalu menggambar di sela-sela padatnya aktivitas. Dalam satu tahun, kamu bisa menyelesaikan satu buku lengkap dengan ilustrasinya.


5. Ibarat menanam benih yang disiram setiap hari, konsistensi akan menumbuhkan pribadi yang dewasa dan siap menghadapi perkembangan zaman


[photo credit : mylenerecrute.com]

Kemarin kamu masih bocah ingusan yang suka main ayunan dan perosotan, remaja labil yang menyukai keramaian pasar malam dan kedai kopi. Perlahan, kamu menolak satu per satu ajakan nongkrong karena sibuk les musik karena memilih berkarir di dunia musik, misalnya. Pada awalnya, kamu mungkin dicap tidak asyik oleh teman-teman. Bahkan bisa jadi mereka meragukan kemampuanmu karena kamu tidak memiliki aliran darah musik dari siapapun. Tetapi kamu giat berlatih setiap hari dan mengunggah video permainan musikmu di channel youtube. Suatu saat, kamu mendapat tawaran rekaman sehingga namamu melambung di dunia hiburan. Mereka yang dulu mengolokmu akan berubah menjadi hormat padamu.


6. Ibarat bakteri yang mampu mengurai tubuh hewan mati, konsistensi mampu memecahkan misteri kehidupan


Pada suatu masa, kamu akan berhadapan dengan masalah yang sulit dipecahkan. Penelitian di laboratorium, misalnya, sebagai bahan ujian skripsi, tesis, atau jurnal kesehatan. Kamu mungkin mengalami kesulitan pada awalnya. Tetapi kamu rajin nge-lab setiap hari. Cepat atau lambat, misteri itu pasti terpecahkan.

Konsistensi adalah kunci pembuka segala masalah. Ia tak pernah gagal.


7. Ibarat menyusun laporan yang harus konsisten dalam penulisan kata, konsistensi menjadikan hidupmu terkendali


[photo credit : vidoehive]

Masih ingat dengan pesan guru Bahasa Indonesia? Atau dosen pembimbing skripsi? Kamu pasti berulang-kali dinasihati tentang konsistensi penulisan kata agar laporanmu tidak keluar dari jalur EYD. Kamu mungkin belum menemukan passion-mu yang sesungguhnya. Tetapi kamu tidak main-main dalam mengerahkan seluruh energimu ketika menghadapi setiap masalah. Alhasil, kamu bisa menjadi ahli di bidang apapun.

Nah, sudah jelas, bukan? Konsistensi bisa jadi lebih ampuh daripada passion. Melakukan pekerjaan yang sedikit namun dilakukan secara terus-menerus jauh lebih baik daripada melakukan pekerjaan yang banyak tetapi jarang-jarang.


Buat kamu yang sedang berjuang untuk meraih keberhasilan hidup, artikel-artikel ini akan memberikan inspirasi :


Inilah Satu Kunci Sukses Membina Hubungan, Baik dengan Pasangan, Anak, maupun Rekan Bisnis

4 Hal Indah yang Akan Kamu Temukan Setelah Mengubah Pandanganmu tentang Hidup, yang Ternyata, Tak Melulu Sekadar Soal Kompetisi

Berpikir Sederhana, Hidup Luar Biasa

How to Sell Yourself: Rahasia Sukses 'Menjual Diri' dan Meraih Keberhasilan dalam Hidup


Write for Us!

Kamu baru saja membaca artikel "Lupakan Passion! 7 Alasan Ini Membuktikan Konsistensi Menghasilkan Kesuksesan". Kamu punya cerita yang ingin dibagikan juga?

Tulis ceritamu di sini !


BACA JUGA

Henny Alifah | @hennyalifah

Writer and Knitter

BAGAIMANA MENURUTMU ?

Silahkan login untuk memberi komentar