Lima Genre Buku yang Tak Terlalu Populer tetapi Asyik Dinikmati

Reflections & Inspirations

[Image: xtianos.org]

3.2K
"If you only read the books that everyone else is reading, you can only think what everyone else is thinking." - Haruki Murakami

Ketika jalan-jalan ke toko buku, tak jarang saya menghabiskan banyak waktu karena kebingungan memilih buku yang hendak dibeli. Belakangan, saya memperluas wawasan literatur saya dengan melihat rak-rak yang biasanya saya lewatkan. Percaya atau tidak, saya menemukan lima genre buku berikut ini, yang mungkin tidak terlalu populer, tetapi luar biasa asyik untuk dinikmati.


1. Memoar

Memoar adalah tulisan yang menceritakan pengalaman seseorang dalam suatu keadaan dan waktu tertentu. Memoar dan autobiografi sama-sama ditulis sendiri oleh tokoh yang bersangkutan. Namun, jika autobiografi memuat riwayat hidup penulis dalam rentang waktu yang cukup panjang, memoar lebih banyak berisi kesan-kesan penulis dengan peristiwa tertentu dalam hidupnya yang unik dan dirasa penting untuk dikisahkan. Salah satu memoar kesukaan saya adalah Nyanyi Sunyi Seorang Bisu yang ditulis oleh Pramoedya Ananta Toer sebanyak dua volume, mengisahkan pengalamannya sebagai tahanan politik di Pulau Buru. Bulan lalu, saya juga menemukan buku serupa bertajuk Memoar Pulau Buru, yang sama memikatnya meskipun ditulis oleh eks-tapol yang berbeda angkatan dengan Pram.



2. Kumpulan Puisi

[Image: twitter.com]

Kita akrab berjumpa dengan novel detektif, komedi, atau roman, tetapi agak jarang bersua dengan puisi yang dibukukan. Bagi kebanyakan kita, puisi mungkin hanya terbaca di mata pelajaran Bahasa Indonesia di sekolah dasar atau menengah. Kabar baiknya, sekarang banyak sekali buku-buku puisi dari penyair Indonesia yang diterbitkan bahkan dicetak ulang. Membaca beberapa buah puisi yang disandingkan secara artistik dengan foto atau ilustrasi tentu sangat menggugah hati! Coba saja ambil Tidak Ada New York Hari Ini karangan M. Aan Mansyur, yang secara imajiner menuliskan puisi-puisi Rangga untuk Cinta dalam film AADC 2, atau Hujan Bulan Juni karya penyair senior Sapardi Joko Damono yang menembus jauh sampai ke relung sanubari.



3. Travel Literature

[Image: getscoop.com]

Travel literature merupakan perpaduan manis antara memoar, fiksi, dan reportase. Travel literature biasanya berisi catatan perjalanan seseorang ke suatu tempat tertentu, dalam tujuan tertentu pula. Membaca travel literature membuat kita melihat luasnya dunia sekaligus meresapi pengalaman penulis ketika berinteraksi dengan orang-orang atau kebudayaan setempat. Travel literature yang memaksa saya jatuh hati adalah trilogi Titik Nol, Selimut Debu, dan Garis Batas garapan Agustinus Wibowo, sementara yang ingin tetapi belum sempat saya baca adalah The Geography of Bliss dan The Geography of Genius besutan Eric Weiner.



4. Koleksi Sastra Dunia

[Image: bookstogi.blogspot.com]

Tak banyak pembaca modern, apalagi kaum muda, yang mengetahui bahwa kisah-kisah sastra dunia mempunyai daya jerat yang luar biasa kuat. Kisah-kisah ini, meskipun klasik, tetapi sungguh hidup dan riil dalam gejolak zaman masa kini. Masing-masing penulis pun menampilkan gaya sastra, pandangan dunia, dan ciri khas yang beragam seturut kebangsaan atau kedaerahannya. Baca saja Anna Karenina dari Leo Tolstoy yang menampilkan cita rasa elegan khas Rusia, atau Ibu Kota Lama dari Yasunari Kawabata yang dijalin rapi dengan berbagai isu sosial dan identitas khas warga Jepang. Jika baru pertama membaca, saya sarankan Petualangan Tom Sawyer dari Mark Twain atau Lelaki Tua dan Laut dari Ernest Hemingway, yang pasti akan memikat Anda untuk meneruskan ke judul-judul lainnya.



5. Seri Selamat

Saya agaknya tidak bisa menggolongkan karya segar dari Andar Ismail ini. Keduapuluh delapan bukunya berisi ragam tulisan yang luas dan komplit sekali: mulai dari puisi hingga salinan diary, opini hingga teka-teki, fiksi hingga korespondensi, musik hingga filosofi, bahkan fiksi hingga epistemologi. Maka ketimbang bingung, saya menjadikan Seri Selamat sebagai satu genre tersendiri! Isinya ringan tetapi mendalam, kocak tetapi menempelak, dan mendidik tanpa menggurui. Saya selalu menunggu judul terbaru dalam seri ini, meskipun keduapuluh delapan edisi yang sudah ada belum habis terlalap. Favorit saya sejauh ini adalah Selamat Berpulih, Selamat Berteduh, dan Selamat Berkembang.


Tentu saja masih banyak genre buku lain yang belum sempat saya telusuri. Bersediakah Anda memberitahu kepada saya jika telah terlebih dahulu menikmatinya?


[Image: ributrukun.com]



Baca Juga:

5 Langkah Sederhana ini Telah Menjadikan Saya Gemar Membaca. Praktikkan dan Jadilah Kutu Buku!

Anak Gemar Membaca, Kelak Cerdas Berpikir. Inilah 5 Cara Efektif Membuat Anak Senang Membaca

Melatih Anak Berpikir, Bertanya, dan Memahami Esensi Belajar Sesungguhnya Lewat Cerita Dongeng



Write for Us!

Kamu baru saja membaca artikel "Lima Genre Buku yang Tak Terlalu Populer tetapi Asyik Dinikmati". Kamu punya cerita yang ingin dibagikan juga?

Tulis ceritamu di sini !


Carmia Margaret | @carmiamargaret

Peminat humaniora, senang membaca sambil minum kopi

BAGAIMANA MENURUTMU ?

Silahkan login untuk memberi komentar