Lepas Diri dari Kecanduan Pornografi dan Masturbasi Bukanlah Kemustahilan! Lakukan 3 Langkah Mendasar Ini

Reflections & Inspirations

[Image: Breves Estudios]

7.3K
Lepas dari kecanduan pornografi dan masturbasi memang tidak semudah membalikkan telapak tangan. Kemerdekaan dari dua hal tersebut juga tidak cukup hanya berucap di bibir saja. Butuh usaha keras dan tindakan nyata.

Pada suatu waktu, saya berkenalan dengan seseorang yang amat berwibawa. Beliau seorang pemimpin yang amat dihormati. Usianya sudah setengah baya. Betapa terkejutnya saya ketika beliau menceritakan bahwa dirinya amat rentan dengan pornografi dan meminta agar ia ditempatkan di sebuah kamar tanpa fasilitas TV dan internet. Beliau hanya mau ber-internet-ria di tempat umum yang dilalui banyak orang.

Ternyata kecanduan pornografi merupakan musuh sekaligus penyakit "dalam" yang diderita banyak orang dari berbagai kalangan, tanpa pandang bulu!

Sebagai orang yang banyak berkecimpung di dunia kaum muda, awalnya saya sangat bingung mencari jawaban untuk pertanyaan mereka tentang bagaimana cara melepaskan diri kecanduan pornografi dan masturbasi. Tips praktis yang saya search di berbagai sumber, kebanyakan mental ketika tiba pada praktiknya.

Ya, ada hal-hal mendasar yang seringkali hilang atau tidak disosialisasikan oleh media-media yang berusaha menolong para pecandu tersebut.

Ibarat hendak membangun kembali gedung yang sudah mau roboh karena dasarnya yang keropos, maka yang pertama kali harus digarap untuk membangun kembali gedung yang kuat di tempat yang sama adalah fondasinya. Untuk berbagi fondasi tersebutlah saya menuliskan artikel ini.

Berikut adalah langkah-langkah paling mendasar yang patut dilakukan untuk pulih dari jeratan pornografi dan masturbasi:



1. Akui bahwa Anda Kecanduan Pornografi

"Katanya nggak mempan sama film porno, tapi pas ketemu majalah dewasa di ruang tamu orang, dipelototin juga!" keluh salah seorang teman Udin.

"Gak mau ah sama dia. Pas jalan di mall, matanya jelalatan liatin model-model vulgar yang gede-gede di billboard," ujar mantannya si Udin.

Masih banyak keluhan-keluhan lain tentang tindak-tanduk Udin terkait pornografi. Udin, bukan nama sebenarnya, adalah seorang kenalan yang cukup dekat dan suka curhat pada saya. Ia mengakui pernah "suka" pada pornografi, namun tak pernah mengakui dirinya kecanduan pornografi. Sekian banyak ia mengikuti ceramah tentang bahaya pornografi dan bagimana cara melepaskan diri, akan tetapi tetap saja ia kedapatan, baik oleh saudaranya maupun sahabat-sahabatnya, tengah menikmati pornografi. Belasan tahun telah berlalu, namun reputasinya tetap saja masih bak roller coaster. Sebentar seakan-akan ia "bebas" dari pornografi, tapi beberapa waktu kemudian ia kedapatan menikmati atau menyimpan media pornografi di kamar atau tempat rahasianya.

[Image: thefix.com]

Pengakuan adalah langkah dasar pertama yang harus dilakukan untuk sembuh dari kecanduan pornografi, masturbasi, maupun kecanduan jenis apa pun.

Sebanyak apa pun wawasan dan tips pemulihan yang diterima oleh seorang pecandu, akan percuma jika ia tidak pernah mengakui dengan jujur bahwa ia benar-benar telah terjerat dalam ikatan pornografi. Kejujuran pada diri sendiri adalah langkah dasar yang tidak bisa ditawar untuk dapat sungguh-sungguh menuju pada kemerdekaan dari jerat pornografi, masturbasi, atau kecanduan lainnya.

Baca Juga: Suami Kecanduan Pornografi? Istri, Tugas Pertamamu Bukanlah Menolongnya. Lakukan 5 Hal Penting Ini



2. Sadari Penyebab Utama

Setiap jenis kecanduan pasti ada penyebab utamanya. Namun, harus benar-benar dibedakan antara penyebab dan kambing hitam, karena pada umumnya para pecandu mencari kambing hitam untuk membuat dirinya tampak sedikit "lebih baik" di mata orang lain.

Pada dasarnya, candu itu lebih merupakan sebuah pelarian dari luka atau kekosongan hati seseorang.

Sama halnya dengan alkohol dan narkoba, pada saat pecandu pornografi dan masturbasi memenuhi 'kebutuhan'nya, dalam waktu sekejap saja si pecandu menjadi "lupa" akan masalah yang sesungguhnya. Akan tetapi ketika efek candunya hilang, ia berada dalam keadaan sadar, pikirannya seketika akan menjadi makin kusut karena masalahnya tetap ada, bahkan menjadi makin rumit, karena tak pernah sungguh-sungguh ditangani dengan benar.

Dalam banyak kasus, penyebab utama pecandu terjatuh dalam ketergantungan pada pornografi dan masturbasi berawal dari masalah keluarga. Perceraian orangtua, kurangnya perhatian orangtua karena sibuk bekerja atau kesibukan lainnya, karena diperlakukan dengan terlalu keras oleh orang tua, atau ada juga karena kematian salah satu dari orangtua - yang tidak bisa diterima - menjadi penyebabnya.

Ada pula kasus-kasus di mana pecandu memiliki keluarga yang utuh dan harmonis, namun memiliki 'masalah' pada aspek lain dalam kehidupannya.

[Image: varldenidag.se]

Jika kemarahan dan kekecewaan pada keluarga adalah sumber penyebab luka hati yang membawa kecanduan, pengampunan adalah langkah yang harus diambil segera ketika pecandu menemukan jawaban penyebab utama kecanduannya. Kesadaran bahwa keluarga dan orang tua hanya manusia biasa yang punya keterbatasan, akan sangat menolong untuk mengampuni mereka.

Baca Juga: Mario Teguh, Ario Kiswinar Teguh, dan 3 Pelajaran tentang Realita Hidup Berkeluarga

Dalam hal kemarahan pada Tuhan, tentunya kita tidak mungkin mengampuni-Nya karena Dia adalah Pribadi yang Sempurna tanpa salah. Pengakuan bahwa kita yang salah persepsi tentang Tuhan dan kemauan untuk tunduk dan menghormati kembali sang Pencipta merupakan langkah awal untuk maju dalam tahap berikutnya menuju kemerdekaan dari ikatan kecanduan pornografi dan masturbasi.



3 . Waspada dengan Titik Kelemahan Anda

"Saya sudah ngaku dosa berkali-kali soal pornografi dan masturbasi, tobatnya juga sudah berkali-kali. Tapi tetap saja sering terpeleset ke situ-situ juga," keluh seorang pemuda dengan putus asa. Ungkapan senada juga saya terima dari beberapa orang yang berbeda.

Pertanyaannya, "Kalau sudah tobat, kenapa masih tetap bisa jatuh?"

Lepas dari kecanduan pornografi dan masturbasi memang tidak semudah membalikkan telapak tangan. Kemerdekaan dari dua hal tersebut juga tidak cukup hanya berucap di bibir saja. Butuh usaha keras dan tindakan nyata.

Pernah menonton film kungfu zaman dulu? Setiap pendekar memiliki titik lemah, bahkan yang paling jago sekalipun. Perbedaan pendekar jagoan dengan pendekar pecundang adalah, pendekar jagoan mengetahui titik kelemahannya dan ia menjaga itu baik-baik agar tidak terjangkau apalagi terjamah oleh musuh-musuhnya.

Para pemenang yang berhasil keluar dari jerat pornografi dan masturbasi adalah mereka yang mengenali di mana titik lemah yang dapat menggiring mereka pada ikatan lama itu. Misalnya, mereka sadar bahwa mereka merasa lemah dan tergoda mencari pornografi saat bosan, atau saat merasa kesepian, atau setiap memiliki waktu kosong, maka mereka mengisi saat-saat itu dengan aktivitas yang memang sengaja sudah disiapkan untuk menghadapi situasi tersebut. Contohnya, membaca buku tertentu yang menarik dan positif yang telah disediakan di kamar atau di meja kantor.

[Image: yourtango.com]

Selain itu, untuk menjadi orang yang benar-benar merdeka dari belenggu pornografi dan masturbasi, mantan pecandu juga harus memusnahkan semua benda-benda yang menjadi media kecanduan yang pernah ia miliki, tanpa menyisakan satu pun dari antaranya. Media-media tersebut adalah godaan yang sangat kuat untuk kembali jatuh.

Ada kalanya pemicu dan godaan tak bisa dengan mudah dilenyapkan, misalnya kehadiran wanita dengan pakaian seksi yang pada masa ini makin banyak lalu lalang di tempat umum. Kewaspadaan akan titik lemah akan menyadarkan mantan pecandu untuk memalingkan muka dan mengalihkan pandangan ke tempat yang aman.

Baca Juga: Waspada! Inilah 5 Ciri Cowok dan Cewek Nakal. Jangan Sampai Salah Pilih Pacar!


Semua hal di atas akan lebih mudah dilalui jika mendapat dukungan komunitas yang positif, misalnya keluarga dan sahabat-sahabat yang sehat secara mental. Satu hal yang pasti, 3 langkah di atas baru merupakan langkah paling mendasar. Masih ada belasan langkah lanjutan yang harus dilakukan jika ingin benar-benar mengalami kebebasan dari belenggu pornografi dan masturbasi. Selain itu, hal yang juga tak kalah penting, jangan ragu menemui psikiater atau konselor jika Anda menyadari bahwa kecanduan yang Anda alami sudah terlalu lama dan begitu kuat membelenggu Anda.

Di mana ada kemauan, di situ ada jalan.



Baca Juga:

Pornografi dan Masturbasi Tak Berbahaya? Salah! Inilah 5 Cara Keduanya Merusak Relasi Suami Istri

Masturbasi: 5 Langkah Tepat untuk Lepas dari Jeratnya

Pornografi dan Pengaruhnya terhadap Keintiman Hubungan: 3 Mitos Populer ini Ternyata Keliru





Write for Us!

Kamu baru saja membaca artikel "Lepas Diri dari Kecanduan Pornografi dan Masturbasi Bukanlah Kemustahilan! Lakukan 3 Langkah Mendasar Ini". Kamu punya cerita yang ingin dibagikan juga?

Tulis ceritamu di sini !


BACA JUGA

Heren Tjung | @herentjung

Public speaker. Pendiri Gerakan Kekudusan Seksual Kaum Muda True Love Waits Indonesia (pemegang lisensi resmi TLW International). Penulis buku Membongkar Rahasia Pornografi-bimbingan terpadu lepas dari jerat pornografi. Kontak:tlwindonesia@gmail.com

BAGAIMANA MENURUTMU ?

Silahkan login untuk memberi komentar