Lelah Mengurus Anak? 4 Hal yang Membuat Para Ibu Tersenyum Kembali

Parenting

1.3K
Nikmati dan syukuri setiap hari, seburuk-buruknya hari yang Anda alami, semuanya akan menjadi lebih baik. Pada akhirnya, Anda menyadari bahwa ternyata Anda lebih kuat dari yang Anda kira.

Ketika anak pertama saya lahir, segalanya terasa baru. Saya baru menyadari jika merawat anak ternyata tidaklah mudah. Selama ini saya mengira bayi yang lucu ini selamanya akan terlihat lucu dan menyenangkan. Saya sama sekali tidak menyangka jika ia sanggup mengeluarkan teriakan dan tangisan yang bisa menggetarkan dunia. Lelah, kesal, bingung semuanya bercampur aduk menjadi satu. Belum lagi ketika ia menangis tanpa henti, sekalipun kita sudah mencoba berbagai cara untuk menenangkannya. Popok? Sudah diganti. Baju? Tidak ada yang basah. Susu? Tangisnya malah makin menjadi ketika ditawari susu. Digendong? Tangisnya tidak kunjung berhenti. Rasanya ingin ikut berteriak dan menangis saja bersama dengan si kecil.

Ketika ia berusia 2 tahun, adiknya lahir. Kini bukan hanya satu, tapi dua anak yang terkadang menangis tanpa ada kejelasan apa penyebabnya. Serba salah! Menggendong yang kecil, tangis yang besar makin menjadi-jadi. Menggendong yang besar, rasanya tidak tega melihat adiknya yang masih tidak berdaya menangis.

Stres! Cepat-cepat saya mengetikkan kata itu dan mengirimkannya pada suami saya. Ia pasti sedang sibuk bekerja karena BBM saya tidak kunjung dibacanya.

Ketika akhirnya saya berhasil menenangkan keduanya, barulah saya membuka kembali handphone saya dan membaca balasannya.

'Ada apa?'

Saya memejamkan mata sejenak dan berpikir, apa yang salah sebenarnya. Semuanya. Semuanya salah. Tidak ada yang berjalan dengan benar hari ini. Saya belum makan sejak pagi, kedua anak saya rewel, bayi saya tidak bisa tidur, sementara anak saya yang besar tidak mau makan dan terus menerus menjerit. Biasanya ketika keadaan menjadi tak terkendali ibu saya akan datang membantu, tapi hari ini ia tidak bisa datang. Sehingga saya harus mengatasi semuanya seorang diri.

Ya, saya sedang mengalami hari yang sangat sangat buruk.

Oh, Ibu, berapa kali anda mengalami kejadian yang sama dengan saya? Sekali, dua kali, ataukah hampir setiap hari?

Saya yakin situasi seperti ini terjadi nyaris setiap hari.


Cobalah bernafas dalam-dalam dan tenangkan pikiran

photo credit: Anxiety

Seburuk apa pun situasinya, cobalah untuk tetap tenang. Ketika Anda merasa frustasi, anak-anak akan terpengaruh dan menjadi lebih rewel. Oleh karena itu, cobalah untuk menenangkan diri. Minum segelas air hangat atau air dingin agar Anda merasa lebih baik. Tarik napas panjang dan lepaskan perlahan-lahan. Bila perlu keluarlah ruangan sejenak agar Anda bisa menenangkan diri. Take a time out. Ingat, Anda seorang ibu, anak-anak membutuhkan Anda. Maka tetaplah tenang.

Baca juga: Melahirkan untuk Pertama Kali? Calon Ibu, Persiapkan 7 Hal Ini!


Cari jalan keluar terbaik

photo credit: Anxiety

Menjadi seorang ibu, saya menyadari bahwa ternyata saya lebih kreatif dibanding yang saya kira. Tak henti-hentinya saya harus memikirkan cara agar kedua anak saya bisa mendapatkan apa yang mereka inginkan.

Seperti situasi ketika kedua anak saya menangis dan saya tidak memiliki pilihan selain menggendong keduanya. Akhirnya saya mengenakan dua baby carrier saya, satu di depan dan satu di belakang. Problem solved. Lalu agar mereka tidak bosan, saya mengajak keduanya berjalan-jalan di luar rumah. Jika saya beruntung keduanya bisa tertidur dalam gendongan atau paling tidak mereka akan berhenti menangis seketika.

Ibu, setelah pikiran Anda tenang, Anda bisa memikirkan jalan keluar terbaik bagi permasalahan Anda. Apa pun itu tidak ada salahnya mencoba. Namun, jika semua cara telah dicoba dan si kecil tetap menangis tanpa henti, tidak ada salahnya membawanya ke dokter. Mungkin saja ia merasa sakit atau tidak nyaman pada tubuhnya namun tidak mampu mengatakannya pada Anda.


Jangan menggunakan kekerasan pada anak

Ibu, seburuk apa pun keadaannya, jangan sekali-kali menggunakan kekerasan untuk membuat anak diam atau menuruti keinginan Anda. Tidak dengan kekerasan fisik, tidak juga secara verbal. Anak-anak memiliki kemampuan untuk merekam dan meniru dengan baik apa saja yang Anda lakukan. Kelak hal ini akan berdampak buruk pada perkembangannya.

Sebaliknya, berbicaralah dengan baik dan tegas, sampaikan maksud Anda dengan jelas. Anda bisa menggunakan hukuman dalam bentuk lain, tidak harus dengan kekerasan. Be creative! Anda bisa membuat anak jera tanpa melakukan kekerasan sekalipun.


This too shall pass

photo credit: huffingtonpost

Di malam hari ketika kedua anak saya sudah tertidur nyenyak, saya baru bisa membaringkan tubuh saya dengan tenang. Sambil beristirahat, saya memikirkan bagaimana satu hari yang begitu buruk akhirnya bisa terkendali. Karena hari tidak selalu siang, malam akan tiba juga. Dan saya bersyukur ketika malam tiba, saya bisa beristirahat sejenak. Mengisi kembali tenaga sebelum pagi tiba dan segala kemungkinan terburuk bisa saja terjadi lagi.

Ibu, seburuk-buruknya hari anda, yakinlah bahwa 'this too shall pass'. Cepat atau lambat, anak akan bertumbuh semakin besar. Tanpa disadari tangan kecil mereka tidak lagi meminta kita untuk menuntun mereka ketika melangkah dan tubuh mereka tak lagi memungkinkan untuk kita gendong. Sekejap saja mereka sudah tidak membutuhkan bantuan Anda untuk menidurkan mereka atau menyuapi mereka makan. Dan saat hari itu tiba, bukankah Anda akan merindukan hari-hari ini?

Baca juga: Anak Tantrum? Orangtua Tak Perlu Terbawa Emosi, Lakukan 3 Hal Ini

Nikmati dan syukuri setiap hari, seburuk-buruknya hari yang Anda alami, semuanya akan menjadi lebih baik. Pada akhirnya, Anda menyadari bahwa ternyata Anda lebih kuat dari yang Anda kira.

What doesn't kill you makes you stronger, right?


Write for Us!

Kamu baru saja membaca artikel "Lelah Mengurus Anak? 4 Hal yang Membuat Para Ibu Tersenyum Kembali". Kamu punya cerita yang ingin dibagikan juga?

Tulis ceritamu di sini !


Beatrice Fella | @Beatricefella

A wife and a mother of two beautiful daughters. -I'll feed you love and I hope that's enough to inspire you through suffering, holding you up-

BAGAIMANA MENURUTMU ?

Silahkan login untuk memberi komentar