Lebih Ganas dari Virusnya! 3 Perilaku Istri Ini Membuat Para Suami WannaCry, Frustrasi

Marriage

[Image: baomoi.com]

8.9K
Virus ini lebih ganas ketimbang WannaCry. Awas, jangan sampai rumah tangga Anda dihancurkan dari dalam.

Hari-hari ini dunia digoncangkan dengan serangan virus yang kita kenal dengan nama 'WannaCry'. Sebuah nama yang sangat tepat, karena membuat pemilik setiap komputer yang diserang merasa ingin menangis. Data mereka ‘disandera’ dan harus ditebus dengan uang tebusan yang mahal.

Saat mengobrol dengan sahabat saya, ibu tiga anak ini menceritakan betapa hebatnya virus yang dulu menjangkiti dirinya sehingga hampir merobohkan rumah tangganya. Sekarang dia sudah bisa tertawa dan memberikan penangkalnya. Dari perjumpaan dengan ibu yang dulunya terinfeksi virus yang mengerikan, juga dengan pasangan suami-istri yang pernah diinvasi virus-virus ganas, serta pengalaman pribadi keluarga saya sendiri, saya belajar:

kita jangan hanya menangis penuh penyesalan, namun belajar mengenali virus-virus ganas itu dan mengaktifkan penangkalnya.

Inilah 3 virus yang lebih ganas dan mematikan ketimbang WannaCry yang saya saya namai ‘3 C’:



1. Cari-Cari Kesalahan

“Harus saya akui, saya seorang perfeksionis!” ujarnya dengan sorot mata yang masih menunjukkan kegalakan masa lalu [wkwkwk]. “Saya orangnya pembersih, sehingga jika suami atau anak tidak rapi, pasti tidak luput dari mata saya,” tambahnya.

Suami dan ketiga anaknya jadi stres. Apa pun yang mereka kerjakan tidak pernah tampak beres di hadapan wanita yang satu ini. Jangankan salah menempatkan, tidak rapi menaruhnya di rak sepatu pun bisa membuat sang mama marah besar. Suami yang baru pulang kerja pun akan kena semprot jika menaruh tas kerjanya sembarangan.

[Image: papilletepupilles.fr]
Penangkalnya?
Sesederhana ini: pilih kedamaian di atas kerapihan

Saya pernah mengalaminya, entah istri saya ingat atau tidak, yang jelas saya ingat betul. Ketika anak saya baru satu, suatu pulang kerja, saya salah menaruh barang di tempat yang tidak seharusnya. Istri saya yang memang jauh lebih rapi ketimbang saya - mungkin karena kecapekan - marah.

“Sudahlah, Bu. Nanti saya yang rapiin,” ujar babysitter yang merawat anak saya. Meskipun bukan tugasnya, dia mau melakukannya, agar lingkungan kembali tenang ... hehehe ...

Baca Juga: Inilah 7 Tipe Suami Terkait Urusan Rumah Tangga. Tipe yang Manakah Suamimu?


Apa yang saya alami mengingatkan saya akan seorang ibu yang datang ke psikolog karena stres. Anak-anaknya yang masih kecil membuat rumah berantakan. Karena tipe perfeksionis, dia tidak bisa melihat rumah yang berantakan. Oleh psikolog itu, ibu itu diminta duduk santai di sofa dan memejamkan mata.

“Coba Ibu bayangkan. Ketika Ibu pulang ke rumah, rumah dalam kondisi bersih sekali. Semua barang terletak dan tertata sempurna. Tidak ada teriakan, tangisan, dan perkelahian anak-anak. Apa yang Ibu rasakan?” tanya psikolog itu.

Ketegangan di wajah ibu itu sirna. Raut mukanya tampak bahagia. Senyum mulai mengembang di bibirnya. “Saya merasa lega dan damai,” ujarnya.

“Rumah yang bersih dan tertata rapi menunjukkan bahwa suami dan putra-putri Ibu tidak ada lagi di rumah itu,” tandas psikolog itu.

Wajah yang tadinya cerah langsung mendung. Tidak butuh waktu lama saat butiran airmata mulai meluncur dari kedua mata dan membasahi pipinya. Dengan sesenggukan dia berkata, “Nggak apa-apa rumah berantakan, asal suami dan anak-anakku kembali.”

Baca Juga: Bukan Semata Malas, Inilah 5 Penyebab Suami Enggan Membantu Pekerjaan Rumah Tangga



2. Cerewet Abis

Mirip dengan virus di atas, namun ini lebih ganas. Tanpa ada kesalahan pun, seorang istri yang cerewet membuat seisi rumah basah kuyup oleh air ludah. Mengapa? Karena nyembur dan nyemprot terus.

[Image: Huffington Post]

“Rasanya telinga ini sudah kebal mendengar ocehan istri saya,” ujar seorang salesman. “Untung pekerjaan saya mengharuskan saya banyak berada di luar rumah. Meskipun begitu, setiap kali menginjak rumah, semburan kata-kata yang saya terima. Kasihan anak-anak,” lanjutnya.

Saat mereka datang konseling, saya merasakan ‘aura’ kecerewetan itu. Selama sesi konseling berlangsung, sang suami, bahkan saya, hampir tidak mendapat kesempatan bicara. “Jika Ibu terus bicara dan tidak memberi kesempatan kepada suami maupun saya bicara, lebih baik konseling dihentikan,” ujar saya tegas. Baru ketika itulah ia mengerem ucapannya. Namun, tidak lama. Begitu sang suami mulai bicara, hujan interupsi terjadi. “Bukan seperti itu kisahnya!” potongnya berulang kali. Ketika saya tegasi sekali lagi, baru ibu itu mau diam dan mendengarkan sang suami maupun saya bicara.

Penangkalnya?
Tutup mulut dan buang kuncinya!

Saya teringat saat guru sekolah minggu cerita. Saat anak-anak mulai ramai, guru itu berkata, “Ayo anak-anak, kita kunci mulut kita dan buang kuncinya.” Sambil berkata seperti itu, guru itu membuat gerakan mengunci bibir dan melemparkan kuncinya.

Berdiam diri di saat yang tepat jauh lebih berharga ketimbang emas.

Baca Juga: The Power to Delay: Strategi Memenangkan Pertempuran Tanpa Bertempur. Tunda Reaksi, Hindari Kehancuran Relasi



3. Cemburuan dan Curigaan

Kedua virus ini bekerja sama menghancurkan rumah tangga dari dalam. Sinergi keduanya sanggup membuat rumah, sekokoh apa pun, runtuh dalam sekejap.

“Istri saya selalu marah setiap kali saya ada meeting di kantor, padahal jabatan saya menuntut kerja seperti itu,” ujar seorang manager sebuah mal. “Apalagi kalau saya menemui client atau calon tenant di luar. Istri pasti marah besar,” lanjutnya.

“Istri saya membuat saya tidak bisa bekerja dengan tenang. Setiap hari dia terus memantau apa yang saya lakukan dan dengan siapa saya bertemu,” ujar seorang suami yang bekerja sebagai property agent. “Bagaimana saya bisa closing jika diteror terus seperti itu!” tambah suaminya dengan nada jengkel yang tidak bisa disembunyikan.

Baca Juga: Wanita, Inilah 3 Rahasia yang Membuat Suami Tak Mudah Berpaling ke Lain Hati


Rasa cemburu dan curigaan yang terlalu dan terus-menerus bisa menggerus hati yang lurus dan tulus sekalipun.
[Image: pulse.ng]

“Ketimbang dicurigai selingkuh terus, lebih baik selingkuh beneran!”

Pernah dengar ucapan semacam itu?

Meskipun tak terucapkan, godaan untuk melakukan hal yang seharusnya tidak dilakukan bisa terjadi jika pasangan terus-menerus memborbardir mereka tiap hari.

Penangkalnya?
Percaya dan peduli.

Tanpa kepercayaan, siapa pun tidak bisa bekerja. Jika suami atau istri terus-menerus mencurigai kita melakukan hal-hal yang tidak berkenan, siapa yang tidak uring-uringan? Jika pasangan kita cemburuan, bagaimana kita bisa mencari pelanggan?

Jika kita mengenal pasangan kita dengan baik, kita menaruh percaya kepadanya. Bisa jadi, pasangan kita dulunya ‘nakal’, namun begitu dia sudah bertobat, beri kesempatan kepadanya untuk menunjukkan buah-buah pertobatannya. Bukan malah terus mencurigainya dan membuatnya jengkel.

Kepedulian kita membuat pasangan enggan berpaling.

Jika di rumah dia sudah mendapatkan apa yang dia butuhkan, masa pasangan kita akan mencarinya di luar?

Baca Juga: Wanita Penggoda Tentu Ada Saja. Namanya Manusia, Pria Bisa Tergoda. Cemburu? Tak Perlu. Hadapi, Ini Kiatnya



Penangkal Virus Utama

Di atas ketiga penangkal itu, masih ada satu penangkal utama: bawa dalam doa.

Semakin dalam hubungan kita dengan Tuhan dan semakin sering kita mengajak pasangan dan anak-anak untuk berdoa bersama, semakin kokoh tiang rumah tangga kita. Tiang doa tidak bisa digantikan dengan tiang beton.

Beton bisa retak, besi dan baja pun bisa berkarat, namun doa yang terus-menerus dipanjatkan akan membuat rumah tangga kita makin kuat.
[Image: elisavoss]

Doa bisa mengubah perbedaan menjadi keserasian.


“Dan bilamana seorang dapat dikalahkan, dua orang akan dapat bertahan. Tali tiga lembar tak mudah diputuskan.”

- Salomo



Baca Juga:

Apa yang Diharapkan Suami dari Istrinya? Inilah 4 Hal yang Tak Terkatakan Namun Dinantikan Pria dari Istrinya

Menjadi Istri Kesayangan dan Kebanggaan Suami, Ini 4 Rahasianya

Dua Jiwa Tak Akan Bisa Menyatu Utuh. Seni Mengalah, Bukankah Pernikahan Sejatinya Tentang Itu?




Write for Us!

Kamu baru saja membaca artikel "Lebih Ganas dari Virusnya! 3 Perilaku Istri Ini Membuat Para Suami WannaCry, Frustrasi". Kamu punya cerita yang ingin dibagikan juga?

Tulis ceritamu di sini !


XavierQuentin Pranata | @xavierquentinpranata

BAGAIMANA MENURUTMU ?

Silahkan login untuk memberi komentar