LDR : Lelah Disiksa Rindu? Lo Doang [yang] Relationship? Baca Ini!

Love & Friendship

Gambar youtube.com

42.5K
Jika Anda berhasil mempertahankan kesetiaan dan komitmen dalam sebuah hubungan jarak jauh, maka kemungkinan besar hubungan Anda akan sanggup bertahan melewati situasi-situasi lain, mengingat menjaga hubungan LDR bukanlah suatu hal yang mudah.

LDR atau Long Distance Relationship adalah tipe hubungan yang sering dihindari. Sebabnya? Apalagi kalau bukan karena anggapan banyaknya permasalahan yang akan dihadapi. Jarak, kesetiaan, rindu tak berbalas, sepi saat malam minggu, tagihan pulsa yang membengkak adalah beberapa permasalahan klasik yang dihadapi para ‘jomblo semu’ yang menjalani LDR. [L]o [D]oang yang [R]elationship memang tidaklah mudah untuk dijalani, lahir batin [L]elah [D]isiksa [R]indu.

Mbak Raisa, yang sukses mematahkan hati banyak laki-laki dengan statusnya yang kini sudah tidak lagi available on the market, ikut andil menambah derita para pejuang LDR dengan lagunya yang super bikin baper, “Seandainya jarak tiada berarti, akan kuarungi ruang dan waktu dalam sekejap saja. Seandainya sang waktu dapat mengerti, takkan ada rindu yang t’rus mengganggu.” Duh, Mbaknyaaa ... :’(

Saya sendiri sudah menjalani empat kali kisah LDR. Mulai dari hubungan beda kota hingga beda pulau walau masih satu tanah air. Untungnya belum pernah mengalami LDR beda negara, beda planet, apalagi beda alam! Dari pengalaman menjalani LDR, ternyata ada juga loh beberapa ‘keuntungan’ yang bisa saya rasakan. Inilah 5 sisi positif LDR versi saya:


1. Me Time yang Berlimpah

Apa itu Me Time? Tentu saja bukan merk mie instant terbaru, Me Time adalah sejumlah waktu yang dialokasikan untuk diri sendiri untuk melakukan apapun yang kita inginkan. Untuk melakukan hobi? Leh! Tidak melakukan apa-apa? Sekadar tidur dengan pulas dan puas, berhibernasi layaknya beruang kutub di musim dingin? Leh ugaaa!

Setelah memasuki dunia kerja, me time boleh jadi semakin jarang dimiliki. Pekerjaan menyita begitu banyak waktu, 5 hari seminggu, 24 jam sehari, belum lagi bila ada lembur atau tugas ke luar kota atau luar negeri. Tidur, benar-benar sudah menjadi suatu kemewahan.

Nah, pacaran ala LDR dapat menjadi solusi bagi Anda yang memiliki ritme kerja demikian. Anda bisa bekerja, menikmati me time, dan tetap menjalin hubungan percintaan.


2. Fokus Studi atau Pekerjaan


Gambar quotego.biz

Orang tua selalu berpesan agar tidak berpacaran bila masih sekolah atau belum memperoleh pekerjaan. Saat masih kinyis-kinyis, saya protes dalam hati, karena waktu itu pemikiran saya bahwa masa muda adalah masa mencari pengalaman.

Namun memang ternyata memang benar saran orang tua tersebut. Banyak remaja yang kehilangan fokus pada studi karena menjalani hubungan percintaan dini. Memang tidak semua demikian, ada juga yang bisa menjalaninya dengan sikap positif. Sekarang ini, sebagai akibat dari tontonan yang kurang berkualitas, bahkan dedek-dedek emetz berseragam merah putih sudah banyak yang ‘berpacaran’. Kekhawatiran akan efek pergaulan bebas tentunya semakin membayangi para orang tua.

Beberapa kantor juga melarang adanya hubungan percintaan antarkaryawan, hal ini disebabkan antara lain kekhawatiran akan kehilangan fokus pada pekerjaan yang berimbas pada kinerja karyawan. Beberapa teman kantor saya juga mengalami kesulitan untuk fokus dalam pekerjaan di saat hubungan percintaan mereka mengalami masalah. Wajah cemberut, sensitif pada klien ataupun sesama rekan sering terjadi.

Jika Anda memilih menjalani hubungan LDR, kemungkinan besar Anda dapat lebih fokus pada studi ataupun pekerjaan Anda. Jadikan tabungan rasa kangen dan rindu kepada kekasih sebagai motivasi untuk secepatnya menyelesaikan studi atau mencapai target di pekerjaan Anda.


3. Lingkaran Teman Bertambah


designoval.com

Seringkali, saat kita menjalani hubungan percintaan waktu yang ada hanya dihabiskan bersama kekasih. Dunia rasanya hanya milik berdua, yang lain kontrak. Tak cukup hanya dunia nyata yang dijadikan milik berdua, dunia maya pun diinvasi dan dianeksasi. Jadian, pacaran, marahan, baikan, putus semua harus banget yes! dipampang nyata di akun sosial media.

Tanpa disadari, lingkaran pertemanan kita menjadi mengecil dan berkurang. Ujung-ujungnya saat putus dengan kekasih, baru kita sadar bahwa kita juga butuh berteman dengan orang lain.

Jika Anda menjalani LDR, maka Anda dapat dipastikan mempunyai waktu yang lebih banyak untuk memperluas lingkaran pertemanan dan memupuk persahabatan. Sebagai ‘jomblo struktural’, Anda kemungkinan besar akan menjadi lebih dekat dengan para sahabat yang secara fisik ada untuk menemani dan menyemangati Anda di saat Anda merasa sendiri atau kesepian.


4. Quality Time with Family


wisegeek.com

Ketika kita dilanda cinta, orangtua dan saudara kandung biasanya adalah pihak yang paling sering terlupakan. Padahal, hubungan keluarga inilah yang justru tidak akan pernah putus. Hubungan percintaan kita dengan pacar belum tentu langgeng hingga ke pernikahan, ada saja kemungkinan putus di tengah jalan. Sedangkan hubungan keluarga? Tidak ada kan yang namanya putus?

Maka amat disayangkan bila Anda tidak punya quality time dengan keluarga. Ingat, umur manusia tak bisa ditebak. Umur Ayah & Ibumu mungkin tidak akan lebih panjang dari waktu ‘sibuk’mu bersama pacar atau teman-teman. Manfaatkan waktu yang ada dengan baik!


5. Jajan Mata dan Uji Kesetiaan Sebelum Menikah

youtube.com

Nah, ini salah satu keuntungan yang paling disukai para survivor LDR: bebas menikmati hamparan rumput tetangga yang, entah mengapa, selalu nampak lebih hijau.

Saat berjalan-jalan di mall, tempat wisata, sekolah, kampus, tempat les, kolam renang bahkan rumah ibadah sekalipun seringkali kita menemukan orang lain yang terlihat menarik. Bila Anda menjalani LDR, maka Anda bebas jajan mata.

Apa sih ‘jajan mata’ itu? Jajan mata berbeda dengan selingkuh. Jajan mata hanya terbatas pada tertarik di level penglihatan, tanpa dilanjutkan dengan tindakan lebih jauh. Tak ada salahnya, toh selama janur kuning belum melengkung, semua masih milik bersama, bukan?

Jajan mata di sini juga merupakan salah satu cara menguji kesetiaan Anda terhadap kekasih nun jauh di sana. Uji kesetiaan sangat diperlukan jika Anda dan kekasih serius untuk mempertahankan hubungan dalam perjuangan melawan jarak.

Jika Anda berhasil mempertahankan kesetiaan dan komitmen dalam sebuah hubungan jarak jauh, maka kemungkinan besar hubungan Anda akan sanggup bertahan melewati situasi-situasi lain, mengingat menjaga hubungan LDR bukanlah suatu hal yang mudah. Lalu, bagaimana kalau ternyata tidak lulus uji kesetiaan? Yah berarti Anda dan kekasih hanya berjodoh untuk jangka pendek saja. Bukankah lebih mudah move on jika masih dalam tahap pacaran daripada harus move on saat pernikahan berakhir?




Write for Us!

Kamu baru saja membaca artikel "LDR : Lelah Disiksa Rindu? Lo Doang [yang] Relationship? Baca Ini!". Kamu punya cerita yang ingin dibagikan juga?

Tulis ceritamu di sini !


VikaKurniawati (VKurnia) | @vika

Owner ciomay280 | Content Writer| www.vikakurniawati.com. IG + Twitter : @VikaKurniawati

BAGAIMANA MENURUTMU ?

Silahkan login untuk memberi komentar