LDR Survival Guide: 7 Tips untuk Hubungan Jarak Jauh yang Langgeng dan Minim Drama

Love & Friendship

[Image: twistedsifter.files.wordpress.com]

5.4K
Love is about tr[us]t. Trust your lover as you trust yourself.

"Bella, bener lu udah LDR-an lima tahun? Gilak! Gue aja udah ganti pacar lima kali. Gak bosen apa pacaran jauh-jauhan gitu?"

"Ya, susah-susah gampang sih. Secara cowok yang lebih ganteng daripada Edward banyak yang PDKT-in gue."

***

Sudah baca artikel saya yang lalu tentang keuntungan hubungan LDR? Kalau belum, yuk baca dulu. Kalau sudah, silakan lanjutan dengan tips awet ber-LDR berikut ini:


1. Isi Pulsa/Kuota Anda

[Image: betches.com]

Namanya juga LDR, ya berarti hubungan jarak jauh, baik dari segi jarak maupun waktu. Untuk menjembatani dua faktor tersebut maka dibutuhkan makhluk manis bernama 'Pulsa'. Siapa lagi yang disuapi pulsa kalau bukan smartphone yang menempel setia di tanganmu? Tidak usah malu deh untuk mengakui kalau para survivor LDR itu adalah gadget freak. Kalau saja diperbolehkan dan menyehatkan, maka niscaya makhluk ajaib tersebut akan menempel 24/7 di telapak tangan kami.

"Kenapa ga pakai free wifi kantor atau cafe buat video call dengan pacar?" Hellooooo, LDR is some private stuff. Masa memakai fasilitas kantor? Dan, sekalipun kamu bos atau pelanggan tetap cafe, masa ga risih cuap-cuap gombalan di ruang publik? Di samping melindungi privasimu (anggap KPK tidak menyadapmu, ya), juga menghidari radiasi dari gelombang wifi.

"Kalau memakai wifi rumah, boleh? Pacarku di New York soalnya." Selama masih ada kuota dan milik pribadi, ya siapa yang melarang? Tapi, ingat kalau tembok juga bermata loh, kecuali dirimu tinggal di apartemen tanpa CCTV dari orangtua.


2.Trust, Not Just Believe

[Image: 4.bp.blogspot.com]

Kedua kata kerja di atas bukan hanya berbeda susunan huruf, namun mempunyai makna dan kedalaman arti yang berbeda juga. Trust mengandung makna kepercayaan yang hampir 70% pada sesuatu, sedangkan kata believe menyiratkan tingkat kepercayaan di bawah 50%.

Demikian juga saat kita memilih hubungan LDR, di mana frekuensi untuk secara langsung memerhatikan dan diperhatikan pasangan lebih sedikit. Otomatis rasa curiga, cemburu dan berjuta emosi hadir. Salah satu solusi terbaik untuk itu adalah adalah trust your lover as you trust yourself.

"Gimana kalau kita setia tetapi dia selingkuh?" Ada yang disebut mekanisme tabur tuai, di mana tiap pribadi akan menuai apa yang Ia taburkan.


3.Sibukkan Diri

[Image: efficientpa.co.uk]

Saya seringkali mengalami mood yang buruk ketika mempunyai waktu longgar yang melimpah. Dan, untuk mengatasi bad mood itu, saya biasanya menelepon kekasih saya, yang celakanya sedang berada di jam kerja. Alhasil, mood saya bertambah tidak karuan karena panggilan telepon saya tidak dijawabnya. Pada tahun pertama, keadaan demikian membuat keinginan untuk berpisah amat besar. Atas saran sahabat, saya memutuskan untuk tidak pernah lagi menyia-nyiakan waktu kosong yang saya miliki. Menyibukkan diri di waktu senggang kini menjadi salah satu prioritas saya.


4. Cueklah dengan Mantan Pacar

[Image: mysticalraven.com]

Salah satu godaan terbesar adalah kala mantan pacar menyapa dengan kondisi yang terlihat lebih "segar" daripada saat terakhir Ia bersama kita. Keadaan akan semakin bertambah parah kalau Si Mantan mengungkit-ungkit kenangan indah bersama pada masa itu. Pada saat butuh tatih tayang dari pacar nun jauh di sana, eh datanglah pemilik rasa cinta kita tempo dulu. Langsung deh mendadak Andi Lau, antara dilema dan galau, begitu bukan?

Bayangkan, malam minggu, hujan turun dengan awetnya (meskipun tidak diberi formalin), ajakan TTM terselubung atas nama kenangan jadul pun jadi tak mampu ditolak. Jadi, cueklah dengan mantan pacar walaupun Ia mengaku sudah punya kekasih baru. Cuek bukan berarti tidak bertegur sapa, ya. Hanya, ingat ini, 7 dari 5 mantan pacar pasti minta jadi kekasih lagi!


5.Traveling Bersama

[Image: destinationweddingmag.com]

Buatlah rencana berlibur bersama paling tidak sebulan sekali saat tanggal merah, atau ambillah cuti bersamaan. Liburan bersama keluarga masing-masing tentu akan menambah ikatan emosi dan memungkinkan hubungan LDR lebih awet. Tentu juga sebuah usaha untuk memuluskan langkah menuju ke sesuatu yang lebih serius dari hubungan LDR selama ini.

Ada banyak paket liburan dalam rombongan (group) yang memungkinkan kita untuk lebih berhemat, baik untuk destinasi lokal maupun internasional. Gunakan waktu traveling bersama sebagai sarana pendekatan terhadap keluarga kekasih. Siapa tahu begitu acara traveling selesai, dilanjutkan dengan acara lamaran.


6. Berbagi Dukungan

[Image: file1.answcdn.com]

Sebuah hubungan, baik pertemanan, persaudaran, maupun rekanan dalam bisnis akan lebih berhasil bila dipupuk dengan berbagi dukungan, baik material maupun moril. Terlebih bila hubungan tersebut melibatkan rasa cinta, dukungan dari pasangan tentunya sangat diperlukan. Saat kamu bosan dengan suasana kuliah karena dosen killer memberimu nilai D, sekadar ucapan penyemangat dari tambatan hati akan menjadi sangat besar artinya.

Rekan-rekan kantor yang super kepo juga bisa menjadi faktor penghilang mood yang amat ampuh, ujung-ujungnya, membuat kamu jadi 'koper' (korban perasaan). Di momen-momen krusial seperti itu, peran kekasih yang mau (meski kadang terpaksa) mendengarkan serial curhatmu tentu sangat dibutuhkan. Dukung mendukung ini tentu tidak bisa hanya berjalan satu arah saja, kamu juga harus melakukan hal yang sama pada pasangan hati. Berdua lebih baik daripada sendiri, bukan?


7. Membuat Keputusan Bersama

[Image: ezyshine.com]

Tinggal, berinteraksi, dan beraktivitas dengan lingkungan yang berbeda tak menghalangi pasangan LDR untuk dapat membuat keputusan bersama. Terlepas dari bagaimana cara berdiskusi, media komunikasi apa yang digunakan, atau bagaimanapun hasil keputusan akhirnya, buatlah beberapa keputusan bersama, baik mengenai cara menjalani hubungan LDR, hal-hal finansial, ataupun blueprint keluarga kecil kalian berdua.



Write for Us!

Kamu baru saja membaca artikel "LDR Survival Guide: 7 Tips untuk Hubungan Jarak Jauh yang Langgeng dan Minim Drama". Kamu punya cerita yang ingin dibagikan juga?

Tulis ceritamu di sini !


VikaKurniawati (VKurnia) | @vika

Owner ciomay280 | Content Writer| www.vikakurniawati.com. IG + Twitter : @VikaKurniawati

BAGAIMANA MENURUTMU ?

Silahkan login untuk memberi komentar