Lakukan 5 Langkah Efektif ini agar 'Bocor Halus' Tak Membuat Gaji Menyusut Lenyap

Reflections & Inspirations

[Image: budgetbuysmart.com]

1.9K
Walaupun sudah merasa berhemat, gaji - perlahan namun pasti - seolah lenyap sebelum akhir bulan. Lakukan 5 langkah efektif ini untuk mencegah terjadinya bocor halus di dompetmu.

"Papa bagaimana sih!! Seharian kerja di kantor tapi gajinya segitu-gitu aja. Coba cari kerjaan yang gajinya lebih gede! Belum akhir bulan tapi duit udah habis," teriak seorang istri kepada suaminya.

Si suami jelas tidak mau kalah dong oleh serangan sang istri. Tidak terima karena merasa sudah bekerja keras membanting tulang dari pagi hingga petang, dia kemudian menjawab:

"Mama itu yang kerjaannya shopping melulu, sering nongkrong di restoran mahal cuma demi foto di Instagram, beli barang-barang yang nggak perlu supaya nggak kalah sama temen-temennya. Hemat dong, Ma!"


Kurang lebih itu percakapan yang saya dengar. Sinetron banget ya? Betul, karena memang percakapan tersebut terjadi di sebuah sinetron yang sedang diputar. Terlepas percakapan tersebut memang agak terlalu lebay, saya tertarik terhadap topik yang sedang dibahas. Kondisi keuangan nampaknya sudah menjadi perhatian primer orang-orang yang tinggal di kota besar. Terlebih lagi mereka yang sudah berkeluarga dan mempunyai buah hati. Menata dan mempersiapkan keuangan menjadi hal yang sangat penting supaya tidak terjadi masalah yang tidak diinginkan di kemudian hari.

Meskipun demikian, kita tidak dapat menutup mata juga, banyak orang di sekitar kita yang kurang mahir melakukan financial planning dalam kehidupan sehari-hari. Jangankan menabung, belum akhir bulan gaji sudah habis saja, padahal masih banyak kebutuhan yang mendesak untuk dipenuhi. "Besar pasak daripada tiang," begitu orang Indonesia menyebutnya.

Kalau sudah begini keadaannya, jangan pernah terpikirkan untuk memenuhi kebutuhan yang ada dengan utang. BIG NO! Utang, justru akan menambah beban Anda ke depannya. Memang dengan berutang, masalah nampaknya selesai. Ya, selesai, untuk hari ini saja.

Baca Juga: Keseimbangan Keuangan Akan Menghindarkan Anda dari Jeratan Utang. Inilah 3 Prinsip Sederhana untuk Meraihnya

Lalu, bagaimana jalan keluarnya? Inilah 5 langkah sederhana untuk melakukan kontrol terhadap kondisi keuangan kita:


1. Hitung Total Pendapatan

[Image: SG Young Investment]

Langkah pertama: Anda perlu tahu berapa total penghasilan setiap bulan. Mari hitung dengan cermat semua pemasukan yang akan diterima. Gaji bulanan sudah pasti. Di samping itu, hitung pula pendapatan lain yang bersifat variabel - yang besarnya bervariasi setiap bulan. Bunga tabungan, bunga deposito, bonus dari kantor, atau mungkin arisan yang akan cair di bulan ini. Pastikan semua pendapatan sudah tercatat dengan baik. Apabila pasangan Anda bekerja, jangan lupa minta dia untuk melakukan hal ini juga. Dengan cara ini, kita akan tahu dengan pasti berapa rupiah yang kita hasilkan setiap bulannya.

Baca Juga: Membeli Properti dengan Gaji Sendiri Usia 20-an? Bisa!! Lakukan 5 Hal ini



2. Bicarakan dengan Pasangan

[Image: ributrukun.com]

Dalam pernikahan, saling terbuka dengan pasangan - terutama tentang keuangan, mutlak untuk dilakukan. Memang, adat istiadat dan tradisi sebagian besar suku bangsa di Indonesia masih menganggap hal ini tabu untuk dibicarakan. Ada juga beberapa suku yang melakukan perjanjian "pisah harta" antara suami dan istri. Namun, apalah arti tabu dan sebuah perjanjian jika dibandingkan dengan harus berada dalam kondisi finansial kritis? Sebelum terlambat, mari bicarakan secara terbuka dengan pasangan.

Diskusikan tentang pendapatan, pengeluaran, dan rencana masa depan bersama. Satukan pikiran dan visi tentang keuangan keluarga. Dalam sebuah rumah tangga, suami dan istri harus menjadi satu tim yang kompak, termasuk untuk soal-soal keuangan.

Baca Juga: Tak Seindah Dongeng, Inilah 3 Realita yang Saya Pelajari dari Kisah Cinta Orangtua Saya



3. Buat Akuntansi Sederhana

Akuntansi ribet? Ah tidak juga. Akuntansi sederhana akan membantu kita mencatat setiap rupiah pemasukan dan mengontrol setiap rupiah yang dikeluarkan. Begini caranya:

Buatlah gambar T account pada sebuah kertas folio bergaris yang masih kosong [jika kebingungan bagaimanakah gambar T account, anda dapat mencarinya di Google atau Yahoo].

[image: dokumentasi pribadi penulis]

Isilah sisi 'Debit' [sebelah kiri] dengan jumlah pendapatan Anda, jangan lupa untuk mencatat pendapatan variabel yang diterima. Tuliskan semua pengeluaran rutin bulanan di sisi 'Kredit' [sebelah kanan]. Setelah itu, jumlahkan angka pada masing-masing sisi, 'Debit' dan 'Kredit'. Jika jumlah total sisi 'Debit' lebih besar dari sisi 'Kredit', berarti Anda mempunyai sisa pendapatan. Sisa pendapatan ini dapat digunakan atau ditabung. Jika sebaliknya, sisi 'Kredit' lebih besar daripada 'Debit', pengeluaran Anda lebih besar daripada pemasukan bulan itu.



4. Identifikasi Kebutuhan

[Image: Australian Women's Weekly]

Selanjutnya, kita perlu melakukan identifikasi kebutuhan dan pengeluaran setiap bulan. Buatlah sebuah buat daftar kebutuhan yang terbagi dalam 3 kelompok: penting, kurang penting, dan tidak penting. Biaya hidup bulanan seperti listrik, air, biaya transportasi, tagihan kartu kredit, cicilan rumah/mobil & tabungan berencana dapat digolongkan ke kelompok penting dan harus didahulukan. Rencana untuk membeli baju, menambah furniture atau merenovasi taman dapat dicatat di kelompok kurang penting. Kelompok tidak penting sifatnya relatif, bisa berbeda untuk setiap orang. Tapi, untuk saya, isinya antara lain hang out bersama kawan atau menjajal café yang baru buka dan sedang hype itu.

Baca Juga: 7 Jurus Memanfaatkan Kartu Kredit secara Maksimal, Tanpa Menimbulkan Masalah



5. Tabungan

[Image: Savvy Parents]

Tabungan merupakan hal yang sangat krusial, terlebih lagi bagi pasangan suami istri baru. Siapkan dua jenis tabungan: jangka pendek dan jangka panjang.

Tabungan jangka pendek dapat digunakan ketika istri melahirkan atau ketika si buah hati akan memulai bersekolah. Tabungan jangka panjang sangat membantu untuk mempersiapkan renovasi rumah, membeli mobil baru, atau bahkan untuk biaya kuliah anak yang semakin tahun semakin meroket.

Sekarang ini, banyak bank yang menawarkan tabungan berencana. Sebisa mungkin jangan mengambil tabungan berencana dengan iming-iming cash back berupa voucher/alat elektronik/hadiah yang diberikan di depan. Tanpa kita sadari, hadiah-hadiah itu secara signifikan mengurangi jumlah bunga yang seharusnya kita peroleh.


Mengatur keuangan keluarga bukanlah hal sulit untuk dilakukan, namun perlu keterbukaan dari kedua belah pihak untuk menyatukan tujuan ke depan dan kedewasaan untuk menunda memenuhi hal-hal yang tidak terlalu mendesak. Kerjasama suami – istri sebagai sebuah tim mutlak diperlukan untuk mencapai tujuan bersama. Selamat mencoba!



Baca Juga:

Belajar dari Kasus Dimas Kanjeng: Raih Financial Freedom Bukan dengan Menggandakan Uang, Melainkan dengan Melakukan 5 Hal ini

Keseimbangan Keuangan Akan Menghindarkan Anda dari Jeratan Utang. Inilah 3 Prinsip Sederhana untuk Meraihnya

Sudahkah Kita Benar-Benar Bahagia? Mari Periksa, Bagaimana Uang, Waktu, dan Tenaga Membentuk Kebahagiaan Kita



Write for Us!

Kamu baru saja membaca artikel "Lakukan 5 Langkah Efektif ini agar 'Bocor Halus' Tak Membuat Gaji Menyusut Lenyap". Kamu punya cerita yang ingin dibagikan juga?

Tulis ceritamu di sini !


Nicho Krisna | @nichokrisna

Auditor | Banker | Blogger

BAGAIMANA MENURUTMU ?

Silahkan login untuk memberi komentar