Ketika Perceraian Tak Terelakkan, Masa Depan Anak Tak Harus Dipertaruhkan. Memilih Rukun Tanpa Rujuk, Begini Teman Saya Melakukannya

Marriage

[Image: parents.fr]

7.6K
"Aku tahu perceraian tidak baik. Akan tetapi, dalam situasi yang tidak sempurna ini, aku mengusahakan yang terbaik untuk Stella. Kasihan, dia hanya korban dari orangtuanya."

Haru biru pertikaian setelah perceraian yang tak terelakkan kerap didengar.

Rita dengan getir meratap, "Bagaimana mungkin Budi bisa berubah sedemikian teganya? Aku dan anak-anak ditinggal begitu saja. Bahkan kulkas, TV, diambilnya! Dia tidak peduli melihat Yoan menangis. Seperti robot yang dirasuki iblis ... Tanpa perasaan sama sekali! Padahal Yoan putri kesayangannya."

Budi lupa diri, memilih meninggalkan keluarga dan menikahi selingkuhannya.

Don harus tersingkir dari rumah dan bisnis miliknya sendiri ketika bercerai dengan Linda. Mereka bertikai hingga ke pengadilan. Sebagian anak membela Papanya. Sedangkan sisanya, menyalahkannya. Bak perang, kedua kubu saling serang tanpa henti. Keluarga terpecah-belah. Miris.

Sembilan puluh sembilan persen perceraian yang terjadi menyisakan kisah-kisah pilu berkepanjangan.

Di tengah kumpulan kisah hitam perceraian, terselip kisah nyata teman saya, Bill, yang melegakan. Sebuah kisah tentang kedewasaan dan kebijaksanaan orangtua yang rela mengalahkan ego diri, demi membangun kebahagiaan Sang Putri.



Ketika Lelah Menghadapi Masalah dan Memilih Menyerah

"Karena keasyikan menikmati masa muda, ga terpikir untuk menikah. Apalagi kehidupan mahasiswa di Belanda sungguh nyaman," Bill memulai kisahnya. "Sampai akhirnya ketika siap menikah, baru sadar, teman-teman sebayaku nyaris tak tersisa. Mereka sudah berkeluarga semua. Yang cantik-cantik sudah diambil, keduluan orang lain ... hahaha ...," sambung Bill terbahak.

Menikahlah Bill dengan gadis yang berusia 13 tahun lebih muda. Mereka memiliki seorang putri cantik. Pernikahan dengan rentang usia cukup jauh, tidaklah mudah. Perbedaan tingkat kedewasaan, pola pikir, cara pandang, prioritas hidup, dan hal-hal kecil lain mewarnai rumah tangga mereka. Terlebih lagi keluarga Vera - istrinya, tidak jarang mencampuri urusan keluarga baru ini.

Gesekan demi gesekan kian hari kian meruncing. Vera memiliki kelompok teman seusia, mereka rutin hang out. Di antaranya, ada seorang teman tapi mesra - begitu istilah populernya. Tidak sampai terjadi perselingkuhan, namun mempersulit terjadinya pemulihan hubungan Vera dengan Bill. Masalah-masalah yang berceceran di sekeliling pernikahan mereka seolah diramu menjadi satu, hingga tiba pada suatu titik, bisnis Bill goyah.

Keputusan untuk bercerai tak terelakkan lagi. Keduanya lelah menghadapi rangkaian masalah yang bertubi-tubi.

[Image: jjie.org]

Mereka menyerah.

Baca Juga: Waspada! Inilah 5 Hal Sepele yang Menyebabkan Keretakan Rumah Tangga



Tetap Bersikap Anggun meski Terluka

Bill pria dewasa yang bijak. Meski terluka dengan perpisahan ini, ia memilih bersikap anggun. Rumah utama mereka ditinggalkannya untuk Vera dan putrinya, Stella, lengkap dengan mobil dan segala fasilitas yang mereka berdua butuhkan. Ia pastikan Stella tetap mendapat kemudahan, seperti saat keluarga mereka masih utuh.

"Aku tahu perceraian tidak baik. Akan tetapi, dalam situasi yang tidak sempurna ini, aku mengusahakan yang terbaik untuk Stella."
[Image: Huffington Post]

"Kasihan ... Dia hanya korban dari orangtuanya. Anak ini tidak pernah memilih dilahirkan. Tanggung jawabku memastikan yang terbaik untuknya, semampu yang aku bisa." ujar Bill arif dengan mata menerawang jauh.

Meski sepuluh tahun telah berlalu, Bill memilih hidup sendiri hingga kini. Dia berhasil memulihkan bisnisnya, bahkan makin maju dan berkembang sekarang.

Beberapa tahun setelah bercerai, Vera sempat ingin kembali. Namun Bill telah patah arang, dia lebih memilih hidup sendiri.

"Lebih enak membujang. Bebas, ga dengar suara omelan," canda Bill.

Baca Juga: Sebagai Anak Korban Perceraian, Inilah 4 Alasan Saya Bisa Tetap Bersyukur dan Percaya Diri



Mengusahakan yang Terbaik dalam Situasi yang Tak Sempurna

Stella kadang kala menginap di rumah Bill. Tidak jarang pula mereka bertiga makan di resto layaknya keluarga utuh.

Tak lama berselang, Vera menikah lagi. Hubungan Bill dengan suami baru Vera juga terjalin baik.

"Aku titip anakku pada suami baru Vera. Sudah selayaknya aku menghargainya. Dengan begitu dia akan menghargai anakku juga," jelas Bill.

Sungguh, kami teman-temannya, kagum .

Kadang-kadang muncul di media sosial foto Stella tengah berlibur dengan mama dan papa tirinya. Di lain kesempatan, fotonya berlibur dengan Bill.

“Sebelum Stella libur, aku tanya sama mantan, 'Liburan sama aku atau kamu?'” Bill menjelaskan.

Mereka kompromi. Demikian pula dengan biaya kebutuhan Stella.

Lama kami tidak bersua.

Hingga suatu sore Lina menelepon, "Yenny, buka FB! Ada foto Bill liburan ke Eropa bertiga dengan mantan istri dan Stella. Apa mereka rujuk kembali? Vera cerai dengan suami barunya?"

Ternyata benar! Menggelitik mengundang tanya di benak teman-teman, ramai menjadi bahan perbincangan, foto-foto liburan mereka di berbagai tempat wisata terkenal di Eropa yang terpampang silih berganti memenuhi Facebook dan Instagram selama lebih dari dua minggu.

Tidak sabar kami semua menantikan cerita Bill saat reuni beberapa waktu setelah kepulangannya dari Eropa.

Ternyata mereka tidak rujuk.

Lalu?

"Suami Vera ga bisa pergi, ada urusan yang tidak bisa ditunda. Rencana semula kami pergi berempat. Jadi dia menyarankan kami pergi bertiga saja."

"Bill, tidur sekamar dengan Vera?" teman-teman menggoda.

"Gaklah ... Aku tahu diri. Sudah dipercaya suaminya, masa aku mau sembarangan?" ujar Bill terkekeh, “Kalau mau, aku sudah rujuk dari dulu.”

"Stella dengan bangga berkisah pada teman-temannya, 'Aku punya dua papa dan keduanya kerja cari duit buat aku!'" cerita Bill pada kesempatan lainnya.

Vera memang tidak memiliki anak dari pernikahannya yang kedua.


Sungguh hubungan yang sulit dimengerti orang pada umumnya. Langka. Rasanya mustahil, tapi nyatanya bisa. Sementara potret keluarga bercerai lainnya begitu pahit dan suram, masih ada kisah unik seperti keluarga Bill.

[Image: shutterstock]

Jika perceraian tak terelakkan lagi dan harus terjadi, alangkah baiknya sikap keluarga ini dijadikan inspirasi.

Demi perkembangan dan masa depan anak, ciptakan suasana sebaik dan semirip mungkin dengan keluarga yang utuh.



Baca Juga:

Puluhan Tahun Mempersiapkan Pasangan untuk Menikah, Saya Menemukan 7 Penyebab Perceraian Ini

3 Nasihat tentang Relasi dari Mereka yang Pernah Bercerai

Seni Merawat Keluarga: 4 Hal yang Harus Dilakukan dan 4 Tanda Keluarga Sehat dan Hangat

Kehidupan Setelah Menikah Tak Seindah Saat Pacaran? Jika Dulu Mengejar Pernikahan, Maka Kini Saatnya Memperjuangkan Hubungan

How To Make Our Families Great Again? Runtuhkan 5 Tembok Penghalang Kebahagiaan Keluarga Ini!



Write for Us!

Kamu baru saja membaca artikel "Ketika Perceraian Tak Terelakkan, Masa Depan Anak Tak Harus Dipertaruhkan. Memilih Rukun Tanpa Rujuk, Begini Teman Saya Melakukannya". Kamu punya cerita yang ingin dibagikan juga?

Tulis ceritamu di sini !


BACA JUGA

Yenny Indra | @yennyindra

YennyIndra memiliki passion untuk menginspirasi pembacanya agar mengalami peningkatan kualitas hidup, dengan cara memahami prinsip kehidupan yang benar. Menata cara berpikir adalah concern-nya. Ibu 4 anak ini aktif menjalankan family business. Keluarga

BAGAIMANA MENURUTMU ?

Silahkan login untuk memberi komentar