Ketika Kata-Kata Melukai Hati, Selamatkan Relasi dengan Melakukan 5 Hal Ini!

Love & Friendship

Maternidade Simples

3.6K
Jika perkataan sudah menorehkan luka di hati, maka beberapa hal ini dapat menolong kita untuk menyelamatkan relasi yang ada.

Meskipun lidah manusia adalah bagian kecil dari tubuh, tetapi lidah memiliki kekuatan untuk menimbulkan efek yang dasyat. Kita tidak boleh meremehkan pentingnya kekuatan perkataan kita. Efek yang dihasilkan bisa positif ataupun negatif. Seperti pisau, jika pisau dipakai oleh ahli masak untuk memotong sayuran dan bumbu sehingga menghasilkan masakan yang lezat. Jika pisau digunakan oleh tangan yang salah untuk keperluan yang salah dan ceroboh maka pisau dapat melukai. Begitu pula dengan perkataan.

Perkataan dapat menimbulkan kebaikan, kata-kata yang baik dapat menghibur, membangun, menenangkan dan memulihkan hati yang luka. Perkataan juga dapat menorehkan luka pada hati.

Jika perkataan sudah menorehkan luka di hati, beberapa hal ini dapat menolong kita untuk menyikapinya.



1. Kenali Permasalahannya

Teman saya baru-baru ini bercerita, jika dia merasa perutnya sangat tegang karena beberapa hari yang lalu dia bertengkar dengan suaminya. Permasalahan yang dianggap sepele oleh istri tidak demikian dengan sang suami. Siang itu, dia bersama beberapa temannya berkumpul disebuah Mall hingga lupa waktu. Jalanan yang macet memperlambat dia sampai di rumah. Ketika sang istri tiba, suami pun membuka pintu dengan amarah. Sederet perkataan yang dilontarkannya cukup membuat teman saya terkejut. Belum sempat menjelaskan apa yang terjadi, perkataan kasar sang suami terus terlontar. Bahkan saat teman saya meminta maaf dan mencoba memberi penjelasan tetap tidak dapat meredakan amarahnya. Keesokan harinya ketika teman saya mencoba untuk meminta maaf, sang suami tidak menggubris.

Jika kamu mengalami hal yang serupa, hal pertama yang harus kamu lakukan adalah kenali dan pahami permasalahannya. Setelahnya, cobalah untuk menempatkan diri pada posisi orang lain.



2. Intropeksi Diri

photo credit: Reader's Digest

Intropeksi diri membutuhkan kerelaan hati, tanpa mengecilkan penderitaan yang kita rasakan sebagai akibat dari tindakkan pasangan kita yang tidak benar. Kita perlu meluangkan waktu untuk melihat ke dalam diri kita sendiri. Bagian yang penting dari proses intropeksi diri ini adalah mengakui reaksi bahwa kita terluka. Aspek penting lain dalam intropeksi diri ini adalah melihat dengan sungguh-sungguh mengapa kita membiarkan pasangan kita melakukan 'penyiksaan' verbal. Apakah memang tindakan kita yang memicu amarahnya? Selanjutnya, saatnya berani untuk terbuka pada pasangan bahwa perkataanya sudah melukai hati kita. Intropeksi diri ini tidak hanya dilakukan oleh yang terluka, tetapi juga pada yang melukai. Secara sadar harus dilakukan oleh kedua belah pihak.



3. Beri Dia Waktu untuk Berubah

photo credit: Reader's Digest

Jika secara sadar pasangan ingin berubah maka mereka yang telah mengalami serangan verbal harus memberi pasangan waktu yang cukup untuk mengubah perilaku. Dibutuhkan waktu yang tidak sedikit untuk mengubah perilaku diri. Dukung pasangan yang berkomitmen untuk berubah menjadi lebih baik.



4. Memaafkan Tanpa Mengungkit Kembali

photo credit: Forgiveness Institute

Hal yang terpenting adalah mengampuni. Dengan mengampuni kita membebaskan diri kita dari penjara ketersiksaan. Mengasihi mereka yang telah melukai kita memang bukan hal yang mudah. Kita semua butuh waktu untuk kembali menunjukkan kasih pada mereka. Seringkali kita gagal, kita akan mengingat luka-luka itu, tapi berusahalah untuk mengelola hati kita.


5. Saatnya Membuka Babak Baru

Perjalanan berumah tangga tidak selalu mulus begitu saja, ada saja 'kerikil-kerikil' yang dapat menghalangi perjalanan. Seberapa pun kerusakan yang diakibatkan oleh sebuah perkataan, masih ada harapan untuk diperbaiki. Kerikil tajam tidak untuk disingkirkan, tetapi sebagai batu loncatan untuk mendapat jalan yang lebih baik.

Dengan saling menolong, membangun, dan mengasihi adalah cara yang tepat untuk membuka babak baru dalam perjalanan rumah tangga.


Buat kamu yang sedang memperjuangkan relasi, artikel-artikel ini akan memberikan inspirasi :


Just Friends alias Sekadar Teman, Mungkinkah dalam Relasi antara Pria dan Wanita?

Si Dia Serius Gak Sih? Wanita, Inilah 10 Tanda Pacar Anda Serius Menjalani Relasi dan Akan Segera Mengajak Anda Menikah!

Wanita, Jangan Sampai Menjadi Korban PHP! Inilah 5 Tanda Pria Tak Serius Menjalani Relasi

Selalu Kembali Rukun Setelah Ribut, Inilah 3 Hal Esensial yang Membuat Relasi Langgeng

Pornografi dan Masturbasi Tak Berbahaya? Salah! Inilah 5 Cara Keduanya Merusak Relasi Suami Istri


Write for Us!

Kamu baru saja membaca artikel "Ketika Kata-Kata Melukai Hati, Selamatkan Relasi dengan Melakukan 5 Hal Ini!". Kamu punya cerita yang ingin dibagikan juga?

Tulis ceritamu di sini !


Elisa Aprilia | @elisaaprilia

BAGAIMANA MENURUTMU ?

Silahkan login untuk memberi komentar