Ketika Hidup Tak Seperti Harapan, Satu Hal ini akan Mengobati Kekecewaanmu

Reflections & Inspirations

[image credit: Residence Progresso]

312
Dalam setiap perjalanan Anda, saya yakin Anda akan memperoleh sebuah pelajaran berharga dan sesungguhnya perjalanan itu tidaklah sia-sia.

Sewaktu kecil, setiap hari libur tiba, kedua orangtua saya sering mengajak saya ke kota Kupang. Kota tempat kelahiran ibu saya. Pada masa itu, Kupang dan Surabaya bagaikan bumi dan langit. Surabaya yang dikenal sebagai kota metropolitan dipenuhi gedung pencakar langit. Lengkap dengan padatnya penduduk yang selalu berangkat dan pulang kerja dalam waktu yang nyaris bersamaan, sehingga kemacetan terjadi di mana-mana. Sementara Kupang di masa itu adalah kota kecil yang tenang. Tidak ada mall, tidak ada gedung pencakar langit, dan nyaris tidak ada kemacetan.

Setiap hari-dalam kenangan saya-saya habiskan untuk bermain di pantai bersama dengan keluarga. Bermain di pasirnya yang dihiasi batu karang dan bermain di air lautnya yang masih jernih dan tenang. Rumah nenek saya di Kupang berhadapan langsung dengan pantai, sehingga sejauh mata memandang, kami bisa menikmati keindahan laut yang tiada batas.

[image: IndonesiaKaya]

Sudah bertahun-tahun saya tidak pernah lagi pergi mengunjungi Kupang. Sudah pasti banyak perubahan yang terjadi di sana. Namun, kenangan akan keindahan pantainya yang masih belum terjamah oleh wisatawan dan keceriaan kami ketika bermain di sana kerap membuat saya rindu. Rindu untuk kembali ke pantai.

Liburan tahun baru ini, karena saya dan keluarga tidak pergi kemana-mana dan tidak ada kesibukan yang berarti, tiba-tiba saja saya ingin sekali melihat pantai. Apalagi kedua anak saya seumur-umur belum pernah melihat pantai. Kalau mall, nyaris setiap hari.

Baca Juga: Sering Mengajak Anak-Anak ke Mall? Inilah Bahaya yang Tak Disadari Orangtua

Awalnya, saya berpikir untuk mengajak anak-anak melihat pantai dari jembatan Suramadu yang terkenal itu. Namun, karena berbagai alasan, termasuk macet dan sebagainya, ayah saya memberi ide agar destinasi kami diubah saja menjadi Lamongan. Sebuah ide yang bagus, karena saya membayangkan di Lamongan kami bisa bermain di pantai seperti ketika saya kecil dulu bermain di pantai Kupang.

Perjalanan ke tempat tujuan hanya sekitar dua jam karena tidak ada hambatan yang berarti. Ketika tiba di Lamongan, hari sudah agak sore, pukul empat. Sementara tempat rekreasi Wisata Bahari Lamongan sudah tutup pukul setengah lima. Karena merasa sudah terlanjur tiba, kami memutuskan untuk bermain di area hotel saja. Dengan harapan kami masih bisa bermain di pantai.

Dengan penuh semangat, kami melanjutkan perjalanan dengan mobil dan tiba juga di Tanjung Kodok Resort. Begitu turun dari mobil saya sudah senang sekali. Apalagi pemandangan air laut yang menyegarkan mata mengundang kami untuk masuk dan bermain di dalamnya. Anak saya juga terlihat girang sekali, ia membayangkan bisa bermain pasir sepuasnya (berbeda dengan “Kinetic Sand”, pasir mainannya di rumah) dan juga bisa main air sepuasnya.

Setelah bertanya pada seorang penjaga yang mempersilahkan kami untuk pergi ke arah Cafe, kami bergegas menuju ke tempat yang ditunjuk oleh bapak penjaga tadi. Akan tetapi, apa yang terjadi?

Lautnya ada, tetapi pantainya tidak ada!



When What You Get is Not What You Want

Seberapa sering hal seperti ini terjadi pada Anda? Apa yang Anda dapatkan tidak sesuai dengan yang Anda inginkan. Saya ingin mengajak anak-anak saya bermain di pantai, tetapi apa daya kalau ternyata hanya ada laut dan tidak ada pantainya.

Kecewa? Sangat!

[image: HJ110]

Lalu apa yang kami lakukan? Kami pulang dengan tangan hampa. Perjalanan selama dua jam yang kami tempuh terasa sia-sia. Yang kami dapat hanya rasa lelah dan kecewa.

Putri saya yang pertama bertanya-tanya dengan bahasa khas anak berusia dua tahun, "Ini mau cari apa ini, Ma? Kok ga sampai-sampai?"

Saya hanya bisa tersenyum masam. "Cari pantai, Nak ... Supaya kamu bisa main pasir."

"Kok jauh?" tanyanya lagi dengan polos.

Akhirnya saya harus menjelaskan mengapa kami harus menempuh perjalanan sejauh ini hanya untuk mencari pantai dan mengapa pada akhirnya kami harus pulang tanpa sempat bermain di pantai.

Lalu anak saya menjawab dengan tenang. "Cha-Cha ga mau ke pantai, Ma ... Ke Mall aja ..."

Baca Juga: Move Up! Beranilah Melangkah untuk Meraih yang Lebih Baik



You Never Miss Something You've Never Had

Seperti jawaban simpel anak saya yang selama ini hanya mengetahui bahwa Mall adalah tempat tujuan utama ketika jalan-jalan, maka ia sama sekali tidak peduli bahwa kami gagal melihat pantai. Karena ia tidak pernah tahu asyiknya bermain di pantai. Ia belum pernah merasakan menginjakkan kakinya di pasir atau membangun istana pasir. Ia belum pernah merasakan mengejar ombak atau berusaha bertahan dari terjangan ombak. Yang ia tahu, hari ini kami tidak mengajaknya bermain di Mall. Itu saja.

Baca Juga: Kala Badai Menerpa dan Kamu Merasa Telah Kehilangan Segalanya, Ingatlah Ini Saja



If You Want Something You've Never Had, You Must Be Willing to Do Something You've Never Done

Di awal tahun ini, apakah yang menjadi harapan kita? Berhasil dalam pekerjaan? Sukses dalam mencari jodoh? Atau berhasil menyelesaikan studi dengan nilai cemerlang? Jika hal itu masih menjadi harapan, berarti sebelumnya kita belum berhasil mendapatkannya bukan?

[image: onmilwaukee]

Mungkin Anda memiliki “pantai” di dalam hidup Anda yang ingin Anda capai, tetapi masih belum berhasil. Mungkin Anda sudah melewati lebih dari empat jam perjalanan pulang pergi tanpa membawa hasil apa-apa selain rasa lelah dan kecewa.

Di awal tahun yang baru ini, saya ingin mengajak rekan-rekan sekalian untuk tidak menyerah begitu saja dan mencoba menempuh jalan lain yang bisa membawa kita pada tujuan. Bisa jadi kali ini Anda berhasil mendapatkan apa yang Anda inginkan atau butuhkan, bisa juga Anda masih gagal dan harus mencoba lagi.

Jangan khawatir, dalam setiap perjalanan Anda, saya yakin Anda akan memperoleh sebuah pelajaran berharga dan sesungguhnya perjalanan itu tidaklah sia-sia.

Sembari menyetir suami saya berkata, "Tidak masalah kita tidak bisa melihat pantai, yang penting, kan, kita bisa liburan bersama-sama. Jarang-jarang kan kita bisa berkumpul seperti ini."


Baca juga:

Liburan Bersama Anak-Anak, Dari Mereka Saya Belajar 3 Hal Penting Ini

Liburan Gak Harus Jalan-Jalan, Coba Ini: 10 Cara 'Baru' untuk Menikmati Liburanmu




Write for Us!

Kamu baru saja membaca artikel "Ketika Hidup Tak Seperti Harapan, Satu Hal ini akan Mengobati Kekecewaanmu". Kamu punya cerita yang ingin dibagikan juga?

Tulis ceritamu di sini !


Beatrice Fella | @Beatricefella

A wife and a mother of two beautiful daughters. -I'll feed you love and I hope that's enough to inspire you through suffering, holding you up-

BAGAIMANA MENURUTMU ?

Silahkan login untuk memberi komentar