Kembali Melakukan Bulan Madu Setelah 7 Tahun Pernikahan, Kami Bertambah Mesra dan Mendapatkan 4 Pelajaran Berharga Ini

Marriage

photo credit: cameronfayephotography

6.5K
Keputusan untuk berbulan madu di tengah pernikahan yang sedang berjalan bukan hal yang mudah, mengingat kami sama sekali belum pernah meninggalkan kedua anak kami, untuk beberapa hari.

Pernikahan kami memang belum dapat dikatakan memiliki usia yang panjang, namun kami memutuskan untuk mengambil waktu berduaan pada saat memasuki tahun ke-7. Keputusan untuk berbulan madu di tengah pernikahan yang sedang berjalan bukan hal yang mudah, mengingat kami sama sekali belum pernah meninggalkan kedua anak kami, untuk waktu yang cukup lama dalam beberapa hari.

Keputusan ini juga jelas berbeda dengan suasana menyambut bulan madu sewaktu kami hendak menikah tujuh tahun yang lalu.

Keputusan ini juga tidak didasarkan kepada kondisi pernikahan kami yang mungkin orang lain pikir, sedang dalam permasalahan kronis, sehingga memerlukan waktu khusus berdua sebagai pasangan suami-istri. Terlepas dari beberapa pemikiran di atas, akhirnya kami mengambil waktu untuk kembali kepada suasana “berduaan” sebagai pasangan suami-istri yang sudah memasuki tahun ketujuh dan memiliki dua orang putri seusia anak TK.


Berlatih, belajar, dan mengalami momen yang bahagia sebagai suami-istri

Kami memilih untuk kembali menapak tilas pernikahan kami dari tahun-tahun awal sampai saat ini. Merasakan kembali bagaimana pada saat pulang ke rumah, sama sekali tidak ada suara anak-anak yang menyambut kami. "Rasanya kok, aneh ya?" kami saling berkata dan menatap sebagai suami-istri, kami pun tersenyum dan tertawa.

Kami juga berkendara dengan sepeda motor, sama seperti di awal-awal tahun pernikahan kami. Helm dan jaket yang sama, kami bisa pakai kembali. Sekali lagi, kami pun tersenyum dan tertawa sepanjang perjalanan berdua mengendarai sepeda motor. Kami juga menuju kota dan tempat tinggal di masa awal pernikahan kami, singgah di beberapa tempat warung makanan langganan, untuk menikmati sedapnya masakan mereka yang menjadi favorit kami dahulu.

Baca juga: Menjadi Suami Idaman, Kesayangan dan Kebanggaan Istri, Ini Rahasianya


photo credit: Shutterstock

Melewati kedua rumah sakit di mana dua buah hati kami dilahirkan, sembari saling bertanya, "Ingat tidak dulu kakak dan adik lahir di sini?" Melewati rumah dan daerah di mana kami dulu tinggal, dan berkata, "Dulu kita sering jalan-jalan sama anak-anak ya, di daerah ini."

Bahkan, kami hampir saja mampir ke apotek terdekat dari tempat tinggal kami dulu. Di situ kami mengingat masa di mana anak-anak kami belikan obat karena sakit, atas rujukan dan diagnosa dari dokter umum, tetangga kami yang selalu memberikan pelayanan dengan gratis. Kami berdua juga sempat untuk memanjakan diri di penginapan dan tempat makan yang khusus.

Baca juga: Hubungan Terasa Jenuh dan Membosankan? Jangan Dulu Menyerah dan Memilih Pisah. Hidupkan Kembali Cinta, Sekali Lagi Saja

Di sana kami berusaha kembali menikmati kesendirian dalam waktu berduaan kami, di kamar dan melalui setiap percakapan makan malam. Melalui beberapa peristiwa itu, kami saling berkata, "Ternyata sudah tujuh tahun berlalu yah!"


Mengenang masa-masa pernikahan yang membahagiakan

photo credit: MomJunction

Waktu berdua, di dalam bulan madu, kami mengenal dan mengingat kembali bahwa kenangan tidaklah selalu pahit! Itu yang kami coba bangun, yakni untuk mengenang masa-masa pernikahan kami yang membahagiakan. Mengingat kembali beragam kisah dan momen yang kami harap membuat kami makin mengenal satu dengan yang lain.

Kenangan itu menimbulkan rasa senang, sedih, getir, haru dan berbagai emosi lain yang bercampur aduk.

Kami berharap, ingatan-ingatan itu membuat kami tidak lupa dengan siapa diri kami, suami dengan dirinya dan istri dengan dirinya. Termasuk kami dengan pasangan kami, satu terhadap yang lain. Pengenalan itu adalah proses yang perlu kami garap dalam pernikahan kami.


Mempererat relasi berdua


Waktu berdua, di dalam bulan madu, membuat kami mengalami relasi yang makin dalam. Kehadiran anak-anak di tengah-tengah keluarga disadari atau tidak membuat kami "berelasi melalui" anak-anak kami. Dinamika relasi suami-istri seolah "tertutup" dengan segala urusan anak. Kehadiran dua buah hati kami, bisa menjadi "interupsi" relasi yang harusnya kami jalin sebagai suami-istri.

Baca juga: Waspada! Inilah 5 Hal Sepele yang Menyebabkan Keretakan Rumah Tangga

Waktu berduaan di dalam bulan madu itu membuat kami kembali mengalami relasi yang diperdalam. Ya, hanya kami berdua dan tidak ada pihak yang lain. Di situ juga muncul kesempatan untuk kami mengungkapkan segala sesuatu tentang diri kami, dengan tujuan menjalin kembali relasi sebagai pasangan suami-istri.

Kami saling menatap, melirik, menyapa, berbicara, berbisik, bercanda, menyentuh, bergandengan, berpelukan, dan melakukan berbagai hal berdua dan hanya berdua saja.


Melatih diri untuk percaya dan memercayakan

Percaya kepada anak dan memercayakan anak kepada orang lain, menjadi proses latihan kami. Kebahagiaan dan segala proses mendidik dan mengasuh anak-anak seringkali membuat kami secara tidak sadar menganggap mereka, buah hati kami, adalah milik kami semata-mata.

Setelah sekian lama, di dalam pernikahan kami yang belum pernah menitipkan anak kepada orang lain dan percaya kepada anak-anak kami bahwa mereka bisa "bertahan hidup" tanpa kami, akhirnya kami berusaha melatih diri untuk percaya kepada mereka dan mempercayakan mereka kepada orang lain.

Baca juga: Menjadi Istri Kesayangan dan Kebanggaan Suami, Ini 4 Rahasianya

Orang tua kami, oma dan opa dari buah hati kami mendapatkan kepercayaan itu dan anak-anak kami pun juga memperoleh kepercayaan dari papa-mamanya. Kami pun, juga berlatih percaya dan memercayakan.

Melewati bulan madu di tengah-tengah pernikahan kami, mengajak kami terus untuk menjadikan pernikahan sebagai tempat pelestarian cinta kasih. Selamat menikmati bulan madu kembali. Selamat mencoba!


Demi keharmonisan rumah tangga, sila baca tulisan-tulisan inspiratif ini :

Bahagia, Meski Menderita Kanker dan Tak Berlimpah Materi. Bahwa Bahagia Sejatinya Perkara Hati, Keluarga Ini Membuktikannya

Inilah 4 Langkah Sederhana namun Efektif untuk Menyegarkan Relasi dengan Pasangan, namun Sering Terlupakan

Ingin Cinta Tetap Manis Sepanjang Usia? Begini Caranya



Write for Us!

Kamu baru saja membaca artikel "Kembali Melakukan Bulan Madu Setelah 7 Tahun Pernikahan, Kami Bertambah Mesra dan Mendapatkan 4 Pelajaran Berharga Ini". Kamu punya cerita yang ingin dibagikan juga?

Tulis ceritamu di sini !


Natanael DBJ Pratama | @natanaeldbjpratama

BAGAIMANA MENURUTMU ?

Silahkan login untuk memberi komentar