Keluarga : Bukan Surga, Bukan Neraka. Tiga Hal ini yang akan Membuat Kita Mencintai Keluarga Apa Adanya

Reflections & Inspirations

[photos : riveroflife]

4.8K
Di dalam rumah terdapat keluarga. Keluarga yang hangat akan membentuk kita menjadi pribadi yang hangat. Keluarga yang rukun dan saling bekerja sama akan membentuk kita menjadi pribadi yang peduli akan orang lain.

Rumah dengan keluarga di dalamnya memiliki dampak yang sangat besar bagi kehidupan kita. Bagaimana kita sekarang ini ditentukan bagaimana rumah kita. Tanpa kita sadari rumah membentuk kita. Rumah menjadikan kita ‘seseorang’.

Ketika kita berkelana mencari jati diri, sesungguhnya rumahlah tempat kita menemukan diri kita sebenarnya. Tidak ada instansi yang lebih indah dan kudus yang diciptakan Tuhan, selain keluarga. Dari sinilah perjalanan kita berawal.

Keluarga yang hangat akan membentuk kita menjadi pribadi yang hangat. Keluarga yang rukun dan saling bekerja sama akan membentuk kita menjadi pribadi yang peduli akan orang lain. Keluarga yang kaku akan membentuk kita menjadi pribadi yang sulit dibentuk. Keluarga yang kasar dan seenaknya sendiri akan membentuk kita menjadi pribadi yang sulit diatur.


Akankah kita kembali?

Tidak semua rumah menjadi surga bagi kita. Kadang, rumah justru menjadi neraka yang turun ke bumi, membuat kita tidak tahan berada di dalamnya. Ketika rumah mampu menyediakan apa yang menjadi kebutuhan, yaitu rasa aman, kasih sayang, kepercayaan, hormat, kita akan selalu pulang ke rumah. Home sweet home. Namun, ketika rumah memberi kita kecurigaan, penghakiman, tuntutan, mungkin inilah yang namanya neraka.

Dalam perjalanan kehidupan, kita berjuang mencapai tujuan tertentu. Rumah dengan keluarga di dalamnya, seperti kapal yang akan membawa kita menuju tujuan. Apa yang terjadi di dalam kapal akan menentukan kenyamanan dan keselamatan dalam mencapai tujuan.

Ada beberapa hal yang perlu kita ingat tentang rumah dan keluarga di dalamnya.


1. Yakini bahwa rumah, yakni keluarga, adalah awal dan akhir perjalanan kita


Keluarga adalah satu dan bukti kasih Tuhan bagi kita. Kita tidak bisa memilih di keluarga mana kita dilahirkan dan tinggal di dalamnya. Kita ditaruh dalam sebuah keluarga yang akan selamanya menjadi keluarga kita dan tidak mungkin pindah ke keluarga lain. Hukum dapat membuat status kita menjadi bukan keluarga, tapi hubungan darah menjadi pengikat keluarga.

Yakinilah bahwa rumah akan menjadi akhir perjalanan kita. Tetapi bagaimana mungkin kita mau pulang jika rumah menjadi tempat yang tidak menyenangkan hati?

Bangunlah rumah kita di atas pondasi yang benar. Kebenaran yang akan membuat pondasi kita kuat. Kebenaran yang akan menentukan arah tujuan kita ke arah yang benar. Mau seperti apa keluarga kita ditentukan dari saat kita menaruh batu pondasi itu.

Baca juga: Berniat Kabur dari Rumah dan Melarikan Diri dari Masalah? Renungkan Dulu Tiga Hal Ini


2. Sadari bahwa perjalanan ini yang membentuk kita

[photo : mormonhu]

Perjalanan kita bersama seisi rumah kita adalah sebuah proses. Besi menajamkan besi, demikian manusia menajamkan manusia. Kita dibentuk, dikikis, dipahat, bahkan dipaku oleh orang-orang terdekat kita, dan itu adalah keluarga.

Respon yang benar akan membawa kita melewati proses menjadi pribadi yang terpahat baik. Tidak mudah. Tidak ada proses yang mudah. Sakit. Ya, tidak ada yang lebih menyakitkan dibandingkan ketika kita 'diproses' oleh orang terdekat kita.

Jangan menghindar! Perjalanan inilah yang membentuk kita.

Baca Juga : Kelelahan dan Stres adalah Tanda bahwa Peran Rumah yang Terpenting ini Telah Terabaikan


3. Jika kapal goyah, tarik layar, ambil kayuhmu!

[photos : metrofiles]

Bukan tidak mungkin kapal kita goyah. Arus dan ombak yang dihadapi tidak dapat diprediksi. Sepintar-pintarnya nahkoda dan awak kapal, kapal dapat goyah bahkan karam. Tapi ketika seisi rumah sepakat dan bekerja bersama, badaipun dapat dilewati.

Jangan menyerah! Teruskan sampai di tujuan akhir. Saat kita mulai terombang-ambing, jangan diam saja, bangkitkan semangat seisi keluarga untuk berjuang bersama. Tidak ada yang boleh tertinggal karena ini adalah tanggung jawab bersama.



Tulisan-tulisan ini akan memberikan inspirasimu untuk bertumbuh dan makin mencintai keluarga :

Inilah 5 Khasiat Pelukan dan Ciuman yang Seringkali Tak Terpikirkan, Padahal Memperkuat Relasi dan Keluarga

Tinggal Serumah dengan Mom[ster] in Law? Inilah 8 Rahasia Saya untuk Bertahan dan Lulus Sebagai Menantu Perempuan Kesayangan Mama Mertua

6 Perisai Pertahanan Ketika Tinggal di Pondok Mertua Indah

Waspada! Inilah 6 Masalah Keuangan yang Dapat Menghancurkan Kebahagiaan Rumah Tangga


Write for Us!

Kamu baru saja membaca artikel "Keluarga : Bukan Surga, Bukan Neraka. Tiga Hal ini yang akan Membuat Kita Mencintai Keluarga Apa Adanya". Kamu punya cerita yang ingin dibagikan juga?

Tulis ceritamu di sini !


Nyssa Chandra | @nyssachandra

BAGAIMANA MENURUTMU ?

Silahkan login untuk memberi komentar