Kebiasaan Menunda Menghilangkan Banyak Kesempatan Berharga. Inilah 5 Hal yang Menolongmu Mengalahkan Rasa Malas

Reflections & Inspirations

photo credit: Cosmopolitan

5.8K
Waktu berjalan terus. Bagaimana memakainya, itu terserah kita. Suatu saat waktu akan habis bagi kita. Makanya kita perlu menyediakan waktu untuk melakukan hal yang baik.

Merasa waktu selalu kurang untuk melakukan sesuatu? Atau sering menunda lalu menyesal karena tidak bisa menaklukkan kemalasan? Kebiasaan menunda memang kadang menjadi hal yang sulit ditaklukkan. Saya dan sahabat saya pun terkadang tak lepas dari kebiasaan buruk ini. Memang bukan dalam semua hal kami sering menunda. Tapi sepertinya ada beberapa area dalam hidup yang perlu saya perbaiki. Misalnya menunda menulis buku dengan alasan main game, menunda membaca buku karena keasyikan menonton serial TV favorit, dan banyak hal lainnya. Kamu pernah mengalaminya juga?

Setelah menunda, hasilnya adalah menyesal. “Coba kalau tadi menulis, pasti sudah jadi beberapa halaman.” atau "Andai saja saya belajar, pasti hasil ujian tidak terkapar." Biasanya, kebiasaan menunda ini akan hilang dengan sendirinya kalau sudah deadline. Tapi setelah itu berulang lagi. Sampai akhirnya kita menyerah dan menganggapnya sebagai kelemahan.

Ada seorang sahabat saya yang belum pernah membaca satu buku pun hingga tuntas. Padahal dia telah berusia 33 tahun. Selama sepertiga abad hidupnya, dia tidak pernah membaca buku sampai tuntas, walau buku yang paling tipis sekalipun. Tapi sewaktu pilkada serentak kemarin, dia berhasil menaklukkan kemalasan dan tidak lagi menunda untuk menyelesaikan membaca buku hingga halaman terakhir. Ini suatu sejarah! Paling tidak untuk dirinya sendiri.

Usut punya usut, ternyata inilah 5 cara yang sahabat saya lakukan dalam menaklukan rasa malas dan kebiasaan menunda.


Sediakan waktu

photo credit: Tips For Beautiful Women and Healthy

You may delay, but time will not. Begitu kata Benjamin Franklin. Kita punya jumlah waktu yang sama. 24 jam sehari, 7 hari seminggu. Cara kita mengelolanya sesuai prioritas yang membuat perbedaan. Supaya tidak menunda melakukan sesuatu, sediakan waktu untuk melakukan apa yang penting buatmu.

Waktu berjalan terus. Bagaimana memakainya, itu terserah kita. Suatu saat waktu akan habis bagi kita. Makanya kita perlu menyediakan waktu untuk melakukan hal yang baik.

Baca juga: How to Sell Yourself: Rahasia Sukses 'Menjual Diri' dan Meraih Keberhasilan dalam Hidup


Jangan berhenti sampai selesai

photo credit: Neatorama

Sahabat saya membaca buku Building a Meaningful Startup karya Brilliant Yotenega sampai selesai. Bagaimana dia yang sebelumnya menyediakan waktu 10 menit untuk membaca saja tidak bisa, akhirnya malah duduk untuk membaca sampai selesai? Itu karena dia tidak berhenti sampai selesai. Tidak berhenti, walau kadang harus memaksa diri.

Suatu pekerjaan yang dikerjakan sampai tuntas pasti mendatangkan kepuasan. Karena itu kerjakanlah hal yang baik sampai selesai. Jangan berhenti sebelum selesai.


Temukan hal yang menarik

photo credit: Shutterstock

Misalnya kita mengganti waktu belajar dengan main game atau menonton drama. Itu karena game dan drama lebih menarik daripada belajar. Bayangkan kalau belajar itu asyik. Pasti kita akan lebih memilih untuk belajar.

Temukan sisi menarik dari melakukan hal yang baik. Bandingkan sisi menariknya dengan hal lain yang menggodamu untuk menghabiskan waktu dengannya.

Para pencuri waktu itu selalu akan tertawa waktu melihatmu menyesal karena memakai waktu untuk hal yang tidak prioritas.

Baca Juga : Inilah Satu Kunci Sukses Membina Hubungan, Baik dengan Pasangan, Anak, maupun Rekan Bisnis


Singkirkan semua pilihan selain melakukan hal yang baik

photo credit: wiseGEEK

Ini saya dapatkan dari sahabat saya. Tips ini mengingatkan saya akan sebuah video di Ted. Judulnya How to Make Healthy Eating Habit Unbelievably Easy.

Kalau kita menyingkirkan semua opsi jelek yang bisa kita ambil untuk menunda. Semua pilihan untuk memuaskan kemalasan kita singkirkan. Maka pilihan yang tersisa hanyalah melakukan hal yang baik.

Hal yang memang menjadi prioritas kita. Tidak menunda bukan lagi jadi masalah. Ketika pilihan yang mendistraksi kita dari melakukan yang baik tidak lagi ada. Itulah saatnya menunda bukan lagi jadi kelemahan kita. Tidak menunda menjadi satu-satunya pilihan.


Percayalah pada dirimu sendiri, kamu pasti bisa!

photo credit: Lmt-lss

Aku yakin pasti bisa. Demikian ending lirik lagu dari Citra Scholastika, Aku Pasti Bisa. Kalau kita yakin kita bisa tidak menunda. Jika saja kita punya keyakinan yang teguh. Kita pasti bisa. Bisa untuk segera melakukan hal yang baik. Bukan nanti, tapi sekarang. Keyakinan menjadi bahan bakar untuk melakukan 4 hal di atas.

Yakinkan dirimu kalau kamu bisa, maka pasti akan bisa. Walaupun kadang tetap gagal, yakinlah untuk mencoba kembali.

Sekarang saatnya melakukan hal yang baik. Jangan tunda lagi. Kamu sudah tahu bagaimana caranya supaya tidak menunda lagi. Jangan biarkan kemenanganmu direnggut oleh kemalasan. Salah satu orang terbijak di dunia pernah berkata, “Hai pemalas , pergilah kepada semut, perhatikanlah lakunya dan jadilah bijak.”

Semut saja tidak pernah menunda. Masa kamu menunda? Malu ah sama semut.


Tingkatkan produktivitas hidupmua, gunakan waktu dengan baca. Baca tulisan inspiratif ini :

Jenuh dengan Pekerjaan? Jangan Buru-Buru Resign, Coba Lakukan Dulu 3 Hal Ini!

Kaya: Tak Sekadar Meraih Banyak Uang, namun juga Hidup Penuh Berkat. Inilah 5 Caranya

Sudahkah Kita Benar-Benar Bahagia? Mari Periksa, Bagaimana Uang, Waktu, dan Tenaga Membentuk Kebahagiaan Kita

Setelah Menulis Biografi Orang-orang Sukses, Saya Menemukan Sukses Sejati Hanya Membutuhkan Satu Hal Ini


Write for Us!

Kamu baru saja membaca artikel "Kebiasaan Menunda Menghilangkan Banyak Kesempatan Berharga. Inilah 5 Hal yang Menolongmu Mengalahkan Rasa Malas". Kamu punya cerita yang ingin dibagikan juga?

Tulis ceritamu di sini !


Andre Priyono | @andrekhrisna

BAGAIMANA MENURUTMU ?

Silahkan login untuk memberi komentar