Inilah Trik dan Rayuan Pria untuk Mengajak Berhubungan Seks Sebelum Menikah. Kamu Harus Bisa Menolak! Begini Caranya

Singleness & Dating

[Image: hair.she.com]

483.4K
Kejatuhan anak-anak muda dalam seks pranikah seringkali bukan disebabkan karena keinginan diri mereka pribadi untuk melakukan seks itu sendiri, melainkan karena menyerah pada keinginan dan tekanan permintaan dari pacar mereka.

Pacar selalu menjadi seseorang yang istimewa dalam hati kita. Ia adalah pribadi yang dapat menceriakan suasana hati. Hidup terasa semakin indah dengan kehadirannya. Sosoknya memberikan semangat dan mengusir rasa sepi yang selama ini melanda.

Namun, pacar, dapat pula menjadi sumber kegalauan hati, khususnya ketika dia meminta "permata" satu-satunya yang kita miliki untuk diserahkan kepadanya sebelum pernikahan, keperawanan kita. Permintaan untuk melakukan hubungan intim selama pacaran, entah itu dengan rayuan, tipuan, ataupun ancaman adalah tekanan seksual yang sering terjadi dalam hubungan pacaran.

Pernah terbayang gimana rasanya kalau itu terjadi padamu? Atau, kamu malah pernah menghadapi langsung pacar yang seperti itu? Terbayangkah bagaimana beratnya pergumulan dan kesulitan ketika harus menolak tekanan seksual dari pacar?

Pergumulan berat untuk menolak permintaan pacar bisa muncul karena rasa sayang kepada pacar. Namun, di sisi lain, ternyata ada faktor yang juga sangat menentukan mampu atau tidaknya seseorang menolak ajakan hubungan intim sebelum pernikahan, yaitu faktor citra diri dan konsep relasi yang sehat.


“Pacarku berulang-ulang meminta aku melakukannya, mula-mula aku menolak, tapi dia selalu nampak sangat sedih setiap kali kutolak. Akhirnya aku jatuh juga.”

“Semua teman kost melakukannya, maka akhirnya aku juga melakukannya.”


Dalam setiap tekanan, selalu terkandung unsur kebohongan.

Kebohongan bahwa jika kamu menolak permintaan sang pacar berarti kamu bukanlah seorang pacar yang baik. kebohongan bahwa seolah-olah seks pranikah dalam pacaran adalah gambaran relasi yang sewajarnya di zaman ini. Itu semua bohong. Tidak benar.

Kejatuhan anak-anak muda dalam seks pranikah seringkali bukan disebabkan keinginan diri mereka pribadi untuk melakukan seks itu sendiri, melainkan karena menyerah pada keinginan dan tekanan permintaan dari pacar mereka.

Berikut adalah teknik-teknik menolak permintaan dari pacar untuk melakukan seks pranikah. Akan tetapi, teknik-teknik ini hanya akan menolongmu kalau kamu lebih dahulu menepis kebohongan-kebohongan tentang citra diri dan memahami konsep relasi yang wajar dan sehat.


Pacar: "Jika kamu mencintaiku, buktikanlah! Mari kita 'melakukannya'."

Banyak yang akan merasa "bersalah" jika menolak permintaan semacam ini. Umumnya sih rasa bersalah itu timbul karena takut diangap bahwa dirinya kurang atau malah tidak mencintai pacar, atau sedang menjalani relasi tanpa cinta.

Padahal, sebenarnya kamu justru sedang membuktikan cinta yang sejati ketika kamu menolak permintaan ini. Yang namanya cinta sejati itu akan menjaga diri dan pasangan dengan hati-hati, termasuk menjaga kesucian. Tujuannya? Supaya dapat memberikan diri sebagai hadiah yang utuh pada suami berdasarkan komitmen pernikahan kelak.

Jawablah: "Kalau memang kamu cinta aku, hormati kesucianku, dan sabarlah menunggu hingga pernikahan. Itulah cinta sejati menurutku."


Pacar: "Ayolah, hari gini ML dengan pacar itu sudah biasa!"

Merasa dituduh 'jadul' dengan kalimat permintaan semacam itu? Sekali lagi, yang diserang adalah citra diri dan gaya hidupmu.

Jawablah: "Apakah kamu akan tetap merasa biasa jika setelah ML kamu mengalami penyakit menular seksual? Apakah hidupmu akan tetap biasa jika punya anak sebelum menikah? Akankah semuanya tetap biasa jika hatimu terluka? Dan, yang paling penting, apakah Tuhan dan orangtuamu juga akan maklum dan menganggap itu semua sebagai 'sudah biasa'? Kalau benar sudah biasa, mengapa banyak yang remaja yang jadi stres karena putus dengan pacar setelah ML dengannya? Konsekuensi seks pranikah tak akan pernah membuat kita menjadi seperti biasa lagi. So, aku tidak mau!"


Pacar: "Semua orang juga melakukannya, mengapa kita tidak?"

HA HA, memangnya kamu anak kecil yang dapat dibohongi begitu saja? Lihatlah sekelilingmu, lihatlah ke dunia yang lebih luas lagi, benarkah semua orang yang berpacaran melakukan hubungan intim sebelum menikah? Ini adalah nonsense, omong kosong yang paling mudah dijawab.

Jawablah: "Waduh, jangan gitu dong, nanti banyak orang marah kalau semua dianggap melakukan seks pranikah selama pacaran. Aku yakin tidak semua orang melakukannya. Apa perlu kupanggilkan orang-orang yang tidak ML selama pacaran? Masih banyak lho, masih hidup lagi."


Pacar: "Ga apa-apa kok, ga ada yang tahu selain kita berdua."

Haiz, rasanya cuma orang yang gak percaya bahwa Tuhan itu ada dan IA Maha Tahu saja yang akan menerima alasan itu. Sebagai orang beragama, kita tahu kalau selalu ada Tuhan, malaikat, dan setan yang melihat apapun yang kita perbuat. Lalu setelah kita melakukannya, bagaimana? Di mata Tuhan jelas kita berdosa, di mata setan kita bakalan jadi bahan tertawaan dan akan segera dibombadir dengan banyak masalah lain.

Jawablah: "Yang bener hanya kita berdua yang tahu? Terus Tuhan, malaikat, dan setan lagi pada kemana kok bisa gak tahu? Ngumpet?"


Pacar: "Aku pasti menikahimu! Jangan takut melakukannya sekarang."

Hmm.. Hebat sekali pacarmu kalau berani mengungkapkan kalimat demikian. Yakin banget dia kalau masih akan ada hari esok baginya. Mungkin Ia belum pernah dengar, banyak kisah nyata calon pengantin yang calon suami atau istrinya meninggal menjelang pernikahan. Atau, apa dianggapnya kamu ga pernah tahu kalau banyak laki-laki yang mutusin pacarnya justru setelah ML dengannya?

Jawablah: "Nobody knows his future. Jujur, aku ga tahu apakah aku atau kamu masih bakal hidup atau tidak sampai hari pernikahan nanti. Aku juga ga tahu apakah kamu masih bisa setia padaku atau tidak sampai ke pernikahan. Kalau memang serius mau menikahiku kelak, tunggulah sampai hari itu tiba, baru kita melakukannya."


Pacar: "Kamu benar-benar memesona. Aku sangat menginginkanmu."

Wuih, rayuan semacam ini. Maut banget, ya! Tapi girls, pergunakan akal sehat sebelum mengambil keputusan apapun. Jangan biarkan emosi sesaat mengendalikanmu. Baca ini baik-baik:

Bukankah ini sebenarnya sebuah penghinaan, meminta keperawananmu - sesuatu yang paling berharga dari dirimu, dengan alasan hanya karena dia ingin?

Apa hak dia? Siapa dia? Ingat, hanya suami, yang dengannya kamu mengikat komitmen pernikahan, yang berhak mendapatkan permatamu.

Jawablah: "Wah, gampang bener kalo aku sampai memberikan diriku kepadamu hanya karena kamu bilang bahwa aku memesona dan kamu mau padaku. Murah banget, ya?"


[Image: amomamok.blogspot.com]


Pacar: "Mari lakukan, dan kamu akan tahu bahwa tidak ada pria lain yang mencintaimu seperti diriku."

Dunia ga selebar daun kelor. Kamu masih punya banyak pilihan. Masih banyak cowok baik-baik yang bisa mencintaimu apa adanya, tanpa menuntut seks pranikah.

Jawablah: "Justru yang aku mau adalah pria yang mencintaiku tanpa meminta seks pranikah, tidak seperti kamu."


Pacar: "ML akan mempererat ikatan batin kita."

Tidak benar! Yang benar: ML dalam masa pacaran akan merobek kepercayaan dan respek diantara kalian berdua.

Setelah melakukan seks pranikah akan muncul rasa khawatir dan curiga dalam dirimu bahwa dia juga akan melakukannya dengan orang lain. Tapi, memang tidak ada jaminan bahwa dia tidak akan melakukannya dengan orang lain, bukan? Tidak ada ikatan perjanjian pernikahan sah yang pernah kalian buat sebelum melakukannya, kan? Realita menunjukkan, pasangan yang menikah namun telah melakukan hubungan intim sebelum pernikahan seringkali tidak harmonis karena respek di antara mereka telah hilang.

Jawablah: "Itu mitos! ML semasa pacaran justru merusakkan ikatan emosi. Kita akan saling curiga, saling menyalahkan, menyesal, bahkan bisa muak satu sama lain."

Baca juga: Seks Pranikah: Selain Keperawanan dan Keperjakaan, 3 Hal ini Ikut Lenyap


Pacar: "Kalau bukan sekarang, kapan lagi?"

Apa masih perlu penjelasan panjang lebar untuk menjawab pertanyaan macam ini? Kayaknya sih ga perlu, ya!

Jawablah: "Ya habis married dong!"


Masih banyak rayuan-rayuan pulau kelapa dan jebakan-jebakan Batman lainnya yang bisa datang padamu selain yang tertulis dalam artikel ini. Sebingung apapun kamu memikirkan jawaban untuk menolaknya, kamu tetap punya satu jawab pamungkas yang dapat kamu gunakan untuk segala jenis rayuan dan jebakan itu:

“Aku TIDAK MAU menyerahkan keperawananku kepada orang yang belum menikahiku!"

[Image: bunadimineata.ro]

Selain itu, kamu juga harus menjaga diri baik-baik. Bagaimana caranya? Jangan berada berduaan saja di tempat sepi atau di dalam kamar, atau di rumah ketika tidak ada orangtua di sana. Tolak ajakan menonton video porno, baik sendiri ataupun bersama. Situasi-situasi tersebut umumnya membuat banyak remaja dan pemuda menjadi lebih sulit untuk menolak permintaan pacar mereka, karena keinginan seksual mereka sudah terlanjur terbangkitkan, sebelum waktunya.

Ingat, kamu amat berharga dan mahal! Hanya pria yang mau menjagamu dengan hati-hati dan menunggu hingga pernikahan lah yang layak mendapatkan keperawananmu. Pria itu ada, Ia menantimu di suatu tempat, sedang dipersiapkan Tuhan lewat proses penempaan karakter untuk menjadi pria yang siap untuk menyayangimu dengan tulus dan melindungimu dengan penuh tanggung jawab. Dan, tepat pada waktunya, Tuhan akan mempertemukanmu dengannya.


Baca Juga:

Bukan Hanya Soal Dosa, Inilah 7 Manfaat Menolak Seks Pranikah



Write for Us!

Kamu baru saja membaca artikel "Inilah Trik dan Rayuan Pria untuk Mengajak Berhubungan Seks Sebelum Menikah. Kamu Harus Bisa Menolak! Begini Caranya". Kamu punya cerita yang ingin dibagikan juga?

Tulis ceritamu di sini !


Heren Tjung | @herentjung

Public speaker. Pendiri Gerakan Kekudusan Seksual Kaum Muda True Love Waits Indonesia (pemegang lisensi resmi TLW International). Penulis buku Membongkar Rahasia Pornografi-bimbingan terpadu lepas dari jerat pornografi. Kontak:tlwindonesia@gmail.com

BAGAIMANA MENURUTMU ?

Silahkan login untuk memberi komentar