Jatuh Cinta pada Pasangan Orang Lain, Lanjutkan atau Akhiri? Renungkan Tiga Hal Ini

Love & Friendship

photo credit: Crosswalk

9.6K
Ingat, tak hanya salah satu pihak saja yang akan dirugikan, namun bila hubungan tersebut tetap diteruskan justru makin banyak orang yang akan merasa menjadi korbannya, termasuk keluarga kita.

Setiap orang bisa saja jatuh cinta kepada siapapun, dimanapun, dan kapanpun. Memang tak ada yang salah dengan mencintai dan dicintai seseorang. Namun, bila orang yang kita cintai telah memiliki pasangan atau sebaliknya orang yang mencintai kita telah memiliki pasangan, akankah cinta itu terus bertumbuh mekar atau menjadi cinta sesaat tak bertujuan?

Seorang perempuan single yang berparas cantik dan energik dalam berbagai kegiatan termasuk keterlibatannya di sebuah komunitas sosial masyarakat membuatnya bertemu dengan banyak orang, tak terkecuali dengan pria yang sudah berkeluarga. Sebuah tanggung jawab dalam komunitas mengharuskan ia berada dalam satu tim dan berinteraksi secara rutin dengan seorang pria yang telah menikah. Saling mendukung, saling memperhatikan, saling bertukar pikiran, dan merasa satu visi dalam berkarya tanpa sadar membuat kedua merasa saling melengkapi. Meskipun intensitas perjumpaannya tak terlalu sering, namun siapa sangka kriteria pria yang diidamkannya ada pada sosok lelaki berkeluarga ini.

Cinta itu buta? Mungkin pepatah ini yang tepat untuk menggambarkan situasi tersebut.

Memang tak sewajarnya bila seorang perempuan lajang merajut kasih dengan pria berkeluarga. Kemungkinan terjerumus dosa adalah salah satu alasan yang justru dilupakan oleh mereka yang sedang kasmaran.

Lalu, apa yang seharusnya diperbuat saat hati terlanjur jatuh pada pasangan orang lain?


1. Sadar dan singkirkanlah

photo credit: United Church of God

Ketika tanpa disadari beredar rumor tak baik mengenai kita, jangan abaikan! Renungkanlah sejenak apakah rumor yang beredar itu benar adanya dan izinkanlah orang yang memiliki kredibilitas memberikan masukan yang terbaik agar kita makin sadar diri.

Saat tak ada satu orang pun yang berani menegur, arahkan hati pada sang pencipta. Meskipun tak ada seorang pun yang tahu isi hati kita yang terdalam, namun masih ada Sang Khalik yang mampu menyelidiki hati kita dan paham dengan keadaan hati kita yang buruk, meski telah kita tutupi dengan perilaku yang baik sekalipun.

Menyadari keberdosaan diri dan berusaha untuk menyingkirkan dari hal-hal yang menjerumuskan kita pada kesalahan yang sama adalah langkah awal yang diperlukan untuk terbebas dari jerat percintaan terlarang.

Baca juga: Perselingkuhan: 3 Mitos Keliru yang Dipercaya Mereka yang Tergoda untuk Berselingkuh


2. Lepas dan lupakanlah

photo credit: Crosswalk

Diperlukan keberanian dengan iman yang teguh agar kita dimampukan untuk memutuskan dengan cara yang tepat dan tak menyakitkan hati. Memang bisa pula berpengaruh negatif bagi diri kita, bila orang yang sudah terlanjur jatuh cinta kepada kita merasa tersinggung karena menganggap perasaannya telah dipermainkan.

Namun, jika kita mau bertindak dengan bijak dan berpikir lebih matang dengan mempertimbangkan masa depan bersama, niscaya keputusan untuk melepaskan dan melupakan perasaan yang pernah ada, adalah keputusan yang benar dan justru dapat berdampak positif di kemudian hari. Bicarakan secara serius, mau dibawa kemana hubungan yang terus seperti demikian?

Ingat, tak hanya salah satu pihak saja yang akan dirugikan, namun bila hubungan tersebut tetap diteruskan justru makin banyak orang yang akan merasa menjadi korbannya, termasuk keluarga kita.


3. Bebas dan bangkitlah

Putus cinta atau patah hati bukanlah duka yang perlu kita sesali. Memang sepertinya naif bila kita bisa berkata dengan tegar sesaat setelah kita mengakhiri sebuah hubungan manis dengan seseorang yang pernah menjadi tambatan hati kita. Namun, coba bercerminlah sejenak jika perasaan cinta kita kepada orang yang tidak tepat itu tak pernah berakhir, akankah kita memiliki kebebasan menemukan jalan hidup yang lebih layak untuk diperjuangkan?

Alangkah indahnya, bila kita yang telah terbebas dari perasaan bersalah dan kembali bangkit mengalami perubahan yang lebih baik dan alangkah manisnya, ketika kita mendapati seseorang yang layak kita cintai adalah pemberian dari sang Khalik yang memang diperkenankan oleh Tuhan untuk melengkapi hidup kita agar semakin sepadan dan selaras dengan tujuan hidup kita.

Baca juga: Cara Ampuh Cegah Perselingkuhan: Praktikkan 5 Bahasa Kasih agar Pasangan Tak Mudah Berpaling ke Lain Hati

Jadi tunggu apalagi? Mulailah melangkah, jangan keraskan hatimu untuk berpaling dari pasangan orang lain dan temukan kebahagiaanmu sendiri!


Baca juga:

Suami Selingkuh: Bukan Cerai, 4 Hal ini yang Dilakukan Sahabat Saya untuk Menyelamatkan Pernikahannya

Cara Ampuh Cegah Perselingkuhan: Praktikkan 5 Bahasa Kasih agar Pasangan Tak Mudah Berpaling ke Lain Hati

Masalah Mematikan dengan 3 Solusi yang Ternyata Tak Rumit. Inilah Fenomena Kesepian!



Write for Us!

Kamu baru saja membaca artikel "Jatuh Cinta pada Pasangan Orang Lain, Lanjutkan atau Akhiri? Renungkan Tiga Hal Ini". Kamu punya cerita yang ingin dibagikan juga?

Tulis ceritamu di sini !


Lany Inawati | @lanyinawati

seorang ibu rumah tangga yg sedang berbagi waktu untuk bekerja dan mendidik anak sembari menulis agar bisa menjadi berkat bagi banyak orang #bighug

BAGAIMANA MENURUTMU ?

Silahkan login untuk memberi komentar