Jatuh Sakit? Jangan Terus Mengeluh, Syukurilah 4 Hal Ini

Reflections & Inspirations

vo.msecnd

2.5K
"Aku tidak mau sakit! Tidak mau dirawat di rumah sakit! Tidak mau dioperasi!"


Tentu saja kita tidak ingin sakit. Apalagi jika itu sakit yang cukup parah dan mengharuskan kita untuk dirawat di Rumah Sakit. Ketika jatuh sakit, kita akan merasa begitu lemah dan tidak berdaya. Akhirnya banyak dari kita menjadi stres karena sakit, meratapi nasib dan bahkan menyalahkan Tuhan. Kitapun kadang-kadang melakukan penolakan dengan mengatakan kalau kita sebetulnya tidak sakit.

stylemotivation


Lalu, bagaimana seharusnya kita menghadapi "sakit"? Apa rahasianya sehingga kita masih bisa bersyukur meskipun dalam keadaan sakit?

Baca juga: Menderita Kelainan Tulang Belakang Menahun, Inilah 7 Hal yang Membuat Saya Mampu Berdiri Tegak, Menghadapi, dan Melaluinya


Bersyukur karena kita masih normal

i.huffpost

Siapa manusia yang tidak bisa sakit? Bahkan di dalam film, para superhero yang hebat pun juga bisa sakit.

Lalu, mengapa kita tidak mau jatuh sakit? Tentu saja tidak ada manusia yang meminta agar dirinya sakit, tetapi ketika memang ternyata sakit, maka bersyukurlah karena itu artinya kita adalah manusia normal.

Tubuh kita ini memang bisa lemah. Begitu tubuh diforsir terlalu berat atau ketika dilanda stres, terserang virus atau bakteri, atau dihantam faktor-faktor lain yang berdampak negatif, maka tubuh kita akan jatuh sakit.

Namun, biarkanlah itu menjadi sebuah siklus normal yang dialami tubuh kita, dan jangan malah ditolak.

Sakitpun bisa menjadi "alarm pengingat", bahwa ada sesuatu yang tidak beres terjadi pada tubuh kita, dan harus segera ditangani supaya tidak menjadi lebih parah.

Beberapa orang terlihat kuat dan sepertinya tidak pernah sakit, tetapi kemudian mereka terkejut karena ternyata mereka menderita sakit parah tanpa pernah merasakan ada yang salah pada tubuh mereka sebelumnya. Jadi, bersyukurlah kalau Anda masih bisa sakit. Nikmatilah saat-saat menjadi manusia 'normal'. Bersabarlah menanti kesembuhan yang memang kadang-kadang memerlukan waktu.

Baca juga: Kesepian di Tengah Keramaian : Inilah 5 Tandanya. Saya Berhasil Mengatasinya dengan cara ini


Bersyukur karena kita punya waktu istirahat

usnews

Sebisa mungkin kita tidak jangan menderita sakit parah yang mengharuskan kita untuk beristirahat di rumah, apalagi dirawat di rumah sakit. Di zaman yang sibuk ini, sakit akan membuat produktivitas kita berkurang, bahkan bisa mengurangi pendapatan kita.

Tetapi apa daya, ketika dokter sudah memerintahkan untuk beristirahat, saat itulah kita harus menerima kenyataan bahwa kita sedang jatuh sakit dan harus beristirahat agar segera pulih. Apalagi ketika keadaan fisik memang sudah tidak memungkinkan kita untuk beraktivitas.

Ketika dalam keadaan sakit, manfaatkanlah kesempatan itu sebagai sebuah waktu istirahat yang berharga di tengah-tengah segala rutinitas kita. Jadikan waktu istirahat itu sebagai sebuah "cuti" yang tidak sengaka direncanakan.

Bersyukurlah kalau masih bisa sakit, terimalah kenyataan bahwa Anda sakit, nikmatilah waktu untuk bisa berdiam sejenak, beristirahatlah dan tetaplah merasa berbahagia.

Baca juga: Berulangkali Ingin Mati. Inilah Kisah Hidup Saya bersama Depresi Klinis


Bersyukur karena kita memiliki orang-orang yang mengasihi kita

slime.crustcrumb

Ketika keadaan semua berjalan lancar, kita kadang-kadang hanya berfokus kepada diri sendiri, pada pekerjaan atau pun studi kita sendiri. Kita terlalu sering mengabaikan orang-orang di sekitar kita, bahkan tidak memedulikan mereka. Sebetulnya ini wajar, bukan? Bukankah kita juga sering merasa diabaikan oleh orang lain?

Akan tetapi, waktu sakit bisa menjadi waktu yang indah bagi kita karena ternyata sekarang kita sadar bahwa masih banyak orang yang sebetulnya peduli kepada kita: keluarga, teman, atau bahkan orang-orang yang tidak kita kenal sekali pun. Sekadar ucapan "semoga cepat sembuh" dan doa-doa yang disampaikan sudah sangat bisa membahagiakan kita.

Sakit mengingatkan kita bahwa kita tidak hidup sendirian di dunia ini. Kita diciptakan hidup bersama dengan yang lain agar kita bisa saling memerhatikan dan mengasihi.

Dengan mengalami sakit, kita belajar untuk peduli, karena memang hidup ini bukan hanya untuk memikirkan diri sendiri saja, tetapi untuk berbagi dengan orang lain juga.

Bersyukurlah kalau kita masih bisa sakit. Nikmatilah perhatian dan kasih yang kita terima dari orang lain. Ingatlah selalu kalau kita tidak hidup sendiri, dan mungkin lain kali kita mendapat giliran untuk memerhatikan orang lain.

Baca juga: Ketika Pasangan Terbaring Sakit, Inilah 9 Cara Menunjukan Perhatian dan Menjaga Diri tetap Sehat


Bersyukur karena kita bisa lebih dekat dengan Sang Pencipta

ak8.picdn

Sehebat apapun kita, ketika sakit, kita akan disadarkan bahwa kita ini sebetulnya sangat lemah. Padahal ketika sehat, kita bisa jadi merasa paling hebat, dan bisa menjalani hidup dengan kekuatan sendiri.

Karena itu, di tengah ketidak berdayaan karena sakit, kita akan disadarkan bahwa kita ini hanyalah ciptaan yang lemah dan terbatas. Kita ini ciptaan yang memerlukan pertolongan dari Sang Pencipta. Tidak heran jika ada banyak pengalaman rohani yang dialami orang ketika ia sakit, karena memang saat itulah ia bisa lebih dekat kepada Sang Pencipta dan berserah penuh.

Jadikanlah momen sakit sebagai waktu untuk merenungkan kembali kehidupan ini dan untuk mengingatkan betapa seringnya kita mengandalkan kekuatan diri sendiri, dan kini saatnya bagi kita untuk bersedia menunjukkan sikap yang semakin berserah kepada Sang Pencipta.




Write for Us!

Kamu baru saja membaca artikel "Jatuh Sakit? Jangan Terus Mengeluh, Syukurilah 4 Hal Ini". Kamu punya cerita yang ingin dibagikan juga?

Tulis ceritamu di sini !


Davy Hartanto | @davyedwin

BAGAIMANA MENURUTMU ?

Silahkan login untuk memberi komentar