Jangan Sekadar Menikmati, Cermati Lagu yang Kita Dengar! Waspadailah Lirik yang Merusak Moral

Reflections & Inspirations

4.9K
Menggemari sesuatu tanpa harus kehilangan sikap kritis. Hal ini berlaku juga bagi para penggemar musik ketika mendengarkan lagu-lagu tertentu.

Baru-baru ini saya diberitahu istri saya tentang lagu baru yang dinyanyikan oleh penyanyi terkenal, Bruno Mars yang berjudul “Versace on the floor”. Istri saya meminta saya mendengarkan lagu ini dan amati liriknya. Setelah saya dengarkan dan perhatikan lirik lagunya jujur saya terkejut. Meskipun tidak saya pungkiri alunan musiknya enak didengar tetapi liriknya membuat geleng-geleng kepala. Apalagi anak-anak remaja sekarang mulai menyukai lagu ini. Bahkan salah satu teman saya mengetahui lagu ini dan dia pun tahu liriknya tidak baik, tetapi tetap menyanyikannya.

Berikut potongan lirik lagu “Versace on the floor":

so baby let’s just turn down the lights
and close the door
oooh i love that dress
but you won’t need it anymore
no you won’t need it no more
let’s just kiss ’til we’re naked, baby
Bagaimana menurut anda? Mungkin hal ini akan biasa saja dalam pergaulan bangsa barat. Tetapi bukan berarti hal yang biasa dilakukan itu baik. Bisa jadi hal yang jelek jika dilakukan secara masal akan seolah-olah menjadi baik dan bisa ditoleransi.

Terkadang pula jika hal jelek dilakukan oleh artis idola kita, maka kita akan menutup mata akan kejelekan-kejelekannya.


Walau menggemari tapi tetap harus kristis. Jika baik katakan baik, jika jelek katakan jelek

photo credit: Pitchfork

Lirik lagu ini sangat vulgar menurut saya pribadi. Apabila lagu ini didengarkan dan mempengaruhi gaya hidup pacaran anak muda sekarang akan sangat mengkhawatirkan. Melihat lirik lagu ini seolah-olah jika cinta sudah menguasai, maka kita harus melanjutkan ke seks. Akan sangat berbahaya jika semakin banyak anak remaja yang terdoktrin oleh lirik lagu ini. Mengingat tingginya tingkat seks bebas sekarang ini.

Saya sempat berfikir, apa pesan yang ingin disampaikan oleh penciptanya? Apakah ada batasan umur tertentu untuk lagu seperti ini?

Bagi para penikmat lagu, termasuk saya, alangkah lebih baiknya kita dengarkan baik-baik setiap lagu yang kita dengarkan. Jangan hanya mendengarkan alunan musik yang enak kedengaran lalu kita terbuai oleh lirik yang tidak membangun. Karena tanpa kita sadari, hal ini akan mempengaruhi cara pandang kita. Alangkah baiknya kita memilah lagu yang memang baik, menginspirasi dan membangun kita.


Beri 'warning' anak, teman, dan saudara saat mendengar lagu yang kurang pantas

photo credit: MusicFYI

Jika kita mengetahui bahwa ada lagu yang kurang baik atau tidak pas untuk didengarkan, kita bisa memberi warning bagi teman-teman atau saudara kita yang lain. Jangan sampai mereka nantinya menjadi korban pengaruh musik atau lagu yang tidak baik.

Meskipun generasi sekarang dikatakan generasi yang kritis, tetapi kenyataannya semakin sulit membedakan mana yang baik dan tidak. Kekritisan itu juga menghasilkan pembelaan untuk hal yang buruk sekalipun.

Mungkin banyak lagu lain yang kurang membangun juga, tetapi tidak semua lagu seperti itu. Bukan berarti setelah ini kita tidak boleh lagi mendengarkan lagu. Justru kita harus semakin up to date terhadap lagu. Karena jika kita bisa mengetahui yang jelek maka kita bisa himbau ke orang lain agar lebih waspada. Mengingat penyebarluasan lagu sangat cepat sekali. Bahkan mungkin kita belum mendengarkannya tetapi orang lain sudah dengar terlebih dahulu.

Baca juga: Setelah Ridho Rhoma dengan Mirasantika, Lalu Apa? Tiga Ini Saja!

Hal ini mengingatkan saya juga untuk kembali belajar, khususnya bahasa inggris. Zaman sekarang semua hal serba keinggris-inggrisan. Banyak muncul sekolah berlabel international. Anak-anak dilatih lancar berbahasa inggris dan digunakan untuk berkomunikasi dalam kehidupan sehari-hari. Sehingga mereka semakin menikmati mendengarkan lagu berbahasa inggris. Hal ini membuat kita wajib tahu lagu-lagu apa yang suka mereka dengarkan. Jadi, penting bagi kita yang mungkin belum bisa berbahasa inggris untuk mempelajarinya.

Saran saya bagi para penulis lagu adalah alangkah baiknya untuk membagikan hal-hal yang membangun dan mendidik. Bukan sekadar yang enak didengar.

Baca juga: Lagu adalah Guru Tanpa Sosok yang Turut Membentuk Karakter Anak. Orangtua, Inilah 5 Cara Mencegah Pengaruh Buruknya


Gunakan talenta untuk sesuatu yang baik. Karena suatu generasi dapat hancur jika teladannya memberi contoh yang buruk. Ekspresikan dengan cara yang baik karena dengan musik yang baik dan membangun akan membuat dunia semakin indah.


Tulisan-tulisan ini akan memberikan inspirasi :

Pesan dari Kubur

Kisah Nyata: Ketika Kelembutan Hati Ibu Membebaskan Anak dari Jerat Narkoba

Seks Pranikah itu Mudah, tapi Membuat Resah! Inilah 5 Kunci Pengendalian Diri demi Masa Depan yang Indah

Pacar Mengaku Tak Lagi Perawan atau Perjaka. Apa Sikap Terbaik yang Bisa Dilakukan?


Write for Us!

Kamu baru saja membaca artikel "Jangan Sekadar Menikmati, Cermati Lagu yang Kita Dengar! Waspadailah Lirik yang Merusak Moral". Kamu punya cerita yang ingin dibagikan juga?

Tulis ceritamu di sini !


Bagus Saputra | @MisterGood

BAGAIMANA MENURUTMU ?

Silahkan login untuk memberi komentar