Jangan Sampai Cinta Justru Malah Menghancurkan Kehidupanmu. Renungkan Makna Cinta Sejati Ini

Reflections & Inspirations

[image: www.lenprezeny.sk]

5K
Saat kita dirundung cinta dan asmara, ungkapkan dan terapkan cinta itu dengan benar. Cinta sejatinya bukan cinta yang pilih-pilih, bukan cinta berdasarkan nafsu kedagingan, dan bukan cinta yang lupa diri.

Apa sebenarnya yang membuat seseorang rela berkorban dan mau melakukan segalanya, bahkan sampai berani mengorbankan nyawa?

Tak lain dan tak bukan karena CINTA.

Cinta memang mampu membuat seseorang melakukan hal-hal yang melampaui batas kemampuannya. Cinta mampu menghipnotis seseorang untuk berbuat sesuatu di luar kewajaran. Karena itu, muncullah slogan: “Lautan luas kan kuseberangi, gunung tinggi kan kudaki…,” dan seterusnya, dan seterusnya. Itulah kekuatan cinta.

Berbicara tentang cinta memang seolah-olah tak ada ujungnya. Dari zaman dahulu kala hingga hari ini; sejak kisah ramayana hingga kisah cinta fitri; dari anak-anak sampai nenek-nenek; kita selalu membicarakan dan mencari cinta. Karena pada dasarnya kita semua membutuhkannya.

Namun, siapakah yang paling sering dan gemar membicarakan cinta setiap harinya dan setiap waktu? Siapa lagi kalau bukan kaum remaja dan muda-mudi. Mereka bisa lupa makan, lupa waktu, lupa belajar, lupa orangtua, dan mungkin bisa lupa pada dirinya sendiri. Hal yang semacam inilah yang seringkali menimbulkan persoalan bagi mereka sendiri. Tidak sedikit yang bahkan kehilangan masa depannya.


Arti cinta

Sebutan lain dari kata cinta adalah ‘kasih’. Dalam bahasa Inggris disebut ‘love’, dalam bahasa Jawa disebut ‘tresno’, atau sebutan-sebutan lain dalam bahasa lainnya. Untuk arti cinta di masa ini, rasa-rasanya sudah tidak bisa dibakukan lagi. Dengan adanya hukum ‘relativitas’, setiap orang dapat memiliki arti cinta masing-masing.


[image: www.shutterstock.com]
Ada yang berpendapat cinta itu buta.

Ada juga yang berpendapat cinta itu romantis. Ada pula yang mengatakan cinta itu maut. Ketika saya merenungkan masing-masing pendapat itu dan menggabungkannya dengan pengalaman pribadi, maka saya menemukan sebuah kesimpulan sementara, bahwa masing-masing pendapat itu muncul dari berbagai alasan yang melatarbelakanginya.

Cinta dikatakan buta karena tidak pandang bulu, atau rela melakukan segala sesuatu demi cinta. Cinta dikatakan romantis karena indah saat dijalani. Sebaliknya, jika saat dijalani menyakitkan, atau menimbulkan luka dan terkadang di titik ekstem membawa kematian, maka cinta itu dikatakan maut. Namun, secara umum orang berpendapat jika cinta itu selalu yang indah-indah dan menyenangkan.

Baca Juga: Hati-Hati, 7 Slogan Cinta Populer ini Ternyata Keliru dan Malah Menjauhkanmu dari Cinta Sejati!



Rasa cinta dan ingin dicintai

Jika banyak yang setuju bahwa cinta menyenangkan, tentu ada suatu alasan yang melatarbelakanginya. Sepertinya, alasan yang paling kuat adalah rasa cinta dan keinginan untuk dicintai. Setiap orang yang dilahirkan dari rahim seorang ibu, baik laki-laki maupun perempuan, semua memiliki benih-benih cinta. Mereka ingin dicintai dan akan mengungkapkan rasa cintanya. Benih cinta itu akan selalu bertumbuh dalam setiap perkembangan dari tahun ke tahun dalam diri manusia.

Benih cinta itulah yang membuat setiap orang sedemikian bersemangat menjalani kehidupan.

Karena benih cinta itu akan hidup dan mengalir, baik cinta terhadap orangtua, cinta terhadap anak, cinta terhadap pasangan, lebih-lebih cinta terhadap lawan jenis, secara otomatis akan menjadi bagian hidup setiap manusia. Tampaknya, rasa cinta ini menguasai hampir seluruh isi kehidupan manusia. Baik di dalam rumah, di sekolah, di tempat kerja, sampai-sampai di tempat makan, di sawah-sawah ataupun di persimpangan-persimpangan jalan. Kita dapat menemukan cinta ke mana pun kita pergi.

Baca Juga: Pencarian Cinta Sejati, Seperti Pilkada yang Berlangsung Dua Putaran: Melelahkan, Namun Amat Layak Diperjuangkan


Cinta yang mencandu anak muda

Kekuatan cinta yang sudah merasuk dalam diri setiap manusia sering kali menyebabkan lompatan-lompatan batas wajar dari tindakan seseorang. Tidak sedikit angka perkelahian, tindak pemerkosaan dan bunuh diri yang terjadi atas nama cinta. Biasanya terjadi di kalangan anak remaja dan muda-mudi. Mungkin karena mereka masih belum mampu menerjemahkan dan menerapkan cinta dengan cara yang benar dan sepatutnya.


[image: viralsach.xyz]
Cinta yang bertumbuh di usia remaja dan pemuda ini bisa menguasai siapa saja.

Cinta tidak pilih-pilih mau tinggal pada siapa; baik laki maupun perempuan; baik orang kota maupun orang desa; orang kaya maupun miskin; terpelajar atau tidak. Namun yang menjadi persoalan adalah bagaimana orang yang sedang dikobarkan oleh rasa cinta itu sendiri. Sebab cinta itu seperti candu yang membuat orang ketagihan. Dia mampu menyeret orang untuk lupa diri.

Apalagi dengan berkembangnya teknologi informatika. Adanya smartphone ternyata membuat banyak orang mudah kehilangan konsentrasi dan rasa tanggung jawab. Saat jam pelajaran, saat ibadah, saat pertemuan, mereka bisa tertawa-tawa sendiri sambil memainkan jari-jemarinya pada gawainya. Ada yang chatting, SMS-an, BB-an, atau WA-an, dengan pacar atau temannya masing-masing.


Sebuah kasus

Pernah terjadi sebuah peristiwa yang memilukan sekaligus memalukan bagi sepasang orangtua, karena anaknya mempertahankan ‘cinta’ yang keliru. Saat itu, ada anak perempuan kelas 3 SMU yang berani meninggalkan rumah. Sampai hari ini dia tidak memberi kabar tentang keberadaannya pada keluarganya. Peristiwa ini sangat memukul orangtuanya dan . Mungkin, saat itu dia sedang dibutakan dan diseret oleh kekuatan cinta yang keliru.

Ada juga peristiwa lain, yakni seorang remaja laki-laki kelas 2 SMU yang terpaksa dikeluarkan dari sekolahnya, karena membawa lari anak perempuan dari sekolah lain.

Mungkin, di luar sana masih banyak peristiwa-peristiwa lain yang merusak masa depan seseorang akibat cinta yang keliru.

Baca Juga: Ketika Cinta Terhadang Perbedaan Suku dan Agama, Lanjut atau Berhenti?


Kembalikan cinta pada tempatnya

Apakah cinta itu salah? Apakah cinta itu dosa? Saya pikir tidak ada orang yang akan mengatakan kalau cinta itu salah, apalagi dosa. Akan tetapi, cinta bisa mengakibatkan dosa jika ditempatkan pada cara yang salah.


Contoh-contoh di atas memberikan gambaran, agar kita tidak melakukan kesalahan-kesalahan saat menerapkan cinta.

Cinta itu suci, cinta itu kudus. Dia bisa menyatukan perbedaan; dia bisa mendamaikan yang berseteru; dia bisa meluluhkan hati yang keras; bahkan dia bisa melahirkan kehidupan yang baru. Itulah cinta yang ditempatkan pada tempat yang benar.

Baca Juga: Demonstrasi Kasih: 10 Cara Menunjukkan Rasa Cinta demi Kelanggengan Relasi


Sumber cinta adalah TUHAN sendiri

Bagaikan air dalam tangki yang mengalir melalui keran-keran terbuka, begitulah cinta. Dia mengalir saat pintu hati dibuka. Namun harus diingat bahwa dia mengalir karena ada sumber yang disimpan dalam “tangki” hati manusia.

Sumber cinta itu adalah TUHAN sendiri. Tuhan telah mengalirkan napas dan denyut cinta pada setiap ciptaan-Nya. Sehingga ada kata-kata bijak yang berbunyi: God is love. When we take up permanent residence in a life of love, we live in God and God lives in us.


Baca Juga: Di Hadapan Cinta Sejati, Ketakutan Jadi Kehilangan Arti. Tentang Kasih yang Melenyapkan Ketakutan, dari Descendants of the Sun

[image: trihuynh.net]
Dunia tidak akan menjadi indah jika tidak ada cinta.

Karena cinta sejati selalu membawa kehidupan dan pengaruh besar dalam setiap segi kehidupan. Siapa pun kita, semua membutuhkan cinta. Setelah kita belajar mengerti dan memahami cinta, saya berharap kita tidak salah lagi dalam menerapkan cinta yang tengah bergelora dalam hidup kita. Saat kita dirundung cinta dan asmara, ungkapkan dan terapkan cinta itu dengan benar. Cinta sejatinya bukan cinta yang pilih-pilih, bukan cinta berdasarkan nafsu kedagingan, dan bukan cinta yang lupa diri.


Baca Juga artikel-artikel inspiratif tentang cinta berikut ini:

Cinta yang Tak Teruji, Tak Layak Dijalani. Inilah 5 Pertanyaan untuk Menguji Ketulusan Cinta

Tentang Cinta yang Tak Selalu Indah: Sebuah Kenyataan, yang Tidak Muluk-Muluk, Apa Adanya

Cinta Perlu Pengorbanan, Bukan Kebodohan! Jangan Berkorban tanpa Memikirkan Kebahagiaanmu




Write for Us!

Kamu baru saja membaca artikel "Jangan Sampai Cinta Justru Malah Menghancurkan Kehidupanmu. Renungkan Makna Cinta Sejati Ini". Kamu punya cerita yang ingin dibagikan juga?

Tulis ceritamu di sini !


David Sudarko | @davidsudarko

Seorang Pendeta, pendamping pemuda dan remaja. Suka memulung hikmat dari segala sumber yang didapat; mulai dari membaca buku, majalah, koran, artikel online, dan pengalaman hidup sehari-hari. Dan tidak melupakan sumber utamanya, yaitu Alkitab, Kitab Suci

BAGAIMANA MENURUTMU ?

Silahkan login untuk memberi komentar