Jangan Rusak Persahabatan dengan Melakukan Tiga Hal Ini di Momen Istimewa Teman-temanmu

Love & Friendship

photo credit: European Ville

2.6K
Bila memang ingin orang lain mengingat kita di dalam kenangan yang indah, maka sepatutnya kita menciptakan momen yang menyenangkan hati dan menjadikan emosinya positif

Pernahkah kamu kagum dengan orang yang tampaknya asyik, supel tapi diam-diam tak disukai oleh banyak teman-temannya? Saya pernah sesaat terpesona dengan orang-orang seperti itu, sampai suatu ketika di momen-momen istimewa teman-teman saya, orang-orang tersebut melakukan hal yang mereka anggap lumrah, membudaya, dan lucu padahal hal-hal yang mereka lakukan bikin "mangkel" orang lain.

Pada diri banyak orang, perilaku-perilaku iseng dan menyebalkan tersebut, selalu terpelihara dari generasi ke generasi. Lebih aneh lagi, orang yang melakukannya tak kunjung sadar bahwa kebiasaan mereka amat mengganggu perasaan dan pikiran orang lain dan berujung pada retaknya keakraban yang pernah terjalin. Momen istimewa seseorang, menjadi terganggu oleh tindakan yang bukan hanya jauh dari tata krama, tapi bahkan kadang di luar logika akal sehat manusia.

Berikut ini adalah 3 perilaku yang sering kita lakukan padahal ternyata dapat merusak momen istimewa teman-teman kita.


Memelonco teman yang sedang berulang tahun hingga marah atau ketakutan

photo credit: wajibbaca

Jam sudah menunjukkan pukul 9 pagi, namun sahabat saya masih tak kunjung tampak batang hidungnya di ruang kuliah. Saya cemas, kemanakah dia? Selesai kuliah saya lari ke rumah kos, kami tinggal satu atap. Tapi sahabat saya, tak juga terlihat di sana. Apakah ia sakit di hari istimewanya? Saya berkuliah di zaman di mana ponsel masih merupakan barang langka, maka saya pergi ke telepon umum dan menelepon rumahnya.

“Happy Birthday! Kangen sama orang tua ya, sampai-sampai bolos kuliah di hari anniversary?” Ujar saya.

“Ngga juga sih, saya menghindari si Erni. Yang lain sudah 'kena habis-habisan', saya takut” Jawab sahabat saya

Erni adalah salah seorang teman kuliah kami, yang kebetulan juga menempati kos-kosan yang sama dengan saya dan sahabat saya tersebut. Dia terkenal sebagai tukang pelonco orang yang sedang berulang tahun. Ada-ada saja ide dan ulahnya. Di tangannya, orang yang berulang tahun selalu sukses dibuat marah, mengamuk, bahkan menangis histeris. Dan ia merasa bangga dengan perilakunya tersebut. Sementara banyak teman-teman yang tidak menyukai kebiasaannya itu, bahkan tidak sedikit yang pada akhirnya memutuskan menjauhkan diri darinya.


Tak sedikit orang yang seperti Erni ini sebenarnya hanya mencari perhatian saja. Mereka memelonco teman yang berulang tahun demi menciptakan the unforgettable memories di hari istimewa mereka. Betul, momen tak terlupakan itu berhasil dibuat, namun sayangnya, tak jarang bukan hal yang positif yang diingat mereka. Ada yang tak dapat melupakan betapa jijiknya sekujur tubuh dilumuri pisang, ada yang menyimpan marah karena baju bersihnya basah oleh air comberan, belum lagi ingatan dimarahi dosen karena datang terlambat dan harus mengganti baju terlebih dahulu.

Bila memang ingin orang lain mengingat kita di dalam kenangan yang indah, maka sepatutnya kita menciptakan momen yang menyenangkan hati dan menjadikan emosinya positif. Ada banyak hal-hal baik yang dapat dilakukan bagi mereka yang berulang tahun.

Baca juga: Menjalin Persahabatan Beda Agama dan Suku, Inilah 5 Keuntungannya


Minta traktiran dari teman yang menerima gaji pertama

photo credit : iPizza

Seorang teman yang baik semestinya tak hanya memikirkan kesenangannya sendiri. Tidak semua orang siap mentraktir orang lain ketika menerima gaji pertama. Saya ingat seorang sahabat yang menganggur berbulan-bulan, sekalipun masih memiliki kedua orang tua, ia harus membiayai hidupnya sendiri, belum lagi banyak pengeluaran tak terduga. Gaji pertamanya sangat minim dan ia bertekad menggunakannya untuk membayar hutangnya sebelum berbunga banyak. Betapa terkejutnya ia, ketika diajak makan bersama oleh seorang teman dan usai makan, temannya meminta ia untuk membayar semua pesanan mereka.

Bagi si teman, hal tersebut lucu, ia tertawa terbahak-bahak melihat muka melongo sahabat saya. Selanjutnya, hubungan di antara mereka tak lagi dekat apalagi harmonis. Sahabat saya memiih menjauh.

Menjadi teman haruslah peka. Bercanda dengan teman pun harus pakai logika. Bulan-bulan pertama seseorang bekerja, pada umumnya ada banyak kebutuhan yang harus dipenuhinya, janganlah meminta ia berbagi gaji dengan kita hanya untuk sebuah traktiran yang mungkin kita sendiri lebih mampu untuk membelinya.


Menitip oleh-oleh dari teman yang pergi berlibur

photo credit: Turis Cantikoto credit: Men's Health

Sepertinya hal ini yang paling umum dilakukan oleh banyak orang, baik yang tua mau pun yang masih muda. Apakah karena merasa akrab atau supaya terasa akrab, maka ketika ada kenalan atau kawan yang berkata ia hendak atau sedang di luar kota, responsnya adalah “jangan lupa oleh-oleh yah”

Mungkin bagi sebagian orang, hal ini bisa dianggap angin lalu. Akan tetapi tak sedikit pula yang serius menanggapi pesanan oleh-oleh tersebut. Ia akan berusaha selalu menyediakan oleh-oleh, namun tentu ini kemudian menjadi beban ketika ia begitu sibuk atau sedang tak mampu membelikan oleh-oleh.

Kasus yang paling gawat yang pernah saya hadapi adalah seorang teman yang selalu titip oleh-oleh, setiap kali tahu saya berpergian. Mulai dari jenis, merek hingga tempat untuk membeli pun sudah dia tentukan. Tak hanya saya, tapi semua teman-teman juga dimintai oleh-oleh spesifik bila ia tahu kami sedang berpergian. Akhirnya kami memutuskan berangkat diam-diam tanpa pengumuman.

Baca juga: Inilah 5 Gaya Pertemanan Masa Kini. Kamu sedang Menjalani yang Mana?

Akhir kata, jadilah orang yang menyenangkan tanpa menimbulkan ganjalan di hati orang lain dengan perilaku yang membebani. Budaya atau tradisi? Boleh boleh saja, tapi gunakan akal sehat kita untuk menilai apakah tradisi itu tepat untuk dilakukan? Apakah risikonya bagi hubungan dengan orang sekitar kita?


Jangan sampai persahabatan rusak hanya karena kebiasaan yang semula kita anggap remeh. Yuk, berusaha menjadi teman yang baik untuk sahabat kita. Artikel berikut ini bisa jadi inspirasimu.


Inilah Satu Kunci Sukses Membina Hubungan, Baik dengan Pasangan, Anak, maupun Rekan Bisnis

Berebut Pacar dengan Sahabat? Siapa yang Harus Kamu Pilih : Cinta atau Persahabatan?

5 Pelajaran Berharga tentang Manusia dan Relasi dari Sebuah Persahabatan yang Retak


Write for Us!

Kamu baru saja membaca artikel "Jangan Rusak Persahabatan dengan Melakukan Tiga Hal Ini di Momen Istimewa Teman-temanmu". Kamu punya cerita yang ingin dibagikan juga?

Tulis ceritamu di sini !


BACA JUGA

BAGAIMANA MENURUTMU ?

Silahkan login untuk memberi komentar