Jangan Biarkan Orang Ketiga Merusak Relasi. Bangun Hubungan dengan Mengingat Tiga Hal Ini

Marriage

photo credit: Jutarnji List

7.9K
Seorang lelaki yang merasa dirinya telah gagal menjadi suami terbaik bagi sang istri, maka pilihan untuk mempunyai WIL (wanita idaman lain) adalah cara dia menunjukkan harga dirinya.

“Pernikahan yang aneh!” itulah ucapan pertama yang saya lontarkan kepada teman lelaki saya, saat dia mengkonfirmasi bahwa perempuan yang diajaknya menonton bioskop semalam adalah teman tapi mesra alias selingkuhan.

Tanpa malu dia pun mengungkapkan alasannya berselingkuh dengan salah satu rekan kerjanya, karena istrinya pun kedapatan berselingkuh dengan pimpinan perusahaan tempatistrinya bekerja. Sebagai seorang wanita karir yang memiliki jabatan cukup prestisius karena berhubungan dekat dengan pimpinan, serta ditunjang pula dengan penghasilan yang cukup besar dibandingkan suaminya, maka ketika perselingkuhan itu terungkap, teman lelaki saya itu seolah tak berdaya lagi untuk mencegah hubungan terlarang tersebut.

Sebagai seorang lelaki yang merasa dirinya telah gagal menjadi suami terbaik bagi sang istri, maka pilihan untuk mempunyai WIL (wanita idaman lain) adalah cara dia menunjukkan harga dirinya, bahwa masih ada wanita selain istrinya yang mau menghormati dan tunduk kepadanya.

Kekecewaan dan kekesalan terhadap istrinya sepertinya telah membuatnya mati rasa, yang ada hanyalah kepuasan hati, bila dia bisa melakukan seperti yang istrinya lakukan terhadapnya. Baginya, perceraian bukanlah jalan terbaik untuk keluarganya, mengingat buah hati mereka yang masih membutuhkan kedua orang tuanya. Maka, meskipun mereka tetap tinggal serumah, akhirnya mereka memutuskan untuk menjalani rutinitas hidupnya masing-masing, seolah tanpa problematika dalam biduk rumah tangganya.

Baca Juga : Jangan Lakukan 10 Kesalahan Fatal ini jika Tak Ingin Hubungan Cintamu dengan Pasangan Berakhir Tragis!

Dengan kata lain “Aku senang, kamu senang, kita sama-sama senang”. Namun jika kita mau menelisik lebih dalam lagi, apakah pernikahan seperti ini mampu bertahan selamanya? Atau akankah menjadi bumerang seiring berjalannya waktu?

Tiga pandangan di bawah ini, dapat mencegahmu mengalami pengalaman yang serupa.


1. Kemapanan istri adalah kebanggaan suami

photo credit: Aperian Global

Dalam hal ini, saya memposisikan diri sebagai istri yang berkarir dengan penghasilan yang saya rasa cukup bisa membantu suami meringankan beban rumah tangga kami. Itu bukanlah sebuah prestasi gemilang yang membuat istri berubah menjadi pesaing suami. Pastikan bahwa ketika kaum hawa memutuskan tetap bekerja setelah menikah, itu adalah keputusan bersama, bukan sepihak.

Maka, ketika seorang istri bisa memiliki kesempatan untuk berkarir seharusnya menjadi sebuah kebanggaan bagi suaminya, karena istri bisa mengembangkan dirinya. Oleh sebab itu, di balik kesuksesan istri pun tentunya karena ada dukungan dari suaminya.

Tak perlu sombong dan tak perlu egois bila pekerjaan istri tampak lebih maju dibanding pekerjaan suami, begitu pula sebaliknya, suami tak perlu minder dan berkecil hati ketika apa yang dikerjakannya tak sehebat istrinya, karena memang tiap individu memiliki kemampuan yang berbeda. Asalkan kita mampu memahami kekurangan dan kelebihan pasangan kita, dengan kerjasama yang baik, niscaya segala sesuatu yang kita kerjakan tak akan mengurangi rasa hormat kita kepada pasangan kita.

Baca Juga : 3 Jenis Keintiman yang Harus Dimiliki Pasangan untuk Menyelamatkan Hubungan dari Godaan Perselingkuhan


2. Buka mata, buka telinga dan buka hati

photo credit: relate

Tak perlu menutup mata bila kita melihat kejanggalan pada pasangan kita, berterus terang adalah langkah bijak yang harus kita ambil, walaupun terkadang menyakitkan, namun itulah bagian dari cinta. Tak akan ada orang yang membiarkan pasangannya terjerumus dalam kekelaman, bila ia benar-benar mencintainya. Ketika kita tahu pasangan kita melakukan hal-hal di luar kebiasaannya yang sangat mengganggu relasi kita, sudah seharusnya kita mengambil waktu untuk duduk bersama membicarakannya, bukan saja dari mulut ke mulut, tapi juga diperlukan kesiapan hati untuk mendengar setiap masukan dan keluhannya.

Bukan untuk mencurigai atau membesar-besarkan masalah, namun jika permasalahan kecil dibiarkan begitu saja, maka akan semakin menumpuk dan bersarang di kedalaman hati kita, sehingga bila terjadi gesekan sedikit saja “bom” waktu itu akan meledak dengan sendirinya.

Jangan menunda, namun tentukan waktu yang tepat, sehingga kita dapat fokus menghadapi inti permasalahan yang terjadi dan menemukan solusi bersama, demi sebuah relasi yang lebih baik.

Baca Juga : Sering Bertengkar dengan Pasangan? 3 Hal ini akan Menyelamatkan Hubunganmu dari Dampak Pertengkaran yang Merusak


3. Tumbuhkan kepuasan diri dari pasangan

photo credit: Her

Jika mau jujur, sebenarnya setiap individu punya kecenderungan akan ketidakpuasan diri. Ketika kita membandingkan pasangan kita dengan pasangan orang lain, tentu akan ada kelebihan menonjol dari pasangan orang lain yang menjadi perhatian kita. Entah sadar atau tidak, sedikitnya itu akan berdampak kepada relasi kita terhadap pasangan kita sendiri, ada perasaan tidak puas dengan keadaan pasangan kita. Berawal dari pandangan mata yang melihat pasangan orang lain tampak lebih sedap, maka turun ke hati, memiliki niat untuk menjadikan pasangan kita serupa dengan pasangan orang lain. Alhasil terkadang kita memaksakan kehendak kita agar pasangan kita punya kemampuan, gaya hidup dan cara berpikir seperti yang kita harapkan.

Baca Juga : Bersaing dengan Pasangan? Lakukan 7 Hal ini agar Relasi Tetap Harmonis

Padahal rumput tetangga yang tampak hijau indah itu tak selalu seindah penampakannya, sawang sinawang begitulah istilahnya. Jika apa yang ada pada orang lain dipraktikkan untuk pasangan kita pun, belum tentu sepadan dengan kehidupan kita.

Mengapa kita harus sibuk memikirkan keindahan yang dirasakan orang lain, dan bukannya membangun keindahan relasi dengan pasangan sendiri?

Jika sudah begitu, tak perlu lagi kita menghadirkan orang ketiga, baik WIL/PIL, di tengah-tengah kehidupan kita, bukan?



Buat kamu yang sedang berjuang untuk mempertahankan rumah tangga, tulisan-tulisan ini akan memberikan inspirasi :

Pasangan Berselingkuh, Duniamu Tak Harus Runtuh. Inilah 5 Cara Bertahan ketika Pasangan Tak Setia

Ketika Pasangan Terbaring Sakit, Inilah 9 Cara Menunjukan Perhatian dan Menjaga Diri tetap Sehat

Ketika Cinta Tak Sempurna, Lalu Bagaimana Menjalaninya tanpa Lara?


Write for Us!

Kamu baru saja membaca artikel "Jangan Biarkan Orang Ketiga Merusak Relasi. Bangun Hubungan dengan Mengingat Tiga Hal Ini". Kamu punya cerita yang ingin dibagikan juga?

Tulis ceritamu di sini !


BACA JUGA

Lany Inawati | @lanyinawati

seorang ibu rumah tangga yg sedang berbagi waktu untuk bekerja dan mendidik anak sembari menulis agar bisa menjadi berkat bagi banyak orang #bighug

BAGAIMANA MENURUTMU ?