Istri Saya Hamil, Ia Diperkosa Rohaniwan Kepercayaan Keluarga

Marriage

[Photo credit: Nirav Patel Photography]

14.1K
Anak bungsu saya sesungguhnya bukan anak kandung saya.

"Anak bungsu saya sesungguhnya bukan anak kandung saya, Bu Yenny," ujar Dion datar setelah kami berkenalan.

Kalimat pembuka percakapan dari pria yang berusia awal empat puluh tahun itu membuat saya terperangah.

“Lalu, anak siapa?” tanya saya penasaran.

“Anak seorang rohaniwan, Bu ... yang mengkonseling permasalahan keluarga kami.”

Saya terkejut.



“Kapan Dion tahu kalau Si Bungsu bukan putramu?”

“Sebetulnya, ketika Nina melahirkan sudah tersirat kecurigaan dalam hati. Akan tetapi saya cepat-cepat menepisnya. Sang rohaniwan bahkan mendampingi saya menanti Nina melahirkan. Saya menghormati beliau. Kok saya jahat sekali bisa punya pikiran buruk seperti itu. Apalagi sejak kecil saya dididik dalam keluarga yang taat beragama. Kami sangat menghormati para pemimpin rohani. Mereka orangtua dan panutan kami,” lanjutnya dengan mata menerawang jauh.

Beberapa kali, sepulangnya dari luar kota, Dion menjumpai sang rohaniwan sedang bertandang di rumahnya. Bisnis yang berkembang menuntut kepergiannya untuk memperluas pasar. Demi masa depan keempat anaknya, demikian pikir Dion.

Sikap Nina yang bertambah mesra dan manis justru membuatnya merasa aneh. Mereka sudah berpacaran selama 12 tahun sebelum menikah. Hubungan ini awalnya mendapat larangan dari keluarga Nina, namun gadis pujaannya itu bersikukuh memilihnya, hingga akhirnya orangtua Nina merestui pernikahan mereka.

“Saya tahu betul karakter Nina. Dia gadis yang sopan, bahkan cenderung pasif. Jauh dari sikap agresif. Sikap Nina sekarang jadi agak berlebihan untuk ukurannya, meski sesungguhnya lumrah untuk ukuran umum, membuat saya merasa tidak nyaman. Aneh. Akhirnya, saya ajak Nina bicara berdua. Setelah didesak, terkuaklah rahasia yang tersimpan rapat selama ini.

Berawal dari konseling masalah rumah tangga, Nina diperkosa sang rohaniwan. Dia lalu mengancam Nina dengan berbagai ayat dan dalih, ibarat cuci otak. Nina memang pribadi yang rapuh. Kelahirannya yang tidak diinginkan orangtua membuatnya mudah merasa tertolak. Ia memang cenderung tidak merasa aman sejak kecil. Saya menyadari kenyataan itu dan mencintai dia, apa adanya.”

Baca Juga: Mengapa Ibu Rumah Tangga Baik-Baik Jatuh dalam Perselingkuhan?



“Lalu apa yang Dion lakukan setelah tahu kebenarannya?”

“Saya mengundang sang rohaniwan duduk dan berbicara enam mata dengan Nina. Orang yang kami percayai justru mengkhianati. Bayangkan!

Saya hanya ingin kejujuran dan permintaan maaf, itu saja. Tetapi apa? Ia justru memutarbalikkan fakta.

Ia menuduh Nina sengaja menggodanya. Ia bahkan mengeluarkan berita bohong menyangkut bisnis saya. Sebagai pimpinan jemaat yang punya banyak massa, tentu saja dia mampu memengaruhi banyak orang. Bisnis saya goncang.

Galau, terpuruk, stres, dan sangat terluka. Itu yang saya rasakan.

Sampai pada suatu titik, saya akhirnya sadar: Ini ulah oknum. Sedangkan Allah tetap setia.

Tuhan menyediakan penghiburan yang melampaui akal manusia. Damai di tengah badai. Sulit dilukiskan dengan kata-kata, tetapi itu yang terjadi.”

Baca Juga: Kala Badai Menerpa dan Kamu Merasa Telah Kehilangan Segalanya, Ingatlah Ini Saja



“Bagaimana sikap dan hubungan Dion dengan putra bungsu?”

“Saya justru paling dekat dengan dia, Bu. Saya yang kerap memandikannya ketika masih balita.”

“Bagaimana mungkin Dion bisa? Tidak ada sakit hati?” saya bertanya dengan naifnya.

“Anak ini tidak salah, Bu Yenny. Dia tidak pernah minta dilahirkan. Ini anak titipan Tuhan. Bahkan anak-anak kandung saya pun bukan anak saya. Mereka titipan-Nya semata. Kalau Tuhan mengizinkan dia hadir dalam keluarga kami, artinya Tuhan yang memercayakan dan tugas sayalah menjadi ayah yang baik baginya.”



“Bagaimana hubungan Dion dengan Nina setelah peristiwa itu terbongkar?”

“Awalnya Nina stres dan marah-marah tanpa sebab. Saya pun kecewa berat dan melepaskan kekesalan kepadanya. Kami kerap bertengkar. Suasana keluarga bak neraka.

Saya tidak bisa berdoa, Bu ...

Ketika saat teduh, saya hanya datang kepada-Nya, tanpa kata. Hingga suatu saat dalam keheningan, damai yang melebihi akal melingkupi hati saya. Tuhan seolah berkata, "Serahkan bebanmu kepada-Ku."

Saya taat saja. Toh tidak ada pilihan lain, saya sudah tidak kuat. Selama beberapa hari kejadian itu berulang.

Hingga hari ketujuh, ada bisikan dalam hati seolah bertanya:


Apakah saya mencintai Nina?

Ya, saya sangat mencintainya.


Apakah saya rela kehilangan dia?

Saya merenung dalam-dalam.

Tidak, saya tidak mampu kehilangan istri yang saya cintai.


Lalu muncul tanya lagi dalam hati:

Maukah saya menerimanya, dengan segala kelebihan dan kekurangannya, bahkan setelah peristiwa perselingkuhan ini?

Saya terdiam lama.


Akhirnya, saya memutuskan untuk menerima dan mengasihinya setulus hati.

Saya menangis memohon kekuatan-Nya agar memampukan saya. Secara manusia itu tidak mungkin. Saya bukan malaikat.


Pada titik itu, saya putuskan, pengampunan untuk sang rohaniwan dan istri saya lepaskan. Sungguh tidak mudah, tetapi saya harus melanjutkan hidup. Move on. Ada 4 anak yang membutuhkan ayah mereka.”

Baca Juga: Anak Gadis Saya Melihat Sendiri Mamanya Dipeluk Mesra Lelaki Muda



“Apakah Nina sudah bisa menerima pengampunan Dion dan move on?"

“Sekarang sudah jauh lebih stabil, Bu. Sering kali dia merasa kecewa dengan dirinya dan menyalahkan diri sendiri. Pada saat seperti itu, saya memilih diam dan berusaha memahaminya. Jika saya tanggapi pasti akan berlanjut dengan pertengkaran. Ini pergumulan saya. Tolong doakan ...

Inilah alasan saya meminta waktu untuk bertemu dengan Bu Yenny. Silakan Ibu menuliskan kisah saya. Peringatkan orangtua dan anak-anak, jangan mudah mempercayai siapa pun, rohaniwan sekalipun. Justru bahaya sering kali datang dari orang-orang yang paling kita percayai,” ujarnya menutup pembicaraan kami.


[Photo credit: Kitchener Photography]


Suasana hati bercampur-baur. Miris. Namun juga kagum akan ketegaran, kedewasaan iman dan kebesaran hati anak muda di hadapan saya.

Angin berdesir di antara tetes-tetes hujan, menambah dinginnya malam yang kian pekat.





Write for Us!

Kamu baru saja membaca artikel "Istri Saya Hamil, Ia Diperkosa Rohaniwan Kepercayaan Keluarga". Kamu punya cerita yang ingin dibagikan juga?

Tulis ceritamu di sini !


Yenny Indra | @yennyindra

YennyIndra memiliki passion untuk menginspirasi pembacanya agar mengalami peningkatan kualitas hidup, dengan cara memahami prinsip kehidupan yang benar. Menata cara berpikir adalah concern-nya. Ibu 4 anak ini aktif menjalankan family business. Keluarga

BAGAIMANA MENURUTMU ?

Silahkan login untuk memberi komentar