Istri Menjengkelkan? Pria, Satu Hal Ini Akan Mencegahmu untuk Memukulnya

Marriage

photo credit: Psychology for Growth

6.8K
Kejantanan laki-laki tidak ditentukan dari pukulannya di tubuh wanita. Tapi kemampuannya melindungi tubuh wanita.

Saya tidak ingat tepatnya berapa puluh tahun yang lalu, kalau tidak salah saya masih SMP waktu itu. Kira-kira 20 tahun yang lalu, ketika saya pertama kali memukul adik perempuan saya, karena ia melakukan sebuah kesalahan. Kejadian tersebut masih membuat saya merasa bersalah tiap kali mengingatnya.

Saya tidak lagi ingat apa yg menjadi pokok persoalan, tapi yang pasti waktu itu sebagai kakak, saya merasa melakukan hal yang tepat, yaitu kalau adik salah boleh dipukul.

Setelah sore tiba, ibu saya sampai di rumah dari berjualan di pasar sepanjang hari. Dengan bangga saya menceritakan semua kejadian yang terjadi, termasuk berhasil mendidik adik saya dan memukulnya. Setelah semua anak-anaknya bercerita, saya pun dipanggil ibu saya. Saudara saya yang lainnya ada di ruang depan sedang belajar.

Baca juga: Alami KDRT, Teman Saya Meninggal di Tangan Suaminya. Inilah 5 Pelajaran Berharga agar Kisah Tragis ini Tak TerulangIbu saya mulai berbicara.


"Robby, tadi waktu kamu cerita memukul adikmu, bagaimana perasaanmu?"

Saya pun mengulang kembali cerita saya dengan bangga, seolah menunjukkan jika saya berhasil sebagai seorang kakak.

Ibu saya bicara dengan lembut tapi dengan nada sangat tegas.

"Robby, dengarkan mamak ya. Kapan pun adikmu melakukan sebuah kesalahan, jangan pernah main tangan"

"Kamu adalah pria dan saya melarangmu untuk memukul wanita, apa pun kesalahannya"

Saya mulai membela diri dengan berkata bahwa jika adik saya melakukan sebuah kesalahan dan layak mendapat teguran termasuk pukulan. Suara Ibu saya mulai terdengar lebih tegas dan menatap mata saya, memastian jika perkataanya dimegerti oleh anak laki-lakinya.

"Kamu laki-laki dan saya melarangmu memukul wanita"

"Kalau salahnya besar bagaimana mak?" Kata saya kembali mencoba membela diri

"Apa pun kesalahannya, sekalipun fatal dan tak bisa dimaafkan. Kamu tidak boleh memukul wanita. Karena kamu laki-laki, dan laki-laki dilarang memukul wanita. Mengerti?"

Dari nadanya saya tahu betul dia sangat serius.

photo credit: Cloud Mind

Mungkin melihat wajah saya yang belum bisa terima, dia meneruskan penjelasannya.

"Kamu tahu Bapakmu? Tampangnya seperti itu, tapi sampai hari ini tak pernah sekali pun dia memukul mamak" katanya

Sebagai informasi, sebelum menikah Ayah saya adalah pria yang sering bergabung dengan preman pasar dan orang-orang di terminal, walaupun tidak semua namun mereka dikenal dengan perangainya yang kasar.

"Kamu kira saya istri yang sempurna, yang tidak pernah berbuat kesalahan? Saya juga pernah melakukan kesalahan Nak, tapi Bapakmu tidak pernah memukul mamak." Lanjutnya

Saya mulai terdiam dan tidak bisa membantah. Karena saya tahu betul ayah saya memang tak pernah memukul ibu. Saya salah satu pengagum beliau. Dia sangat menghormati ibu saya dan juga menyayangi anak-anaknya.

"Robby ingatlah ini, suatu kali nanti kamu akan menikah. Jika suatu hari nanti istrimu melakukan kesalahan besar, janganlah pernah memukulnya. Itu dosa besar bagi seorang suami."

"Apapun kesalahannya, apapun pelanggarannya, apa pun itu, Jangan pernah memukul istrimu"

Saya terdiam. Mulai saat itu saya berjanji pada diri sendiri untuk tidak akan pernah memukul wanita. Apa pun kesalahannya.

Baca juga: Mengenal atau Menjadi Korban Kekerasan Seksual? Jangan Berdiam Diri! Inilah Sesungguhnya Langkah-Langkah Terbaik yang Harus Diambil untuk Pemulihan


Sampai saat ini saya selalu mengingat pesan itu. Pesan wanita yang tidak lulus SD, pesan wanita yang melahirkan dan membesarkan saya dengan kasih sayang.

Benar adanya, bahwa "Kejantanan laki-laki tidak ditentukan dari pukulannya di tubuh wanita. Tapi kemampuannya melindungi tubuh wanita"


Pesan itu membekas di hati anak laki-lakinya dan ayah saya menunjukkan teladan itu walau ia bukan tipe orang yang gemar bicara.

Baca juga: 5 Kebohongan yang Diyakini Korban yang Membuat Kekerasan dalam Pacaran Terus Berulang

Untuk orang tua di mana pun. Sampaikanlah pesan penting ini untuk anak-anakmu. Tak peduli betapa cerewetnya engkau kata mereka. Tapi pesan itu pasti bertahan puluhan tahun. Untuk para ayah, tunjukkan teladan yang benar, karena itu akan membekas di hati anak-anakmu, mungkin tidak untuk saat ini, tapi puluhan tahun lagi teladan itu akan mereka ingat terus.

Memang tidak mudah, tapi kita pasti bisa.
Mari terus belajar, mari terus berubah, mari terus memberi teladan.


Baca juga:

Mengapa Kita Tidak Perlu Ikut Menyebarkan Foto-Foto Vulgar Korban Kekerasan melalui Media Sosial? Ini 3 Alasannya

Tentang Aku, yang Menghabiskan Sebagian Besar Waktu Hidup Membenci Bapakku

Inilah 5 Perilaku yang Mengubah Pria menjadi Ayah yang Hebat. Berubahlah demi Kebahagiaan


Write for Us!

Kamu baru saja membaca artikel "Istri Menjengkelkan? Pria, Satu Hal Ini Akan Mencegahmu untuk Memukulnya". Kamu punya cerita yang ingin dibagikan juga?

Tulis ceritamu di sini !


Robita Sembiring | @robitasembiring

Public Speaker. Pemerhati Anak. Dosen. Treaner. OWNER Sekolah CROWN SCHOOL yang berdiri di Surabaya. (WA - 0858-8375-9612)

BAGAIMANA MENURUTMU ?

Silahkan login untuk memberi komentar