Istri, Inilah 3 Hal yang akan Menyelamatkanmu dari Godaan Perselingkuhan

Marriage

i.ytimg

6.2K
Lelaki dianggap wajar ketika memiliki ‘gula-gula’, tetapi tidak bagi perempuan. Perempuan berselingkuh adalah sebuah aib.

Pada zaman dahulu, setidaknya pada beberapa dekade yang lalu, perempuan dianggap tabu berselingkuh. Lelaki dianggap wajar ketika memiliki ‘gula-gula’, tetapi tidak bagi perempuan. Perempuan berselingkuh adalah sebuah aib.

Di zaman sekarang, pada abad ke-21 ini, perilaku berselingkuh semakin banyak dilakukan oleh perempuan. Bukan karena perempuan berselingkuh sudah dianggap wajar, tetapi karena perempuan semakin berani menyuarakan haknya. Jika lelaki dianggap wajar berselingkuh, mengapa perempuan tidak?

mjemagazines

Menurut pendapat saya, perilaku berselingkuh tak boleh dianggap wajar; entah itu dilakukan oleh lelaki atau perempuan karena ada sederetan konsekuensi yang tak menyenangkan sudah menunggu di balik aksi perselingkuhan.

Namun khusus artikel ini, saya ingin berfokus mengajak istri-istri untuk memikirkan beberapa hal terlebih dahulu sebelum mereka menyerah pada keinginan untuk berselingkuh.

Baca juga: Hati-Hati, Ibu Rumah Tangga Baik-baik pun Bisa Berselingkuh karena 5 Hal Ini


1. Bertanyalah pada diri sendiri: mengapa?

Sejatinya di zaman ini, pintu menuju perselingkuhan mudah sekali ditemukan. SMS ‘nyasar’, permintaan pertemanan di FB atau media sosial lainnya, dan pertemuan-pertemuan reuni hanyalah beberapa contoh saja yang memudahkan jalan bagi seorang istri untuk berselingkuh.

Ketika sebagai istri, kita menemukan sebuah pintu yang menggoda kita untuk melakukan perselingkuhan, mula-mula kita harus berani bertanya dulu kepada diri sendiri mengapa kita ingin melakukannya.

irishnewa

Suatu kali pernah saya bertanya kepada seorang istri yang berselingkuh dengan suami orang, “Mengapa kamu melakukannya?” Dia menjawab, “Karena pria itu begitu baik kepadaku. Dia sabar mendengarkan keluh-kesahku.” Saya jadi tahu alasan perempuan ini, namun tetap saja saya tak bisa menerima alasan tersebut. Malahan saya sebenarnya ingin bertanya lagi, “Bagaimana kira-kira pria ini di mata istrinya? Apakah dia pria yang baik? Pria yang baik tentu tidak akan berkhianat.”

Pertanyaan ‘mengapa’, pasti akan menimbulkan bermacam-macam jawaban, seperti ‘karena aku kesepian. Suamiku seorang penggila kerja’, atau ‘karena aku butuh sentuhan, sementara suamiku sangat tidak romatis’ atau bahkan ‘suamiku dahulu juga berselingkuh, saya pun boleh, bukan?’ Dan lain-lain.

cloudfront

Jawaban apa pun yang muncul sebenarnya merupakan sebuah ‘blunder’ atau ‘kekeliruan’ alias ‘kesalahkaprahan’. Kita harus ingat bahwa tidak ada perilaku buruk yang akan membuahkan sesuatu yang baik. Karena itu, hasil jawaban dari pertanyaan ‘mengapa’ harus dijadikan sebagai alat untuk introspeksi dan bukan sebagai pembenaran.


2. Pahamilah bahwa tak mungkin mengharapkan kesetiaan dari pria yang berkhianat pada istrinya sendiri

‘Mengapa dia meninggalkanku?” Demikianlah seorang teman saya meratap setelah pria selingkuhannya memutuskan hubungan mereka yang telah berjalan selama lima belas tahun. Saya menjawab, “Aku tidak tahu,”. Namun di dalam hati, saya menduga pria itu memutuskan hubungan karena teman saya sekarang sudah tidak muda lagi. Kekasih selingkuhannya meninggalkannya beberapa saat setelah teman saya itu berulangtahun ke-45.

getty images

Dari sini kita bisa memahami bahwa sebagaimana hubungan di dalam pernikahan, tidak ada yang namanya bulan madu selamanya. Setelah menjalin hubungan yang cukup panjang, kebosanan atau konflik tidak mustahil dirasakan oleh salah-satu (atau kedua) pihak. Bagi pria yang tidak tekun memertahankan keutuhan rumah-tangganya, tidak ada alasan untuk dia bersusah-payah memerkokoh hubungan perselingkuhannya.

Jadi, di dalam hubungan perselingkuhan pun, romantisme bisa berhenti dan tidak berlaku hukum ‘happily ever after’.


3. Ingatlah perselingkuhan bukan hal yang gratis

Apa yang bisa kita dapat dari perselingkuhan? Cinta, perhatian, kesenangan, kebahagiaan, benda-benda, dan perjalanan wisata mungkin adalah sebagian hal yang bisa kita dapatkan secara gratis dari pria yang menjadi kekasih kita.

Namun, ternyata selain hal-hal gratis di atas, sebenarnya perselingkuhan meminta bayaran yang sangat mahal: reputasi pelakunya.

Sekali saja kita berselingkuh, reputasi kita hancur. Memang kita bisa bertobat dan memohon ampun kepada Tuhan, akan tetapi kita tak bisa meniadakan ‘sangsi sosial’ begitu saja yang akan kita terima dari sekeliling kita.

hrlegalist

Seandainya saja kita tidak memedulikan reputasi kita sendiri atau reputasi suami (karena mungkin kita merasa suami adalah alasan mengapa kita berselingkuh), setidaknya pikirkanlah reputasi anak-anak kita. Kita tentu tak ingin anak-anak kita mendapat branding sebagai anak peselingkuh.

Baca juga: Orangtua Ketahuan Berselingkuh, Sebagai Anak, Lakukan 3 Hal Ini demi Keutuhan Keluarga


Nah, ketika godaan untuk berselingkuh terasa kuat magnetnya, pikirkan dahulu ketiga hal di atas. Jangan sampai penyesalan datang terlambat.


Sila klik di sini untuk membaca artikel-artikel yang bisa membantu kita menolak godaan perselingkuhan:

3 Jenis Keintiman yang Harus Dimiliki Pasangan untuk Menyelamatkan Hubungan dari Godaan Perselingkuhan

Bukan Perselingkuhan, namun Tak Kalah Hebat Menghancurkan Hubungan. Atasi sebelum Terjadi!

Cara Ampuh Cegah Perselingkuhan: Praktikkan 5 Bahasa Kasih agar Pasangan Tak Mudah Berpaling ke Lain Hati


Write for Us!

Kamu baru saja membaca artikel "Istri, Inilah 3 Hal yang akan Menyelamatkanmu dari Godaan Perselingkuhan". Kamu punya cerita yang ingin dibagikan juga?

Tulis ceritamu di sini !


martha ekawati pratana | @marthapratana

Ibu dua orang anak, dan istri seorang suami. Menulis, menyunting dan menerjemahkan adalah caranya berpartisipasi di dalam dunia yang terus bergerak ini.

BAGAIMANA MENURUTMU ?

Silahkan login untuk memberi komentar