Inilah Tiga Prinsip Agar Pahitnya Cinta Tetap Bisa Senikmat Secangkir Kopi

Love & Friendship

6.6K
Tanpa mengerti asal usul kopi itu, tahu bagaimana kopi bisa tersebar ke seluruh dunia, dan tahu proses pengolahan yang benar, maka kita tidak akan sadar betapa berharganya biji kopi yang akan kita minum. Begitu pula dengan cinta.

Ada tiga kelompok penikmat kopi di dunia ini. Kelompok pertama adalah kelompok tradisional yang mengolah dan meminum kopi dengan cara sederhana, biasanya hanya sekadar dibuat kopi tubruk, yang penting pahit. Kelompok kedua adalah kelompok pabrikan yang membuat kopi menjadi lebih modern dan mempunyai nilai jual tinggi, ditandai dengan maraknya kedai kopi asing yang selain untuk minum kopi, juga bisa mengangkat gengsi pelanggannya. Kelompok ketiga adalah kelompok "specialty coffee" yang berusaha mengolah kopi dengan benar dari penanaman sampai siap diminum. Kopi akan diexplore sedemikian rupa supaya tidak hanya terasa pahit, dan kafe yang dibuka kadang memenuhi idealisme dan bukan hanya berorientasi bisnis semata.

Kelompok-kelompok penikmat kopi ini ternyata mirip dengan cinta kepada lawan jenis. Kelompok pertama adalah mereka yang menerima cinta apa adanya, pahit pun menjadi nikmat rasanya. Kelompok kedua adalah mereka yang memilih pasangan hidup berdasarkan gengsi semata, sementara kelompok ketiga adalah mereka yang mungkin dianggap aneh karena memiliki sederet kriteria pasangan demi mendapat yang terbaik.

Bicara soal pasangan hidup, tak aneh jika kelompok ketiga memiliki banyak 'anggotanya', karena jika demi kopi saja orang rela berjuang sedemikian rupa, masa sih demi cinta tidak mau berjuang.

Jadi bagaimana seharusnya agar cinta bisa jadi senikmat kopi?


Harus mengenal dengan benar

photo credit: The Huffington Post

Tak kenal maka tak sayang. Ketika ingin membuat kopi yang enak, seseorang harus terlebih dahulu mengenal kopi itu dan kemudian baru bisa mencintainya dengan sungguh-sungguh. Satu sekolah barista di Jakarta mewajibkan siswanya untuk mengambil kelas apresiasi kopi sebelum bisa melanjutkan ke kelas yang lain. Karena tanpa mengerti asal usul kopi itu, tahu bagaimana kopi bisa tersebar ke seluruh dunia, dan tahu proses pengolahan yang benar, maka kita tidak akan sadar betapa berharganya biji kopi yang akan kita minum.

Tentu cinta kepada lawan jenis juga harus seperti itu, kenal terlebih dahulu. Ada yang mengatakan bahwa mencari pasangan itu dimulai dari tahap pertemanan, lalu persahabatan, baru kemudian menjadi pacar dan menikah.

Tetapi seringkali ada yang tidak setuju dan mengatakan bahwa kalau sudah sahabat maka tidak akan bisa menjadi pacar, akhirnya pacar yang dipilih kadang datangnya entah dari mana, dan sesudah pacaran baru berusaha untuk saling mengenal, kalau tidak cocok ya putus, Dan lebih ngerinya, karena di dalam pernikahan juga ada yang berpikir seperti itu, kalau tidak cocok ya cerai saja.

Putus dan cerai tentu tidak enak dan tidak juga seharusnya dialami. Selain akan berdampak besar juga bisa mengakibatkan trauma bagi yang menjalaninya. Bukankah lebih baik untuk susah di awal, ambil waktu untuk kenal dengan baik terlebih dahulu, sebelum berani melangkah ke tahap lebih serius. Kalau pun harus "sakit" karena tidak bisa melanjutkan relasi, tidak akan sesakit kalau hancur setelah ketika ada relasi yang gagal. Kalau belum kenal, belum boleh melangkah terlalu jauh!


Harus melakukan usaha yang benar

photo credit: weziwezi

Salah satu yang menarik dari kelompok specialty coffee adalah mereka menetapkan standar yang tinggi untuk mendapatkan secangkir kopi yang sempurna. Betul-betul semua harus presisi dan juga melalui langkah yang benar, supaya mendapat hasil yang maksimal. Ketika membuat secangkir kopi dengan proses manual brewing, maka perlu mengukur dengan tepat suhu air, ukuran bubuk kopi, rasio air dan kopi, cara menyeduh, kemudian biji kopi harus telah diroasting dengan baik, dan bahkan merek air yang digunakan pun juga akan berpengaruh terhadap hasilnya. Tentu ini tidak mudah dan diperlukan kerja keras. Karena memang tidak cukup kalau hanya sekedar kenal, perlu usaha yang terbaik juga demi mendapat hasil yang terbaik.

Begitu pula dengan cinta kepada lawan jenis, diperlukan juga usaha yang baik dan benar. Perlu langkah yang jelas, dan bukan asal seruduk saja. Kita harus taat kepada peraturan dan norma yang ada, tidak bisa semau kita sendiri.

Jangan melakukan yang seharusnya tidak boleh dilakukan, ketika memang itu memang belum waktunya. Ketika tahu bahwa di masa pacaran memang belum waktunya untuk ada relasi fisik yang terlalu jauh, maka jadikan waktu pacaran untuk lebih intensif saling mengenal dan meyakinkan diri bahwa dia memang jodoh terbaik yang Tuhan berikan kepadaku.

Baca juga: Tiga Ruang yang Kita Butuhkan untuk Mempertahankan Relasi, Sebelum Kebosanan Menghancurkannya

Kadang akan ada banyak godaan yang kita temui. Bisa jadi kita juga dianggap aneh, ketika harus menjalani relasi yang benar. Tetapi, yakinlah kalau itu yang terbaik, khususnya bagi pernikahan yang akan dijalani nantinya. Sebagai contoh, ketika orang sudah melakukan free seks di masa pacaran, maka relasi selanjutnya akan dibangun berdasarkan hubungan fisik saja. Akhirnya masa pacaran tidak lagi diisi dengan saling mengenal dan berbicara tentang visi ke depan lagi. Kalau belum waktunya, jangan dilakukan!


Harus mengalami kepuasan yang benar

photo credit: Medical Daily

Akhir dari proses yang panjang itu adalah kepuasan yang didapat karena bisa meminum kopi terbaik. Kepuasan karena proses panjang dan perjuangan yang berat telah menghasilkan hasil yang terbaik. Biji kopi yang diolah dengan tepat, akan memunculkan "rasa" alami dari biji kopi itu, kita akan dikejutkan dengan adanya rasa fruity dan floral yang nikmat dari biji yang selama ini hanya dianggap pahit. Dan bukan hanya itu, kopi yang diproses dengan benar juga bisa memberikan sensasi after taste yang luar biasa.

Cinta yang diperjuangkan dengan benar sampai akhir, pasti akan memberikan kepuasan. Bukan hanya kepuasan sesaat karena gairah cinta, tetapi puas karena tahu bahwa dia adalah jodoh terbaik yang Tuhan berikan.

Kepuasan yang dialami ketika relasi dibangun sesuai dengan yang Tuhan mau, tentu bukan hanya diberikan dari pasangan kita, tetapi pasti akan ada sukacita sejati yang kita dapatkan dari Tuhan. Karena sebagai mahluk ciptaan-Nya, ketika hidup kita sesuai dengan apa yang digariskan sang pencipta, maka kepuasan hidup terbesar akan kita rasakan. Kepuasan sejati yang akan menjadi hal paling indah di dalam hidup kita. Sehingga, ketika pernikahan harus mengalami gelombang yang berat, kita tetap kuat karena tahu bahwa Tuhan bersama dengan kita.

Selamat menikmati secangkir kopi. Selamat menikmati cinta yang sejati.


Buat kamu yang sedang memperjuangkan relasi, tulisan-tulisan ini akan memberikan inspirasi :

Dari Kisah Selma-Haqy-Senna: Apakah Setia Berarti Menderita? Cinta itu Pilihan, tentang Masa Depan. Realistis Saja!

Sahabat Saya Belum Pernah Pacaran di Usia 30 Tahun meskipun Banyak Pria Mendekatinya, Terlalu Pemilih atau Teguh Memegang Prinsip?

Bukan Menjomblo, Pacaran, atau Menikah yang Membuatmu Bahagia. Kamu Selalu Bisa Memilih untuk Bahagia, Apa pun Statusmu Sekarang

Wanita, Sering Mengalami Kesulitan Memahami Pria? Inilah 3 Rahasia Pria yang Perlu Kamu Tahu


Write for Us!

Kamu baru saja membaca artikel "Inilah Tiga Prinsip Agar Pahitnya Cinta Tetap Bisa Senikmat Secangkir Kopi". Kamu punya cerita yang ingin dibagikan juga?

Tulis ceritamu di sini !


Davy Hartanto | @davyedwin

BAGAIMANA MENURUTMU ?

Silahkan login untuk memberi komentar