Cara Teruji Meminta Kenaikan Gaji Tanpa Membuat Atasan Darah Tinggi

Work & Study

[image: brunch kr]

4.8K
Bicara masalah gaji dengan atasan bisa jadi hal yang sensitif jika tidak tahu caranya. Tunggu waktu yang pas untuk menghadap dan menyampaikan keinginan Anda.

Seorang karyawati mengeluh bahwa dia sudah bekerja bertahun-tahun, tetapi gajinya tetap segitu-segitu saja.

“Kalaupun ada kenaikan, naiknya kecil sekali,” ujarnya.

Keluhan itu bukan hanya datang darinya saja. Banyak sesama karyawan mengeluhkan hal yang sama. Seorang karyawati bahkan baru dinaikkan gajinya saat pimpinan puncak mengadakan sidak dan mendapati bahwa gajinya terlalu kecil. Jadi, bagaimana cara yang baik untuk minta kenaikan gaji?

Begini caranya!


1. Buka mata, buka telinga

Cek dulu apakah gaji rekan-rekan sekerja Anda naik signifikan sedangkan Anda tidak? Jika ternyata rekan-rekan sekantor kenaikan gajinya juga sama dengan Anda—sedikit—maka tidak patut bagi Anda untuk minta kenaikan gaji. Namun, jika kinerja Anda bagus, perusahaan pasti memperhatikan permintaan Anda.

Saya setuju dengan apa yang dikatakan oleh Steve Martin:

[image: Movie Pilot]


2. Cek policy perusahaan

Kebijakan setiap kantor berbeda. Ada yang kenaikkannya setiap semester, artinya setengah tahun sekali; ada yang setahun sekali. Apakah kenaikannya rutin atau saat omzet membaik?

Jika rutin, maka bisa dipastikan setiap tahun gaji akan naik. Masalahnya jika kenaikannya ternyata tidak sesuai dengan naiknya kebutuhan Anda. Karyawan ingin naik banyak, perusahaan ingin naik sedikit.

Bagaimana supaya adil? Cek angka inflasi. Jika inflasi mencapai 5%, misalnya, dan kenaikan gaji kita juga 5%, artinya tidak naik. Kalau naik 10% berarti gaji kita naik 5%. Perhatikan juga antara gaji dan take home pay. Ada yang gajinya rendah, tetapi take home pay-nya tinggi karena ada bonus di sana-sini.


3. Cek kinerja Anda sendiri

Agar tidak ge-er, Anda bisa tanya kepada rekan sekerja atau ke atasan langsung. Jika kinerja Anda sudah baik, dan Anda tidak mengalami kenaikan gaji atau naik tetapi sedikit sekali, Anda layak bertanya.

Bukan mempertanyakan.

Ada nuansa yang berbeda dari dua kata itu. Bertanya adalah hak, mempertanyakan berkonotasi protes.

Cek juga kenaikan gaji teman-teman, apalagi yang satu level dan lama bekerja yang relatif sama dengan Anda. Anda juga bisa membandingkan gaji Anda dengan gaji teman-teman sekantor baik yang di atas, satu level, maupun di bawah Anda. Memang ada perusahaan yang meminta karyawan untuk tidak saling bertanya gaji agar tidak terjadi ‘keributan’. Namun, sudah menjadi rahasia umum bahwa kita bisa tahu gaji teman-teman.

Baca Juga: Tidak Puas dengan Keputusan Kenaikan Gaji Tahunan dari Atasan? Tanyakan 3 Hal Penting ini Agar Dapat Menerima Keputusan Tersebut


4. Cari waktu yang pas

[image: Frapress]

Bicara masalah gaji dengan atasan bisa jadi hal yang sensitif jika tidak tahu caranya. Tunggu waktu yang pas untuk menghadap dan menyampaikan keinginan Anda. Minta kenaikan gaji adalah hal yang sah dan wajar saja. Namun, alangkah baiknya jika saat menyampaikan hal itu kondisi keuangan perusahaan sedang sehat dan atasan sedang senang hatinya.


5. Tetaplah bertindak profesional saat ditolak

Saat menghadap, Anda sudah harus mempersiapkan mental jika permintaan Anda ditolak. Jangan langsung patah arang. Sedih boleh saja, tetapi patah arang a big no!

Tetap kerjakan tanggung jawab dengan baik. Jika atasan Anda melihat kerja Anda yang profesional, bisa jadi Anda akan dipromosikan dan otomatis mengalami kenaikan gaji.

Jadi, jika gaji Anda ditolak bukan berarti tidak ada harapan lagi. Mungkin perusahaan memang belum punya dana untuk menaikkan gaji karyawan. Kesabaran dalam taraf tertentu sering kali membuahkan hasil yang indah.


Bagaimana jika apa pun usaha Anda, tampaknya atasan tidak peduli?

[image: theburgblog]

Pertama, cek!

Apakah teman-teman Anda yang lain juga mengalami ‘nasib’ yang sama dengan Anda. Dari pergaulan dan curhat teman-teman, Anda bisa ‘menangkap’ fenomena ini. Memang ada perusahaan yang terkenal pelit, sehingga susah sekali menaikkan gaji karyawan, apalagi memberi bonus.


Kedua, selama menunggu kepastian, adakan evaluasi diri.

General Check Up bukan hanya berlaku untuk kesehatan fisik, melainkan juga stamina performa. Tingkatan kelebihan Anda dan perbaiki yang kurang. Caranya? Belajar dari para senior, membaca buku, dan mengikuti pelatihan yang sesuai bidang Anda.


Ketiga, cari kesempatan untuk menambah income Anda.

[image: Incansavelmente]

Anda tetap bisa mencari tambahan dengan masih tetap bekerja, misalnya dengan memanfaatkan dunia internet. Bisa juga menjadi sales freelance untuk produk-produk yang Anda kuasai.

Baca Juga: Menghasilkan Uang dari Hobi? Bisa, Asal Tahu Caranya. Mengubah Hobi Menjadi Hoki, Ini Strateginya


Keempat, berwiraswasta.

Coba gali kemampuan bisnis Anda. Siapa tahu Anda sebenarnya seorang yang bisa berdagang, tetapi karena belum mencoba, kemampuan itu terpendam dalam-dalam.


Kelima, jika memang sudah tidak ada harapan di perusahaan itu, cari pekerjaan baru.

Bersiap-siaplah jika selama Anda hunting dan ketahuan atasan, Anda dikeluarkan. Asal Anda tidak merugikan perusahaan dan menuruti semua aturan, misalnya dengan mencari pekerjaan di luar jam kerja atau izin yang wajar. Tetaplah bekerja sambil menanti kesempatan yang lebih baik.

Baca Juga: RESIGN: 6 Hal yang Perlu Kamu Pertimbangkan Sebelum Memutuskan untuk Berhenti dari Pekerjaanmu Sekarang dan Berburu Pekerjaan Baru


Last but not least, menghadap kepada Atasan di atas atasan.

[image: Healingfromgod]

Doa, dalam pengalaman saya,

besar kuasanya.

Selamat berjuang!



Baca Juga:

Lakukan 5 Langkah Efektif ini agar 'Bocor Halus' Tak Membuat Gaji Menyusut Lenyap

Membeli Properti dengan Gaji Sendiri Usia 20-an? Bisa!! Lakukan Lima Hal ini




Write for Us!

Kamu baru saja membaca artikel "Cara Teruji Meminta Kenaikan Gaji Tanpa Membuat Atasan Darah Tinggi". Kamu punya cerita yang ingin dibagikan juga?

Tulis ceritamu di sini !


XavierQuentin Pranata | @xavierquentinpranata

BAGAIMANA MENURUTMU ?

Silahkan login untuk memberi komentar