Inilah Cara Meraih Kesuksesan tanpa Mengorbankan Kebahagiaan

Reflections & Inspirations

[image: Infusionsoft]

873
Definisi bahagia bagi setiap orang memang berbeda. Tentu berbeda pula cara mencapainya.

Bertemu dengan Sherly selalu menyenangkan. Teman lama yang cerdas, riang, dan lucu. Dia selalu punya berbagai topik untuk diceritakan. Tidak pernah dia terlihat sedang bersedih. Sederet barang branded yang menempel di sekujur tubuhnya, menggambarkan keberhasilan hidupnya. Sukses, terkenal, dan wajahnya kerap ditayangkan dalam berbagai acara televisi.

Di antara teman-teman seangkatan, Sherly satu-satunya wanita yang menyandang begitu banyak jabatan. Kehidupannya begitu memukau dan nyaris sempurna. Karena itu saya cukup terkejut ketika dia menceritakan perceraiannya. Dua anaknya dijaga oleh mamanya, supaya dia tetap bisa beraktivitas.

“Dalam hidup, kita tidak bisa memperoleh semuanya,” ujarnya enteng.

“Orang hidup tidak boleh serakah, aku memperoleh kesuksesan dalam karier dan bisnis, tetapi gagal dalam rumah tangga, wajarlah ...” sambungnya pula.

Sherly merasa memang itu sudah selayaknya.

Baca Juga: Inilah Satu Kunci Sukses Membina Hubungan, Baik dengan Pasangan, Anak, maupun Rekan Bisnis


Pada kesempatan lain, saya berbincang dengan gadis muda berusia dua puluh tahunan. Cantik, sopan, dan penampilannya sederhana.

“Tante, saya pilih bahagia daripada hidup sukses,” ujarnya saat saya menanyakan pria seperti apa idamannya. “Orang kaya hidupnya tidak bahagia ... suaminya banyak duit, tentu bisa beli perempuan cantik di mana pun dia suka.”

“Kata siapa?”

“Kata teman-teman saya ... tapi betul, kan?”


Gadis ini mulai menceritakan sederet pria kaya di kotanya yang suka main perempuan.

Mungkin karena dia tinggal di kota kecil, ungkapan Jawa “Mangan ora mangan asal kumpul” atau “Makan atau tidak makan tidak penting, asalkan tetap berkumpul” masih kental dihidupi. Saya yakin jika pertanyaan ini diajukan pada gadis-gadis metropolitan pasti berbeda jawabannya. Sebagian besar memilih kemapanan sebagai prioritas utama.

Familier dengan kisah ini?


Benarkah kita hanya bisa memilih satu?

Rupanya, banyak orang beranggapan dalam hidup hanya boleh memilih salah satu. Padahal tidak ada yang memberi batasan seperti itu. Namun sudah “kadung” jadi persepsi umum.

[image: Max Flex Fitness]

Ada orang yang hidupnya sederhana dan bahagia. Tidak kurang pula orang yang sukses dan hidupnya bahagia. Akan tetapi, rasanya sulit hidup berkekurangan terus-menerus tetapi bahagia. Mungkin bisa bagi orang yang memang memiliki jiwa petualang. Mereka menikmati perasaan “jantungan”, serasa naik jet coaster kehidupan. Namun, pada umumnya, orang lebih suka hidup damai, tenang, dan tercukupi. Apalagi saat bilangan usia bertambah.

Definisi bahagia bagi setiap orang memang berbeda. Tentu berbeda pula cara mencapainya.

Baca Juga: Dua Kunci Kebahagiaan yang Sederhana, Namun Sayangnya Sering Kali Terlupakan


Nah, untuk kalimat gadis muda di atas tadi, benarkah pria kaya selalu tidak setia? Tidak juga. Ada pria kaya yang memang suka selingkuh dan ada pula yang tetap baik serta setia. Semua itu tergantung karakter, bukan soal kaya atau miskin. Tidak kurang juga pria yang sudah miskin, tetapi suka berjudi, minum minuman keras, hobi main perempuan pula!

Wow ... celaka dua belas ...!

Tuhan sendiri menjanjikan anak-anak-Nya berkat: Umur panjang ada di tangan kanannya, di tangan kirinya kekayaan dan kehormatan. Jalannya adalah jalan penuh bahagia, segala jalannya sejahtera semata-mata.

Artinya, Tuhan menginginkan anak-anak-Nya berumur panjang, kaya, dihormati, bahagia, dan sejahtera.

Bukankah ini kehidupan yang luar biasa sekali?

Ini bukan serakah, tetapi kehendak Tuhan!


Lalu, siapa yang menyuruh kita memilih salah satu?

Sukses dan bahagia ibarat tangan dan kaki, kita membutuhkan keduanya. Seberapa besarnya kesuksesan, tergantung takaran masing-masing.

Tidak perlu membandingkan diri dengan orang lain. Bukan tingginya kesuksesan yang membuat kita makin bahagia, tetapi seperti kata Wallace D. Wattles, hidup tanpa kemajuan adalah hidup yang tidak layak dijalani.

Sukses pun tidak selalu identik dengan materi. Berhasil membangun hidup orang lain, menginspirasi, membagikan kasih yang tulus, itu juga kesuksesan. Usaha, pencapaian-pencapaian, dan dampaknya yang lebih penting. Semua itu membuat kita bergairah dan senantiasa memiliki tujuan yang lebih besar yang hendak diraih. Pencapaian inilah yang membuat kita merasa berarti dan penting.

[image: Medix]

“The best is yet to come,” begitu menurut lagu Frank Sinatra. Yang terbaik masih ada di depan sana. Dunia dapat menjadi lebih baik karena kehadiran kita. Kepuasan jasmani dan rohani pun tercipta.

Bukankah selama masih bisa bernafas, artinya masih ada tugas yang Tuhan ingin kita kerjakan?

Bagaimana dengan Anda?


Seorang Guru yang bijak pernah berkata di masa yang telah lama lampau, tetapi masih sangat berlaku hari ini,

"Terjadilah kepadamu menurut imanmu."



Baca juga artikel-artikel inspiratif tentang menjalani kehidupan ini:

5 Jalan Mengubah Kekurangan Menjadi Bekal Kesuksesan

Biarkan Orang Berkata Apa, Kurangi Ribuan Pertempuran Tak Perlu, Jadilah Bahagia! Ini Teknik Cerdasnya





Write for Us!

Kamu baru saja membaca artikel "Inilah Cara Meraih Kesuksesan tanpa Mengorbankan Kebahagiaan". Kamu punya cerita yang ingin dibagikan juga?

Tulis ceritamu di sini !


Yenny Indra | @yennyindra

YennyIndra memiliki passion untuk menginspirasi pembacanya agar mengalami peningkatan kualitas hidup, dengan cara memahami prinsip kehidupan yang benar. Menata cara berpikir adalah concern-nya. Ibu 4 anak ini aktif menjalankan family business. Keluarga

BAGAIMANA MENURUTMU ?

Silahkan login untuk memberi komentar