Inilah 7 Tipe Suami Terkait Urusan Rumah Tangga. Tipe yang Manakah Suamimu?

Marriage

[Image: unclebobs.com]

4K
Dari pengamatan saya terhadap berbagai curhatan para istri - baik di dunia maya maupun dunia nyata, inilah 7 tipe suami dalam hal melakukan urusan rumah tangga.

“Woi, Istri bukan robot, jangan disuruh kerja melulu!” tag nama suami.

“Papah asyik main HP. Istri sibuk urus rumah, anak, sekaligus jualan online dan ngajar les.“ post foto suami yang lagi asyik main HP.

"Pah, baca ini!" tag nama suami di sebuah postingan teman yang di-share si istri. Isi postingan? Tentang suami sang teman yang rajin membantu pekerjaan rumah tangga.


Postingan-postingan serupa contoh di atas sangat sering muncul di halaman Facebook saya sejak pertama kali saya memliki akun itu di tahun 2009. Para istri, yang sebenenarnya ingin sekali menampilkan citra keluarga bahagia atau image suami yang baik, malah mencetuskan ungkapan kekesalan mereka di sana. Sumbernya kadang hanya masalah-masalah yang nampaknya sederhana, seperti kelelahan mengurus pekerjaan rumah tangga, ketidakpuasan karena suami enggan membantu, atau bahkan kemarahan karena dilarang merekrut asisten rumah tangga oleh suami dengan alasan penghematan.

Baca Juga: 9 Tipe Mama-Mama Muda di Media Sosial

Dari pengamatan saya terhadap berbagai curhatan para istri - baik di dunia maya maupun dunia nyata, inilah 7 tipe suami dalam hal melakukan urusan rumah tangga:


1. Partner yang Bijak

Partner yang bijak adalah tipe ideal sebagaimana diajarkan dalam setiap kelas persiapan pernikahan. Suami tipe ini sejak awal berdiskusi dan bersama-sama sang istri mengatur job description pekerjaan rumah tangga yang menjadi bagian masing-masing. Sang partner yang bijak ini tidak kaku, dan siap menerima perubahan tugas ketika situasi dan kondisi berubah. Ia juga bersedia, bahkan berinisiatif membantu, atau berdiskusi mencari solusi saat melihat istri overload atau mengalami hambatan dalam mengurus pekerjaan rumah tangga.

Tipe suami seperti ini sangat diharapkan oleh para wanita pada umumnya.



2. Bapak Rumah Tangga Sejati

[Image: ributrukun.com]

“Suami saya tipe bapak rumah tangga sejati. Semua urusan rumah tangga diurusnya karena saya kerja full time.” demikian curhat seorang teman. Suami teman ini bukan satu-satunya pria yang mengurus semua pekerjaan rumah tangga. Saya mengenal teman-teman lain yang juga memiliki tipe suami yang sama. Beberapa teman, baik laki-laki maupun perempuan, menceritakan betapa sulitnya pria mencari pekerjaan sementara untuk membuka usaha tak punya cukup modal. “Sepertinya dunia saat ini lebih membutuhkan pekerja wanita dibanding pria,” keluh seorang teman laki-laki yang telah sekian lama menjalani peran sebagai bapak rumah tangga sejati.

Maka tidak heran, ketika karier sang istri nyata-nyata lebih bisa menjamin kehidupan keluarga, para suami dengan rela bertukar peran mengurus rumah tangga. Istri-istri mereka yang bekerja sepanjang hari di luar rumah. Kondisi ini menurut saya sah-sah saja, asal kedua belah pihak memiiki kesepakatan bersama dan menjalankan peran masing-masing dengan rela hati, tanpa merasa diri direndahkan, atau sebaliknya, merasa berada di atas angin alias meninggikan diri di atas pasangannya.

Baca Juga: Working Mom, Rasa Bersalah dan Cara Mengatasinya



3. Over Controlling Ruler

“Kok gitu ngepelnya? Ayo, ulangi. Dari ujung sini ke ujung sana, jangan dibalik!” demikian sang suami mengoreksi metode mengepel istrinya. Padahal sang istri memilih cara mengepel sebaliknya itu agar ia bisa menghindari menginjak hasil pel-pelannya. Dengan rute itu, ia juga bermaksud untuk langsung masuk kamar mandi untuk membersihkan kain pel, mencuci, dan mengerjakan pekerjaan-pekerjaan lain sambil menunggu lantai kering.

“Lho kok anak sudah ditidurkan, ini baru jam berapa?” tanya seorang suami dengan nada mengecam. Padahal ketika itu si anak mulai menunjukkan gejala flu dan perlu segera istirahat agar sakitnya tidak semakin menjadi-jadi.

“Pokoknya ga boleh keluar rumah sebelum kerjaan beres. Kalaupun beres, harus dapat izin dulu dari aku!” Padahal ada panggilan telepon masuk, memberi tahu bahwa sang mertua [orangtua suami] terkena serangan stroke, sedangkan sang suami tak kunjung mengangkat telepon penting tersebut.

Suami tipe over controlling ruler ini berlaku layaknya seorang raja dan diktator. Segala sesuatu diatur dan dikontrol sedemikian rupa. Sampai-sampai cara menyapu, mengepel, menyetrika, melipat pakaian, segala hal hingga detail terkecil pun harus sesuai pikiran dan cara yang diinginkannya. Istri kehilangan haknya untuk menjalankan peran dengan luwes dan kreatif. Istri juga kehilangan kesempatan untuk dapat menjadi dirinya sendiri.

Suami seperti ini umumnya mendatangkan tekanan batin yang berat pada diri istri karena tindakan yang mengekang dan mengatur yang berlebihan.

Bila Anda adalah suami tipe ini, ketahuilah bahwa istri bukanlah robot.

Istri adalah manusia, yang sekalipun memiliki keterbatasan pengetahuan, namun juga memiliki kemampuan berpikir dan belajar hal-hal yang baru. Memberi masukan dan informasi tentang cara bekerja itu baik dan penting, tapi berikan juga kesempatan istri untuk melakukan sesuai dengan cara dan instingnya sebagai wanita, khususnya sebagai ibu, jika itu adalah soal mengurus anak.

Istri juga adalah manusia yang bisa memiliki keperluan mendadak sehingga mungkin terpaksa harus menunda pekerjaan rumah tangga. Bukan karena ia dengan sengaja menginginkannya, tapi karena ada hal lain yang lebih urgent - yang jika tidak dilakukan akan mendatangkan dampak lebih buruk dibanding ketika pekerjaan rumahnya hari itu tertunda.

Baca Juga: Salah Memilih Pasangan Hidup? Jangan Terburu-buru Bercerai, Pertimbangkan Solusi Ini!



4. Super Hero

[Image: gettyimages.ae]

“Help ... Help ...” dari kejauhan terdengar teriakan seorang wanita tua yang hampir tenggelam di sungai minta tolong. Secepat kilat, Superman terbang mendekat. Ia mengangkat wanita tua itu dari sungai dan menyelamatkannya hingga tidak jadi tenggelam.

Demikianlah naturnya Superhero dalam film atau komik: mereka muncul untuk menolong hanya pada saat ada teriakan minta tolong.

Suami tipe 'Super Hero' adalah mereka yang menolong istri mereka jika dan hanya jika si istri “berteriak” atau memohon-mohon dengan sangat minta tolong. Jika tidak, jangan harap ada inistiatif untuk menolong. Sekalipun jelas-jelas istri sedang kewalahan - menggendong anak yang sedang menangis dan meronta-ronta, suami 'Super Hero' tidak akan bergerak seujung kuku pun untuk mematikan kompor, meskipun 'tuuuuttt' kencang - tanda air yang dimasak sudah mendidih telah sejak lama berbunyi, beradu keras dengan tangisan dan teriakan bayi di gendongan istri.

Intinya, ia harus dimintai tolong atau disuruh dahulu baru membantu pekerjaan rumah tangga. Suami seperti ini perlu belajar melatih kepekaan. Ia perlu membuka mata lebar-lebar melihat kondisi istri, membuka mulut untuk bertanya apa yang dapat dilakukan saat itu untuk meringankan beban istri, atau bahkan mengambil inisiatif mengerjakan bagian yang urgent yang sedang terbengkalai karena situasi rumit yang sedang dihadapi istri.

Di tengah kondisi yang stressful, bisa saja istri sudah tidak mampu lagi untuk “berseru” minta tolong apalagi memberi instruksi pada suami apa yang harus dikerjakan.

Kepekaan seperti itu akan jauh lebih membahagiakan istri dibandingkan menjadi "Super Hero” yang perlu diteriaki dahulu baru datang menolong.

Baca Juga: Sebuah Kisah tentang Perempuan dan Kekuatan Super yang Mereka Miliki



5. Super Cuek

[Image: univision.com]

Tipe Super Cuek lebih parah dibanding Super Hero. Suami dengan tipe ini benar-benar tidak akan peduli apalagi turun tangan saat istrinya membutuhkan bantuan, bahkan jika dimintai tolong sekalipun.

Meskipun demikian, ada banyak wanita yang sanggup bertahan dengan suami tipe ini. Salah satu caranya adalah dengan mempekerjakan beberapa pembantu rumah tangga dan babysitter, agar rumah tetap bisa rapi dan anak tetap terurus, sementara istri dapat tetap memliki me time yang cukup. Me time di sini pengertiannya amat luas, baik itu untuk hang out dengan sesama ibu-ibu lainnya, ke salon bagi istri-istri yang berada, atau berjualan online mencari tambahan bagi istri-istri yang merasa bahwa ekonomi keluarganya masih perlu didongkrak.

Apapun solusi yang diusahakan untuk dicari [sendiri!] dan dilakukan [sendiri juga!] oleh istri, no complain dari suami, karena satu: CUEK.

Baca Juga: Bagaimana Menjadi Romantis? Jangan Salah, Bukan Bunga atau Puisi Cinta, Inilah 5 Hal Romantis yang Paling Diinginkan oleh Pasanganmu!



6. Lidah dan Tangan Menari bersama

“Suaminya rajin lho! Tiap kali saya datang, pasti sedang melakukan kerjaan rumah. Entah itu cuci piring, cuci baju, pokoknya TOP Markotop!” Kata seorang ibu tentang suami tetangganya. Luar biasa, bukan?

Tapi tahukah Anda, apa reaksi tetangganya ketika mendengar pujian tentang suaminya itu? “Ah, ibu itu mah ga tahu aja, suami saya itu kalau ada tamu memang kerja sambil tutup mulut. Kalau ga ada tamu? Tangan kerja, lidah juga kerja: mengeluh dan ngomel!”

Rupa-rupanya, ketika jemari sang suami menari mengerjakan pekerjaan rumah tangga - yang menurutnya kewajiban istri, lidahnya pun ikut bergoyang, alias berkeluh kesah, mengapa ia harus melakukan semua urusan tersebut. Bahkan, tak jarang mengeluhkan ketidakbecusan istrinya, yang dianggapnya tidak mampu membuat seisi rumah rapi tanpa bantuannya.

Keluhan sang suami yang demikian seringkali menyulut pertengkaran. "Kalau memang rela membantu, jangan mengomel apalagi mencela istri," begitu keluh para istri.

Bukan hasil kerja rumah tangga suami yang diharapkan istri, tapi ketulusan dalam membantu dan bekerja sama. Itu intinya.



7. Anak Mama

“Mah, dimana agenda yang baru kubeli kemarin?”

“Agenda yang mana Pah? Aku ga lihat.“

“Agenda yang baru kubeli kemarin sore.”

“Aku ga tahu Papah beli agenda baru.”

“Pokoknya carikan sampai ketemu ya, Mah!”

Untuk semua hal, harus minta “Mamah” [panggilan untuk sang istri] yang mengerjakannya. Mulai dari mengurus dapur, anak, menyediakan baju kerja, mencari barang hilang, sampai mencari nomor telepon pun, minta istri yang melakukan.

Tipe suami seperti ini berperilaku tak ubahnya seperti anak batita yang sepenuhnya bergantung pada orangtuanya. Anak batita pun bahkan dapat dikatakan bisa “lebih mandiri” dalam hal mencari dan menyimpan barang kesukaannya sendiri.

Baca Juga: Inilah 5 Hal Istimewa yang Dimiliki oleh Para Super Moms, Ibu Rumah Tangga yang Luar Biasa


"Suami juga manusia, punya kekurangan," demikian keluh suami. Benar, tetapi suami juga adalah manusia yang mampu belajar dan bertumbuh. Keberadaaannya di sisi istri bukan untuk menjadi raja penguasa, bukan juga menjadi “budak” yang disuruh-suruh, bukan juga sebagai anak yang tidak tahu apa-apa dan karena itu bergantung penuh pada istri, bukan juga orang asing yang tidak saling peduli.

Para suami, istri adalah wanita yang Tuhan tempatkan di sisimu untuk bekerja sama denganmu dalam mengarungi bahtera kehidupan rumah tangga. Alangkah indahnya jika setiap suami dapat dan bersedia menjadi partner yang bijak bagi sang kekasih seumur hidup, istrinya sendiri.



Baca Juga:

Bukan Semata Malas, Inilah 5 Penyebab Suami Enggan Membantu Pekerjaan Rumah Tangga

Pria Berubah Setelah Menikah? Ketahui 5 Hal yang Menjadi Penyebabnya dan 10 Cara untuk Mengembalikan Romantisme Masa Pacaran dalam Pernikahan

4 Prinsip yang Membuat Relasi Cinta Makin Kokoh

Kehidupan Setelah Menikah Tak Seindah Saat Pacaran? Jika Dulu Mengejar Pernikahan, Maka Kini Saatnya Memperjuangkan Hubungan



Write for Us!

Kamu baru saja membaca artikel "Inilah 7 Tipe Suami Terkait Urusan Rumah Tangga. Tipe yang Manakah Suamimu?". Kamu punya cerita yang ingin dibagikan juga?

Tulis ceritamu di sini !


Heren Tjung | @herentjung

Public speaker. Pendiri Gerakan Kekudusan Seksual Kaum Muda True Love Waits Indonesia (pemegang lisensi resmi TLW International). Penulis buku Membongkar Rahasia Pornografi-bimbingan terpadu lepas dari jerat pornografi. Kontak:tlwindonesia@gmail.com

BAGAIMANA MENURUTMU ?

Silahkan login untuk memberi komentar