Inilah 5 Hal Istimewa yang Dimiliki oleh Para Super Moms, Ibu Rumah Tangga yang Luar Biasa

Marriage

[Image: pinterest.com]

5.7K
Ibu hebat harus diperjuangkan, tetapi hasilnya layak mendapat medali emas.

Spring. Malam hari.

Saya sedang diminta bicara di acara ulang tahun seorang anak. Sebelum saya bicara, nyonya rumah memberi sambutan. “Dulu saat saya terbang dari Indo ke Aussie, saya ingin mengejar karier di bidang keuangan. Eh, setelah selesai master, suami malah melarang saya bekerja. Alasannya klasik, dia mampu mencukupi keluarga. Mula-mula batin saya berontak. Masa sekolah tinggi-tinggi tidak boleh bekerja? Namun dengan berjalannya waktu, ternyata saya bisa fokus ke keluarga. Saya tidak pernah menyesali keputusan saya. Anak-anak saya bukan hanya behave di rumah, tetapi juga berprestasi di sekolah. Kini dengan kepala tegak saya bisa berkata, ‘I’m proud to be a professional mom!’” ujarnya dengan wajah sumringah.

Saya yang mendengar ikut bangga. Hati saya bergetar. Saat banyak wanita yang meremehkan pekerjaan ibu rumah tangga, saya menemukan seorang ibu yang perkasa. Dari pengalaman saya mengkonseling keluarga, ibu rumah tangga maupun wanita karier, saya menemukan ada 5 kriteria untuk menjadi ‘super mom’:


1. Sebuah Kebanggaan, Bukan Beban

“Saya hanya seorang ibu rumah tangga.” Pernah dengar ucapan bernada inferior ini?

Jangan pernah ucapkan lagi!

Menjadi ibu rumah tangga bukan ‘hanya’ tetapi ‘segalanya’.

Singkirkan pikiran yang mendegradasi sekaligus mengkontaminasi pikiran Anda. Menjadi seorang ibu rumah tangga adalah suatu kebanggaan. Kehormatan. Bukan beban. Apalagi merasa dikorbankan. Anda layak bangga!

Justru dari ibu-ibu rumah tangga semacam inilah lahir generasi yang luar biasa. Jika bukan karena seorang ibu rumah tangga bernama Ida Ayu Nyoman Rai, kita tidak punya Ir. Soekarno - Presiden Republik Indonesia pertama. Jika bukan seorang ibu bernama Nancy, kita tidak akan mengenal ilmuwan top markotop, Thomas Alva Edison. Bahkan dari rahim perempuan bernama Maria, lahirlah Yesus.



2. Malaikat yang Tuhan Utus untuk Turun ke Bumi

Seorang bayi bertanya kepada Tuhan, “Mereka memberitahuku Engkau akan mengirimku ke bumi besok, tetapi bagaimana aku bisa bertahan di sana karena aku begitu kecil dan tak berdaya?”

Tuhan menjawab, “Malaikatmu akan menjagai dan merawatmu.”

Bayi itu bertanya lebih lanjut, “Namun beritahuku, di sini di Surga aku tidak perlu melakukan apa pun kecuali menyanyi, tersenyum, dan bahagia.” Tuhan berkata, “Malaikatmu akan menyanyi untukmu dan juga tersenyum kepadamu. Dan kamu akan merasakan kasih sayangnya dan menjadi amat bahagia.

Lagi bayi itu bertanya, “Dan bagaimana aku bisa mengerti ketika orang bicara kepadaku jika aku tidak mengenal bahasa?” Tuhan menjawab, “Malaikatmu akan mengajarimu kata-kata yang paling indah dan manis yang pernah kamu dengar, dan dengan penuh kesabaran serta ketaletanan, malaikatmu akan mengajarimu bagaimana berbicara.”

“Dan apa yang akan aku lakukan ketika aku ingin bicara dengan-Mu?” Tuhan berkata, “Malaikatmu akan mengajar kamu melipat tanganmu. Ia akan mengajarkanmu bagaimana berdoa.”

“Siapa yang akan melindungiku?” Tuhan menjawab, “Malaikatmu akan melindungimu, bahkan jika dia harus mengorbankan nyawanya.”

“Namun aku akan sedih karena aku tidak bisa melihat-Mu lagi.” Tuhan menjawab, “Malaikatmu akan selalu bicara denganmu tentang Aku dan menunjukkan kepadamu jalan untuk kembali kepada-Ku. Toh aku pun akan selalu berada di sisimu.”

Pada saat itu ada kedamaian yang luar biasa di Surga, namun suara-suara dari Bumi dapat didengar dan bayi itu buru-buru bertanya, “Tuhan, jika aku harus pergi sekarang, tolong katakan kepadaku nama malaikat itu.”

...

Tuhan menjawab, “Kamu hanya perlu memanggilnya, ‘Mama.’”

...

[Image: ributrukun.com]

Puisi yang saya terjemahkan secara bebas ini tidak diketahui siapa penulisnya, namun membuat saya bergetar. Puisi itu mengingatkan saya akan Mama yang sudah kembali kepada Bapa dalam usia 93 tahun. Seorang istri yang baik bagi ayah saya dulu dan ibu yang hebat bagi anak-anaknya.



3. Bodyguard Cantik dengan Bayaran Senyum

Shu Xin. Nama ini tiba-tiba mencuat di sela ajang KTT G-20 China. Dia bukan hanya menjadi pelindung para tamu penting KTT ini, tetapi juga mempunyak paras yang cantik jelita.

Ibu rumah tangga adalah bodyguard cantik bagi putra-putrinya tanpa pamrih. Senyuman anak-anaknya yang ‘safe and sound’ menjadi upah terbesarnya.

Seorang ibu benama Diwalinen Vankar, 58 tahun, di Vishwamitri, 40 kilometer dari Vadodaran, India Barat, menyelamatkan putrinya Kanta, 19, dari cengkeraman buaya sepanjang hampir empat meter.

[Diwalinen Vankar dan putrinya, Kanta]

Saya pun pernah membaca kisah ‘ibu tercantik sejagad’. Ketika diadakan lomba bertajuk ‘ibu paling cantik’, seorang anak mengirimkan foto ibunya - yang berwajah biasa-biasa saja dengan gigi ompong di depan. Tulisan di balik foto itulah yang membuat para juri terkesima: “Bagi saya, ibu saya adalah wanita yang paling cantik karena selalu berada di sisi saya saat saya membutuhkan!” Wow! Keren kan?



4. Multitasking tanpa Job Description

[Image: themominmemd.wordpress.com]

Ketika melihat seorang ibu rumah tangga melakukan tugasnya, saya jadi geleng-geleng kepada sendiri. Mereka bisa menggoreng tempe, mengawasi anak laki-laki sulungnya yang sedang ‘bikin onar’ di rumah, sambil menyusui adiknya si kakak yang belum lama nongol di muka bumi. Semua itu dilakukan tanpa pemerian tugas yang jelas.

Sesaat sebelum menulis curhatan ini, saya sedang WA-an dengan seorang editor portal online yang mengusung tagline 'Redefining Relationships'. Saat masih seru-serunya diskusi tentang tulisan, tiba-tiba dia ‘undur’ diri dengan sopan sambil menulis, “Saya lagi jemput anak, Pak. Tadi mau buka laptop, anak saya minta pulang.” Inilah ibu sejati. Anak lebih penting ketimbang gadget.



5. Pilih Kepala Ikan ketimbang Badannya

Seorang bapak pulang kantor. Tiba-tiba dia ingat, hari itu istrinya ulang tahun. Dia mampir ke restoran untuk membelikan menu kesukaan istrinya. Setibanya di rumah, istrinya menyambut dengan gembira saat melihat suaminya membawa ‘kado spesial’ untuknya. Namun, begitu dibuka, wajahnya langsung muram. Dan dengan memaksakan tersenyum, dia berkata, “Terima kasih.” Pendek. Singkat. Sang suami tidak siap menerima tanggapan yang begitu dingin. Apalagi dia melihat mata istrinya membasah.

“Ada apa, Sayang? Ada yang salah dengan masakan yang kubeli?” ujarnya.

“Mas. Saya tidak suka kepala ikan,” ujar sang istri, yang kini wajahnya sudah dibasahi air mata.

“Lho, saat makan bersamaku dan anak-anak, kamu kan selalu pilih kepala?” sahut suaminya heran.

Sambil terisak menahan tangis, istrinya menjawab, “Itu karena saya memilih bagian ikan yang terburuk untuk memberi bagian terbaik untuk Mas dan anak-anak.”

Istri yang baik dan ibu yang hebat selalu mengalah untuk orang-orang yang dia kasihi.

Kiranya pengorbanan istri dan ibu yang begitu besar mendapat balasan yang sama besarnya dari suami dan anak-anak. Berbahagialah para pria yang mendapatkan istri yang lebih berharga daripada permata!



Dari Para Super Moms di RibutRukun:

Pelecehan Seksual pada Anak: Orangtua, Bekali Anak-Anak dengan 5 Hal Penting ini agar Mereka dapat Melindungi Diri Sendiri

Fenomena Suami Kesepian: Bukan Sekadar Seks, Inilah 6 Hal yang Dapat DIlakukan Istri untuk Mendampingi Suami

3 Jenis Keintiman yang Harus Dimiliki Pasangan untuk Menyelamatkan Hubungan dari Godaan Perselingkuhan

Working Mom, Rasa Bersalah dan Cara Mengatasinya

Memberikan Anak-Anak Kesempatan untuk Merasa Bosan itu Baik untuk Mereka, Ini Sebabnya

Perselingkuhan di depan Mata: Diam, Tegur, atau Masa Bodoh?

2 Hal Sederhana yang Menciptakan Pernikahan Bahagia, Namun Terlupakan

Mengalami Pre-Eklampsia Membuat Saya Memahami Apa Arti Menjadi Seorang Ibu yang Sesungguhnya

Pisah Ranjang: Menyelesaikan atau Menambah Masalah?

Tak Diharapkan Lahir oleh Ibu, Tak Dicintai Bahkan oleh Diri Sendiri. Saya Pulih, Bangkit dan Menata Masa Depan karena 5 Hal ini

Ketika Cinta itu Pergi, Percayalah yang Lebih Baik Akan Datang

Bangga dan Cintalah pada Anak, Bukan karena Medali atau Piala yang Berhasil Mereka Raih, tetapi karena Diri Mereka - Apa Adanya

Yakin Mampu Menjadi Single Parent? Jawab Dulu 5 Pertanyaan ini!

Sudah Lama Bekerja namun Tak Kunjung Mendapat Promosi Jabatan? Cobalah 'Karir Maju', 9 Formula untuk Melesatkan Kariermu!

Bayi Bukan Boneka, Anak Bukan Mainan: 5 Etika Penting Menjenguk Bayi dan Balita



Write for Us!

Kamu baru saja membaca artikel "Inilah 5 Hal Istimewa yang Dimiliki oleh Para Super Moms, Ibu Rumah Tangga yang Luar Biasa". Kamu punya cerita yang ingin dibagikan juga?

Tulis ceritamu di sini !


XavierQuentin Pranata | @xavierquentinpranata

BAGAIMANA MENURUTMU ?

Silahkan login untuk memberi komentar