Inilah 3 Hal yang Sering Terlupakan dari Wisata Kuliner

Reflections & Inspirations

[image: Daily Echo]

1.8K
Semoga ketika masih bisa berwisata kuliner, kita sadar bahwa itu pun adalah anugerah dari Sang Pencipta. Semoga kita selalu dapat menikmati dengan penuh ucapan syukur, karena kembali diingatkan bahwa kita masih dipelihara dan dicukupkan oleh Tuhan.

Wisata kuliner, sesuatu yang banyak dilakukan orang saat ini. Mereka menyerbu tempat-tempat makan yang baru dibuka, "instagramable", dan sedang ramai dibicarakan orang. Akan tetapi, ada banyak hal yang seringkali terlupakan, dan justru menghilangkan keindahan dari wisata kuliner. Apa sajakah itu?


Lupa kalau rasa lebih penting daripada sekadar "eksis"

Dahulu, orang akan mencari tempat makan yang memang rasa makanannya enak. Setelah itu menjadi langganan setia dan tidak berpaling hati ke tempat lain sampai puluhan tahun kemudian. Hal ini telah menjadi sesuatu yang sepertinya sulit dilakukan di zaman ini. Dengan begitu banyaknya pilihan tempat makan, kita dengan mudah terus berpindah untuk mencoba dari satu tempat ke tempat lain.

[image: TStyle]

Berbeda dengan orang dulu, kadangkala yang dicari orang sekarang ini justru bukan rasa, tetapi bagaimana bisa "eksis". Supaya tidak dibilang "ndeso", karena sudah berkunjung dan tentu juga berfoto di tempat kuliner yang sedang ramai dibicarakan. Bahkan, di beberapa tempat tersebut, kita rela menunggu cukup lama, di barisan antrian yang sangat panjang.

Kita lupa kalau tujuan utama kita berwisata kuliner adalah untuk makan. Bukan untuk yang lain. Tentu saja rasa lebih penting daripada "eksis".

Dari hal ini, kita bisa belajar bahwa manusia terkadang memang tidak fokus pada tujuan yang utama, tetapi malah mengejar hal lain. Bukannya hal lain itu selalu tidak penting, tetapi jangan sampai kita melupakan tujuan utama.

Semoga di dalam wisata kuliner selanjutnya, kita bisa fokus makan. Bukan sekadar demi "eksis".

Begitu juga dengan hidup kita, fokus kita adalah hidup dengan baik dan berdampak bagi sesama, bukan hanya asal hidup dan melakukan semuanya untuk kepentingan diri sendiri saja.

Baca Juga: 6 Jenis Kepribadian Dilihat dari Gaya Selfie Seseorang. Ini Psikolog Lho yang Bilang


Lupa kalau relasi lebih penting daripada banyaknya "like"

Sudah bukan sesuatu yang aneh lagi ketika serombongan orang duduk mengitari meja makan, tetapi malah asyik dengan gawainya masing-masing. Hal ini bisa dengan mudah ditemukan di rumah makan, kafe, bahkan juga di rumah. Bukannya menikmati makanan, sambil bercakap-cakap dengan orang di sekitar, tetapi seringkali kita malah berinteraksi di dunia maya dengan teman yang nun jauh di sana.

[image: Ratgeber Alltag]

Kita mengunggah foto makanan ke media sosial, menantikan orang memberikan "like", dan kemudian membalas setiap komentar yang masuk. Itulah yang menyita kebanyakan waktu kita. Kadang kita merasa itu bukan masalah, karena toh kita juga berelasi dengan orang, bahkan yang jauh dari kita dan lama tidak berjumpa. Namun, sesungguhnya kita kehilangan keindahan dari relasi dan interaksi langsung di seputar meja makan. Sebagaimana anggota keluarga saling menanyakan kabar, teman saling berbagi pergumulan hidup, ataupun banyak percakapan lain yang hangat dan menyenangkan.

Kita lupa, ketika berwisata kuliner, khususnya sewaktu tidak sendirian, maka kesempatan itu bisa menjadi waktu yang indah untuk berelasi dengan sesama. Karena, sebagai mahluk sosial, kita tentu sangat perlu menikmati waktu bersama dengan orang yang lain. Bahkan jika tidak ada yang menemani kita, cobalah ambil waktu berbincang-bincang dengan penjual makanan tersebut. Pasti suasana akan lebih menyenangkan.

Semoga setiap berwisata kuliner dengan keluarga atau teman, kita bisa menjalin relasi yang baik dengan sesama, bukan terus berbicara dengan teman yang jauh dan menantikan "like". Begitu juga dengan hidup kita, kita pun harus bisa saling mendukung dan menguatkan dengan sesama, karena untuk itulah kita diciptakan hidup bersama di dunia ini.

Baca Juga: Kecanduan Gadget? Inilah Jurus-jurus Ampuh yang akan Membebaskanmu


Lupa kalau bersyukur lebih penting daripada sebuah "review"

Dengan semakin banyaknya tempat makan yang baru, akhirnya persaingan menjadi begitu ketat. Review mengenai sebuah tempat makan menjadi sangat penting. Baik di blog, acara TV, atau di media massa lain, topik tentang makanan pun disukai orang. Akhirnya, kita ikut menjadi "ahli" dan melakukan penilaian terhadap setiap tempat makan.

[image: ponila]

Ketika berkunjung ke satu tempat kuliner, kita menjadi sibuk mengamati dan menilai. Akhirnya kita asik dengan penilaian dan malah lupa menikmati makanannya. Ketika makanan tersebut tidak sesuai dengan review yang pernah kita baca, kita kemudian kecewa dan membuat penilaian yang buruk tentang tempat itu. Padahal, terkadang apa yang kita nilai tidak sepenuhnya tepat. Bisa jadi masih ada banyak hal baik dan rasa yang enak, tetapi terlupakan karena kita lebih asyik dengan suasana atau penampilan makanan itu.

Kita lupa, kalau masih ada kesempatan untuk berwisata kuliner, itu artinya kita sehat dan mempunyai dana untuk membayar makanan. Karena itu kita harus bisa menikmatinya dengan penuh ucapan syukur, menghabiskan setiap makanan yang dipesan, dan juga makan secukupnya sesuai kebutuhan tubuh kita.

Semoga ketika masih bisa berwisata kuliner, kita sadar bahwa itu pun adalah anugerah dari Sang Pencipta. Semoga kita selalu dapat menikmati dengan penuh ucapan syukur, bagaimanapun review dari tempat itu, karena kembali diingatkan bahwa kita masih dipelihara dan dicukupkan oleh Tuhan.

Begitu juga dengan hidup kita, apa pun yang kita alami, harus selalu dijalani dengan penuh ucapan syukur. Karena sebetulnya kita mengalami banyak hal indah, tetapi kadang tertutupi oleh kekhawatiran dan masalah.

Baca Juga: Jatuh Sakit? Jangan Terus Mengeluh, Syukurilah 4 Hal Ini


Selamat berwisata kuliner!

Selamat makan!


Baca juga artikel-artikel inspiratif tentang Media Sosial di bawah ini:

Awas! Media Sosial Merampas dan Membunuh 3 Hal Penting ini dari Hidupmu. Segera Lakukan Sesuatu!

Awas! Inilah 7 Tanda Anda Bermedsos Ria dengan Tidak Sehat

Mengapa Orang Menyebarkan Hoaks di Media Sosial? Mengejutkan, Inilah 3 Alasannya



Write for Us!

Kamu baru saja membaca artikel "Inilah 3 Hal yang Sering Terlupakan dari Wisata Kuliner". Kamu punya cerita yang ingin dibagikan juga?

Tulis ceritamu di sini !


Davy Hartanto | @davyedwin

BAGAIMANA MENURUTMU ?

Silahkan login untuk memberi komentar