Ingin Pacaran yang Awet Sampai Pernikahan? 3 Hal ini Harus Kamu Perjuangkan bersama Kekasih

Singleness & Dating

photo credit: unsplash

12.7K
Terkadang keegoisan serta cara berpikir yang ingin kita menangkan menjadi perusak jalinan hubungan. Bila kita bisa saling melengkapi, maka kita adalah pasangan yang paling romantis.

Inilah kisah dari seorang pemuda, salah satu rekan yang saya layani. Pemuda ini telah menjalin cinta bersama pasangannya selama 3 tahun. Usia mereka sudah cukup untuk melanjutkan hubungan cintanya ke tahap yang lebih serius. Hari demi hari, pemuda ini bergulat dengan kebingungannya untuk melangkah ke tahap yang lebih serius bersama kekasihnya. Takut dan minder menjadi hambatan tersendiri baginya untuk melangkah. Hingga suatu saat ia mencoba memberanikan diri untuk mengalahkan rasa takut dan minder yang menyelimuti pikirannya kala itu. Dan ia berhasiil mengatasi rasa itu.

Ia memberanikan diri untuk bicara serius kepada kekasihnya. Bertemulah mereka di sebuah kedai makan. Mulailah mereka bercengkrama, hingga tibalah rekan saya ini mengungkapkan keseriusannya untuk melamar sang kekasih.

Lamaran pun diterima oleh sang kekasih, hingga kedua keluarga bertemu membahas rencana selanjutnya. Kebahagiaan di antara sepasang kekasih ini amat tampak, begitu pula dengan kedua keluarga. Setengah tahun kemudian menikahlah mereka. Sebagai pembina mereka, saya turut merasakan kebahagiaan yang mereka rasakan.

Dari perjalanan kisah masa pacaran mereka , saya menemukan 3 hal yang membuat relasi langgeng hingga pernikahan.


1. Kedewasaan

phote credit : homejunction

Banyak anak muda yang sedang menjalin hubungan asmara kurang memiliki kedewasaan. Kedewasaan itu tidak dinilai dari usia seseorang, bukan pula tingkat pendidikannya, namun kedewasaan terlihat dari cara menghadapi masalah. Kebijaksanaan dalam menghadapi masalah adalah hasil pembelajaran dari pengalaman yang lewat.

Baca juga: Dari Kisah Selma-Haqy-Senna: Apakah Setia Berarti Menderita? Cinta itu Pilihan, tentang Masa Depan. Realistis Saja!

Orang yang dewasa adalah ia yang mau belajar, tidak egois, serta bisa bertanggung jawab atas semua tindakan yang telah ia lakukan, berpikir, dan melihat masa depannya dengan baik. Seseorang yang telah memiliki pola pikir yang dewasa memahami bahwa hal ini tidak bisa didapat secara instan dan juga tidak semudah membalikkan telapak tangan. Ada proses yang harus dilewati.


2. Kemapanan dalam ekonomi

photo credit: pexels

Soal keuangan tak boleh diremehkan. Rumah tangga membutuhkan persiapan dalam hal finansial. Mengapa demikian? Ingatlah kebutuhan setelah berumah tangga berbeda dengan saat masih single. Bila tak memiliki pekerjaan yang mapan, tentunya masalah yang berkaitan dengan hal ini akan menghampiri satu demi satu.

Pernah saya menjumpai seorang pasangan yang sudah lakukan lamaran namun hubungan mereka kandas di tengah jalan sebelum pernikahan. Salah satu alasannya adalah sang pria ternyata tak memiliki penghasilan yang tetap. Perhatikanlah hal ini dengan seksama agar hubunganmu dengan pasangan menggapai kebahagiaan yang diidamkan. Bila tidak, kamu dan pasangan akan menghadapi persoalan-persoalan baru.

Baca juga: Becermin dari Kisah Selma-Haqy Rais: Ketika Cinta Diperhadapkan dengan Tawaran Kemapanan, Akankah Kita Memilih Tetap Bertahan?


3. Saling melengkapi

photo credit: pixabay

Sifat kepribadian satu orang dengan orang lain lain tentu memiliki ciri khas masing-masing. Begitu pula sepasang kekasih yang tentu saja memilki perbedaan. Langgengnya hubungan amat ditentukan dari sikap kita menghadapi perbedaan dengan pasangan.

Ada sebagian pasangan yang menganggap perbedaan itu sumber masalah, sehingga mereka harus menyamakan perbedaan itu. Alhasil bukan kesamaan yang didapat, namun pertikaian yang tak kunjung henti. Sebagian lainnya menganggap bahwa perbedaan itu sebagai tantangan kita untuk saling membawa diri dengan baik dan melengkapi kekurangan dan kelebihan pasangan.

Sikap egois adalah perusak jalinan hubungan. Bila kita bisa saling memberikan perhatian, saling melengkapi di tengah perbedaan, maka kita adalah pasangan yang harmonis.


Tulisan-tulisan ini akan memberikan inspirasi bagi relasimu:

4 Fase dalam Pacaran yang Harus Kamu Lewati untuk Hubungan yang Mantap Menuju Pernikahan

Yakin Sudah Cocok dengan Pacar? Periksa 7 Hal Ini

Inilah Tiga Prinsip Agar Pahitnya Cinta Tetap Bisa Senikmat Secangkir Kopi

Cinta yang Tak Teruji, Tak Layak Dijalani. Inilah 5 Pertanyaan untuk Menguji Ketulusan Cinta




Write for Us!

Kamu baru saja membaca artikel "Ingin Pacaran yang Awet Sampai Pernikahan? 3 Hal ini Harus Kamu Perjuangkan bersama Kekasih". Kamu punya cerita yang ingin dibagikan juga?

Tulis ceritamu di sini !


Yoel Prasetyo | @yoelprasetyo

Yoel Prasetyo adalah pembicara publik dan pemerhati perkembangan anak, dan juga sebagai pengajar di sebuah yayasan. Berasal dari Solo saat ini tinggal di Surabaya.

BAGAIMANA MENURUTMU ?

Silahkan login untuk memberi komentar