Ingin Melupakan Masa Lalu yang Buruk? Lakukan 3 Langkah Efektif Menata Masa Depan Ini

Ex & Broken Hearts

photo credit: Personal Excellence

26.9K
Kamu tidak bisa tertawa pada sebuah cerita lucu yang berulang kali diceritakan, tetapi mengapa kamu sering kali menangis pada kisah pilu yang berulang kali kau ingat?

Sebut saja Lucy, mahasiswi asal Makassar yang manis parasnya. Ia juga dikenal taat agama dan merupakan salah satu mahasiswi yang brillian di kampusnya. Siang itu, ia mengajak saya untuk bertemu di sebuah pondok di pekarangan kampusnya. Katanya ia butuh teman cerita. Meskipun tugas kampus agak bejibun waktu itu, tetapi sebagai seorang teman baiknya, saya harus menyempatkan diri membantunya.

Ia datang dengan muka muram dan mata yang agak bengkak. Setelah duduk dekat saya, tanpa berlama-lama, ia meneteskan air matanya tanpa henti.

Saya bertanya padanya, “Ada apa?” tapi ia tak kuasa menjawabnya karena deras air mata itu mengalir.

Sambil terisak-isak, ia hanya bisa berucap, “Aku kotor... aku kotor..,” jawabnya dengan bibir gemetar

Mendengar kalimat itu, kecurigaan saya segera menuju kepada relasinya dengan mantan pacarnya. Mereka sudah dua tahun putus dan selama itu, setahu saya, Lucy tidak pernah berpacaran. Siapa lagi kalau bukan mantannya? Tapi, tanpa melanjutkan pertanyaan kepadanya, saya membiarkannya menangis sepuasnya sampai ia benar-benar siap bercerita kepada saya.

Setelah tangisnya sedikit mereda, Lucy mulai bercerita. Ia mengaku bahwa hubungan berpacaran antara dia dengan mantannya dahulu sudah sampai pada tahap hubungan badan. Selama dua tahun berpacaran, hal itulah yang sering mereka lakukan. Lucy mengaku berani melakukan hal tersebut, karena diiming-imingi akan dinikahi oleh sang mantan pacar. Janji belum tercapai, Lucy sudah ditinggalkan oleh sang pangeran yang terpikat wanita lain ketika mereka LDR

Kenangan pahit 2 tahun lalu itu masih terus terngiang di ingatan Lucy dengan jelas. Kenangan itu terus membayanginya di setiap malam ketika hendak tidur. Bahkan, terkadang muncul di dalam mimpi buruknya. Terkadang bisa semalaman ia tidak tidur karena harus menangis.

Pertanyaan “Siapakah pria yang mau menerima wanita tak perawan ini lagi?” merupakan pertanyaan yang menakutinya setiap hari.

Banyak orang mungkin memiliki beban serupa meski tak sama kisahnya. Beban serupa mengenai hidup dalam bayang-bayang luka masa lalu, meski beda lakon dan jalan ceritanya. Mungkin, kisah pahit itu datang dari keluarga, teman, sahabat atau orang terdekat lainnya. Jika Anda salah satunya, 3 cara untuk segera move on berikut ini ini mungkin dapat menolong.


1. Kesadaran bahwa semuanya sudah selesai

photo credit: Breakthroughs In Care

Saya jadi teringat kisah seorang bijak yang suatu kali bercerita sebuah kisah yang amat lucu dan membuat semua penontonnya tertawa terpingkal-pingkal. Setelah mendengar jerit tawa para penonton, ia kemudian mengulang kembali kisah lucu itu untuk kedua kalinya sehingga para penonton kembali tertawa. Ketiga kalinya ia mengulang cerita itu, jerit tawa mulai berkurang. Keempatnya kalinya ia mengulang, maka tidak ada lagi yang tertawa.

Maka dengan sedikit menghela napas panjang, ia berkata kepada penontonnya, “Kamu tidak bisa tertawa pada sebuah cerita lucu yang berulang kali diceritakan, tetapi mengapa kamu sering kali menangis pada kisah pilu yang berulang kali kau ingat?”

Persoalan “move on” dari luka masa lalu bukanlah masalah waktu, tetapi kemauan. Di dalam kehidupan seseorang memang ada waktu merenungkan kesalahan-kesalahan masa lalu, namun waktu-waktu itu perlu dibatasi juga dan diberi label “Sudah Selesai”. "Sudah selesai" adalah waktu bagi seseorang untuk menanggalkan ransel penuh dengan ingatan pahit dan kembali mengenakan ransel ingatan-ingatan yang baru untuk diisi dengan perbaikan-perbaikan hidup.


Baca Juga : 7 Pengakuan yang Akan Membebaskan Diri dari Rasa Sakit karena Menyimpan Luka Batin


2. Fokus ke masa depan

Biasanya ada tiga respons orang dalam menghadapi masalah. Pertama, ia akan bertindak seolah tidak memiliki masalah. Kedua, berfokus kepada masalah dan ketiga, berfokus kepada apa yang tersedia di balik masalah. Respons pertama sudah tentu merupakan respons yang tidak tepat. Melarikan diri dari masalah bukanlah solusi. Demikian juga dengan respons kedua. Alasannya adalah karena manusia akan selalu memiliki masalah. Jika ia hanya berfokus kepada masalah demi masalah, maka ia akan mengalami “kelelahan” karena menghadapi masalah yang tak kunjung henti.

Orang-orang yang hidup di dalam bayang-bayang luka masa lalu adalah mereka yang memiliki respons kedua. Mereka hanya berfokus kepada masalah mereka di masa lalu. Tanpa sadar hal itu menjadikan mereka sebagai orang yang terhambat perkembangan dirinya.

Orang-orang yang sudah move on adalah mereka yang bisa melihat masalah sebagai teman. Itulah respons ketiga. Dibalik suatu masalah, mereka percaya ada suatu kebaikan yang disediakan oleh Sang Pencipta.

Baca juga: Seks Pranikah: Selain Keperawanan dan Keperjakaan, Tiga Hal Penting Ini Ikut Lenyap


3. Temukan sahabat, mentor atau komunitas yang dapat menolongmu


Lucy mengaku bahwa kata “sudah selesai”-lah yang menolongnya untuk dapat move on. Padahal kata tersebut terlontar dari seorang sahabat yang tanpa berpikir panjang saat mengucapkannya. Terkadang kekuatan seorang sahabat, mentor atau komunitas yang sehatlah yang menolong orang lain untuk kembali kepada akal sehatnya.

Mereka butuh kehadirannya diakui, butuh didengar dan bahkan ada yang hanya membutuhkan sebuah pelukan tanpa harus berkata apapun.

Lucy pada akhirnya bisa kembali move on karena pertolongan keluarganya. Sungguh sulit sebenarnya bagi Lucy untuk mengakui kesalahannya kepada keluarganya sendiri. Tidak sedikit keluarga yang biasanya akan merespons dengan amarah karena merasa anaknya telah mencoreng nama keluarga. Akan tetap, sungguh bersyukurlah Lucy yang memiliki keluarga yang tetap menerima dengan kasih dan menolong anaknya untuk kembali mendapat pengakuan dirinya.

Baca juga: 8 Cara Anti Gagal Move On dari Pengkhianatan

Ibunya juga selalu berkata kepada Lucy, "Yakinlah suatu saat nanti akan ada seorang pria yang mencintaimu tanpa memandang kekuranganmu. Hanya, bersabarlah sampai pada waktunya"


Buat kamu yang berjuang untuk menata relasi, tulisan-tulisan ini akan memberikan inspirasi :

Diputus Pacar tanpa Alasan, Inilah 5 Hal yang Dilakukan Teman Saya untuk Bangkit dan Menata Hidupnya Lagi

Tanya-Jawab 9 Detik : Bagaimana Cara Menolak Ajakan Pacar untuk Making Love?

Inilah Satu Kado Cinta Terbaik yang Paling Diharapkan di Hari Valentine Namun Jarang Diberikan

Ketika Cinta itu Pergi, Percayalah yang Lebih Baik akan Datang


Write for Us!

Kamu baru saja membaca artikel "Ingin Melupakan Masa Lalu yang Buruk? Lakukan 3 Langkah Efektif Menata Masa Depan Ini". Kamu punya cerita yang ingin dibagikan juga?

Tulis ceritamu di sini !


BACA JUGA

jevin sengge | @jevinsengge

BAGAIMANA MENURUTMU ?

Silahkan login untuk memberi komentar