Ketika Orangtua Tak Setuju dengan Pilihan Jurusan Kuliahmu, Gunakan 5 Cara Efektif ini untuk Meyakinkan Mereka

Work & Study

[Image: womensweb.in]

5.3K
Saking sayangnya orangtua kepada buah hatinya, mereka terkadang jadi memaksakan segala kehendak - yang mereka anggap sebagai paling benar. Juga saat memilihkan jurusan kuliah untuk anak mereka.

Seorang gadis berumur 18 tahun duduk di ruang tamu saya malam itu. Matanya terlihat merah. Habis menangis. Sepertinya. Yang jelas, Ia sedang dilingkupi perasaan sedih. Ia duduk di lantai berwarna putih sambil memegang selembar kertas bertuliskan "Formulir Pendaftaran Kepolisian Negara Republik Indonesia". Rupanya sang mama memiliki cita-cita agar anak gadisnya ini kelak berprofesi sebagai polisi. Ketika saya tanya apakah dia menyukai profesi ini, dia menatap saya dengan tatapan kosong. Bingung. Akhirnya, sang pacar mewakili, mengatakan bahwa si gadis sebenarnya ingin sekali menjadi bidan. Nah?!

Bukankah ini kenyataan yang sering kita jumpai di lingkungan di mana kita tinggal?

Setiap orangtua pastinya memiliki harapan tinggi akan masa depan anak mereka. Masalahnya, saking sayangnya orangtua kepada buah hatinya, mereka terkadang jadi memaksakan segala kehendak - yang mereka anggap sebagai paling benar. Juga saat memilihkan jurusan kuliah untuk anak mereka. Salahkah jika ini terjadi? Tidak selalu. Orangtua memang pasti punya pengalaman lebih daripada anak-anaknya. Namun, pilihan orangtua seharusnya juga perlu seimbang dengan kemampuan dan keinginan sang anak.

Seperti kasus di atas, si anak ingin jadi bidan tapi orangtua memaksakan untuk menjadi polisi. Atau si anak ingin masuk di jurusan Sastra Indonesia tapi orangtua memaksanya masuk jurusan Ekonomi, seperti kondisi yang saya alami belasan tahun lalu.

Jika kamu memiliki pengalaman serupa, hal yang harus dipegang teguh adalah teruslah melanjutkan hidupmu dan perjuangkan segala kesulitan agar kelak beroleh buah manis yang dapat membuat hidupmu lebih kaya, mulia, dan bahagia. Percayalah, sesungguhnya tak ada satu orangtua pun yang dengan sengaja menjerumuskan anaknya dalam jurusan pendidikan yang salah. Mereka hanya ingin agar kamu mendapatkan masa depan terbaik, berbanding lurus dengan besarnya biaya kuliah yang telah mereka korbankan.

Lalu, bagaimana jika kini kamu akan mengalami hal serupa? Sudah hampir lulus Sekolah Menengah Atas namun ada indikasi bahwa orangtua, dan bukan kamu sendiri, yang akan memilih jurusan kuliah untukmu? Jangan berkecil hati ya, mungkin beberapa hal di bawah ini dapat meluluhkan hati orangtuamu terkait dengan jurusan kuliah yang akan kamu ambil:


1. "Ibu, Bapak, Ini Lho Cita-citaku ..."

Yuk ah, coba mulai berpuitis saat menceritakan betapa kamu mempunyai cita-cita yang sangat indah saat kelak kamu menjemput masa depanmu. Buatlah mereka percaya bahwa kamu memang memiliki keyakinan dan usaha yang tinggi untuk mencapai apa yang kamu cita-citakan itu. Dengan cara ini, lebih besar kemungkinan orangtuamu akan tersentuh hingga akhirnya bersedia untuk mengiyakan jurusan pilihanmu. Tidak ada salahnya kan untuk mencobanya?

Baca Juga: Lulus S1: Kerja atau Lanjut S2? 3 Pedoman ini Akan Membantumu dalam Mengambil Keputusan



2. Sinkronkan dengan Hobimu Sejak Kecil

(Image : klinikmusik.wordpress.com)

Jika cara pertama gagal, yuk pertajam lagi dengan cara kedua ini. Beberapa orangtua mulai mengendus bakat anak sejak buah hati mereka masih belia. Ketika anaknya suka gambar dimana-mana dan hasilnya bagus, sang ibu mulai curiga bahwa anaknya memang berbakat menggambar. Saat sang anak memiliki suara bagus sejak kecil, sang ayah mungkin berinisiatif untuk mengikutsertakannya ke berbagai lomba menyanyi.

Nah, coba ingat, apakah ada kejadian unik sehubungan dengan hobi atau bakatmu sejak kecil yang saat ini bisa disinkronkan dengan jurusan kuliah yang akan kamu ambil? Ini bisa jadi senjata kamu, lho! Orangtuamu pasti akan setuju saat kamu kuliah di jurusan desain mode jika sejak kecil kamu sudah hobi menggambar berbagai desain baju yang cantik. Ehmm, sedikit membantu, kan?

Baca Juga: Ingin Punya Anak Sukses seperti Joey Alexander? Orangtua, Renungkanlah Hal-Hal ini



3. "Ini Kesulitan Saya Jika Nanti Masuk di Jurusan Ini ..."

(image : blog.mdveinprofessionals.com)

Cara kedua masih belum mujarab untuk mengambil hati orangtuamu? Mulailah menganalisis hal-hal yang bakal membuatmu gak nyaman jika tetap memaksakan diri untuk kuliah di jurusan pilihan orangtuamu. Saat kamu ingin masuk jurusan Sastra Indonesia namun dipaksa orangtua agar masuk jurusan Akuntansi, maka kamu bisa memberi gambaran kesulitan-kesulitan yang akan kamu hadapi, tapi yang masuk akal lho, ya. Misalnya, “Ah, saya tidak paham masalah jurnal, Pak.” “Nilai saya kalau mengarang itu selalu paling bagus sekelas lho. Bu. Cocok kan kalau masuk di jurusan Sastra Indonesia?” Lalu sebutkan argumentasi kamu yang lainnya. Jika orangtuamu bijak, pasti deh mereka akan dukung jurusan pilihan kamu secara perlahan.



4. Jelaskan Tujuan Mulia Kamu Setelah Lulus Kuliah

Curhat saja dari hati ke hati bersama orangtuamu: apa saja yang akan kamu lakukan usai kuliah dengan jurusan yang kamu pilih. Saat kamu masuk jurusan Sastra Indonesia dan ingin memperdalam ilmu menulis, kamu bisa jabarkan bahwa kelak kamu akan menulis buku dan bercita-cita untuk menjadi penulis buku terkenal. Saat kamu ingin masuk jurusan Kebidanan, jelaskan cita-citamu yang ingin menolong para ibu-ibu hamil agar lebih mudah dan sukses saat melahirkan buah hatinya ke dunia ini. Rasanya cara ini cukup mampu membuat orangtuamu terenyuh. So sweet, bukan? Dicoba, ya!

Baca Juga: Bersetia pada Panggilan di Tengah Tekanan Penghakiman. Ini tentang Saya, Seorang Sarjana Hubungan Internasional yang Memilih untuk Menjadi Guru



5. Jangan Lupa Berdoa

[Image: thisholywork.wordpress.com]
Ini sebenarnya yang paling penting: Kamu bisa saja punya cita-cita setinggi langit, tapi semua tetap ditentukan oleh Tuhan.

Seringlah berkomunikasi dengan Tuhan, curhat dengan-Nya. Sampaikan bahwa kamu sangat mengidam-idamkan jurusan itu, lengkap dengan alasan-alasannya. Jujurlah pada diri sendiri dan renungkan secara mendalam, apakah yang Tuhan rencanakan untuk hidupmu memang sesuai dengan apa yang kamu perjuangkan?

Jangan memaksa Tuhan untuk mengabulkan permohonanmu, karena Tuhan tahu betul seberapa besar kemampuan, ilmu, dan kesabaranmu dalam menjalankan segala sesuatu. Yakinlah, apa yang Tuhan berikan adalah yang terbaik untukmu!

Mempertahankan pilihan jurusan kuliah yang terbentur dengan ambisi orangtua memang sulit. Apalagi ketika berhadapan kenyataan bahwa mereka terkadang punya kuasa yang lebih tinggi karena mereka pulalah yang menyediakan biaya untuk kuliah. Namun jangan berkecil hati dulu, ada banyak jalan menuju Roma. Begitu juga dengan kamu, akan ada banyak cara agar cita-citamu terwujud, pada akhirnya.


[Image: adongedu.vn]

Semoga 5 tips sederhana ini bermanfaat bagi kamu yang saat ini sedang galau setengah mati karena ‘berebut’ jurusan dengan orangtua. Mereka tak salah, kamu pun tak salah. Semua jurusan pastinya baik. Tapi, jika kamu serius ingin memasuki jurusan yang ternyata tak direstui orangtua, silakan renungkan kemampuan, tekad, dan teruskan doa-doamu.

Saya, yang dulu ingin kuliah di jurusan Sastra Indonesia, akhirnya berkuliah di jurusan Ekonomi sesuai pilihan orangtua. Namun sekarang, ternyata saya sibuk berkecimpung di bidang IT dan dunia kepenulisan - yang sejak dulu saya cintai. Ah, Tuhan memang tak pernah berdusta, bukan? Ia mengabulkan segala sesuatu tepat pada waktuNya.

Yuk, tetap tersenyum atas apa yang kelak kamu jalani, karena Tuhan selalu memberikan yang terbaik untuk hidup dan masa depanmu.

Jangan khawatir!



Baca Juga:

Masa Lalu Suram, Masa Kini Terasa Berat? Melangkah Maju dan Yakinlah, Ada 4 Hal Indah di Balik Tiap Kepahitan yang Kamu Alami

Punya Impian Studi Lanjut ke Luar Negeri? Jawab Dulu 5 Pertanyaan ini sebelum Kamu Mengejar dan Mewujudkan Mimpimu!

Bukalah Duniamu dengan Merantau! Bekali Diri dengan 6 Hal ini agar Kamu Dapat Menaklukkan Kerasnya Hidup di Perantauan



Write for Us!

Kamu baru saja membaca artikel "Ketika Orangtua Tak Setuju dengan Pilihan Jurusan Kuliahmu, Gunakan 5 Cara Efektif ini untuk Meyakinkan Mereka". Kamu punya cerita yang ingin dibagikan juga?

Tulis ceritamu di sini !


Riana Dewie | @RianaDewie

Simple, Faithful & Candid

BAGAIMANA MENURUTMU ?

Silahkan login untuk memberi komentar