Ingin Cinta Tetap Manis Sepanjang Usia? Begini Caranya

Marriage

[Image: The View from Here]

7.8K
Suami takut istri, hidup rumah tangga penuh kebosanan, istri bak detektif - selalu berhasil menemukan di mana pun uang disembunyikan oleh sang suami. Pernikahan melewati bilangan dasawarsa, benarkah semuram itu?

Valentine senantiasa mengingatkan akan indahnya cinta. Sosial media menggambarkannya sedemikian romantis, sehingga cinta kerap diidentikkan dengan romantisme.

Ketika sudah melewati bilangan dasawarsa, pernikahan justru sering dijadikan lelucon.

Suami takut istri, hidup rumah tangga penuh kebosanan, istri bak detektif - selalu berhasil menemukan di mana pun uang disembunyikan oleh sang suami. Oh betapa muram!

Benarkah demikian?

Pada kenyataannya, kita bisa menciptakan cinta yang tetap indah dan manis walau melewati bilangan dasawarsa.

Baca Juga: Valentine bagi Suami Istri, 3 Cara Merayakan Perjalanan Cinta untuk Memperkokoh Pernikahan

Ingin tahu rahasianya? Inilah beberapa tips-nya:



1. Cinta Perlu Dirawat

Kami memiliki vila cantik di tebing Tawangmangu. Setelah 10 tahun berlalu, wallpaper-nya mulai mengelupas, warna dinding pun mulai kusam. Agar tetap menarik, perlu pengecatan ulang serta penggantian wallpaper dengan desain baru supaya tetap fresh dan menyenangkan.

Demikian pula dengan cinta, perlu dirawat agar tetap menarik.

Prinsip dalam kehidupan, segala sesuatu yang dibiarkan akan menurun kualitasnya.
[Image: pexels]

Liburan untuk ganti suasana, menyediakan waktu berdua yang berkualitas, membiasakan diri untuk mengucapkan kata-kata manis yang memotivasi dan berbagai tindakan cinta lainnya - yang perlu diusahakan, adalah cara untuk memelihara cinta.

Ingat, kebahagiaan itu diciptakan, bukan terjadi secara kebetulan.

Baca Juga: 4 Prinsip yang Membuat Relasi Cinta Makin Kokoh



2. No Exit Door

Apa yang membuat pernikahan masa kini mudah bubar? Karena begitu ada masalah, pasangan sibuk mencari pintu keluar, bukan menyelesaikannya!

Semua pernikahan secara berkala mengalami masalah dan tantangan. Jika kita bersedia belajar saling memahami, selalu bisa dicapai titik temu. Kualitas hubungan pun kian meningkat. Komunikasi perlu terus dibangun, sehingga cinta dan persahabatan terjalin manis.

[Image: Create Connectivity]

Pernikahan yang sehat dibangun dengan visi yang sama didasari komitmen,

hanya maut yang dapat memisahkan. Tidak ada kata cerai dalam kamus pernikahan.

Ketika memiliki anak, kita harus sadar bahwa kepentingan anak dan keluarga di atas kepentingan kita sebagai pribadi. Kebahagiaan keluarga dan pasangan lebih penting daripada kebahagiaan diri sendiri.

Baca Juga: Kehidupan Setelah Menikah Tak Seindah Saat Pacaran? Jika Dulu Mengejar Pernikahan, Maka Kini Saatnya Memperjuangkan Hubungan



3. Belajar Seumur Hidup

Jangan pernah berpikir jika hubungan dengan pasangan terasa sedemikian manis pada usia pernikahan yang cukup lama - 10 tahun, misalnya - lalu akan terus manis seperti itu.

Manusia berubah. Peran, tugas, dan situasi yang berubah akan mengubah pula pola hubungan kita.

Seorang kerabat bercerita, hubungan suami-istri yang selama ini begitu harmonis seketika berubah ketika suaminya pensiun. Tiba-tiba mereka berdua harus bertemu setiap hari, 24 jam penuh. Dan oh ... betapa rewelnya sang suami. Banyak konflik muncul. Dia seolah hidup bersama orang asing yang baru dikenalnya.

Baca Juga: Merasa Salah Memilih Pasangan Setelah Menikah? Inilah 5 Penyebab Utamanya

Demikian pula dengan kami, setelah menikah 30 tahun, tiba-tiba suami saya punya peraturan baru. Selesai makan duduk dulu 15 hingga 30 menit, tidak boleh langsung jalan. Tidak baik untuk kesehatan, katanya. Saya tidak suka membuang waktu, apalagi jika sedang di luar kota dan masih banyak yang harus diselesaikan. Perubahan kecil ini sempat membuat pertengkaran karena saya tidak sabar menunggu. Sampai akhirnya saya menyadari, hubungan kami jadi tidak nyaman karena masalah sepele ini. Apa salahnya membiasakan diri dengan perubahan ini dan belajar menikmatinya? Jika memang nanti waktunya tidak cukup, ya sudah, risiko yang harus diterima.

Daripada bertengkar? membuat hidup lebih tidak nyaman!

[Image: weirdomatic]

Sebagai pasangan, kita perlu terus belajar, menyesuaikan diri seumur hidup dan menciptakan kebahagiaan versi kita sendiri.

Baca Juga: Ketika Pertengkaran Tak Terhindarkan, Ingatlah Bahwa Permusuhan adalah Pilihan. Inilah Cara Menyikapi agar Pertengkaran Tak Menghancurkan Relasi



4. Rekening Bank Emosi

Sama seperti menabung di bank, dalam membangun hubungan dengan pasangan juga ada debet dan kredit. Rekening bank emosi pasangan akan mencatat 'kredit' ketika kita melakukan tindakan kasih: memberikan perhatian, pelayanan, pengorbanan, pujian dan hal-hal positif lain untuk pasangan. Sebaliknya, rekening bank emosi akan terdebet ketika kita mengeluarkan kata-kata yang salah, mengabaikan, atau melakukan tindakan yang tidak menyenangkan bahkan melukai pasangan.

Jika rekening bank emosi ini memiliki surplus yang nilainya besar, maka hubungan berjalan manis. Ketika rekening terisi sedikit, hubungan masih bisa berjalan. Tetapi jika minus, maka dipastikan kualitas hubungan memburuk. Semakin besar minusnya, tinggal tunggu waktu hubungan itu menjadi hancur.

Memahami hal di atas, jika ingin hubungan dengan pasangan senantiasa manis, rajin-rajinlah menabung. Berikan pelayanan, perhatian, kata-kata manis yang memotivasi.

[Image: Victoria's Flower]

Ingat saja ini:

Yang paling dibutuhkan pria adalah rasa hormat, sedangkan bagi wanita, perasaan dikasihi.

Baca Juga: Inilah Pembunuh Relasi Nomor Satu. Simak dan Hindari, Niscaya Hubungan akan Harmonis Selamanya



5. Hargai Hal-Hal Kecil dan Syukuri

Kita tidak menikahi Romeo atau Juliet, jadi terimalah kenyataan, pasangan kita memang tidak sempurna dan tidak seromantis tokoh rekaan William Shakespeare. Jangan lupa, kita juga bukan malaikat, banyak kekurangan pula. Menyadari kebenaran ini membuat kita realistis, tidak berharap terlalu muluk.

Sesungguhnya kebahagiaan tercipta saat kita bisa mensyukuri hal-hal kecil, dan menghargainya.

Seorang teman mengeluh, suaminya tidak suka bepergian. Sang suami marah jika sang istri pergi dengan teman-temannya, tetapi menolak jika diajak liburan. Sulit tidur jika pindah tempat, begitu alasannya.

Saya bersyukur punya suami yang memiliki hobi sama dengan saya: liburan, baik di dalam maupun luar negeri. Bahkan dalam menjalankan bisnis, kami berkesempatan untuk menjelajahi berbagai kota. Kerja sambil berlibur. Dia seorang suami dan ayah yang baik dan bertanggung jawab. Sangat perhatian jika ada yang sakit. Peduli pula dengan makanan atau model baju yang saya sukai.

Berapa banyak orang yang seberuntung saya?

Membiasakan diri untuk mensyukuri hal-hal kecil dalam kehidupan menjadikan hidup terasa manis dan berarti. Jika ada hal-hal yang kurang menyenangkan, ya sudah … cincai lah!
[Image: News Picks]

Kita biasanya mendapati 80% apa yang kita inginkan dalam diri pasangan dan 20% sisanya, hal-hal yang tidak kita sukai, begitu tutur Joel Osteen.

Pertanyaannya, apakah kita fokus pada yang 80% atau justru yang 20%?

Jawaban kita akan menentukan kualitas kebahagiaan kita.

Pilihan ada di tangan kita!



Baca Juga:

Pernikahan Tidak Bahagia? Setiap Hari 'Sleeping with The Enemy?' Inilah 6 Cara Cerdas Mengatasinya!

Rahasia Hubungan Cinta yang Harmonis: Lakukan 10 Hal Sederhana, Dengan atau Tanpa Kata-Kata ini, Setiap Hari

Dua Hal Sederhana yang Menciptakan Pernikahan Bahagia, Namun Terlupakan





Write for Us!

Kamu baru saja membaca artikel "Ingin Cinta Tetap Manis Sepanjang Usia? Begini Caranya". Kamu punya cerita yang ingin dibagikan juga?

Tulis ceritamu di sini !


BACA JUGA

Yenny Indra | @yennyindra

YennyIndra memiliki passion untuk menginspirasi pembacanya agar mengalami peningkatan kualitas hidup, dengan cara memahami prinsip kehidupan yang benar. Menata cara berpikir adalah concern-nya. Ibu 4 anak ini aktif menjalankan family business. Keluarga

BAGAIMANA MENURUTMU ?

Silahkan login untuk memberi komentar