Ibuku adalah Kartiniku: Inilah Nilai-nilai Kehidupan yang Ia Ajarkan Kepadaku

Reflections & Inspirations

[image: splendidmind org]

4K
Banyak yang mengatakan bahwa wanita itu lemah, tetapi dari seorang wanitalah saya belajar apa artinya kuat dalam menghadapi penderitaan. Banyak orang yang mengatakan wanita itu terbatas, tetapi dari seorang wanita, saya belajar apa artinya kasih tanpa batas.

Banyak yang mengatakan bahwa wanita itu lemah, tetapi dari seorang wanitalah saya belajar apa artinya kuat dalam menghadapi penderitaan. Banyak orang yang mengatakan wanita itu terbatas, tetapi dari seorang wanita, saya belajar apa artinya kasih tanpa batas.

Jika ada yang bertanya kepada saya, “Apakah Anda mengenal R.A. Kartini?”

Dengan cepat saya akan menjawab, “Ya, saya mengenalnya, ia adalah ibu kandungku sendiri.”

Benar, ibu yang sering kupanggil Mama itu adalah Kartini bagiku. Ia tak pernah diberi gelar pahlawan, tetapi jiwa kepahlawanan itu begitu kuat terpatri dalam sanubarinya.

Ia bukan wanita biasa, ia adalah wanita tangguh yang mengubah sikap pesimisku menjadi penuh pengharapan. Ia tidak mewariskan harta dunia kepadaku, tetapi nilai-nilai kehidupanlah yang ia tanamkan dalam diriku.

Baca Juga: Menghayati Perjuangan R.A. Kartini: Emansipasi Wanita Bukanlah tentang 3 Hal ini


3 pelajaran tentang kehidupan inilah yang beliau ajarkan kepadaku:


Ia Mengajarkanku Apa Artinya Perjuangan

Ibu saya adalah penjahit rumahan. Beliau menawarkan keahliannya dalam menjahit demi menghidupi kami sekeluarga. Sesekali, ketika kami mendapat sepotong baju yang ia buat dari potongan-potongan kain bekas jahitannya, kami pun tak dapat menahan rasa gembira.

[image: crafteveryday.com]

Penghasilannya sebagai penjahit menjadi sumber harapan kami untuk mendapatkan sesuap nasi. Ia tidak pernah mengeluh karena harus menafkahi kami sekeluarga. Ia mencurahkan seluruh waktu dan hidupnya supaya kami, anak-anaknya, dapat menikmati kebahagiaan. Ia berharap agar kami bisa tersenyum bahagia sama seperti anak-anak lainnya. Ia tidak mau kami sampai iri pada anak-anak lain.

Ia melakukan semuanya dengan penuh sukacita, tanpa pernah memperlihatkan penderitaan yang dialaminya. Ia adalah kartini bagiku, yang mengajarkan apa artinya perjuangan hidup.

Baca Juga: Hidup Manusia Rapuh, Kesempatan Kedua adalah Anugerah. Selamat dari Tabrakan Mengerikan, Saya Belajar Hal-Hal Berharga ini



Ia Mengajarkanku Apa Artinya Kesetiaan

Suatu kali, ibu pernah bercerita kepada saya. Ia mengatakan bahwa dulu pernah ada orang yang menghasutnya. Orang itu mendorongnya untuk meninggalkan kami sekeluarga, supaya ia bisa mendapatkan kebahagiaan yang lebih layak. Namun, ia tidak mau melakukannya, karena ia telah berjanji dalam ikatan pernikahan, bahwa ia akan tetap setia dan bertanggung jawab pada keluarga. Baik dalam keadaan senang, maupun susah.

[image: pprincess.com]

Saya bersyukur karena hasutan itu tidak ditanggapi oleh beliau. Jujur, saya tidak bisa membayangkan apa yang akan kami alami kalau ibu tega melakukannya. Sebenarnya, beliau bisa saja pergi dan meninggalkan kami, sama seperti beberapa cerita mengenai sebagian ibu yang tega menelantarkan anak-anaknya. Akan tetapi, ia bukan wanita yang seperti itu. Ia adalah Kartini, wanita tangguh yang mengajarkan kepada saya apa artinya kesetiaan.

Baca Juga: Inilah 5 Hal Istimewa yang Dimiliki oleh Para Super Moms, Ibu Rumah Tangga yang Luar Biasa



Ia Mengajarkanku Apa Artinya Menjadi Berkat Bagi Orang Lain

Ibu adalah orang yang sangat murah hati. Beliau selalu iba ketika melihat ada orang yang mengalami kekurangan. Suatu kali, seseorang datang ke rumah kami dan hendak meminjam uang, padahal waktu itu kami juga sedang membutuhkan uang. Oleh karena itu, menurut saya, orang tersebut salah tempat kalau meminjam uang kepada ibu saya. Namun, saya kaget ketika beliau memberikannya kepada orang itu. Kalau boleh jujur, waktu itu hati saya jengkel dan saya pun bertanya, “Mengapa ibu begitu baik pada orang lain, padahal kita juga sedang membutuhkan uang?

Sebagai anak, saya tidak suka kalau ibu lebih mengasihi orang lain ketimbang keluarganya sendiri. Saya berpikir, mengapa uang itu tidak digunakan untuk mengganti sepatu saya yang sudah tidak layak pakai. Itu jauh lebih baik daripada harus memberikannya kepada orang lain. Namun setelah beranjak dewasa, saya baru mengerti mengapa beliau begitu murah hati kepada orang lain, meskipun keadaannya sangat terbatas. Ternyata, beliau ingin mengajarkan kepada saya apa artinya hidup dengan memberkati orang lain. Berulang kali ia mengingatkan saya, “Jangan hanya memikirkan dirimu sendiri.”

Baca Juga: Sudahkah Kita Benar-Benar Bahagia? Mari Periksa, Bagaimana Uang, Waktu, dan Tenaga Membentuk Kebahagiaan Kita


***


Banyak yang mengatakan bahwa wanita itu lemah, tetapi dari seorang wanitalah saya belajar apa artinya kuat dalam menghadapi penderitaan.

Banyak orang yang mengatakan wanita itu terbatas, tetapi dari seorang wanita, saya belajar apa artinya kasih tanpa batas.


Menjelang peringatan Hari Kartini, yang jatuh pada tanggal 21 April, kita kembali diingatkan bahwa dalam perjalanan hidup kita, ada kalanya kita dipertemukan dengan kartini-kartini tangguh. Mereka adalah orang-orang yang berjuang, meskipun harus mengalami penderitaan yang tidak seharusnya mereka dapatkan.

Terima kasih untuk para kartini tangguh yang tetap setia menjalankan tanggung jawabnya sebagai ibu bagi anak-anaknya. Terima kasih untuk para kartini tangguh yang telah berjuang mengajarkan kasih dan kebenaran kepada banyak orang.


Selamat Hari Kartini!

[image: hildalight.deviantart.com]



Baca Juga:

Dari Kartini, Tentang Cinta, Untuk Kita. 7 Kutipan tentang Cinta dari Surat-Surat R.A. Kartini

Menghayati Perjuangan R.A. Kartini: Emansipasi Wanita Bukanlah tentang 3 Hal ini

Manak, Masak dan Macak. Masih Relevankah Tiga Tuntutan ini bagi Wanita Masa Kini?



Write for Us!

Kamu baru saja membaca artikel "Ibuku adalah Kartiniku: Inilah Nilai-nilai Kehidupan yang Ia Ajarkan Kepadaku". Kamu punya cerita yang ingin dibagikan juga?

Tulis ceritamu di sini !


BACA JUGA

Yunus Septifan Harefa | @yunusharefa

BAGAIMANA MENURUTMU ?

Silahkan login untuk memberi komentar

GilangAinun RidhoAlwahid | @gilangainunridhoalwa

izin copas kalimat" yg bagian atas ya mas ehehe