Hidup Saleh, Malah Banyak Masalah. Jika Orang Baik Hidup Menderita, Percumakah Percaya kepada Allah?

Reflections & Inspirations

[Image: teogracia.com]

3.9K
Percuma percaya pada Allah jika hidup menderita seperti ini! Masih bertekunkah engkau dalam kesalehanmu? Kutukilah Allahmu dan matilah!"

“Kamu terkenal religius, dekat dengan Tuhan, tapi mengapa hidupmu dirundung banyak ujian, Ibu Melati?” tanya seorang wanita kepada Ibu Melati.

Belum sempat menjawab, ibu tadi melanjutkan perkataannya, “Kamu terkena sakit, harus operasi, setelah itu suamimu juga harus pindah kerja di tempat yang jauh, bahkan digosipkan yang aneh-aneh saja.”

“Iya, benar. Seperti itulah yang terjadi,” Jawab Ibu Melati.


Di balik pertanyaan ibu itu tersembunyi sebuah keyakinan bahwa jika seseorang dekat dengan Tuhan, maka seharusnya hidup orang itu lepas dari kesulitan dan bukan mengalami banyak masalah. Kehadiran masalah di dalam hidup adalah tanda bahwa seseorang jauh dari Sang Khalik. Apakah benar demikian?

Dalam kitab suci yang saya baca, ada kisah menarik tentang seorang saleh bernama Ayub dan bagaimana Sang Khalik berurusan dengannya.

Baca juga: Berani Berkata Tidak! Godaan Bisa Datang dalam Bentuk Rasa Segan dan Kasihan. Sebuah Kisah Kehidupan


Suatu kali, Sang Pencipta mengizinkan Ayub dicobai oleh iblis. Pencobaan itu begitu mengerikan. Ia tidak hanya kehilangan harta dalam waktu sehari, tetapi api juga menyambar dan membakar habis rumah, kambing, domba bahkan penjaga-penjaganya. Tidak sampai di situ saja, anak-anaknya yang sedang berpesta dalam sebuah rumah tiba-tiba dilanda angin kencang. Rumah itu roboh dan anak-anak Ayub mati seketika.

Lalu, apa yang dapat kita katakan lagi? Apakah memang hidup yang saleh berarti hidup tanpa masalah? Sebelum sempat menjawabnya, coba renungkan dua hal berikut.



Ujian hidup adalah batu loncatan

[Image: unsplash]

Ada orang yang membedakan antara 'pencobaan' dan 'ujian'. Pencobaan berasal dari si jahat, tetapi ujian berasal dari Sang Khalik. Lewat pencobaan, si jahat bermaksud untuk menjatuhkan iman hidup orang saleh, tetapi ujian dimaksudkan Sang Khalik untuk mendatangkan hidup yang lebih baik ke depannya. Si jahat hanya bertujuan untuk memberi masalah. Sang Khalik memikirkan bagaimana seseorang akan melalui masalah. Tak tertutup kemungkinan, Sang Khalik memberikan ganjaran yang menyenangkan di akhir ujian itu.

Baca juga: Hidupmu Berantakan? Coba Periksa, Bisa Jadi Salah Menempatkan Satu Hal Penting Ini Sebabnya

Orang-orang saleh sering terlihat menderita karena masalah yang terjadi. Semua hal itu dimaksudkan oleh Yang Maha Kuasa sebagai pengujian atau batu loncatan menuju hidup yang lebih baik. Mereka akan melalui banyak masalah, tetapi selalu ada sukacita pada akhir masalah karena mereka melihat bahwa Yang Maha Kuasa itu tidak meninggalkan hidup mereka.

Setidaknya, ketika seseorang dapat melalui masalah, ia akan menemukan sebuah makna hidup yang baru. Makna hidup itu membuat hidupnya akan lebih bijaksana dan berhikmat.

Hidup ini bukanlah tentang bagaimana memiliki kekayaan yang melimpah, jauh dari kesakitan dan penderitaan. Akan tetapi, hidup ini adalah tentang bagaimana dapat menjadi orang yang penuh kasih, penuh kebaikan dan berkat bagi orang lain. Dan itu ditentukan melalui memiliki hidup yang saleh dan melalui ujian dari Sang Maha Kuasa.



Ujian hidup adalah kesempatan untuk memiliki pengalaman bersama Sang Maha Kuasa

[Image: infinitumlife.com]

Kisah Ayub tentu tidak berhenti di pengalamannya mendapati pencobaan yang mengerikan itu. Oleh karena dia orang yang saleh, maka dia tetap percaya bahwa hal yang terjadi adalah ujian yang baik dari yang Maha Kuasa. Keyakinan itu terus ia pegang dalam menghadapi pencobaan itu.

Namun istri Ayub menentang keyakinan itu. Ia menjadi benci kepada Ayub dan kepada Sang Pencipta. Ia berkata, "Masih bertekunkah engkau dalam kesalehanmu? Kutukilah Allahmu dan matilah!” Tentu ini adalah perkataan dari seorang istri yang tidak bergaul dekat dengan Allah dan sudah berputus asa dalam hidupnya. Seakan-akan ingin mengatakan bahwa percuma percaya kepada Allah karena hidup menderita seperti ini.

Baca Juga: Inilah Kisah Perjuangan Hidup Sahabat Saya: Seorang Anak Pemulung yang Berhasil Menyelesaikan Studi D3


Di balik perkataan istri Ayub ada sebuah pemikiran bahwa jika seseorang dekat Allah, maka ia akan bebas dari masalah. Namun, dalam kisah Ayub ini, Sang Khalik justru berkarya dengan cara yang berbeda. Kehidupan orang yang religius, belum tentu lepas dari masalah. Masalah-masalah itu dimaksudkan-Nya untuk kebaikan, yakni mendekatkan seseorang pada Tuhan.

Inilah yang dimaksudkan dengan memiliki pengalaman hidup bersama Allah.
Melalui masalah yang terjadi di dalam hidup, kita akan melihat pekerjaan tangan Allah.
[Image: molministry]

Ayub berkata, “Hanya dari orang saja aku mendengar tentang Engkau, tetapi sekarang mataku sendiri memandang Engkau.”

Semoga seperti itu jugalah kita akan berkata di akhir dari semua masalah yang ada.



Baca Juga:

Hidup Manusia Rapuh, Kesempatan Kedua adalah Anugerah. Selamat dari Tabrakan Mengerikan, Saya Belajar Hal-Hal Berharga Ini

Untukmu yang Merasa Gagal dalam Hidup: Inilah 3 Inspirasi dari Mereka yang Berhasil Melampaui Keterbatasan, Bangkit dari Keterpurukan dan Keluar sebagai Pemenang

Memilih Mempertahankan Kandungan meski Janin Tak Berkembang Baik. Sebuah Pelajaran Berharga tentang Hidup dari Mengalami Kehilangan










Write for Us!

Kamu baru saja membaca artikel "Hidup Saleh, Malah Banyak Masalah. Jika Orang Baik Hidup Menderita, Percumakah Percaya kepada Allah?". Kamu punya cerita yang ingin dibagikan juga?

Tulis ceritamu di sini !


jevin sengge | @jevinsengge

BAGAIMANA MENURUTMU ?

Silahkan login untuk memberi komentar