Tentang Saya, yang Memilih untuk Menjadi Single dan Menjalani Hidup Lajang yang Penuh Berkat

Singleness & Dating

[Image: shutterstock.com]

22.7K
Hidup lajang maupun menikah, jika dijalani dengan bertanggung jawab, adalah pilihan yang sama-sama mulia. Masing-masing pilihan itu hadir lengkap dengan sukacitanya serta, tentunya, kesulitannya sendiri. Hidup lajang yang penuh berkat sudah disediakan bagi siapa saja yang tahu bagaimana cara mewujudkannya.

Hidup lajang, bagi banyak orang nampaknya merupakan suatu hal yang menakutkan sekaligus memalukan. Mungkin inilah yang menyebabkan para orangtua merasa gelisah jika anak mereka yang sudah cukup umur belum kunjung punya pacar. Inilah juga, mungkin, yang mendorong orang untuk bersikap asal bisa menikah, dengan siapa saja yang tersedia. Nantinya akan menghasilkan rumah tangga seperti apa, tidak dianggap penting dan tidak dipikirkan sejak awal.

Maka, tidak heran jika banyak pasangan suami istri yang akhirnya bercerai hanya selang beberapa waktu setelah menikah atau meneruskan hidup berkeluarga tetapi tidak pernah bertegur sapa. Akibatnya, anak-anak juga yang menjadi korban.

Sementara itu, orang yang memilih untuk tetap melajang sampai tua dianggap sebagai orang yang perlu dikasihani, bahkan tak jarang dipandang rendah. Suatu hari, seseorang yang baru berkenalan dengan saya bertanya, "Putra Ibu berapa?", saya pun menjawab, "Saya single." Mendengar jawaban saya, si penanya tadi meminta maaf karena telah menanyakan hal itu, padahal menurut saya, tidak ada yang salah dengan pertanyaannya tersebut.

Sesungguhnya, hidup lajang maupun menikah, jika dijalani dengan bertanggung jawab, adalah pilihan yang sama-sama mulia. Masing-masing pilihan itu hadir lengkap dengan sukacitanya serta, tentunya, kesulitannya sendiri.

Secara umum, orang yang hidup lajang memiliki lebih banyak waktu, kesempatan, dan kebebasan untuk mengembangkan diri serta meniti karir, sebuah 'kemewahan' yang mungkin tidak dimiliki oleh mereka yang menikah. Mereka yang hidup lajang tidak dibebani dengan tanggung jawab dan tugas-tugas rumah tangga yang, meskipun seringkali kelihatan remeh, tetapi berat dan memakan banyak waktu. Mereka juga tidak dibebani dengan keharusan untuk saling menyesuaikan diri dengan pasangan yang dalam praktiknya, seringkali tidak mudah.

Di sisi lain, tentu ada berbagai kesulitan yang harus diatasi, antara lain: menghadapi berbagai prasangka negatif yang mungkin timbul dari orang-orang yang belum memahami bahwa hidup lajang juga merupakan salah satu panggilan hidup selain menikah, menghadapi dan mengatasi berbagai hal tanpa bantuan orang lain, mengatasi kejenuhan dan berbagai emosi negatif yang sewaktu-waktu bisa timbul, dan lain-lain.

Namun, hidup lajang yang penuh berkat sudah disediakan bagi siapa saja yang tahu bagaimana mewujudkannya.

Inilah langkah-langkah menuju hidup lajang yang penuh berkat:


1. Miliki Iman yang Teguh

Tantangan dan godaan yang akan dihadapi oleh orang yang hidup lajang amatlah banyak, baik yang datang dari luar maupun dari dalam diri sendiri. Oleh karena itu, iman yang teguh mutlak harus dimiliki.


2. Jadilah Bagian dari Suatu Komunitas yang Sehat

[Image: thfashions.org]

Tuhan menciptakan manusia sebagai mahluk relasional. Melalui relasi dengan orang lain kita bertumbuh, dan sebaliknya, tanpa relasi kita mati. Akan tetapi, relasi yang tidak sehat juga akan menghancurkan hidup kita. Menjadi bagian dari sebuah komunitas yang sehat adalah kebutuhan pokok bagi semua orang, dan terutama bagi para lajang.


3. Kenali Potensi Diri dan Kembangkan Semaksimal Mungkin

[Image: 4.bp.blogspot.com]

Tuhan mengaruniakan kepada setiap orang potensi diri yang khas sejak sebelum kita diciptakan. Tugas kita adalah menemukannya. Kita bisa menemukan potentsi diri kita dengan mencoba mengenali hal-hal apa yang paling bisa kita kerjakan dengan baik, hal-hal yang ketika kita mengerjakannya kita merasakan sukacita, dan yang untuk hal tersebut kita dengan rela hati mengorbankan segalanya. Potensi diri kita tidak jauh-jauh dari bakat, minat, dan keterbebanan kita terhadap suatu hal. Jika mengalami kesulitan untuk dapat mengenal dan mengembangkan potensi diri dengan maksimal, kita bisa minta bantuan para ahli dan orang-orang yang memiliki kapasitas khusus di bidang itu.


4. Miliki Kiat-Kiat Sehat untuk Mengatasi Kejenuhan dan Emosi Negatif yang Sewaktu-waktu Timbul

[Image: activebeat.com]

Kejenuhan dan emosi negatif, jika tidak diatasi dengan baik, bisa menjadi sumber malapetaka. Tuhan sudah memberikan kemampuan yang khas pada setiap orang untuk mengatasinya. Ada orang yang mengatasi kejenuhan dan emosi negatif dengan berjalan-jalan menikmati keindahan alam, ada yang dengan berolah raga, berkebun, mengunjungi orang-orang sakit di rumah sakit, atau dengan sekedar berbasa basi dengan seseorang. Akan tetapi, yang terpenting dari semuanya adalah: miliki persekutuan pribadi dengan Sang Pencipta.


5. Perluas Wawasan

[Image: centermassmedia.com]

Sering kiita dengar pendapat negatif bahwa orang yang hidup lajang berpikiran sempit dan oleh karenanya menjadi picik dan cenderung berperilaku "aneh". Hal tersebut tidak perlu terjadi jika kita terus memperluas wawasan kita. Perluas wawasan dengan membuka mata, telinga, dan hati terhadap kisah hidup, pergumulan, dan cara pandang orang lain, serta semua hal yang terjadi di sekitar kita. Semakin luas wawasan kita, semakin kita dapat memandang banyak hal dari segala sisi, dan semakin bijaksana kita dalam menyikapi banyak hal.


6. Miliki Prinsip Maju Terus Pantang Mundur

Orang yang menang bukanlah orang yang pandai, kuat, memiliki segala sesuatu, atau tidak pernah gagal, tetapi adalah orang yang tidak mudah putus asa, yang sekalipun mengalami banyak kesulitan dan kegagalan namun terus maju, pantang mundur.


Apakah Anda sedang diperhadapkan dengan pilihan untuk menikah atau hidup melajang? Jangan takut untuk mengambil pilihan yang tepat! Atau, apakah Anda telah dikondisikan untuk hidup melajang tanpa ada pilihan? Terima sebagai hak istimewa dan jalani dengan sukacita, maka hidup lajang Anda akan menjadi hidup yang penuh berkat.


[Baca juga: Tips untuk melewati masa lajang dengan selamat dan minim drama]



Write for Us!

Kamu baru saja membaca artikel "Tentang Saya, yang Memilih untuk Menjadi Single dan Menjalani Hidup Lajang yang Penuh Berkat". Kamu punya cerita yang ingin dibagikan juga?

Tulis ceritamu di sini !


Ruth Retno Nuswantari | @Ruth357

Cocern di bidang kelompok kecil dan konseling pemulihan

BAGAIMANA MENURUTMU ?

Silahkan login untuk memberi komentar