Hati-Hati, 7 Slogan Cinta Populer ini Ternyata Keliru dan Malah Menjauhkanmu dari Cinta Sejati!

Singleness & Dating

[Image: huffingtonpost.com]

4.1K
Konsep dari slogan cinta yang salah dapat merusak kesempurnaan cinta kasih kita. Karena itu kita patut berhati-hati, jangan begitu saja menelan mentah-mentah slogan cinta yang kita dengar atau baca.

Kekuatan cinta memang menakjubkan, mampu menyulap orang menjadi kreatif luar biasa. Ketika seseorang jatuh cinta, tiba-tiba saja ia bisa menjadi pujangga, pelukis; menjadi apa pun juga untuk mengungkapkan rasa cintanya. Cinta jugalah yang seringkali menjadi sebab terciptanya berbagai slogan yang kemudian bertebaran, menjadi begitu populer, dan dikutip ulang oleh banyak anak muda dari kota-kota besar hingga ke pelosok-pelosok nusantara.

Akan tetapi, seperti juga segala sesuatu yang disebut ‘ciptaan’, makna dan kualitas pesan dari karya kreatif itu amat tergantung dari si penciptanya. Beberapa waktu ini, entah mengapa beberapa slogan cinta sering muncul di beranda Facebook sebagian orang yang saya kenal. Slogan-slogan ini sekilas terlihat lucu dan bikin ngakak. Ya, sekilas. Karena sebenarnya kalau kita renungkan lebih jauh, slogan-slogan itu mengandung konsep cinta yang salah, bahkan merusak keluhuran dan kesempurnaan dari sebuah cinta sejati.

Apa saja sih slogan-slogan cinta yang ‘keliru’ tersebut?


1. Selama Janur Kuning Belum Melengkung, Jangan Menyerah!

Bahwasanya ketika seorang gebetan mengumumkan dirinya resmi pacaran dengan orang lain, niscaya kalimat semacam ini akan tercetus dari mulut seorang korban PHP, “Selama janur kuning belum melengkung, aku tak akan menyerah!”

Apakah kamu termasuk orang yang menganut slogan ini? Tahukah kamu bahwa slogan ini diciptakan oleh orang yang memiliki pikiran dan pergaulan yang sempit?

Adalah tidak etis mengganggu hubungan orang yang sudah jadian. Ga worth it banget buang-buang energi untuk berjuang mendapatkan cinta orang yang sudah memberikan hatinya untuk orang lain. Bukalah dirimu pada pergaulan yang lebih luas. Masih banyak cewek atau cowok lain yang masih single dan berkualitas untuk kamu dekati dan perjuangkan.

Baca Juga: Saya Ingin Menikah, tapi Tidak karena Alasan-Alasan yang Keliru Seperti ini



2. Cinta Ditolak, Dukun Bertindak

[Image: twitter.com]

Dulu, waktu pertama kali mendengar slogan ini, saya tertawa geli sampai terbahak-bahak. Ada-ada aja orang-orang yang bikin slogan, pikir saya. Tapi kemudian muncul rasa ngeri ketika mendengar pengakuan bahwa ada teman-teman yang benar-benar melakukan hal ini atau malah jadi korbannya. Slogan ini tak lagi lucu, tapi menyeramkan jika sampai dianut dan dipraktikkan.

Cinta tidak melakukan apa yang jahat kepada yang dicintai. Cinta tidak memaksa.

Bukankah adalah kerinduan setiap orang untuk dicintai dengan rela dan tulus, tidak karena paksaan? Apa sih bahagianya menjalani hubungan dengan orang yang terpaksa atau tidak sadar akibat terpengaruh kuasa gelap atau hipnotis? Tidak ada. Semua itu hanya akan memberimu kepuasan palsu dan “kemenangan” sementara.

Jika kamu memiliki cinta sejati, hatimu akan mampu berlapang dada walau menerima penolakan. Apapun yang terjadi, kamu akan tetap mendoakan yang terbaik baginya.

Baca Juga: Mencintai Dia yang Tak Mencintaimu Bukanlah Hal yang Memalukan. 4 Hal ini Akan Menegaskan, Cinta Bertepuk Sebelah Tangan Bukanlah Akhir Dunia



3. Kutunggu Jandamu/Dudamu

Slogan yang satu ini memberikan harapan kosong. Saya sih tidak pernah menghitung berapa banyak orang yang rela menjadi single seumur hidup hanya untuk menunggu orang yang ditaksirnya menjadi janda atau duda. Beneran adakah? Kalau sampai ada, mungkin orang itu perlu ditobatkan di tempat sekarang juga.

Jangan buang masa mudamu dengan konsep cinta dari slogan konyol dan menyesatkan seperti ini. Jangan juga berusaha mewujudkan slogan ini dengan menjadi perusak rumah tangga orang lain. Melakukan dua hal tersebut tersebut bukan hanya akan merusak reputasimu tapi juga karaktermu. Pakailah waktu dan tenagamu untuk menjadi pria/wanita yang berhati mulia.

Baca Juga: Adakalanya Mencintai Berarti Merelakan Yang Tercinta Hidup Bersama Orang Lain



4. Cinta itu Buta

[Image: w-dog.net]

Sampai sekarang, slogan ini rasanya menempati urutan teratas slogan cinta terkeliru sepanjang masa.

Kawan, berhati-hatilah dengan konsep berpikirmu! Ketahuilah, sebuah konsep berpikir akan memengaruhi perilaku dan keputusan seseorang. Ketika kamu berprinsip bahwa cinta itu buta, maka tak heran jika kamu menutup mata atas semua realita dan kebenaran.

Ada banyak orang muda yang membutakan diri dari kenyataan bahwa calon pasangannya sebenarnya tidak cocok dengan dirinya. Contoh yang paling sering terjadi, seorang gadis nekat pacaran dengan laki-laki berusia menjelang 30 tahun. Lelaki itu nganggur. Tidak bekerja dan tidak pernah bekerja sama sekali sejak lulus SMA. “Nanti kalau sudah nikah ia pasti akan malu dan berjuang untuk cari kerja,” begitu pikir si gadis. Maka menikahlah mereka. Apa mau dikata, kenyataan tak seindah harapan, belasan tahun tak terlatih bekerja, sesudah menikah pun pria tersebut tetap tidak berusaha bekerja. Ia hidup dari hasil keringat istrinya. Bagaimana perasaan si gadis, yang kini sudah menjadi seorang istri? Kecewa? Sesal kemudian tiada gunanya, Itulah hasil menelan bulat-bulat konsep ‘cinta itu buta’.

Jika kamu sampai sekarang masih percaya cinta itu buta, saatnya buang jauh kepercayaanmu itu. Cinta dapat melihat. Itu sebabnya para orang tua suka berpesan, ketika masih pacaran buka dua mata lebar-lebar, setelah menikah tutuplah sebelah mata. Sebelah, bukan dua-duanya.

Saat jatuh cinta, kita harus tetap punya kemampuan untuk melihat dan menilai dengan benar, demi masa depan kita. Setelah menikah, meskipun masih tetap dapat melihat dan menilai, kita harus menerima dengan rela karena sudah terikat komitmen pernikahan.

Baca Juga: Yakin Sudah Cocok dengan Pacar? 7 Perbedaan "Kecil" ini Bisa Menjadi Sumber Konflik dalam Pernikahan



5. Ada Uang Abang Sayang, Tak Ada Uang Abang Melayang

Slogan ini bisa dilihat dari dua sisi. Pertama, “Cintaku sebatas kantongmu,” demikian. Ringkas, padat, lugas. Kedua, dari sisi sebaliknya, ada orang yang merasa dirinya hanya layak dicintai jika memiliki banyak uang/harta.

Menganut slogan ini, banyak orang secara sadar ataupun tidak menjadikan diri sebagai cowok/cewek “matre”. Sementara tidak sedikit juga orang [umumnya pria] yang tidak berani mendekati wanita kalau belum punya banyak uang dan property. Dua pola pikir ini hanya akan berujung pada pilihan pasangan yang salah. Banyak kasus pasangan suami-istri bertengkar hebat saat rumah tangga diterpa kesulitan ekonomi. Bahkan, tak sedikit yang lari meninggalkan pasangan ketika pasangan mengalami kebangkrutan atau kehilangan pekerjaan.

Konsep cinta yang kamu pegang akan membawamu kepada orang sesuai gambaran di konsep itu. Karena itu, berhati-hatilah!

Baca Juga: Tak Ingin Terjebak Penyesalan karena Salah Pilih Pasangan Hidup? Renungkan 3 Nasihat ini!



6. Suka Artinya Cinta

Jika kamu sepakat dengan slogan ini, harap jangan tersinggung, saya harus mengatakan: kamu terlalu dangkal mengartikan cinta.

Sekalipun cinta pasti memiliki unsur suka, tapi suka tidak sama dengan cinta. Suka itu perasaan yang bisa muncul kapan saja dan kepada siapa saja. Bisakah kamu bayangkan kalau suka berarti cinta? Setiap kali muncul rasa suka pada seseorang berarti kamu cinta pada orang itu? Berapa banyak orang yang kamu cintai, kalau begitu?



7. Cinta adalah Perasaan yang Indah

Tidak ada yang lucu ketika kita sekilas membaca slogan cinta yang satu ini. Romantis banget malah kesannya, kan? Namun, mereka yang telah mengalami relasi dengan dasar cinta yang sejati pasti paham, slogan ini sesungguhnya amatlah kekanak-kanakan.

[Image: ributrukun.com]
Cinta adalah sebuah komitmen yang menetap dan kuat. Sedangkan perasaan adalah emosi yang datang dan pergi dengan amat cepat. Jika dasar cinta adalah perasaan, maka cinta itu akan cepat sekali lenyap ketika perasaan berubah.

Itulah sebabnya banyak sekali pasangan yang menggebu-gebu pacaran dan menikah karena mengandalkan perasaan, begitu saja putus atau dengan mudahnya bercerai ketika mulai merasa ‘hambar’ atau terluka dalam proses menjalani relasi.

Baca Juga: Tak Seindah Dongeng, Inilah 3 Realita Cinta yang Saya Pelajari dari Kisah Cinta Kedua Orangtua Saya


***


Konsep dari slogan cinta yang salah dapat merusak kesempurnaan cinta kasih kita. Karena itu kita patut berhati-hati. Jangan begitu saja menelan mentah-mentah slogan cinta yang kita dengar atau baca. Amati dan analisa dahulu, apakah itu sesuai dengan nilai luhur sebuah cinta kasih.

Sebagai penutup, inilah slogan dan konsep cinta kasih sejati yang akan membawamu kepada kesempurnaan cinta:

Kasih itu sabar; kasih itu murah hati; ia tidak cemburu. Ia tidak memegahkan diri dan tidak sombong. Kasih melakukan yang sopan, tidak mencari keuntungan diri sendiri. Ia tidak pemarah dan tidak menyimpan kesalahan. Kasih suka kebenaran, benci ketidakadilan. Kasih menutupi banyak kekurangan. Kasih itu percaya. Kasih penuh dengan pengharapan.

Kasih tak berkesudahan.



Baca Juga:

Buat Kamu yang Percaya Jodoh di Tangan Tuhan, 5 Panduan ini Akan Menuntunmu ke Orang yang Tepat

Wanita, Jangan Lakukan 3 Kesalahan Fatal dalam Berkomunikasi ini Jika Tidak Ingin Hubunganmu dengan Pasangan Rusak!

Pria, Pahami dan Lakukan 5 Hal ini untuk Menaklukkan Sang Pujaan Hati




Write for Us!

Kamu baru saja membaca artikel "Hati-Hati, 7 Slogan Cinta Populer ini Ternyata Keliru dan Malah Menjauhkanmu dari Cinta Sejati!". Kamu punya cerita yang ingin dibagikan juga?

Tulis ceritamu di sini !


BACA JUGA

Heren Tjung | @herentjung

Public speaker. Pendiri Gerakan Kekudusan Seksual Kaum Muda True Love Waits Indonesia (pemegang lisensi resmi TLW International). Penulis buku Membongkar Rahasia Pornografi-bimbingan terpadu lepas dari jerat pornografi. Kontak:tlwindonesia@gmail.com

BAGAIMANA MENURUTMU ?

Silahkan login untuk memberi komentar