Habis Tepis Tangan Fans Terbitlah Hujatan Netizen. Yakin Kamu Mau Jadi Orang Terkenal?

Reflections & Inspirations

[Image: instagram @therealdisastr]

5.5K
Ingin jadi terkenal? Sah-sah saja. Akan tetapi, pikirkan juga ini matang-matang: apakah kamu siap dengan konsekuensi yang akan kamu hadapi jika berhasil meraih popularitas itu?

Seorang pemuda yang telah berminggu-minggu 'menghilang' dari komunitas tiba-tiba muncul di ruangan saya. Wajahnya tampak lelah namun ia tetap berusaha memberikan senyum kepada saya.

“Hai, gimana kabarmu? Katanya kamu ikut audisi, ya?” tanya saya sambil menyebut nama salah satu ajang pencarian bakat di sebuah televisi swasta.

“He eh ... Iya, Kak, tapi akhirnya gugur juga,” jawabnya sambil tersenyum kecut.

Agak sedikit kepo, saya bertanya lagi, “Emangnya yang kamu kejar apa dari lomba begitu?”

Kali ini ia mulai tertawa sumringah,Pingin ngerasain jadi orang terkenal se-Indonesia, Kak, hahaha ... dan kalau sampai menang, hadiahnya lumayan juga.”

Ingin populer, dikenal banyak orang, punya banyak penggemar dan followers tampaknya memang merupakan hal yang menggiurkan bagi banyak anak muda.

Tak heran berbagai cara pun ditempuh oleh banyak orang. Mulai dari hal yang positif, seperti yang dijalani pemuda tersebut - ikut ajang bakat, sampai ke hal yang ngawur bahkan menyebalkan, seperti memasang foto diri yang sensual menggoda, memasang gambar-gambar musibah dengan caption sensasional, atau cara-cara lain yang tak kalah konyol dan menipu. Anda tentu pernah melihat postingan seperti ini, “Ketik angka 1 maka lihatlah apa yang terjadi dengan orang di gambar ini." Herannya, masih banyak orang yang mau-maunya dibodoh-bodohi hingga bersedia mengikuti arahan si pengunggah foto.

Lalu, kalau sudah jadi orang terkenal - di dunia nyata dan maya, apakah pasti membuat diri menjadi lebih bahagia? Sebaliknya, malah banyak yang hatinya makin kosong, bahkan terganggu.

Baru-baru ini saya membaca berita tentang artis ternama yang dicap 'sombong' karena menepis tangan seorang penggemar yang menyentuh lengannya. Mungkin saja ia melakukannya tanpa sadar, karena merasa risih, atau karena terkejut dengan sentuhan yang tiba-tiba itu. Ada banyak kemungkinan. Sungguh, jadi orang terkenal itu tidaklah mudah.

Sebelum kamu melanjutkan mimpimu untuk menjadi terkenal, pertimbangkan 5 hal berikut terkait kehidupan orang yang menjadi public figure:



1. Kepuasan Semu

Apa sih tujuan utama menjadi populer? Umumnya karena ingin eksis dan diperhatikan banyak orang. Oke, siapa sih yang nggak butuh perhatian?

Semua orang butuh perhatian. Akan tetapi, kalau kamu berpikir dengan menjadi [bak] selebriti [di media sosial] akan dapat mengisi kekosongan hatimu dan mengusir galau dari jiwamu, dengan kekecewaan belakalah akhirnya kamu bertemu.

Banyaknya jumlah followers-mu tak akan membuat engkau merasa dikasihi atau dimengerti. Apalagi kalau mereka follow hanya karena ingin mendapat tayangan menjurus pornografi dengan gratis dan bebas virus dari akun kamu yang penuh sensualitas! Apa iya kamu bisa mendapatkan simpati dan empati sejati dari mereka? Mending buang jauh ke laut harapan kosong seperti itu.

Artis-artis yang meninggal karena bunuh diri

Bukan followers-mu, melainkan sahabat-sahabat yang tulus dan setia, yang akan benar-benar menemanimu, berada di sampingmu dan berempati di tengah masalahmu, semaksimal yang mereka mampu.

Meskipun demikian, jangan terlalu berlebihan menaruh harapan. Ingat, sahabat juga manusia.

Hanya ada satu Pribadi yang benar-benar dapat memenuhi hatimu, menemanimu tanpa lelah, dan menaruh hati atas segala masalah dan kesepianmu.

Baca Juga: Kesepian di Tengah Keramaian, Inilah 5 Tandanya. Saya Berhasil Mengatasinya dengan Cara Ini



2. Easy Come Easy Go

Popularitas yang didapat dengan cepat dan mudah, cepat juga berlalunya. Harta kekayaan yang didapat dengan mudah dari popularitas, dengan segera akan habis. Coba deh kamu tanya om Google siapa saja sih artis, baik dalam maupun luar negeri, yang pernah begitu populer namanya, namun jatuh dalam kemelaratan di akhir hidupnya? Ini bukan isapan jempol, kawan. Ini kenyataan, realita.

Orang yang tidak pernah merasakan betapa susah payahnya mencari dan mengumpulkan uang, umumnya juga tidak terlatih mengelola keuangan dengan bijak. Yang terjadi, uang yang didapat dengan cepat, dipakai untuk foya-foya dan habis dalam sekejap mata.

Ujung-ujungnya, mereka hanya bisa bercerita,

“Saya dulu pernah populer, lho. Saya dulu pernah kaya raya.”
Ya, pernah. Dulu.

Baca Juga: Keseimbangan Keuangan akan Menghindarkan Anda dari Jeratan Utang. Inilah 3 Prinsip Sederhana untuk Meraihnya



3. Jadi Populer itu Banyak Konsekuensinya, Lho

Banyak anak muda ingin banget jadi selebriti yang dikenal di mana-mana. Sayangnya, tak banyak dari mereka yang tahu,

ketika seseorang menjadi terkenal, saat itu pula dengan segera privasi hidupnya menyempit atau bahkan hilang sama sekali.

Wajah yang sudah dikenali banyak orang membuat seorang pesohor tidak bisa bebas lagi beraktivitas di tempat umum. Selalu ada yang mengenali dan mengintervensi, entah ngajak wefie, minta tanda tangan, atau sekadar ngajak ngobrol. Awalnya mungkin terasa fun kali, ya? Tapi lama kelamaan, bisa jadi gerah juga. Tak selamanya seseorang berada dalam kondisi ‘nyantai’, kan? Adakalanya harus buru-buru dan ga punya waktu meladeni fans. Nah kalau udah gitu, mulai deh, kritik dan sindiran berluruhan seperti hujan lebat di media sosial.

Jangankan menyakiti hati penggemar, ga nyakitin hati mereka pun bisa bikin ribuan komen-komen ga menyenangkan menyerang bagaikan anak panah. Orang terkenal sangat riskan jadi objek cercaan dan olok-olok masyarakat.

[Image: manggadget.com]

Prinsipnya, entah seseorang naik daun karena hal baik atau hal buruk, tetap ada konsekuensinya.

Orang baik ada followers-nya, begitu pun orang jahat - kayak Hitler, misalnya - juga ada followers-nya. Jadi nggak perlu bangga-bangga amat lah kalau punya banyak followers.

Apalagi jika mereka hanya tertarik dengan tubuhmu. Kamu dianggap cewek murahan! Para cowok mata keranjang follow kamu hanya untuk 'menikmati' pameran tubuh, bukan mengagumi pribadimu yang sesungguhnya.

Jadi, ingin populer? Sah-sah saja. Akan tetapi, pikirkan juga ini matang-matang: apakah kamu siap dengan konsekuensi yang akan kamu hadapi jika berhasil meraih popularitas itu?

Baca Juga: Bukan Kecantikan Fisik, Melainkan 5 Hal ini yang Akan Menjadikanmu Wanita yang Dicintai Semua Orang



4. Caramu untuk Mendapatkan Popularitas adalah Gambaran Siapa Kamu

Ada yang bilang kalau cara itu nggak penting. Lihat hatinya, itu yang penting.
Akan tetapi sadarkah kamu, yang menentukan cara adalah otak dan hati kita?

Makanya jangan heran kalau orang menilai isi hati dan kepala seseorang sebagai buruk jika tampilan akun media sosial atau cara membawa dirinya di muka umum selalu negatif, kasar dan penuh caci maki, atau - dengan versi berbeda - sensual dan penuh sensasi. Sebaliknya, mereka yang berusaha mengejar popularitas dengan cara positif, dianggap sebagai orang 'baik-baik'.

Sejak demam acara 'idol-idol'-an melanda Indonesia, banyak anak muda yang mendaftar mengikuti ajang itu setiap tahunnya. Walau niat utama mereka sebenarnya tak jauh berbeda: untuk mendapatkan popularitas dan hadiah uang, tapi cara ini cukup bisa diterima dan membuat peserta audisi mendapat kesan positif dari masyarakat. Mungkin karena dilakukan dengan fair, lewat adu kebolehan dan bakat. Selain itu, tidak bisa dibilang pencapaian instan juga, karena jauh sebelum audisi, para peserta [apalagi pemenang] tentu melewati serangkaian proses yang penuh perjuangan, mereka melatih diri dengan tekun. Anak-anak muda dengan mental berjuang seperti itu patut dicontoh.

Sayangnya, tidak sedikit anak muda berusaha mencapai nama besar bukan dengan cara yang positif melainkan dengan cara pamer foto-foto seksi dan sensual. Banyak yang berbuat demikian. Suka atau tidak suka, foto-foto sensual atau video mesra yang melebihi batasan berpacaran, apabila sudah telanjur menyebar di media sosial, akan membuat orang membentuk image tertentu tentang diri orang yang wajahnya ada di postingan itu. Memang, pasti ada di antara sekian banyak followers yang benar-benar nge-fans dan terpesona dengan kecantikan dan gaya si pemilik akun, tapi apakah kamu yakin semua followers berpikir sama? Bagaimana kalau ada di antara mereka yang sekadar menjadikannya sebagai objek khayalan kotor mereka?

Jika foto-foto sensual adalah isi akun media sosial kita, tak perlu heran atau marah kalau ada yang iseng dan menggoda dengan kata-kata kotor dan merendahkan. Image buruk itu mereka dapatkan dari apa yang kita posting sendiri di akun kita.

Banyak jalan menuju Roma, demikian pula menuju popularitas. Cara untuk menjadi populer bisa positif atau negatif, tergantung pilihan masing-masing.

Baca Juga: Stop Buka-bukaan di Depan Kamera, Be Smart and Respect Yourself!



5. Sejarah yang Kita Buat Hari ini Memengaruhi Masa Depan Kita

Ini adalah hal paling konyol yang dialami orang-orang yang pernah menggemparkan dunia dengan cara pamer tubuh dan perilaku yang vulgar: Menyesal, memblokir, atau bahkan menutup akun mereka. Tentunya sesudah di-bully oleh begitu banyak orang di media sosial.

Seorang remaja yang pernah populer karena foto seksi di akun media sosialnya, beberapa kali membuka dan menutup akunnya untuk umum setelah menjadi pusat perhatian netizen untuk beberapa waktu lamanya. Akhirnya foto-foto mesra dan seksi di akunnya tak bisa lagi ditemukan, kita hanya bisa melihat foto-fotonya yang berjihab dan foto-foto lain dengan pakaian dan perilaku 'normal'. Tapi sayangnya, sebelum foto dan video sensualnya ia hapus, sudah ada [bahkan banyak mungkin?] orang-orang yang bergerak cepat, mengambil dan kemudian memublikasikan itu di akun mereka masing-masing, lengkap dengan komentar-komentar yang buruk.

Kalau sudah seperti itu, sang pemilik asli foto dan video pun hanya bisa pasrah, merelakan foto dan video tersebut jadi milik publik di dunia maya, abadi.

Lebih konyol lagi, kalau suatu hari kelak, jauh di masa depan, ketika si pemilik akun sudah dewasa, sudah benar-benar tobat, lalu naksir seseorang. Kemudian ditolak calon mertua karena track record-nya: pernah ngetop di dunia maya sebagai selebriti spesialis tampilan ‘panas’. Bagaimanapun kamu nangis, sampai darah keluar ganti air mata sekalipun, mencoba meyakinkan bahwa itu hanya masa lalu, bahwa kamu yang sekarang sudah berbeda, si calon mertua tetap, “Gak sudi punya calon menantu dengan masa lalu kelam kayak gitu!” Kalau itu sampai kamu alami, tidakkah akan luluh lantak perasaanmu?

[Image: odysseyonline]

Baca Juga: Kamu yang Masih Menunggu Jodoh yang Tepat, Ini Penting Untukmu!

Dan yang paling konyol, banyak selebriti yang dulunya terkenal karena gemar beradegan buka-bukaan, lalu bertobat, tetapi sampai masa tua pun tetap dikenal dengan image masa muda mereka yang ‘berani’ [dalam arti negatif].

Well, gimana dengan kamu? Pikir matang-matang sebelum bertindak, karena baik di dunia nyata maupun dunia maya, konsekuensi yang harus kamu tanggung sama riil-nya.



Baca Juga:

Untukmu yang Merasa Gagal dalam Hidup: Inilah 3 Inspirasi dari Mereka yang Berhasil Melampaui Keterbatasan, Bangkit dari Keterpurukan dan Keluar Sebagai Pemenang

Mendapatkan Komentar Tak Menyenangkan di Media Sosial? Inilah 5 Cara Menangani Haters Tanpa Baper

Belajar dari Kegaduhan Seputar Awkarin: Sensualitas, Popularitas dan Hal-Hal Penting Lain di Balik Itu

Setelah Menulis Biografi Orang-Orang Sukses, Saya Menemukan: Sukses Sejati Hanya Membutuhkan Satu Hal Ini



Write for Us!

Kamu baru saja membaca artikel "Habis Tepis Tangan Fans Terbitlah Hujatan Netizen. Yakin Kamu Mau Jadi Orang Terkenal?". Kamu punya cerita yang ingin dibagikan juga?

Tulis ceritamu di sini !


Heren Tjung | @herentjung

Public speaker. Pendiri Gerakan Kekudusan Seksual Kaum Muda True Love Waits Indonesia (pemegang lisensi resmi TLW International). Penulis buku Membongkar Rahasia Pornografi-bimbingan terpadu lepas dari jerat pornografi. Kontak:tlwindonesia@gmail.com

BAGAIMANA MENURUTMU ?

Silahkan login untuk memberi komentar

mike donald | @LOANFIRM

Hola, ¿Está buscando libertad financiera? ¿Está en deuda, necesita un crédito para iniciar un nuevo negocio? ¿O doblar financieramente, usted necesita un crédito, un coche para comprar o una casa? ¿Alguna vez ha rechazado las finanzas de su banco? ¿Quieres mejorar tu situación financiera? ¿Necesita un préstamo que sus cuentas pagan? No busque más, le damos la bienvenida a una oportunidad para obtener todo tipo de préstamos, a un precio muy asequible 3% de interés para obtener más información, póngase en contacto con nosotros ahora por correo electrónico a: (stevedanielloanfirm@gmail.com)