Gemar Belajar : Inilah 3 Hal yang Dilakukan Orangtua yang Membuat Saya Menikmati Belajar

Parenting

photo credit: Bachelorstudies

6K
Setidaknya ada tiga hal yang senantiasa dilakukan oleh almarhum Papa dan Mama, dan berhasil membentuk kesenangan belajar saya sampai hari ini.

Sebagai mahasiswa tingkat akhir, saat ini saya sedang fokus menyelesaikan skripsi. Sebenarnya saya tidak terlalu menguasai topik bahasan dalam skripsi ini. Hanya saja, saya selalu menemukan kebahagiaan tersendiri ketika membaca buku, berpikir, dan menyusun argumentasi dalam sebuah tulisan akademis.

Sadar atau tidak, kebiasaan belajar ini sudah terbentuk di dalam diri saya sejak kecil.

Setidaknya ada tiga hal yang senantiasa dilakukan oleh almarhum Papa dan Mama, dan berhasil membentuk kesenangan belajar saya sampai hari ini.


1. Papa dan Mama rajin menjawab setiap pertanyaan

photo credit: Latina Moms

Saya tumbuh dengan rasa ingin tahu yang sangat besar. Waktu kecil dulu, saya sering menanyakan hal-hal sederhana atau fenomena-fenomena alam yang menarik perhatian. Misalnya, mengapa air bisa keluar dari keran? Mengapa wortel berwarna jingga? Mengapa manusia harus makan nasi? Dan sebagainya. Mama selalu menjawab semua pertanyaan itu dengan sabar. Berbeda dengan Papa yang lulusan akademisi, Mama hanya lulusan SMP dan tidak banyak membaca buku. Tetapi, Mama selalu menganggap penting semua pertanyaan saya, dan tidak pernah mengabaikan atau melarang saya bertanya lagi.

Baca juga: Memuji Anak Bukanlah Cara Tepat Membangun Percaya Dirinya. Bukan Pujian, Melainkan Satu Ini, Pembangun Percaya Diri Anak Sejati

Melalui kesempatan bertanya ini, saya belajar untuk menanyakan pertanyaan-pertanyaan yang baik ketika membaca buku atau mengikuti kelas.

Jawaban-jawaban sederhana tetapi masuk akal yang diberikan Mama juga melatih saya untuk berpikir kritis, logis, dan mencari data terlebih dahulu ketimbang berspekulasi.

Selain itu, pertanyaan-pertanyaan yang tidak pernah diremehkan atau dibungkam juga membentuk saya menjadi lebih percaya diri dan berani mengemukakan pendapat.


2. Papa dan Mama selalu menemani saya belajar

photo credit:siasat

Saya ingat, sejak TK saya dibiasakan duduk di meja belajar pada waktu tertentu untuk mengerjakan PR, membaca buku, atau melihat-lihat materi pelajaran selanjutnya. Menariknya, Mama selalu menemani saya melakukan kegiatan tersebut. Ada waktu ketika PR yang harus dikerjakan begitu banyak dan sulit, tetapi Mama setia menunggui bahkan sampai malam hari. Menjelang ujian, Mama juga suka menolong saya mengingat bahan pelajaran dengan membuatkan soal-soal atau berlatih tanya jawab. Selain itu, Papa dan Mama juga menunjukkan perhatian melalui mengecek buku tugas atau PR saya.

Kehadiran Papa dan Mama menciptakan suatu kesadaran di dalam diri saya akan pentingnya kebiasaan belajar.

Baca juga: Orangtua Bisa Jadi Pembunuh Terbesar Impian Anak Sendiri. Hidup Hanya Sekali, Hindari Kesalahan Fatal ini!

Memang, ketika menjadi mahasiswa rantau, rasa malas dan tidak sungguh-sungguh itu seringkali menghampiri saya. Tetapi, di dalam diri saya seolah telah terpasang sejenis “alarm” yang mengingatkan bahwa belajar itu penting dan menyenangkan.


3. Papa dan Mama selalu membangun relasi yang baik dengan pihak sekolah

photo credit: K-12 TLC

Ketika SD, saya belajar di sebuah sekolah Katolik yang dekat dengan biara guru-gurunya. Saya ingat, ada masa ketika Papa dan Mama bekerja sampai sore hari, dan saya dititipkan di biara tersebut sampai mereka menjemput. Tentunya, “penitipan” ini terjadi karena Papa dan Mama membangun relasi yang dekat dengan guru-guru saya yang tinggal di biara.

Selain itu, dalam beberapa kesempatan, Papa dan Mama juga membawa saya bersilaturahmi ke rumah wali kelas saya. Papa dan Mama juga selalu mendapatkan update kondisi saya di sekolah dari guru-guru saya. Mereka juga rajin hadir dalam kegiatan-kegiatan yang diselenggarakan sekolah.

Baca juga: Ingin Melanjutkan Sekolah di Luar Negeri? Anak dan Orangtua, Persiapkan 3 Hal ini Saja

Relasi baik yang dibangun Papa dan Mama dengan guru-guru dan pihak sekolah membuat saya menjadikan sekolah sebagai bagian inti dalam kehidupan.

Saya senang belajar dan bertukar pikiran dengan para pendidik. Saya senang berlama-lama di perpustakaan. Saya juga tertarik mengikuti berbagai kegiatan pendidikan. Bagi saya, sekolah dan segala isinya sama sekali bukan tempat yang mengerikan, melainkan amat menyenangkan, dan dapat memberi banyak pengalaman.

Papa dan Mama memang tidak sempurna dalam mendidik saya hingga remaja, tetapi setidaknya mereka telah mewariskan tiga hal yang berharga dalam kebiasaan belajar ini. Tiga hal ini tentu akan saya bawa terus sepanjang hidup bahkan hingga dewasa.



Sila membaca dan berbagi tulisan-tulisan inspiratif ini :

Pernah Menjadi Korban Kekerasan Fisik dan Verbal Guru di Sekolah, Saya Bangkit dan Sembuh dari Trauma. Inilah 4 Hal Penting yang Saya Pelajari

Terlambat Lulus Kuliah Bukan Akhir Dunia! Sebagai Mahasiswa, Kamu Masih Memiliki 7 Keuntungan Ini

Ketika Orangtua Tak Setuju dengan Pilihan Jurusan Kuliahmu, Gunakan 5 Cara Efektif ini untuk Meyakinkan Mereka


Write for Us!

Kamu baru saja membaca artikel "Gemar Belajar : Inilah 3 Hal yang Dilakukan Orangtua yang Membuat Saya Menikmati Belajar". Kamu punya cerita yang ingin dibagikan juga?

Tulis ceritamu di sini !


Carmia Margaret | @carmiamargaret

Peminat humaniora, senang membaca sambil minum kopi

BAGAIMANA MENURUTMU ?

Silahkan login untuk memberi komentar