Film Susah Sinyal: Perihal Dua Hati yang Butuh Kembali Terkoneksi

Reflections & Inspirations

[Photo credit: kumparan]

1K
Jika cinta berarti memberikan apa yang berharga, apakah yang paling berharga itu?

“Jangan minta maaf kalau kamu tidak benar-benar tulus!”


Saya rasa kalimat itulah yang merangkaikan film Susah Sinyal.

Kalimat yang pernah dilontarkan seorang ibu kepada anaknya untuk kemudian, di sebuah kesempatan lain, terlontar kembali dari bibir si anak untuk sang ibu.

Bukankah memang demikianlah hidup berkeluarga itu?

Anak adalah gema dari perkataan dan perbuatan orangtuanya.


Tak ada keluarga yang sempurna. Oleh karena itu, meminta maaf, memaafkan, dan membuktikan perubahan yang dijanjikan adalah bagian dari hidup suatu keluarga. Dan, dalam proses untuk membuktikan perubahan itu sendiri, kembali meminta maaf dan memaafkan kembali adalah bagian yang juga tak terlepaskan.

Saya menikmati Cek Toko Sebelah, film Ernest Prakasa sebelum Susah Sinyal. Dua film ini mengangkat tema yang jarang muncul ke layar perak Indonesia: relasi dalam keluarga. Jika Cek Toko Sebelah bicara tentang relasi ayah dan dua anak laki-lakinya, maka Susah Sinyal bertutur tentang relasi ibu dan anak perempuannya.



Tak Ada Keluarga yang Sempurna

Keluarga Ellen [diperankan dengan apik oleh Adinia Wirasti] barangkali adalah cerminan 'keluarga zaman now'. Berhasil dalam karier namun rumah tangga tak seperti harapan. Sebagai seorang single mom, Ellen bekerja amat keras. Kita tahu, kesibukan punya harga yang mahal. Dan harganya adalah relasinya dengan putrinya, Kiara [Aurora Ribero].

[Photo credit: rappler]
Dalam keluarga yang tak sempurna, luka masa lalu membebani masa kini dan menghantui masa depan.

Baca Juga: Tiga Pelajaran tentang Realita Hidup Berkeluarga



Permintaan Maaf Tak Membutuhkan Alasan

Sering kali ketika menyampaikan permintaan maaf, kita merasa perlu membubuhkan alasan. Alasan yang menjelaskan mengapa kita melakukan kesalahan tersebut. Sayangnya, bagi pihak lain, alasan itu bisa terdengar seperti sebuah pembelaan diri yang menghapus ketulusan permintaan maaf kita.

Dalam banyak hal, kalimat "I'm so sorry” yang terucap dari hati terdalam disertai dengan kesungguhan lebih mencerminkan penyesalan dan bukan pembelaan diri. Namun tentu saja, tak ada artinya permintaan tanpa pembuktian lewat perubahan perilaku.

Baca Juga: Perbedaan Pola Pikir Bisa Membuat Keluarga Berakhir! Ini 3 Cara Mengatasinya



Yang Paling Berharga bagi yang Tercinta

Salah satu bagian yang mengesankan dalam film ini adalah percakapan antara Tante Maya [pemilik hotel, yang diperankan dengan kocak oleh Asri Welas] dengan Ellen.

Apakah arti mencintai?

Jika cinta berarti memberikan apa yang berharga, maka di masa kini,
apakah yang paling berharga itu?

Bukan harta, tetapi waktu, bukan?

Waktu, bukan dalam arti sekadar berada di tempat yang sama. Karena pada waktu kini orang bisa berada pada tempat yang sama namun asyik dengan dunia yang berbeda lewat gadget masing-masing. Melainkan waktu, yang diisi dengan kehadiran penuh dan utuh. Dalam kehadiran inilah aku dan kamu akan menjadi kita.

Baca Juga: Inilah Satu Kado Cinta Terbaik yang Paling Diharapkan Namun Jarang Diberikan


Secara pribadi saya lebih menyukai Cek Toko Sebelah daripada Susah Sinyal. Barangkali karena saya adalah seorang ayah yang mempunyai dua anak laki-laki sehingga saya lebih mudah merasa nyambung dengan kisahnya. Namun, Susah Sinyal tetap adalah sebuah tontonan dengan pesan moral mendalam dengan balutan humor yang menyegarkan suasana.

Jika Anda seorang ibu dengan anak beranjak remaja, maka saya rasa Anda mesti mengajak anak Anda menyaksikan film ini bersama. Tertawa bersama, menangis bersama, dan mengalami pemulihan relasi bersama-sama.


[Youtube - Starvision]

Semoga film Susah Sinyal bisa menyambungkan kembali koneksi hati dan komunikasi terbuka antara ibu [atau orangtua] dengan anak-anak bisa kembali terjalin.

Karena sesungguhnya tak akan pernah ada pemulihan tanpa keterbukaan.




Baca Juga:

Tentang Saya yang Selamanya Seniman dan Mereka yang Selamanya Orangtua

How To Make Our Families Great Again? Runtuhkan 5 Tembok Penghalang Kebahagiaan Keluarga Ini!







Write for Us!

Kamu baru saja membaca artikel "Film Susah Sinyal: Perihal Dua Hati yang Butuh Kembali Terkoneksi". Kamu punya cerita yang ingin dibagikan juga?

Tulis ceritamu di sini !


Wahyu ‘wepe’ Pramudya | @pramudya

storyteller

BAGAIMANA MENURUTMU ?

Silahkan login untuk memberi komentar