Dua Jiwa Tak Akan Bisa Menyatu Utuh. Seni Mengalah, Bukankah Pernikahan Sejatinya tentang Itu?

Marriage

[Image: weheartit.com]

6.1K
Menikah itu seninya mengalah.

"Menikah itu seninya mengalah."

Entah kapan saya pernah membaca dan mendengarnya.



Pernikahan: Dua Hati Dua Jiwa

Pernikahan adalah bersatunya dua manusia dalam ikatan dan komitmen. Komitmen yang seharusnya sudah jauh-jauh hari dipersiapkan dan dibicarakan secara mendalam dengan pasangan. Menikah bukan hanya berbagi ranjang, tidak hanya urusan nafsu yang terpuaskan.

Ada banyak hal dalam pernikahan yang membutuhkan kerja lebih. Dan terkadang usahanya sampai dengan jangkauan tak terhingga. Tidak sedikit pasangan yang terluka karena pernikahan. Ketika hal yang baik dan suci diingkari, ketika komitmen dikhianati.

Juga bukan soal menyatukan dua jiwa menjadi satu, pernikahan itu. Jiwa mereka tetap sendiri-sendiri, tidak lalu ketika menikah kemudian semua menjadi sama. Namun ada hal yang mengikat jiwa pasangan: cinta, kasih dan kesadaran. Dibutuhkan kesadaran besar ketika menjalani pernikahan. Masing-masing harus pandai mengelola emosi serta pikiran. Tidak hanya asal bicara ketika marah atau asal berjanji ketika bahagia.

Ada banyak hal yang harus kita terima dengan utuh tentang pasangan kita. Terlebih di saat dia terlihat paling menyebalkan dan mengesalkan. Maka jangan heran, handuk basah di atas kasur, pakaian kotor tergantung di kamar mandi, hal-hal yang kesannya sepele, jadi sangat menggangu kita. Ketika semua hal terjadi, kita hanya diharapkan maklum; karena memang kita dua orang berbeda yang memiliki pikiran dan jiwa sendiri.



Dia yang Tidak Sempurna

Pasangan kita - dan kita sendiri - tidak sempurna. Melengkapi dan menggenapi, demikian sejatinya sebuah pernikahan. Tolok ukurnya pun tidak bisa diperbandingkan dengan orang dan pasangan lain. Belum tentu mereka yang terlihat baik dan sempurna tepat menjadi pasangan kita.

Dia bukan yang tanpa cela tapi dia yang sanggup menggetarkan relung hati. Mengetuk lonceng hati untuk menemaninya sepanjang hayat. Menjadi pendamping yang baik, meski tidak sempurna.


[Image: michellejoubert-martin.com]

Karena menikah itu seninya mengalah.



Baca Juga:

Hubungan Terasa Jenuh dan Membosankan? Jangan Dulu Menyerah dan Memilih Pisah. Hidupkan Kembali Cinta, Sekali Lagi Saja

Tentang Kasih, Dua Pribadi Tak Sempurna dan Perjuangan Menyempurnakan Kasih yang Mereka Punya

Tentang Cinta yang Tak Selalu Indah: Sebuah Kenyataan, yang Tidak Muluk-Muluk, Apa Adanya



Write for Us!

Kamu baru saja membaca artikel "Dua Jiwa Tak Akan Bisa Menyatu Utuh. Seni Mengalah, Bukankah Pernikahan Sejatinya tentang Itu?". Kamu punya cerita yang ingin dibagikan juga?

Tulis ceritamu di sini !


BACA JUGA

bestari prameswari | @bestariprameswari

Wife and mom for her family Passion in writing and cooking

BAGAIMANA MENURUTMU ?

Silahkan login untuk memberi komentar