Dua Hal Sederhana yang Menciptakan Pernikahan Bahagia, Namun Terlupakan

Marriage

[Image: 7-themes.com]

16.1K
'Cinta' adalah sebuah kata kerja, bukan kata keadaan. Artinya, cinta adalah sesuatu yang harus dikerjakan, bukan hanya dirasakan.

Pesta pernikahan selalu nampak gemerlapan, penuh dengan binar-binar kebahagiaan yang terpancar dari kedua orang mempelai.Semua hal dipersiapkan sebaik mungkin, bahkan untuk sewa gedung saja sudah harus booking sejak setahun sebelumnya. Seorang teman, dengan bercanda, mengomentari beberapa pasangan yang tidak serius mengikuti kelas pra-nikah, “Banyak pasangan yang begitu serius dan detil mempersiapkan pesta pernikahan, tetapi tidak punya waktu untuk mempersiapkan pernikahan itu sendiri!”

Well, bagaimana keadaan pasangan setelah masa honeymoon berakhir, tiga, lima, atau tujuh tahun kemudian? Ternyata, kebanyakan binar-binar itu berangsur-angsur meredup sinarnya. Rutinitas dan banyaknya kesibukan yang menyita perhatian mengakibatkan banyak pasangan lupa untuk mengusahakan agar binar-binar serta getar-getar kasih mula-mula tetap menyala.

Lalu, apa yang diingat? Hanya hal-hal buruk yang menjengkelkan dan menyebalkan dari pasangan. Pertengkaran-pertengkaran kecil berlanjut menjadi pertengkaran yang semakin besar dan semakin intens. Hingga akhirnya suatu saat, diam-diam, timbul pertanyaan dalam hati: “Masih adakah cinta?”

Ada rahasia yang amat penting, tapi seringkali terlupakan:

Prinsip dasarnya, ‘cinta’ adalah sebuah kata kerja, bukan kata keadaan. Artinya, cinta adalah sesuatu yang harus dikerjakan, bukan hanya dirasakan.
[Image: simonstratford.com]

Lalu, bagaimana caranya mengobarkan cinta kembali?

Sesungguhnya, hanya hal-hal sederhana yang perlu dilakukan:

1. Pikiran, Perasaan, dan Tindakan

Segala sesuatu dimulai dari pikiran. Ketika kita memutuskan untuk memilih pikiran yang baik tentang pasangan dan memaknainya secara positif, hal itu akan memengaruhi perasaan kita, dan selanjutnya, perasaan kita akan memengaruhi pilihan tindakan kita.

Berkaitan dengan tindakan, berlaku sebuah hukum dalam Ilmu Fisika: setiap aksi akan menimbulkan reaksi yang sama besarnya dengan aksi yang diberikan. Apapun yang kita lakukan terhadap pasangan akan menghasilkan reaksi yang ‘sepadan’ sebagai hasilnya.

Anton pulang kantor dalam keadaan lelah. Banyak masalah yang dihadapi hari ini. Proyek bermasalah, sementara Budi, bawahan yang seharusnya menangani, sedang sakit, hal ini membuat tugas dan tanggungjawab Anton menjadi semakin bertumpuk. Yang lebih menjengkelkan, Sari, istrinya, tidak di rumah dan makanan belum disiapkan. Peristiwa yang kelihatannya sepele ini sudah terjadi berulang kali dalam bentuk yang berbeda, dan biasanya berlanjut dengan pertengkaran di antara mereka. Sari berusaha memperbaiki diri di satusisi, namun beberapa kali membuat keteledoran di sisi lainnya.Tanpa disadari, semakin lama hubungan semereka makin renggang. Komunikasi tidak lancar. Ketidakpuasan dalam hal-hal kecil semacam ini sering membuat Anton enggan pulang. Sari pun lebih senang menghabiskan waktu luang dengan teman atau keluarga besarnya. Lebih baik saling menghindar daripada bertengkar, demikian mungkin prinsip mereka.

Anton menyadari bahwa pernikahan adalah komitmen. Apa yang sudah dipersatukan Tuhan tidak dapat diceraikan manusia. Jika keadaan ini dibiarkan terus menerus, pernikahan mereka akan hancur pada akhirnya. Anton menyadari pula bahwa Sari adalah wanita pilihannya sendiri. Jadi, sekarang Anton memilih bertanggungjawab penuh terhadap pilihannya, tanpa menyalahkan orang lain.

Anton mengubah pemikirannya. Mungkin tadi Sari tergesa-gesa karena ada sesuatu yang penting, atau Sari sudah terlalu lelah akhir-akhir ini, sehingga ia membutuhkan refreshing. Bukankah ia mengasihi Sari? Seharusnya ia bahagia jika Sari merasa bahagia. Begitu Anton memutuskan untuk mengubah pemikirannya, perasaan marah, jengkel dan kecewa berangsur-angsur menghilang, Ia pun menjadi lebih tenang.

Anton memutuskan untuk melakukan tindakan cinta. Jika sebelum-sebelumnya ia marah dan mengomel, hari ini Anton memilih untuk menelpon resto di dekat rumahnya dan memesan makanan. Tidak hanya untuk dirinya, Ia memesan makanan kesukaan Sari juga.

Sari pulang dengan hati galau, ketika Anton tengah menikmati makan malamnya sendirian. Sari sudah menyiapkan alasan untuk menangkis kemarahan suaminya. Namun, sungguh mengherankan, ternyata Anton tidak marah, justru memintanya menemani makan malam. Sari merasa bersalah di satu sisi, namun merasa aman serta diterima di sisi lainnya. Ia meminta maaf atas kelalaiannya. Sahabat baiknya tadi membutuhkan bantuan mendesak sehingga ia harus pergi dengan terburu-buru. Anton menyadari, Sari adalah pribadi yang ringan tangan dan suka menolong. Sesungguhnya, karakter inilah yang menjadi salah satu daya tarik yang membuatnya jatuh cinta pada Sari.

Meski pada awalnya Anton ‘terpaksa’ melakukan tindakan cinta tanpa ada perasaan cinta, namun tindakan cinta yang dilakukan secara konsisten membuat hubungan Anton dan Sari menjadi kembali dekat.

Setiap kali Anton melakukan tindakan cinta, perasaan cintanya sedikit demi sedikit kembali bersemi di hati. Di sisi lain, Sari yang merasakan kembali perhatian, kasih dan rasa aman yang dirindukannya, akan membalas tindakan cinta Anton dengan tindakan cinta pula. Api cinta pun perlahan menyala kembali.


[Image: magnetstreet.com]

2. Alasan Pernikahan

Joe Morris adalah salah seorang pemilik perusahaan ice cream sukses di Texas. Perusahaannya dikenal karena kualitas, kreativitas, dan inovasi. Ice cream buatannya memiliki banyak rasa, dari coklat, strawberry hingga teh hijau dan bubuk paprika kering.

Joe tidak pernah melupakan alasan mengapa ia membuat ice cream. Dalam sebuah wawancara, Joe menceritakan kepada seorang wartawan, salah seorang karyawan lamanya senantiasa mengingatkan mereka, ”Mengapa kita membuat ice cream? Karena ini adalah makanan yang membuat bahagia. Kita di sini untuk membuat orang berbahagia.” Itulah sebabnya Joe tetap membuat ice cream hingga kini.

Demikian pula dengan pernikahan, tiap pasangan tentu ingin membahagiakan satu dengan lainnya. Namun, tidak akan ada kebahagiaan yang tercipta jika kita tidak menciptakannya.

Pernikahan adalah sebuah kerja tim. Tujuannya, bersama-sama mengarungi kehidupan, baik di saat senang maupun susah, sakit atau sehat, miskin maupun kaya. Bukankah seharusnya kita berada di sisi yang sama dengan pasangan dan bukannya berlawanan?

Dengan menyadari hal ini maka pernikahan jadi lebih mudah dan menyenangkan untuk dijalani, bukan?

[Image: Koleksi pribadi penulis]

Selamat mencoba!


Write for Us!

Kamu baru saja membaca artikel "Dua Hal Sederhana yang Menciptakan Pernikahan Bahagia, Namun Terlupakan". Kamu punya cerita yang ingin dibagikan juga?

Tulis ceritamu di sini !


Yenny Indra | @yennyindra

YennyIndra memiliki passion untuk menginspirasi pembacanya agar mengalami peningkatan kualitas hidup, dengan cara memahami prinsip kehidupan yang benar. Menata cara berpikir adalah concern-nya. Ibu 4 anak ini aktif menjalankan family business. Keluarga

BAGAIMANA MENURUTMU ?

Silahkan login untuk memberi komentar