Doa Politik, Apakah Dijawab Tuhan? Inilah 5 Hal tentang Doa, Bagaimana Berdoa, dan Jawaban Tuhan atas Doa

Reflections & Inspirations

[Image: theodisseyonline.com]

5K
Jika kita percaya bahwa Tuhan itu Mahakuasa sekaligus Mahakasih, masakan Dia tidak memberikan yang terbaik bagi umat-Nya?

Doa politik, dua kata ini sekarang sedang menjadi pembicaraan banyak orang. Sebabnya? Tak lain karena adanya doa menolak Ahok memimpin DKI di tanah suci. Sebelumnya, ada pula doa seorang anggota partai politik yang berisi sindiran terhadap Jokowi dan pemerintahannya.

Ketimbang terjebak dengan debat kusir, apalagi debat kasar, lebih baik saya berbagi apa yang saya alami dan jalani saat berdoa. Inilah 5 hal tentang doa yang saya praktikkan:


Pertama | Mengenal Tuhan dengan Benar

Karena doa ditujukan kepada Tuhan, maka kita harus mengenal Tuhan kita dengan benar. Kita bangga sekali saat bisa bertemu, apalagi kenal, dengan tokoh masyarakat atau selebriti. Pertanyaannya, apakah mereka juga kenal kita? Jika kita tidak kenal mereka, apakah mungkin kita bisa dekat dengan mereka? Jika kita tidak dekat dengan mereka, apakah bisa kita meminta sesuatu kepada mereka, apakah itu jasa atau barang?

Jika kita mengenal Tuhan dengan baik, kita tidak akan salah sasaran di dalam berdoa.



Kedua | Kita Bisa Minta Apa Saja

[Image: jikaylaborte.wordpress.com]
Tidak ada permintaan yang terlalu kecil sehingga Tuhan remehkan. Sebaliknya, tidak ada permintaan yang terlalu besar sehingga Tuhan tidak sanggup memenuhinya.

Di dalam sebuah seminar yang saya pimpin di sebuah kampus, seorang mahasiswa bertanya, “Pak Xavier, apakah Tuhan bisa menciptakan batu yang sedemikian besar sehingga Dia Sendiri tidak sanggup mengangkatnya?” Saya jawab pertanyaan itu dengan sebuah pertanyaan juga, “Menurut Anda, apakah Tuhan akan melakukan sesuatu hanya untuk iseng atau untuk kebaikan bagi kita?” Mahasiswa itu tidak bertanya lebih lanjut.

Baca Juga: Tangan-Tangan Pemelihara Kehidupan



Ketiga | Hak Prerogatif Ada di Tangan Tuhan

Meskipun bisa berdoa apa saja, tetapi kita harus sadar sepenuhnya bahwa hak prerogatif ada di tangan Tuhan. Dialah yang berhak memenuhi atau tidak memenuhi doa yang kita panjatkan. Banyak orang yang salah persepsi tentang hal ini. “Doa saya kok tidak pernah Tuhan jawab, ya?” ujar seseorang dengan frustrasi. Menurut saya, Tuhan pasti menjawab doa, hanya jawabannya bisa: "Ya", "Tidak", atau "Tunggu".

Jadi, bukan karena jawaban Tuhan berbeda dengan keinginan kita lalu kita mengatakan bahwa Tuhan tidak menjawab doa kita.

Baca Juga: Bisakah Hari yang Buruk Menjadi Lebih Buruk?



Keempat | Tidak Perlu Bertele-tele

Kita tak perlu bertele-tele dalam berdoa, karena Tuhan tahu apa yang kita inginkan. Meskipun demikian, kita seharusnya bertalu-talu dalam memanjatkan doa.

Bukan berarti Dia tidak mendengar saat kita berdoa untuk suatu hal untuk pertama kalinya, melainkan karena saya yakini ini, Dia ingin tahu keseriusan kita.

Jadi, meskipun kita tahu bahwa Tuhan tahu sebelum kita berdoa, tetapi kita perlu mengutarakannya secara verbal, baik di dalam hati maupun lewat ucapan bibir kita.



Kelima | Jangan Bimbang

[Image: tumblr.com]

Bimbang artinya meremehkan Tuhan. Ragu-ragu sama dengan tidak percaya bahwa Tuhan sanggup menjawab doa kita. Yakinilah satu hal ini: Jika Tuhan tidak mengabulkan - sekali lagi, bukan tidak menjawab - doa kita, Tuhan akan memberi yang jauh lebih baik ketimbang yang bisa kita pikirkan maupun doakan.

Jika kita percaya bahwa Tuhan itu Mahakuasa sekaligus Mahakasih, masakan Dia tidak memberikan yang terbaik bagi umat-Nya?



Write for Us!

Kamu baru saja membaca artikel "Doa Politik, Apakah Dijawab Tuhan? Inilah 5 Hal tentang Doa, Bagaimana Berdoa, dan Jawaban Tuhan atas Doa". Kamu punya cerita yang ingin dibagikan juga?

Tulis ceritamu di sini !


XavierQuentin Pranata | @xavierquentinpranata

BAGAIMANA MENURUTMU ?

Silahkan login untuk memberi komentar