Ditolak Saat Menyatakan Cinta, Inilah Tiga Hal yang Saya Lakukan untuk Memenangkan Hatinya

Love & Friendship

photo credit: below master

10.3K
Namun pada suatu hari dalam sebuah persekutuan pemuda, saya mendengar kabar bahwa gadis yang saya taksir ini telah dijodohkan teman-temanya kepada seorang pemuda yang jauh lebih rupawan daripada saya.

Saya bertemu dengannya saat saya ditugaskan oleh sekolah untuk melayani sebuah gereja di Surabaya. Tak ada yang spesial saat saya memulai tugas ini. Namun, ada seorang wanita yang mencuri perhatian saya saat kami terlibat dalam satu acara yang sama, malam itu. Kemudian saya mengajaknya berkenalan. Mulailah percakapan kami mulai dari bertanya tentang jadwal pelayanan hingga kesukaan kami masing-masing.

Hari berganti hari, saya makin intens mengajaknya bercanda. Saya merasa benih cinta telah tumbuh di antara kami. Namun, pada suatu hari dalam sebuah persekutuan pemuda, saya mendengar kabar bahwa gadis yang saya taksir ini telah dijodohkan teman-temanya kepada seorang pemuda yang jauh lebih rupawan daripada saya.

Baca juga: Cinta atau Nafsu: Inilah 3 Hal yang Membedakannya

Walau begitu, saya tak ingin kalah sebelum berperang. Maka, seminggu kemudian saya beranikan diri menyatakan cinta. Sayangnya, sang pujaan hati dengan sigap menyatakan keengganannya menerima cinta. Katanya, ia masih ingin berfokus pada pelayanan dan pekerjaan dulu. Merasa sedih? Tentu saja! Namun, lagi-lagi saya tak berhenti menyerah, karena dari penolakan itu saya mempelajari 3 hal ini.


1. Kesetiaan tak pernah berakhir sia-sia

photo credit: Shutterstock

Penolakan adalah ujian bagimu, masihkah kamu menunjukkan cintamu kepadanya? Memang tidak mudah melakukannya, namun saya yakin dengan tetap menjalin persahabatan yang baik. Itu akan menambah nilai perjuanganmu. Terbukti bahwa kesetiaan itu tak kan pernah berakhir sia-sia.

Kesetiaan butuh proses, terkadang saat saya mencoba menunggu saat yang tepat untuk kembali mengatakan cinta lagi, godaan silih berganti. Inilah perjuangan itu. Mampukah kamu keluar sebagai pemenang suara hatimu atau mengikuti bisikan dari rekan-rekanmu?

Kesetiaan itu bukan berapa lama kamu mampu bertahan tetapi juga seberapa tulusnya kamu memperjuangkannya.


2. Tetap melakukan yang terbaik untuknya

photo credit: below master

Cinta bisa ditolak namun janganlah itu membuat pertemanan kamu dengannya rusak. Saat saya ditolak. Saya tetap jadi teman yang baik untuknya. Kapanpun dia membutuhkan bantuan, saya dengan rela membantunya dan memberikan yang terbaik untuknya.

Baca juga: Jangan Sampai Cinta Justru Malah Menghancurkan Kehidupanmu. Renungkan Makna Cinta Sejati Ini

Hal ini akan menjadi pertimbangan orang yang menolak cintamu, dan berpikir ulang dengan keputusannya. Sebab kamu tetap berusaha memberikan yang terbaik walaupun kamu menerima yang kurang baik dari padanya.


3. Tidak putus asa

photo credit : youngmen

Saat saya mendengar keputusan ditolak. Perasaan sedih dan kecewa langsung menyelimuti hati . Wajar memang, namun jadikanlah hal itu semangat bagi kamu untuk tetap berusaha. Seorang teman datang kepada saya demikian.

Masa baru ditolak sekali langsung mundur, semangat dong barangkali waktu kamu katakan cinta dia sedang dalam keadaan mood yang tak baik.

Kalimat pendek ini yang diungkapkan teman saya ini ada benernya juga. Jangan mudah menyerah untuk kita mendapatkan sesuatu. Jangan putus asa, sebab hal itu tak akan membuat hubunganmu bertambah baik dengannya. Teruslah berusaha sebab segala sesuatu akan indah pada waktunya.


Baca juga:

Jatuh Cinta pada Pasangan Orang Lain, Lanjutkan atau Akhiri? Renungkan Tiga Hal Ini

Terjebak Friendzone : Kebersamaan yang Tak Kunjung Jadi Cinta. Mengapa? Inilah 4 Penyebabnya

Pencarian Cinta Sejati, Seperti Pilkada yang Berlangsung Dua Putaran: Melelahkan, Namun Amat Layak Diperjuangkan


Write for Us!

Kamu baru saja membaca artikel "Ditolak Saat Menyatakan Cinta, Inilah Tiga Hal yang Saya Lakukan untuk Memenangkan Hatinya". Kamu punya cerita yang ingin dibagikan juga?

Tulis ceritamu di sini !


Yoel Prasetyo | @yoelprasetyo

Yoel Prasetyo adalah pembicara publik dan pemerhati perkembangan anak, dan juga sebagai pengajar di sebuah yayasan. Berasal dari Solo saat ini tinggal di Surabaya.

BAGAIMANA MENURUTMU ?

Silahkan login untuk memberi komentar