8 Cara Anti Gagal Move On dari Pengkhianatan

Singleness & Dating

[Image: curiousevelynseeks.wordpress.com]

10.8K
Dunia terus berputar dan orang-orang di sekeliling kita tidak akan selamanya ada untuk menghibur kita. Pada akhirnya, diri kita sendirilah yang akan menentukan masa depan kita, apakah kita akan terus terpuruk atau bangkit dan menjadi tangguh.

Ketika kepercayaan hancur berantakan, rasanya sangat sulit untuk membuatnya kembali utuh seperti semula. Mungkin tidak ada yang lebih menyakitkan dibandingkan dengan pengkhianatan orang terdekat, orang yang seharusnya bisa kita percayai. Sebesar rasa percaya kita kepadanya, sebesar itu pula kerusakan yang diakibatkannya.

Yang namanya pengkhianatan, tidak pernah bisa kita merekanya. Tidak pernah siap kita menerimanya, baik itu berupa tamparan di depan muka ataupun tusukan di belakang.

Secara intuitif, setiap kali terjatuh dan terluka, kita paling mengharapkan bantuan dari orang yang kita percayai. Namun, kali ini justru orang itulah yang menjatuhkan kita. Tentu sulit untuk menerima kenyataan yang tiba-tiba saja terungkap di depan mata itu. Akibatnya kita menjadi sakit hati, frustrasi, dan marah.

Apalagi yang bisa kita katakan? Yang bisa kita lakukan? Rasanya semua sudah hilang. Tidak ada lagi yang bisa menolong kita. Mungkin itu benar, tidak ada orang lain yang dapat menolong kita. Inilah saatnya kita menolong diri kita sendiri.

Seseorang pernah mengatakan kepada saya, ketika kita terjatuh ke dalam sebuah lubang yang gelap dan tidak dapat menemukan jalan keluar di sekeliling kita, satu-satunya jalan untuk menyelamatkan diri adalah naik ke atas. Lakukan sesuatu, jangan berdiam diri saja!

Ada banyak hal yang bisa kita lakukan untuk memulihkan rasa sakit yang kita alami dan juga untuk mencegah kita semakin menyakiti diri sendiri:


1. Berhenti Memandang Diri Sendiri sebagai Korban

[Image: vk.com]

Cara paling ampuh dan harus dilakukan pertama kali adalah berhenti mengasihani diri sendiri. Tidak ada faedahnya melakoni peran sebagai seorang korban. Sebagai korban, kita memang berhak untuk berlaku sebagai korban, namun kalau kita meneruskannya, salah-salah kita akan dicap sebagai drama queen. Selain itu, dengan terus bersikap sebagai korban, kita akan selalu merasa dan berpikir sebagai korban. Semua itu hanya akan menggerus energi kita dan akhirnya membuat kita merasa semakin lemah dan tidak berdaya.


2. Berhenti Membuat Orang yang Mengkhianatimu untuk Mengerti dan Minta Maaf

[Image: www.dailymotion.com]
Jika seseorang sudah mampu untuk mengkhianati kita, ia tidak akan peduli apa pun yang kita rasakan. Pikiran dan hatinya tertutup bagi kita, dan ia tidak akan merasa bersalah. Sudah saatnya bagi kita untuk menerima kenyataan bahwa dunia tidak selalu berjalan seperti yang kita inginkan. Orang tidak akan berubah hanya karena kita memintanya. Ketika kita tidak berhasil untuk membuatnya memakai sepatu kita atau mendapatkan pernyataan maaf darinya, kita hanya akan merasa semakin putus asa dan marah.


3. Maafkan Saja dan Jangan Menaruh Dendam

[Image: tidningensolo.se]

Mungkin sulit rasanya untuk memaafkan seseorang yang jelas-jelas sudah melukai kita sedemikian dalam, tetapi bukan berarti hal itu tidak bisa kita lakukan. Penelitian para ahli menunjukkan, kemarahan bisa memicu berbagai macam penyakit di dalam diri kita sendiri, mulai dari kesulitan tidur, gangguan saluran pernafasan dan pencernaan, darah tinggi, depresi, serangan jantung, stroke, bahkan sampai dengan kanker. Wah, sepertinya kok lebih banyak ruginya ya untuk diri kita sendiri, sementara orang yang menjadi sasaran kemarahan kita malah baik-baik saja melanjutkan hidupnya.


4. Memandangnya sebagai Suatu Ujian untuk Membentuk Karakter

[Image: dealeirinei.wordpress.com]

Pernah dengar ungkapan yang mengatakan bahwa kita tidak dapat mengubah situasi, tetapi kita bisa mengubah cara kita memandangnya? Nah, pandanglah situasi yang sedang kita alami ini sebagai suatu kesempatan untuk membentuk karakter kita. Memang pengkhianatan ini adalah suatu ujian yang tidak mengenakkan, tetapi sama seperti ujian kehidupan lainnya, pada akhirnya proses bagaimana kita keluar dari permasalahan ini akan membentuk karakter kita. Apakah akan menjadi semakin baik atau semakin buruk, semua tergantung dari diri kita sendiri. Kalau kita bisa lulus dengan baik, kita akan menjadi pribadi yang lebih dewasa, tangguh, dan mampu berempati terhadap orang lain yang mengalami hal serupa dengan kita. Kalau gagal, kita akan menjadi seseorang yang pahit, dan pada akhirnya malah akan kehilangan semua orang di sekeliling kita.


5. Membaca Buku-Buku atau Artikel Motivasi

[Image: ebookovo.wordpress.com]

Salah satu cara untuk mengatasi permasalahan kita adalah dengan belajar dari orang-orang yang pernah berada dalam posisi kita. Baca kisahnya dan perhatikan apa saja yang mereka lakukan selama melalui masa-masa sulit itu. Kalau mereka bisa, kenapa kita tidak? Jangan menyangkal dengan mengatakan bahwa kita tidak sekuat mereka. Tidak ada orang yang tidak menjadi lemah ketika diperhadapkan dengan permasalahan mereka. Yang ada adalah apakah orang itu mau bangkit kembali atau tidak. Sama seperti ketika kita bangun di pagi hari, apakah kita mau segera turun dari ranjang atau tidur lima menit lagi dan lima menit lagi. Ingatlah, kita tidak akan diperhadapkan dengan permasalahan yang tidak mampu kita tanggung dan atasi.


6. Menuliskan Pengalaman Pribadi

[Image: www.taopic.com]

Menulis bisa menjadi terapi yang bagus untuk mengatasi kekecewaan. Karena menulis melibatkan aktivitas alam bawah sadar, kita bisa menemukan perasaan-perasaan kita yang sejujurnya dan bahkan berbagai hal yang tidak terpikirkan sebelumnya. Selain itu, dengan mencatat fase-fase yang kita alami, apa yang terjadi dan apa yang kita rasakan, suatu saat nanti setelah kita melaluinya, kita dapat membacanya kembali dan mengingat apa saja yang telah membantu kita untuk bertahan. Kita bahkan dapat membantu orang lain yang mengalami hal yang serupa dengan kita.


7. Berkreasi dan Mengeksplorasi Hobi

Suka melukis? Maka melukislah. Lakukanlah apa yang kita sukai, apakah itu merajut, memasak, membuat kue, ataupun menulis lagu. Tuangkan emosi kita pada apa pun hobi kita itu. Banyak masterpiece yang terlahir dari berbagai emosi yang buruk, baik itu berupa lukisan, lagu, drama atau karya tulis. Dengan berkreasi, kita bisa mengubah sesuatu yang buruk menjadi sesuatu yang positif.


8. Menolong Orang Lain Mengatasi Permasalahan Mereka

Cara yang satu ini mungkin tidak umum. Akan tetapi, percaya atau tidak, dengan menolong orang lain mengatasi hal yang sama dengan kita, kita bisa lebih cepat pulih dari sakit hati kita.

Ketika kita menghibur seseorang, menguatkan mereka, memberikan pengharapan kepada mereka, sebenarnya kita juga sedang mengatakan semua itu kepada diri sendiri. Semakin sering kita mengatakan dan mendengarnya, maka kita pun akan semakin memercayainya. Harapan kita pun akan bangkit dan kita akan memperoleh kekuatan lebih untuk melalui permasalahan kita.

Hal ini juga berlaku sebaliknya. Kalau kita menemukan orang-orang yang memiliki permasalahan yang sama dengan kita, kemudian kita malah saling mendukung secara negatif, mengatakan hal-hal yang buruk tentang mereka yang telah menyakiti kita, atau saling mengasihani diri, maka kita pun akan semakin tenggelam dalam kepahitan kita.

***

Intinya, apa pun yang kita pikirkan, tetaplah positif, karena apa yang kita pikirkan itulah yang akan kita lakukan, katakan dan percayai. Ubahlah semua pikiran negatif dan juga kecenderungan untuk berbuat hal yang buruk menjadi sesuatu yang positif.

Dunia terus berputar dan orang-orang di sekeliling kita tidak akan selamanya ada untuk menghibur kita. Pada akhirnya, diri kita sendirilah yang akan menentukan masa depan kita, apakah kita akan terus terpuruk atau bangkit dan menjadi tangguh. Untuk bangkit kembali sebenarnya tidaklah sesulit yang kita bayangkan, yang perlu kita lakukan adalah memikirkan hal-hal yang baik.

Semua yang benar, semua yang mulia, semua yang adil, semua yang suci, semua yang manis, semua yang sedap didengar, semua yang disebut kebajikan dan patut dipuji, pikirkanlah semuanya itu!



Write for Us!

Kamu baru saja membaca artikel "8 Cara Anti Gagal Move On dari Pengkhianatan". Kamu punya cerita yang ingin dibagikan juga?

Tulis ceritamu di sini !


Marlena V.Lee | @marlena

BAGAIMANA MENURUTMU ?

Silahkan login untuk memberi komentar